Sayembara Desain Ibu Kota Berhadiah 5 Miliar

Jayakarta News – Kabar baik bagi para perancang desain kawasan di Indonesia. Kementerian PUPR menawarkan hadiah total senilai Rp 5 miliar bagi para pemenang Sayembara Gagasan Desain Kawasan Ibu Kota Negara. Demikian informasi Kementerian PUPR melalui press release yang diterima Jayakarta News, hari ini (2/10/2019).

Pengumuman sayembara itu menyebutkan, bahwa visi ibu kota negara (IKN) Republik Indonesia, merepresentasikan kemajuan bangsa yang unggul dan katalis peningkatan peradaban manusia Indonesia, melalui suatu desain yang memenuhi tiga kriteria umum. Ketiga kriteria itu pertama, mencerminkan identitas bangsa; kedua, menjamin keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi, dan ketiga, mewujudkan kota yang cerdas, modern, dan berstandar internasional.

Sayembara ini terbuka bagi WNI dan non-WNI, baik perorangan atau kelompok yang ketuanya memiliki kompetensi/keahlian dalam bidang arsitektur, dan/atau perencanaan wilayah dan kota, dan/atau perencanaan kota, serta memiliki minimal SKA Madya arsitektur atau perencanaan kota yang berlaku.

Setiap pemenang akan mendapatkan piagam penghargaan dan hadiah untuk lima kategori. Pemenang I mendapat hadiah Rp 2 miliar, pemenang II Rp 1,25 miliar, pemenang III Rp 1 miliar, Harapan I Rp 500 juta, dan harapan II Rp 250 juta. Semua hadian dipotong pajak. Panitia juga mengingatkan, bahwa berdasar peritmbangan pemenuhan passing grade, dewan juri berhak menetapkan atau tidak menetapkan pemenang terbaik.

Bagi yang berminat mengikuti sayembara ini, bisa segera mendaftar melalui laman sayembara.pu.go.id. Adapun sekretariat panitia berada di Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Negara, Gedung Utama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, lantai dasar, Jl Pattimura no 20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Peserta bisa mengakses informasi melalui info whatsapp di +62 878-2039-4514 dan (+62) 817-7413-2452.

Adapun jadwal pelaksanaan sayembara adalah seabgai berikut. Pendaftaran Sayembara (3 – 18 Oktober 2019), Pemberian Penjelsan (Aanwijzing – 18 Oktober 2019), Pemasukan Karya (18 0 29 November 2019), Evaluasi Persyaratan Administrasi (2 – 6 Desember 2019), Penjurian Tahap 1 (9 – 11 Desember 2019), Penjurian Tahap 2 (11 – 13 Desember 2019), Proses Penetapan Pemenang (16 – 20 Desember 2019), Penetapan Pemenang (23 Desember 2019), dan Pemberian Hadiah (27 Desember 2019).

Dewan juri terdiri atas 13 orang. Mereka adalah Ir Imam Santoso Ernawi, MCM, MSc, Ir Andy Siswanto, M.Arch, MSc, PhD, Prof Ir Gunawan Tjahjono, M.Arch, PhD, Prof Dr Masjaya, MSi, Ir Rudy Soeprihadi Prawiradinata, MCRP, PhD, Ir Ridwan Kamil, MUD, Nyoman Nuarta, Dr. Ir. Danang Priatmodjo, M.Arch, Dr Ir. Denny Zulkidi, MUP, Ir Bintang Agus Nugroho, GP, IALI, edan Daliana Suryawinata, ST, M.Arch, IAI. (*/rr)

https://sayembaraikn.pu.go.id/

Monumen Kapsul Waktu Simpan Impian Indonesia 2015-2085

Monumen Kapsul Waktu di Merauke, Papua, yang menyimpan Impian Indonesia 2015-2085–foto istimewa

Monumen Kapsul Waktu di Merauke, Papua, yang menyimpan Impian Indonesia 2015-2085, selesai dibangun. Rencananya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera meresmikan monumen seluas 2,5 ha ini. Lokasinya yang dekat Bandara Mopah akan menjadikan monumen ini sebagai landmark baru kota Merauke yang dapat dilihat saat pesawat mendarat.

“Secara fisik bangunan sudah 100 persen. Monumen ini menyimpan pesan-pesan dan harapan anak-anak Indonesia untuk 70 tahun ke depan,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Menurut Menteri Basuki, Impian Indonesia 2015-2085 yang disimpan dalam Kapsul Waktu berasal dari anak muda di seluruh provinsi di Indonesia. “Impian dalam Kapsul Waktu ini dihimpun pada tahun 2015, lewat ekspedisi melintasi 34 provinsi. Di setiap provinsi, anak mudanya menulis keinginannya 70 tahun ke depan, yang kemudian disimpan di sini, setelah itu dilas, dan akan dibuka tahun 2085 nanti,” paparnya.

