Ketua Satgas Penanganan Covid Inspeksi Mendadak Tiga Hotel Karantina Pelaku Perjalanan Luar Negeri

JAYAKARTA NEWS— Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen Suharyanto melakukan inspeksi mendadak ke tiga tempat yang berfungsi sebagai tempat karantina pelaku perjalanan luar negeri. Sidak dilakukan pada malam hari ini, Selasa (4/1), pukul 20.00 WIB, di wilayah DKI Jakarta.

Dua tempat di kawasan Jakarta Pusat, yang dimanfaatkan sebagai fasilitas karantina yaitu Arya Duta dan Hotel Grand Mercure, sedangkan satu tempat lainnya yaitu Holiday Inn Matraman. Inspeksi tersebut menyasar kesiapan registrasi penerimaan pelaku perjalanan luar negeri hingga peninjauan fasilitas pendukung pada tempat karantina.

“Kami mengharapkan fasilitas hotel ini telah siap sebagai tempat karantina para pelaku perjalanan luar negeri,” ujar Suharyanto yang juga Kepala BNPB.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen Suharyanto meninjau tempat karantina pelaku perjalanan luar negeri, Selasa (4/1/2022)/foto: BNPB

Kepala BNPB yang sekaligus Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional juga menyampaikan terima kasih kepada para petugas yang bekerja pada hotel-hotel tersebut.

Sebelumnya jelang akhir tahun 2021, Suharyanto telah meninjau kesiapan fasilitas karantina di DKI Jakarta untuk mengantisipasi adanya penambahan kebutuhan tempat karantina kepada pekerja migran Indonesia (PMI) atau pelaku perjalanan luar negeri. Fasilitas karantina tersebut yaitu Rusun Nagrak di Jakarta Utara, Rusun Daan Mogot di Jakarta Barat dan Wisma Lembaga Mutu Pendidikan DKI Jakarta di Jakarta Selatan.

Data BNPB pada hari ini, 4 Januari 2021, pukul 18.00 WIB, total pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang berada di fasilitas RSDC Kemayoran, Wisma Pademangan, Rusun Pasar Rumput dan Rusun Nagrak berjumlah 14.217 orang. Total persentase keterisian tempat tidur pada 4 fasilitas ini sebesar 74,92 persen. (rsl)

Tinjau Bandara Soekarno-Hatta, Ketua Satgas Pastikan Alur Kedatangan Dari Luar Negeri Berjalan Sesuai Aturan

JAYAKARTA NEWS— Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Suharyanto melakukan peninjauan pelaksanaan alur kedatangan dari luar negeri di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Provinsi Banten, Jumat (24/12).

Dalam peninjauan tersebut, Suharyanto ingin memastikan segala proses mulai dari kedatangan sampai karantina bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan pelaku perjalanan internasional lainnya dapat berjalan sesuai standar prosedur operasional yang telah ditentukan.

“Bagi para PMI maupun pelaku perjalananan luar negeri, diharapkan melakukan karantina selama 10 hari sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan,” ujar Suharyanto.

Sebagaimana diketahui, setiap pelaku perjalanan luar negeri wajib melakukan karantina selama 10 hari sesuai dengan SE Ka Satgas No. 25/2021.

Petugas bandara melakukan pengecekan awal dalam pelaksanaan alur kedatangan dari luar negeri di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Provinsi Banten, Jumat (24/12)/foto: BNPB

Berdasarkan hasil peninjauan yang dilakukan hari ini, perbaikan terlihat pada sektor pelayanan dan kecepatan proses yang sudah berjalan dengan lebih baik. Penambahan armada bus dan transparansi biaya karantina di hotel juga telah disampaikan kepada masyarakat. Sementara itu, pengembangan teknologi untuk mendukung karantina ini juga terus dikembangkan agar mempermudah alur proses karantina.

