Ini Dia Gubernur dan Wakilnya Pemenang Pilkada 2024 yang Telah Ditetapkan KPU Jatim Kamis Siang

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS – KPU Jawa Timur menetapkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak sebagai pasangan calon Gubernur Jatim 2024 terpilih.

Penetapan tersebut dilakukan KPU Jatim Kamis(6/2) dalam Rapat pleno di Hotel Double Tree, Jalan Tunjungan, Surabaya.

Rapat Pleno Terbuka itu dipimpin langsung Ketua KPU Jatim, Aang Kunaifi yang sekaligus membuka acara.

“Rapat pleno ini dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum termasuk media yang meliput acara tersebut,” katanya.

Berdasarkan catatan KPU Jatim, perolehan suara masing-masing paslon di Pilkada Jatim 2024, adalah sebagai berikut:

Untuk Paslon nomor urut 1 yaitu Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim memperoleh 1.797.332 suara atau 8,67 persen.

Kemudian paslon nomor urut 2 Khofifah-Emil mendapatkan 12.192.165 suara atau 58,81 persen.

Kemudian untuk paslon nomer urut 3 yaitu Risma-Gus Hans mensapatkan 6.743.095 suara (32,52 persen).

Dengan hasil itu maka Aang Kunaifi menetapkan paslon nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak sebagai pemenang Pilgub Jatim 2024.

“Menetapkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur 2024 nomor urut 2 Saudari Khofifah Indar Parawansa dan Saudara Emil Elestianto Dardak sebagai pasangan Calon Gubernur dan Wakil Calon Wakil Gubernur Jawa timur terpilih,” katanya yang disanbut aplaus hadirin.

Selanjutnya Aang mengucapkan selamat kepada Paslon terpilih Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak.

“Kami sampaikan selamat kepada paslon terpilih Bu Khofifah dan Mas Emil, semoga apa yang disampaikan dalam visi misi saat kampanye bisa dilaksanakan dengan baik, dan kami bisa mengawal sampai selesai jabatan,” ujarnya.

Dengan keputusan penetapan ini, Khofifah-Emil dinyatakan sah sebagai pemenang Pilgub Jatim 2024.***poedji

Ini Pesan Menyejukkan dari Emil Dardak di Kampanye Akbar Jember

JEMBER, JAYAKARTA NEWS – Paslon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak menggelar kampanye akbar di Jember Sport Garden, Minggu (10/11/2024).

Cawagub Jatim Emil Dardak memberikan pesan sejuk dan adem kepada puluhan ribu pendukung-relawan yang hadir di lokasi.

“Pesan kami, 27 November nanti semua masyarakat Jatim hadir ke TPS dan memilih nomor urut dua. Jangan tidak datang. Kami berharap masyarakat menyalurkan suaranya untuk Paslon nomor urut dua,” kata Emil.

“Mudah-mudahan tingkat partisipasi tinggi. Semua elemen masyarakat berbondong-bondong datang ke TPS untuk menentukan masa depan Jatim,” lanjutnya.

Emil mengatakan suasana kampanye akbar ini sangat sejuk dan adem. Bukan hanya soal cuaca, tapi kampanye Khofifah-Emil yang santun dan mengajak masyarakat untuk guyub demi kemajuan Jawa Timur.

“Bonusnya adem Bu. Jadi sejuk sekali suasananya hari ini, adem sekali. Semoga menjadi gambaran bahwa Pemilu ini berjalan adem dan damai,” katanya.

“Dan saya juga senang melihat pendukung, relawan, tim pemenangan Khofifah-Emil menggelorakan kampanye damai yang sejuk, guyub dan mengutamakan program demi kemajuan Jawa Timur. Saya sampaikan terima kasih ke semua relawan yang hadir,” tambahnya.

Emil sendiri juga senang hadirnya Denny Caknan yang menghibur puluhan ribu relawan serta pendukung Khofifah-Emil.

“Tim pemenangan kita lebih banyak anak muda yang memiliki kiprah yang luar biasa di ekonomi kreatif dan profesinya masing-masing. Salah satu tokoh muda Jatim yang sudah menasional bahkan sudah mendunia yakni Denny Caknan. Suatu kehormatan bagi kami karena Mas Denny hadir dan memeriahkan acara kampanye kita. Jadi, ini sebagai bentuk penghargaan kepada mas Denny sebagai tokoh muda inspiratif,” tandasnya.***poedji

Hasil Survey ARCI, Khofifah-Emil Melesat Tinggalkan Bacagub Lainnya

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS— Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) merilis hasil survei terbaru Pilgub Jatim 2024. Hasilnya Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak unggul atas dua paslon lainnya.