Monumen Kapsul Waktu ini  dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui kegiatan Ruang Terbuka Hijau mulai tahun 2016 yang dialokasikan pada DIPA APBN di Direktorat Jenderal Cipta Karya-Kementerian PUPR.

Pembangunan dilakukan tahap I pada  2016 berupa pekerjaan fondasi dengan anggaran Rp7 miliar. Pekerjaan dilanjutkan tahap II, sejak Juli 2017 dan selesai pada November 2018 dengan biaya konstruksi sebesar Rp82,9 miliar. Bertindak selaku kontraktor adalah PT. Nindya Karya.

Arsitektur monumen yang didesain oleh arsitek prinsipal Yori Antar Awal ini mengadopsi unsur budaya Papua. Kapsul Waktu akan ditempatkan di atas bangunan tugu yang terinspirasi dari menara perang Suku Dani, dengan lima akses masuk bangunan yang merepresentasikan lima suku asli Merauke (Malind, Muyu, Mandobo, Mappi dan Auyu) sebagai penjaga tugu kapsul waktu.

Angka 17, 8, dan 45 yang memiliki makna spesial bagi Indonesia, yakni tanggal, bulan dan tahun kemerdekaan, dipilih sebagai ukuran monumen, yakni lebar 17 m, tinggi 8 m, dan panjang 45 m.

Bagian dalam monumen juga dihiasi relief mengenai perjalanan Republik Indonesia, Pancasila, serta kebudayaan Papua. Dari total luas monumen, 1,5 ha akan digunakan sebagai alun-alun.

Selain menjadi ruang terbuka publik dan lokasi wisata bagi masyarakat Merauke, Monumen Kapsul Waktu diyakini akan membangkitkan pertumbuhan ekonomi lokal. “Pembangunan monumen Kapsul Waktu menunjukkan perhatian dan penghargaan yang besar dari Presiden Jokowi bagi masyarakat Papua, khususnya bagi Merauke,” papar Menteri Basuki.

Gagasan pembangunan monumen ini merupakan bagian dari Gerakan Ayo Kerja yang diinisiasi oleh Abdi Negara sebagai bagian dari civil society, serta disetujui oleh Presiden Jokowi untuk menjadi gerakan bangsa mewujudkan mimpi dan harapan generasi muda menuju Indonesia Maju. ***(gun)

 

Bupati Perhatian Air dan Sanitasi, Rakyat Minta Perbaikan Jalan

Kiri: Jalan rusak di Pandeglang. kanan: Bupati Hj Irna saat menghadiri acara di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta.

ENTAH mengapa, tiba-tiba netizen di Kabupaten Pandeglang menaruh perhatian pada acara seremoni yang dilakukan bupatinya, Hj. Irna Narulita. Kisah bermula ketika Selasa lalu, Bupati Irna hadir di Jakarta, tepatnya di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jakarta, guna menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas III).

Program Pamsimas jelas merupakan program yang bermuara bagi kesehatan masyarakat, khususnya dalam hal peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan di wilayah pedesaan. Netizen yang logikanya tidak mengetahui jalannya Pamsimas di Jakarta, toh menyuarakan komentar nyinyir, bahwa seharusnya Irna fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur.

Menurut warga, jalan sebagai sarana transportasi warga khususnya di wilayah pelosok desa masih jauh dari memadai. Banyak jalan yang rusak dan berlubang ditambah jalan yang belum beraspal, menjadi sorotan warga pedesaan saat ini.

Berikut komentar dari salah satu netizen bernama Nanang dalam akun facebooknya, ‘Mohon maaf  . . . . . ! Lebih baik & sangat berguna sekali untuk rakyat pedesaan!!  jika mengutamakan pembangunan INFRASTRUKTUR’.

Sedangkan netizen lain akun atasnama Tebe mengkritisi program sanitasi yang terbengkalai sehingga realisasi program tidak dapat manfaatkan secara maksimal oleh warga. “Semoga saja Desa Kubang Kampil jadi prioritas PAMSIMAS bahkan ada PR proyek pipanisasi oleh PDAM PDG th 2011 hingga kini tidak berfungsi alias terbengkalai,” ujar Tebe dalam akun FB-nya. ***