Sarasehan Kadin Indonesia: Bamsoet Ingatkan Pelaku Dunia Usaha untuk Adaptif dan Visioner

JAYAKARTA NEWS— Mantan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kadin Indonesia Bambang Soesatyo mengingatkan pentingnya para pelaku usaha memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan bersikap visioner. Dalam dunia usaha, kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru dan merespons tantangan dengan bijak adalah kunci untuk bertahan dan sukses.

“Era disrupsi menuntut para pelaku dunia usaha untuk menjadi lebih adaptif dan visioner. Pengusaha yang sukses adalah mereka yang mampu melihat jauh ke depan dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan. Ketika dunia berubah dengan cepat, hanya pengusaha yang bisa beradaptasi yang akan bertahan,” ujar Bamsoet usai menghadiri Sarasehan Kadin Indonesia bersama Menkumham di Jakarta, Minggu (15/9/24).

Hadir dalam sarasehan Kadin Indonesia antara lain Ketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dan Menkumham Supratman Andi Agtas serta para Ketua Umum Kadin Daerah dan pimpinan Asosiasi dan Himpunan yang menjadi Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin Indonesia.

Ia menjelaskan, menjadi adaptif tidak berarti harus mengorbankan prinsip. Sebaliknya, seorang pengusaha harus mampu mengintegrasikan prinsip-prinsip dasar dengan inovasi-inovasi baru. Dalam era digital, misalnya, para pelaku dunia usaha harus mampu memanfaatkan teknologi untuk mencapai tujuan yang lebih besar, tanpa kehilangan nilai-nilai dasar yang menjadi pegangan.

“Pelaku dunia usaha juga harus siap beradaptasi sekaligus mendukung dengan program dan visi pemerintahan baru Prabowo Subianto dan Gibran dalam mewujudkab target pertumbuhan ekonomi 8 persen, membangun 3 juta rumah layak huni, perbaikan gizi anak melalui makanan bergizi gratis, ketahanan pangan, penurunan suku bunga pinjaman, mempermudah akses modal, keringanan pajak, kebijakan ekspor-impor yang pro dunia usaha nasional dan lain-lain,” papar Ketua MPR RI ini.

Pengusaha, lanjutnya, juga harus siap untuk menghadapi tantangan baru dengan cara yang kreatif dan inovatif, tanpa melupakan identitas dan prinsip dasar yang menjadi landasan dalam bertindak. Memanfaatkan teknologi, memahami dinamika global, dan terus berinovasi adalah kunci untuk menjadi pengusaha sukses di era disrupsi saat ini,” kata Bamsoet.

Ia menambahkan, para pelaku dunia usaha juga harus mampu beradaptasi dengan kondisi politik tanah air yang berkembang dinamis. Karena dunia usaha tidak bisa dilepaskan dari perkembangan politik nasional dan internasional.

“Para pengusaha harus dekat dengan pemerintah dan pimpinan partai politik. Karena merekalah yang akan menyusun aturan perundangan. Apabila para pengusaha dekat dengan pemerintah dan pimpinan partai politik, akan mudah memberikan masukan yang positif agar kebijakan yang dikeluarkan mendukung dunia usaha dan perekonomian nasional,” pungkasnya. ***/din

Bambang Soesatyo Apresiasi Terpilihnya Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia

JAYAKARTA NEWS— Mantan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kadin Indonesia Bambang Soesatyo mengapresiasi terpilihnya Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia menggantikan Arsjad Rasjid. Anindya Bakrie terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Kadin Indonesia yang digelar di St. Regist Jakarta.

“Munaslub Kadin Indonesia telah secara resmi menetapkan Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum Kadin menggantikan Arsjad Rasjid. Munaslub Kadin Indonesia diikuti oleh 28 Kadin Provinsi, 25 Anggota Luar Biasa (ALB) hasil konvensi yang terdiri dari puluhan asosiasi dan Himpunan,” ujar Bamsoet usai mengikuti Munaslub Kadin Indonesia di Jakarta, Sabtu (14/9/24).

Bambang Soesatyo di acara Munaslub Kadin Indonesia, Sabtu (14/9/2024)/Foto: Tim Media Bamsoet

Hadir dalam Munaslub Kadin Indonesia 2024 antara lain Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani, Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Anindya Bakrie, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Erwin Aksa, Ketua Umum Hipmi Akbar Himawan Buchari, pengusaha senior Abdul Latief, Fuad Hasan Maktour, tokoh Koperasi Nurdin Halid dan lain-lain.