“Armada bus yang mengangkut para PMI dan pelaku perjalanan internasional sudah ditambah dan teknologi aplikasi juga terus dikembangkan, kedepannya hal ini untuk mempermudah alur proses karantina,” ujar Suharyanto.

Kegiatan ini dilakukan oleh Suharyanto yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam menerima lonjakan jumlah kepulangan PMI dan pelaku perjalanan internasional pada periode Natal dan Tahun Baru 2021/2022.***/ebn

Ketua Satgas Letjen Ganip Minta Penguatan Fungsi Posko PPKM Mikro

JAYAKARTA NEWS— Kasus konfirmasi positif Covid-19 melonjak di beberapa wilayah Jawa Timur (Jatim), khususnya Kabupaten Bangkalan. Kenaikan kasus ini dipicu oleh penularan pada klaster keluarga setelah mereka melakukan mudik lebaran.

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron menyampaikan bahwa data kasus Covid-19 terhitung 10 April hingga 7 Juni 2021 meningkat di 4 kecamatan. Satgas Covid-19 Kabupaten Bangkalan mencatat kenaikan kasus konfirmasi positif dari 12 kasus menjadi total 322.

“Pasien Covid-19 tertinggi ada di empat kecamatan, yakni Kecamatan Arosbaya, Klampis, Geger dan Kecamatan Kota,” kata Abdul Latif yang juga sebagai Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan.

Abdul Latif menambahkan, terkait dengan dampak lonjakan kasus Covid – 19 di Bangkalan, pihaknya telah menyiapkan 178 tenaga medis dan 121 tenaga vaksinator serta penambahan ruang dan tempat tidur untuk pasien Covid-19. Sebanyak 150 tempat tidur di RSUD Syarifa Ambami Ratoh Ebu yang saat ini terpakai 93 pasien, 74 tempat di Balai Diklat terpakai 35 dan di Balai Latihan Kerja (BLK) 30 tempat tidur terpakai 17 pasien OTG.

“Untuk penyekatan masih diberlakukan di wilayah Arosbaya, di penyeberangan Kamal dan akses masuk Suramadu sisi Madura,” tandasnya.

Instruksikan 3T dan Disiplin Prokes

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito, terus memonitor perkembangan Covid-19 di seluruh Indonesia, termasuk Jatim. Dia menginstruksikan, 3T ( testing , tracing dan treatment) harus terus ditingkatkan. Tak kalah pentingnya, mengajak masyarakat disiplin protokol kesehatan (prokes).

“Prokes memakai masker ini kuncinya, selalu menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan ini wajib diterapkan,” katanya.

Ganip juga meminta pihak rumah sakit untuk memastikan ketersediaan tempat tidur, tempat isolasi mandiri, zonasi protokol kesehatan dan kemampuan sumber daya manusia tenaga kesehatan dalam antisipasi penanganan lonjakan kasus Covid-19.

Selain itu, Ganip turut memberikan arahan terkait penguatan fungsi posko di Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro untuk dapat menjadi kontrol kasus harian Covid-19.

“Terus menerus lakukan pemantauan dan monitoring melalui posko yang ada di seluruh PPKM Mikro untuk dapat mengetahui kasus harian Covid-19 sehingga menjadi dasar kita dalam mengambil keputusan, membuat langkah strategis serta menjadi evaluasi dalam melakukan pengendalian kasus,” pungkasnya.

Terakhir, Ganip kembali mengingatkan Pemerintah Kabupaten Bangkalan agar selalu konsisten dan tidak lengah dalam menangani Covid-19 di daerahnya.

Selain memberikan arahan, Kepala BNPB yang didampingi Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Jawa Timur Kofifah Indar Parawansa, anggota Komisi VIII DPR RI, dan Bupati Bangkalan turut meninjau puskesmas Bangkalan, RSUD Syarifah Ambari Rato Ebu, dan posko PPKM Mikro desa Bilaporah.