Dalam survei ARCI simulasi 3 nama Pilgub Jatim dengan gambar kertas suara, elektabilitas Khofifah-Emil di angka 63,4%. Kemudian disusul Tri Rismaharini-KH Zahrul Azhar Asumta di angka 27,1%, dan Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim (LUMAN) di angka 2,8%. Ada 6,7% responden yang belum menentukan pilihan.

Direktur ARCI Baihaki Sirajt menyebut adanya tren kenaikan elektoral dari Khofifah-Emil dibanding survei pada periode Juli 2024 lalu.

“Di mana pada Juli 2024 lalu elektabilitas Khofifah-Emil di angka 57,9 persen, terbaru pada survei Oktober 2024 ini, elektabilitas Khofifah-Emil di angka 63,4 persen alias meningkat 5 persen,” kata Baihaki saat paparan di hasil survei di Hotel Elmi Surabaya, Senin (14/10/2024).

Menurut Baihaki, pada Juli 2024, jumlah responden yang belum menentukan di kisaran 13-14%. Pada Oktober 2024 ini, jumlah responden yang belum menentukan pilihan di angka 6,7%.

Baihaki menyebut, mayoritas pemilih yang belum menentukan di bulan Juli 2024, cenderung memilih Khofifah-Emil. Sementara, elektabilitas Risma cenderung stagnan.

“Jadi pemilih yang belum menentukan di bulan Juli 2024, cenderung memilih Khofifah-Emil. Angka Risma cenderung stagnan kala dipasangkan Juli lalu dengan Kiai Marzuki di angka 27 persen, saat ini dipasangkan dengan Gus Hans angkanya tidak jauh beda. Sementara di bulan Juli 2024, LUMAN belum muncul, saat ini angkanya di 2,8 persen,” beber Baihaki.

Baihaki mengungkap faktor yang membuat pemilih yang belum menentukan akhirnya menjatuhkan pilihan ke Khofifah-Emil. Salah satu faktornya terkait pengalaman memimpin provinsi besar.

“Mayoritas mereka akhirnya memilih Khofifah-Emil karena berpengalaman dan sudah teruji memimpin Jawa Timur. Responden ini tidak mau mengambil risiko dengan memilih calon lain yang memang belum berpengalaman memimpin Jawa Timur,” ungkapnya.

Baihaki menambahkan, secara matematis, elektoral Khofifah-Emil cukup sulit dikejar. Sebab, strong voters Khofifah-Emil sudah di angka 81,3%.

“Dari 63,4 persen pemilih Khofifah-Emil, 81,3 persen strong voters. Secara matematis dan data, rasanya sulit bagi Risma-Gus Hans atau LUMAN mengejar elektabilitas Khofifah-Emil. Tapi, namanya politik semua hal bisa terjadi,” tandasnya.

Survei ARCI dilakukan pada 1-9 Oktober 2024. Survei dilakukan di 38 kabupaten/kota Jawa Timur dengan jumlah responden sebanyak 1.200.

Survei ARCI menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error di angka 2,8% pada tingkat kepercayaan 95%.***poedji

Khofifah Maju Lagi Sebagai Gubernur Jatim, Ribuan Pendukungnya Memenuhi Kantor KPU

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS-Ribuan massa pendukung pasangan bakal calon gubenur dan wakil gubermur Jatim Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak, datang ke KPU untuk mensuport pasangan itu mengikuti Pilkada Gubernur Jatim.

Ribuan masyarakat yang berteriak yel yel memadati jalan depan KPU Jatim, Jalan Raya Tenggilis, Surabaya, Rabu (28/8) pagi.

Terlihat dalam rombongan tersebut diantaranya iring-iringan drumb band, Reog Ponorogo, parade musik  khas Madura, Singo Ulung khas Bondowoso, Tari Lele Lamongan, kesenian Barongsai, dan Tari Remo.

Selain itu juga tampak pula massa dari partai koalisi pendukung, partai nonparlemen, serta para relawan pendukung Khofifah-Emil dari berbagai elemen. Di antaranya Aliansi Biru Ceria 02 Jawa, Bolone Mase Bojonegoro, dan lain-lain.

Mereka bergerak dari berbagai arah menuju kantor KPU Jatim. Mereka siap mengarak Khofifah-Emil yang dijadwalkan akan mendaftar sebagai calon gubenur dan wakil gubernur Jatim di KPU Jatim untuk Pilkada Jatim 2024.

Khofifah-Emil tiba pukul 09.30 WIB menaiki mobil terbuka dengan diarak ribuan massa pendukungnya yang berjalan kaki dari rumah kediaman Khofifah di kawasan Jl. Jemursari.

