Kerajinan Indonesia, Inovasi Tanpa Henti

pameran kerajinan indonesia inovasi tanpa henti

Perekonomian boleh melambat, daya beli boleh menurun, tapi semangat para pengusaha kerajinan untuk berpemeran tetap lah tinggi. Meski untuk itu mereka juga harus merogok kocek dalam-dalam guna membayar biaya lahan pameran. Maklum, tak semua peserta difasilitasi pemda masing-masing atau BUMN yang memiliki program membina UKM.

Bagi mereka yang telah lama berkecimpung dalam usaha kerajinan, apalagi yang telah belasan bahkan puluhan tahun ‘main’ di sektor ini, pelemahan yang sekarang dialami bukan hal yang baru, karenanya mereka sudah memiliki strategi untuk menghadapinya.

“Namanya usaha, kami sudah biasa mengahadapi up-down situasi. Salah satu strateginya adalah melakukan penyesuaian-penyesuainya, namun tetap menghadirkan produk-produk baru. Inovasi tidak boleh berhenti,” ujar Poniman, pengusaha kerajinan  kayu asal Jawa Tengah.

Pameran, katanya, tetap lah menjadi salah satu tumpuan untuk memasarkan dan mengenalkan produk. “Jadi kami tetap semangat berpameran.  Apalagi pameran di Jakarta yang memang rutin digelar, buyer-buyer nya pun beragam, bahkan dari luar negeri juga banyak,” ungkap Poniman yang mengaku memiliki pelanggan runtin dari mancanegara.

Berbeda dengan Abdul Ghofur, pengusaha ‘driftwood sculptures’ asal Semarang, yang mengatakan pelemahan ekonomi  yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini tidak berpengaruh secara signifikan pada usahanya. Hal ini karena orientasi pasar produknya lebih ke luar negeri ketimbang dalam negeri.

“Kami membangun pasar di mulai dari luar negeri, khususnya beberapa negara Eropa seperti Inggris, Jerman, Belgia juga Amerika. Mereka suka produk kayu alami.  Sampai sekarang mereka masih menjadi pelanggan setia. Sedang untuk pasar dalam negeri, tetap ada namun segmented, umumnya dari kelas menengah atas,” papar Abdul Ghofur yang ditemui di pameran kerajinan yang berlangsung di Jakarta Convention Center, belum lama ini.

Kuncinya, kata Ghofur, adalah harus rajin renew produk. “Pengalaman itu saya dapat ketika saya masih bekerja di perusahaan mebel milik pengusaha Inggris. Jadi di sana, minimal setahun sekali keluar  desain baru,” ungkap Ghofur yang sekarang masih menjadi konsultan perusahaan tersebut.

foto ilustrasi–salah satu stand kerajinan asal jawa timur yang memamerkan kerajinan tas dari eceng

OPTIMIS PASAR DALAM NEGERI

Setiap tahun, katanya, rata-rata dia mengirim sekitar lima kontainer besar berbagai produk ke sejumlah negara di Eropa dan Amerika, yang terbanyak adalah produk-produk dekorasi. Dengan volume yang sekarang, tambahnya, dia merasa cukup. Apalagi, pesanan itu merupakan pesanan rutin dari pelanggan.

“Setelah settle di luar negeri maka mulai tahun ini perhatian saya pada pengembangan bisnis di dalam negeri. Untuk tahun ini saya ikut dua pameran besar yakni pameran di BSD Tangerang dan Crafina,” tuturnya.

Responnya untuk pasar dalam negeri menurutnya cukup baik. Pada pameran di BSD Tangerang belum lama ini misalnya, dia mendapat orderan dari seorang penguasaha asal Jakarta senilai hampir Rp100 juta, yakni patung dua kuda dan anaknya. “Saya juga masih punya outstanding satu pesanan dari Jakarta yang belum sempat saya kerjakan,” ungkap suami dari Trias ini sambil tersenyum.

Di situasi pelemahan seperti sekarang, tambahnya, dia justru mendapat pelanggan-pelanggan baru. “Terus terang saja, saya saat ini memiliki banyak sekali pesanan yang sedang dikerjakan. Saya punya  long outstanding. Jadi saya kira untuk sementara ini cukup lah, tidak ada masalah,” kata Ghofur yang memiliki catatan prestasi yang membanggakan dimana dia diminta pihak museum di Pahang, Malaysia, untuk membuat diorama Suku Batik.

“Saya diminta memotret kultur Suku Batik melalui diorama. Kami bangga dengan ini, apalagi karya itu juga mendapat pengakuan internasional,” jelas bapak dua anak ini.***tkh

Inacraft, Ajang Promosi Bagi Pembeli Luar Negeri

Presiden Jokowi mengamati salah satu karya kerajinan, usai membuka Inacraft 19, 26 April 2017, di JHCC, Jakarta.

INDONESIA termasuk salah satu negara kreatif. Indikasinya, bisa dilihat dari ribuan benda kerajinan yang dihasilkan dari tangan-tangan kreatif anak bangsa. Agar berbagai benda kerajinan ini dikenal dunia, Asosiasi Eksportir dan Produsen Handycraft Indonesia (ASEPHI) menggelar pameran International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) ke-19.

Perkembangan industri kerajinan dan industri kreatif Indonesia menakjubkan. Bahkan, Presiden Joko Widodo, ketika membuka Inacraft ke-19 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, meyakini industri kerajinan dan industri kreatif Indonesia akan membawa peran penting dalam menunjang perekonomian Indonesia. “Saya meyakini bahwa masa depan Indonesia ada di industri kerajinan dan industri kreatif. Ini saya yakini,” ujar Presiden Jokowi.

Keyakinan Presiden bukanlah tanpa sebab, karena di Indonesia memang cukup banya perajin kecil dan besar yang dapat menghasilkan karya-karya berkualitas interasional. “Kita tahu semuanya mulai dari bentuk kerajinan tangan, ada film, ada musik, ada aplikasi digital, modelnya banyak yang sangat unik karena dikerjakan oleh tangan dan kualitasnya sangat baik,” ungkap Presiden.

Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo membuka Pameran Inacraft 2017, di ruang Assembly 1 Jakarta Convention Center (JCC).

Presiden mengingatkan jangan berpuas diri. Mantan Walikota Solo ini menyampaikan pengalamannya saat menjadi perajin dan pengusaha beberapa tahun silam. Ia paham benar, tantangan yang dihadapi para pengusaha adalah proses promosi dan pemasaran yang belum digarap dengan baik. “Sering kali produk-produk yang baik itu sulit diakses oleh pembeli. Bahkan, masih ada pembeli yang tidak tahu bahwa produk-produk kerajinan Indonesia, produk-produk kreatif yang dicarinya itu berada di Indonesia. Banyak yang belum tahu,” kata Presiden.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengajak para perajin dan pengusaha terus berinovasi dalam menggencarkan promosi. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi informasi. “Kita harus jemput bola kepada pembeli, jangan menunggu pembeli datang. Apalagi sekarang, interaksi dengan pembeli jauh lebih mudah dengan hadirnya internet, bisa pakai e-commerce, online store, pakai web,” ucap Presiden lagi.

Inacraft, menurut Presiden, bisa dijadikan ajang promosi bagi para perajin. Pameran yang sudah digelar selama 19 tahun ini memiliki kekuatan tersendiri di mana seluruh produk yang dipamerkan merupakan produk asli Indonesia. “Menurut saya, Inacraft merupakan tempat paling  baik untuk berpromosi. Sebab, dengan Inacraft penjual dan produsen ini bisa berhubungan langsung dengan pembeli dari pasar internasional,” ujarnya. ***