BNPB memberikan bantuan Dana Siap Pakai sebesar Rp1 miliar dan logistik berupa masker kain 20.000 lembar, masker kain anak 10.000 lembar dan hand sanitizer masing-masing 4 liter sebanyak 20 jerigen kepada Kapubaten Bangkalan yang diberikan secara simbolis kepada Bupati Bangkalan di Pendopo Bupati Bangkalan. (ont)

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Doni Monardo Tinjau RSDC Wisma Atlet

JAYAKARTA NEWS— Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal TNI Dr. (H.C) Doni Monardo melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (20/5). Kunjungan ini untuk memastikan kesiapan antisipasi lonjakan kasus Covid pasca libur lebaran 1442 Hijriah.

Berkaca dari tahun sebelumnya, angka kasus Covid-19 mengalami kenaikan yang cukup signifikan pasca libur lebaran. Secara resmi pemerintah sudah mengeluarkan larangan mudik bagi para warga yang hendak melakukan perjalanan ke kampung halaman. Akan tetapi, masih ada yang nekad melakukan hal tersebut.

Trend kenaikan jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit akan bertambah setiap akhir libur lebaran. Ketika pasien di rumah sakit bertambah, maka akan diikuti dengan angka kematian yang cukup tinggi. Hal ini akan berdampak kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) dan Dokter yang merawatnya. Dalam kunjungannnya, Doni memastikan jumlah tenaga medis cukup untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo (Baju putih rompi) disambut Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (kiri depan) saat tiba di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (20/5)-foto BNPB

Doni menyampaikan perlu kerja keras untuk mengurangi jumlah pasien yang dirawat dengan berbagai cara, salah satunya dengan yang dilakukan adalah mematuhi protokol kesehatan dan melakukan karantina mandiri selama 5×24 jam bagi mereka yang melakukan perjalanan.

“Kita semua harus bekerja keras untuk mengurangi jumlah pasien yang dirawat untuk antisipasi lonjakan kasus” kata Doni.

“Salah satunya dengan mematuhi protokol kesehatan dan melakukan karantina mandiri usai melakukan perjalanan” tambah Doni.

Selain itu, Dihimbau untuk para perangkat pemerintah setempat apabila terdapat lebih dari lima rumah dalam satu Rukun Tetangga (RT) maka posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro (PPKM) di tingkat Kelurahan berinisiatif untuk melakukan micro lockdown.

“Strategi lainnya adalah apabila terdapat 5 rumah dalam 1 rt positif covid, maka Posko PPKM mikro di tingkat kelurahan berinisiatif melakukan mikro lockdown,” kata Doni.

Diharapkan dengan melaksanakannya secara disiplin, maka kekhawatiran terhadap angka kenaikan kasus covid 19 bisa dihindari.

Arus Mudik Gelombang Kedua

Dengan berakhirnya larangan mudik, maka terdapat potensi terjadinya kegiatan mudik gelombang kedua. Masih ada sebagian besar warga berpotensi melakukan perjalanan ini. Dihimbau kepada seluruh daerah untuk memperhitungkan seluruh risiko yang terjadi akibat mobilisasi warga yang besar, khususnya bagi daerah yang memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan di daerah masing-masing.

Tidak hanya di RSDC Wisma Atlet saja, tentunya Satgas sudah berkordinasi secara nasional dengan seluruh pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan untuk memastikan bahwa seluruhnya harus siap untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Dalam kunjungan ini turut mendampingi, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman, juru bicara Satgas Penanggulangan COVID-19 Wiku Adisasmito, dan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) M. Adib Khumaidi, Sp.OT.***ebn

Pers Dukung “Kecerewetan” Doni Monardo

JAYAKARTA NEWS – Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku (FJPP) bergulir kembali. Kepala BNPB/Ketua Satgas Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo, bersama Ketua Dewan Pers M. Nuh hari ini (10/5/2021) meresmikan program yang diikuti lebih dari 3.000 jurnalis seluruh Indonesia.