Rombongan kirab ini diiringi pawai budaya yang menampilkan kesenian Odong-Odong, Reog Ponorogo, Tari Barongsai, dan drum band.***poedji

Penantang Khofifah-Emil Segera Muncul Akhir Juli Ini

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS – Kelompok Kerja Wartawan Grahadi (Pokja Grahadi) menggelar Bincang Politik Pilgub Jatim 2024 bertemakan ‘Mencari Penantang Khofifah – Emil’ di Hotel Kampi Surabaya pada Rabu (10/7/2024).

Diskusi ini menghadirkan narasumber, Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari Bisowarno, Wakil Ketua DPD Gerindra Jatim MH Rofiq, Wakil Ketua DPD Golkar Jatim Pranaya Yudha Mahardika dan Pengamat Politik Unair Fahrul Muzaqqi.

Selain itu, juga dihadiri Anggota Fraksi PAN DPRD Jatim Agung Supriyanto dan Wakil Sekretaris DPW PKS Jatim Frimainto Utomo.

Kemudian juga ada puluhan mahasiswa dari Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya.

Dari awal sesi, Sekretaris DPW PDIP Jatim, Sri Untari Bisowarno memberi sinyal  bahwa partainya menyiapkan penantang bagi petahana. Ia menegaskan kalau PDIP tidak kurang kader untuk bisa maju di Pilgub Jatim 2024.

Ia pun menyebut nama menteri dari PDIP. Seperti halnya Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

“Di PDIP itu tidak kurang figur. Saya ada banyak pertanyaan kok gak Bu Risma? Memang dari 2018 surveinya tinggi. Tapi waktu itu beliau masih ingin meneruskan di Wali Kota Surabaya,” ujarnya.

Nah, saat ini nama Risma kembali muncul jelang Pilgub Jatim 2024. Bahkan, Wali Kota Surabaya periode 2010 – 2020 tersebut dikaitkan dengan mantan Ketua PWNU Jatim, KH Marzuqi Mustamar.

Selain nama – nama menteri dari PDIP yang memiliki potensi untuk maju Pilgub Jatim 2024, Untari juga menyebut nama anggota DPR RI seperti Krisdayanti dan Ahmad Basarah. “Di DPR kita PDIP ada Mbak Krisdayanti, atau juga ada Pak Basarah,” katanya.

Terlepas dari itu semua, Untari menyampaikan kalau PDIP Jatim menunggu arahan langsung dari DPP PDIP yang merujuk pada hak prerogatif yang akan diambil oleh Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Karena, Jatim merupakan provinsi yang strategis bagi PDIP.

“Kongres PDIP ada tertuang AD/ART ketum memiliki hak preogatif. Jawa Timur ini provinsi strategis. Dalam sisi ekonomi, pemegang 14 persen ekonomi, kedua setelah DKI. Penduduknya kedua setelah Jawa Barat. Pemilihnya 31 juta orang. Hal strategis ini perlu kajian, telaah, sounding, mendengarkan suara masyarakat, kalau harus diputuskan, kita tidak ingin salah pilih,” terangnya.

Untari pun memberikan clue kalau partai berlambang kepala banteng bermoncong putih akan mengumumkan pasangan calon yang akan diusungnya pada Juli ini. “Tunggu akhir Juli ya,” ucapnya.

Sementara itu, perwakilan Partai Gerindra, Golkar dan PAN yang hadir dalam diskusi ini kompak dengan pilihannya mengusung Khofifah – Emil. Pasangan petahana ini dinilai bisa menjaga stabilisasi sosial maupun politik di provinsi paling timur di Pulau Jawa ini.

“Pertimbangannya stabilitas politik sehingga Golkar memutuskan mengusung Khofifah – Emil,” kata Wakil Ketua DPD Golkar Jatim Pranaya Yudha Mahardika.

Wakil Ketua DPD Gerindra Jatim MH Rofiq mengatakan bahwa sejak awal partainya sudah memutuskan mengusung Khofifah. Menurutnya kepemimpinan Khofifah di Jatim sudah bagus dan perlu dilanjutkan untuk periode kedua mendatang.

“Kita diajarkan Pak Prabowo menghormati, sopan santun terhadap orang. Dari awal kita mengusung Khofifah – Emil Dardak,” katanya.

“Kita respect, kita hormati kepemimpinan Bu Khofifah di Jatim berhasil. Partai Gerindra sudah final usung Khofifah – Emil,” tambah dia.

Senada, Anggota Fraksi PAN DPRD Jatim, Agung menilai memang kepemimpinan Khofifah – Emil sudah bagus. “Jauh hari pengusung Khofifah – Emil buat statement, DPW PAN Jatim sudah buat statement PAN Jatim usung Khofifah – Emil. Karena kredibel memecahkan masalah sosial dan politik di Jatim,” ungkapnya.