Dalam pengarahannya, Doni Monardo meminta para peserta FJPP langsung bergerak, memanfaatkan waktu yang ada untuk terus mendukung “kecerewetan” Doni Monardo (baca: Pemerintah) dalam aksi larangan mudik 2021. “

Ditegaskan, mencegah mudik adalah untuk kepentingan warga. Toh, masih banyak yang mencoba menerobos batas penyekatan. “Kalau angka paparan covid kembali naik, jangan salahkan pemerintah. Pemerintah itu tugasnya mengurus rakyat. Bukan melulu soal mencegah mudik. Itu hanya salah satu cara mengurus rakyat, mengurus keselamatan rakyat,” tegas Doni.

Doni sendiri, untuk kesekian kalinya, mengaku tidak keberatan jika karena larangan mudik itu ia di-bully dan diprotes banyak calon pemudik. Baginya, tidak masalah di-bully dan dianggap cerewet, asal angka korban baru Covid-19 tidak berderet-deret. “Jadi aparat pemerintah memang harus mau bersusah-payah, bukan hanya bersenang-senang, sementara rakyatnya susah,” kata jenderal bintang tiga yang baru saja mengakhiri masa dinas aktifnya itu.

Mencegah atau melarang masyarakat mudik, bukan tanpa dasar. Fakta selama ini sudah membuktikan, bahwa pasca libur panjang yang diwarnai tingginya mobilitas masyarakat, selalu disusul dengan grafik paparan yang menanjak. “Kita tidak ingin seperti India. Saat kondisi landai, aktivitas masyarakat diperlonggar, ritual tradisi dan keagamaan dibebaskan, akibatnya seperti yang kita saksikan hari ini. Angka lonjakan kasus begitu tinggi. Mayat terkapar di mana-mana,” ujar Doni.

Ditambahkan, larangan mudik memang bukan satu-satunya cara mencegah penularan. Bukan pula yang utama. Sebab, yang utama tetaplah protokol kesehatan 3M dan 3T (memakai masker, mencuci tangan memakai sabun, dan menjaga jarak dan testing, tracing, dan treatment). “Prokes itu berlaku di semua situasi, apakah di kampung, di tempat ibadah, mall, tempat wisata….. Di mana pun berada, 3M dan 3T itu adalah kata kunci pengendalian Covid-19,” tandas mantan Danjen Kopassus itu.

Berdasar fakta yang ada, jika musim Lebaran masih banyak masyarakat yang melanggar larangan pemerintah, dan tetap mudik dengan berbagai cara dan penyiasatan, maka bisa dipastikan angka paparan akan mengalami kenaikan. “Jadi kalau kamar perawatan rumah sakit daerah penuh, kekurangan tabung pernapasan, para nakes yang terbatas jumlahnya dibuat kewalahan…. Kita harus bilang apa?” sergah Doni.

Pemerintah sendiri berusaha keras menyiapkan segala kebutuhan medis, terutama jika terjadi hal darurat. Toh masyarakat harus memahami adagium, “Lebih baik mencegah daripada mengobati”. Doni prihatin masih banyaknya masyarakat yang tega memalsukan dokumen hanya untuk bisa bepergian kemana-mana dia suka.

Termasuk, prihadin adanya anggapan yang sengaja dihembuskan bahwa orang kecil tidak boleh kemana-mana, dan hanya boleh menurut propaganda pemerintah. Doni sekali lagi menegaskan, protokol kesehatan tidak mengenal kasta dan tingkat ekonomi. Ia berlaku general kepada siapa pun.

Tugas Jurnalis

Dalam kesempatan itu, hadir dan turut memberi arahan, Ketua Dewan Pers M. Nuh. Ia mengapresiasi program FJPP, dan berharap para jurnalis yang terlibat bisa melaksanakan tugasnya dengan penuh rasa tanggung jawab.