Meski begitu, PAN Jatim ingin ada penantang Khofifah – Emil yang dimunculkan dari parpol yang belum menurunkan rekomendasi. Seperti PDIP, PKB, PKS hingga NasDem.

“Kita harapkan ada kontestasi. Kami ingin jago yang kita usung tahu kualitasnya. Kami ingin tahu ujian calon kami, maka perlu kontestasi,” kata Agung.

Sedangkan Wakil Sekretaris DPW PKS Jatim Frimainto Utomo menyampaikan bahwa partainya memilih intens berkomunikasi dengan parpol dan para kandidat bakal calon di Jatim. Hasil komunikasi itu dilaporkan ke DPP PKS untuk menjadi bahan pertimbangan.

“Kami ada tugas berkomunikasi dengan seluruh parpol di Jatim dan juga calon yang muncul, termasuk yang muncul di media sosial. Kami melaporkan hasil komunikasi ke DPP,” katanya.

“Karena mekanisme Pilgub ini banyak diputuskan di DPP. Memang belum ada keputusan PKS untuk calon gubernur Jatim,” tambah Utomo.

Pengamat Politik Unair Fahrul Muzaqqi berharap penantang petahana segera dimunculkan untuk kontestasi Pilgub Jatim. Mengingat waktu pendaftaran hanya tersisa sekitar satu bulan lagi, yakni pada akhir Agustus 2024.

Fahrul melihat peluang itu ada di PDIP dan PKB yang bisa berkoalisi. Terlebih ada pernyataan Untari yang menyebut bahwa akhir Juli ini PDIP akan mengumumkan Bakal Cagub-Cawagub yang akan diusung untuk Pilgub Jatim 2024.

Ketua Pelaksana Diskusi, Achmad Faisal menilai diskusi yang digelar berjalan dinamis. Para peserta yang terdiri dari mahasiswa dan kalangan pers tampak sangat antusias dengan melempar sejumlah pertanyaan kepada narasumber.

“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, acara diskusi ini merupakan wujud nyata Pokja Grahadi mengawal demokrasi yang lebih berkualitas,” ungkapnya.

Mahasiswa Uinsa, Iman berharap acara diskusi ini dapat memunculkan figur pemimpin atau opsi Bacagub – Bacawagub Jatim 2024. Tentunya, figur itu dapat memberikan harapan bagi permasalahan yang ada di Jawa Timur.

“Kami harapkan muncul pemimpin yamg bisa jadi panutan, tuntaskan kemiskinan dan permasalahan di Jawa Timur. Kami mewakili generasi milenial dan gen-Z prihatin dengan pendidikan saat ini, mulai UKT hingga guru-guru yang kesejahteraan kurang,” pungkasnya. ***poedji

Khofifah dan Emil Pamit Akhiri Kepemimpinan Desember Mendatang

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS– Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak, berpamitan untuk mengakhiri masa kepemimpinannya di Jatim.

Hal itu disampaikan Khofifah saat pidato Peringatan Hari Jadi ke-78 Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (12/10).

Khofifah sempat menyampaikan sejumlah prestasi Jatim. Dua pasangan tersebut mengakhiri masa jabatan 2 bulan lagi(Desember).

“Kami, saya Khofifah Indar Parawansa dan Pak Wagub Dr Emil Elestianto Dardak, M.Si. Kami berdua menyampaikan terima kasih sinergisitas, kolaboratif, support luar biasa seluruh dari seluruh elemen strategis di Jawa Timur,” ucapnya.

“Hari ini adalah HUT kelima kalinya kami hadir sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur. Artinya bahwa untuk periode ini, kami akan pamit kepada panjenengan semua warga Jawa Timur yang luar biasa,” kata Khofifah.

Dia bersama Emil mengungkapkan rasa cinta yang dalam kepada warga Jatim. Sekaligus berterima kasih telah menerima keduanya sebagai bagian dari keluarga besar Jatim.

“Panjenengan semua menerima kami seperti saudara,” terang dia.

“Apa yang belum kami maksimalkan pencapaiannya, kami, saya dan Pak Wakil Gubernur mohon maaf. Mudah-mudahan seluruh sustainability dari proses pembangunan di Jawa Timur akan terus kita jaga dan terus kita kembangkan bersama,” ucap Khofifah.

Upacara Peringatan Hari Jadi ke-78 Provinsi Jawa Timur akan menjadi momen terakhir yang diikuti Khofifah dan Emil sebagai pasangan Gubernur dan Wagub. Periode pasangan ini memimpin Jatim akan berakhir pada Desember 2023. (poedji)