Pers, betapa pun, memegang peran penting bagi sukses-tidaknya pengendalian pandemi Covid-19 di Indonesia. “Memang tidak semua peserta tahun lalu, ikut dalam program yang sama tahun ini. Panitia telah melakukan seleksi. Yang diikutkan kembali hanya yang memenuhi target kinerja. Sedangkan yang di bawah target, tidak lagi diikutkan. Ini harus menjadi pembelajaran bagi kita insan pers untuk bekerja secara professional dan bertanggung jawab,” ujar mantan Mendikbud itu. (ebn)

Ketua Satgas Doni Monardo Terpapar Covid-19, Hindari Makan Bersama

JAYAKARTA NEWS— Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meyakini dirinya terpapar Covid-19 saat makan sehingga terpaksa melepas masker. Dia menyerukan kepada masyarakat untuk sementara menghindari acara makan bersama guna mencegah penularan.

“Karena saat makan kita pasti lepas masker dan celah penularan terbuka. Sebaiknya saat makan, tidak ada orang lain di sekitar kita untuk mencegah tertular atau menulari. Untuk sementara, makan bisa sendiri atau terpisah dari orang lain, ” tutur Doni di Jakarta, Sabtu (23/1).

Dia menuturkan selama seminggu memimpin langsung penanganan bencana di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan ada beberapa momen harus melepas masker ketika bersama orang lain. “Jadi saya yakin pada saat melepas masker dan makan itulah saya tertular.”

Doni, sejak gempa bumi melanda Sulawesi Barat pada Jumat dini hari, 15 Januari 2021 telah berada di lokasi bencana pada sore harinya. Dia berada dilokasi bencana –termasuk berkunjung ke Banjarmasin dilanda banjir bandang—selama seminggu sebelum kembali ke Jakarta kemarin sore (22/1).

Dia menuturkan, dalam sebelas bulan terakhir sejak mulai menangani pandemi Covid-19, selalu berusaha menghindari paparan virus dengan menuruti semua anjuran para pakar kesehatan. Namun, dari semua Langkah pencegahan rupanya tetap ada celah sehingga terpapar virus corona.

Epidemolog Universitas Indonesia yang sekaligus Juru Bicara Nasional Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menduga aktivitas yang begitu padat dan melelahkan serta celah saat makan menjadi penyebab virus Corona menginfeksi Doni Monardo.

“Ini menjadi pelajaran berharga bahwa kedisiplinan selama sebelas bulan itu tetap ada celah seperti saat makan. Sebelumnya ada juga penelitian yang menemukan bahwa para tenaga kesehatan yang tertular saat mereka istirahat untuk makan dan terpaksa membuka masker,” tutur Wiku.

Selain itu, aktivitas yang padat dan melelahkan jadi faktor menurunnya imunitas seseorang sehingga menjadi lebih rentan terhadap penyakit. “Itulah mengapa, selain menjalankan protokol kesehatan dengan sangat ketat. Kita juga harus menjadi imunitas dengan istirahat cukup, makan bergizi, serta rutin berolahraga.”

Belum Divaksin

Sementara itu, Egy Massadiah, Tenaga Ahli Kepala BNPB menegaskan bahwa Doni Monardo belum menjalani vasksinasi Covid-19. Rencananya, Doni dijadwalkan untuk menjalani vaksinasi pada awal pekan depan.

“Ini untuk meluruskan informasi bahwa Pak Doni sudah menjalani vaksinasi pada 13 Januari 2021. Padahal beliau akan divaksinasi pada pekan depan bersama para anggota Satgas Penanganan Covid-19 lainnya,” tutur Egy.

Pagi ini, Doni Monardo mengumumkan dirinya positif tertular Covid-19 menyusul aktivitas padat dalam sepekan terakhir. “Dari hasil tes PCR tadi malam, pagi ini mendapatkan hasil positif Covid-19 dengan CT Value 25. Saya sama sekali tidak merasakan gejala apapun,” tutur Doni dalam siaran pers, Sabtu (23/1)

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) tersebut, kini tengah melakukan isolasi mandiri sambil terus memantau perkembangan penanganan Covid-19 dan penanganan bencana di berbagai daerah.

Pada Jumat sore, Doni dan seluruh staf yang mendampinginya selama kunjungan kerja di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan juga menjalani tes PCR. Hasilnya, salah satu stafnya juga dinyatakan positif.

“Covid-19 ini begitu dekat di sekitar kita. Selama ini saya berusaha sekuat tenaga patuh dan disiplin menjalan protokol kesehatan dan tetap bisa tertular. Dengan kejadian ini saya meminta masyarakat agar jangan kendor dalam memakai masker, menjaga jarak dan jauhi kerumunan, serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” tuturnya.***/ebn

Doni Monardo: Angka Kasus COVID-19 Meningkat Usai Liburan Panjang

JAYAKARTA NEWS— Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan bahwa angka akumulasi COVID-19 menjelang akhir Desember ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan November lalu.

Pada bulan sebelumnya kasus COVID-19 di Tanah Air berada pada posisi yang sangat baik dari rata-rata kasus global, yakni 11,8 persen dibanding dari angka global di atas 15 persen.

Selisih prosentase kenaikan kasus sebesar empat persen dari angka global tersebut dinilai cukup tinggi dan sangat berpengaruh pada hasil akumulasinya.

“Kita berada pada posisi yang sangat baik pada awal November, saat berakhirnya liburan panjang yang ketiga. Saat itu angka kasus aktif kita berada pada 11,8 persen dan selisih global sekitar 15 persen. Masuk pada minggu ketiga Desember ini, kasus aktif berada pada 15 persen. Tingkat perbedaan Indonesia dengan global menjadi berkurang,” ungkap Doni dalam keterangannya pada acara “Outlook 2021: Wajah Indonesia Setelah Pandemi” yang disiarkan melalui media daring di Jakarta, Kamis (24/12).

Adapun menurut Doni, peningkatan angka kasus aktif tersebut terjadi sejak liburan panjang yang lalu, di mana angka peningkatan kesembuhan mengalami penurunan dan kasus positif terus mengalami peningkatan.

“Karena kasus positif COVID-19 tiap hari mengalami peningkatan sejak liburan panjang yang lalu,” ungkap Doni.

“Akhir-akhir ini, terutama pada empat minggu terakhir kasus positifnya lebih tinggi dibandingkan yang sembuh,” imbuhnya.

Melihat adanya kenaikan kasus aktif tersebut, Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan kepada Komisi Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) termasuk Satgas Penanganan COVID-19 untuk memastikan kesiapan rumah sakit di seluruh provinsi.

“Bapak Presiden telah memberikan perintah untuk memastikan kesiapan rumah sakit di seluruh provinsi,” ujar Doni.

Dalam hal ini, Doni memastikan bahwa ketersediaan tempat tidur untuk pasien positif COVID-19 tanpa gejala, gejala ringan, berat hingga kritis masih tercukupi hingga di berbagai daerah di Tanah Air.

“Alhamdulillah sampai hari ini ketersediaan bed untuk mereka yang mengalami positif COVID-19, baik yang OTG, kemudian juga yang bergejala ringan sampai yang berat dan kritis masih tersedia,” kata Doni.

Kendati Doni menjamin ketersediaan ruang dan fasilitas penanganan COVID-19 masih mencukupi, namun dia tetap mengimbau agar masyarakat dapat menahan diri untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah selama liburan akhir tahun.

Tentunya dengan menahan diri di rumah selama liburan, maka hal itu dapat membantu menekan potensi peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia

“Semua harus bisa menahan diri, apalagi kita akan menghadapi liburan yang cukup lama,” pungkas Doni.***/ebn