Ia menegaskan, Munaslub Kadin Indonesia sah digelar sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kadin Indonesia. Dalam AD/ART KADIN Indonesia disebutkan, pemilihan ketua umum dalam Munaslub sudah bisa ditetapkan bila daerah memang membutuhkan ketua baru, tanpa harus ada pelanggaran yang dilakukan ketua umum yang tengah menjabat.

“Ini bukan soal pelanggaran. Ini kebutuhan daerah-daerah yang meminta untuk Munaslub. Bisa dibaca dalam AD/ART Kadin Indonesia kalau daerah meminta pergantian ketua umum bisa aja dilakukan. Karena yang punya kuasa kan daerah, asosiasi dan himpunan,” kata Bamsoet.

Ia menambahkan, peserta Munaslub merupakan pimpinan Kadin daerah mayoritas dan sudah aklamasi, yakni 28 Kadin Provinsi. Jumlah tersebut telah melebihi kuorum. Karenanya, kepemimpinan Anindya Bakrie telah sah dan tidak menyalahi AD/ART organisasi. Munaslub juga memutuskan 5 formatur yang akan menyusun kepengurusan Kadin di bawah kepeminpinan Anindya Bakrie, antara lain Erwin Aksa, Nita Yudhi, Jayabaya dan Muhammad Kadafi.***/din

Kadin Pelopori Digitalisai Ekonomi Nasional

JAYAKARTA NEWS – Kadin Indonesia telah melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) IX Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 14-16 Desember 2020 di Hotel Manhattan Jakarta, yang selanjutnya akan melaksanakan pengukuhan Dewan Pengurus Kadin Indonesia periode 2020-2025 dan Halal Bi Halal dengan tema besar “Peningkatan Peran Kadin Indonesia Dalam Kebangkitan Ekonomi Nasional Melalui Digitalisasi Industri”, yang dilaksanakan pada, Kamis, 27 Mei 2021 di Hotel Mulia Senayan – Jakarta, secara offline dan online dengan protokol kesehatan Covid-19.

Melalui pengukuhan Dewan Pengurus Kadin Indonesia Periode 2020 – 2025, Kadin Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah mendorong pemulihan ekonomi secara cepat dan efektif melalui digitalisasi ekonomi sebagai upaya konkrit pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. 

“Ada 5 (lima) sektor program prioritas strategi nasional Kadin Indonesia, yaitu Pertama, mempelopori transaksi digital seperti crypto, currency, block change, yang menjadi unggulan produk unggulan Kadin secara Internasional. Kedua, sektor e-commerce, memastikan transaksi elektronik berjalan aman dan nyaman. Ketiga, mendorong sektor ekspor sebagai komoditas utama perekonomian nasional. Keempat, Kadin Indonesia akan menjadi pusat ketahanan pangan nasional. Kelima, memberdayakan sektor usaha kecil menengah untuk menjadi sokoguru perekonomian nasional, karena sektor UMKM menjadi penopang utama di tengah pandemi Covid-19,” ujar Eddy Ganefo, Ketua Umum Kadin Indonesia.

M. Mufti Mubarok, Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan BUMN, mengatakan terkait konsolidasi internal, Kadin Indonesia telah menyusun dan menerbitkan 3 (tiga) buku, Pertama, Naskah Akademik tentang eksistensi Kadin Indonesia, Kedua, Buku Putih tentang Meluruskan Sejarah Kadin Indonesia. Ketiga, Buku tentang Potret Program Kerja Kadin Hasil Munas. 

Pada kesempatan yang sama, Nur Kholis, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Keanggotan dan Kaderisasi mengungkapkan bahwa saat ini Kadin Indonesia telah mengkonsolidasi seluruh stakeholder terkait dalam rangka penguatan dan pemulihan pemulihan ekonomi nasional.

“Selain itu, Kadin Indonesia akan melakukan roadshow dan konsolidasi secara terstruktur, masif, dan sistemik ke seluruh kabupaten/kota di Indonesia untuk menggali potensi ekonomi dalam pemulihan ekonomi nasional,” ujar Nur Kholis.

Saat ini Kadin Indonesia lebih terbuka dengan bergabungnya tokoh nasional dari berbagai macam latar belakang, mulai dari pemerintah, pengusaha, ulama, politisi, praktisi dan aktivis, sehingga menjadi modal utama dalam membangun percepatan ekonomi nasional, ujar Dian Prasetyo, Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Strategis, Eko Sriyanto Galgendu mengutarakan, pengukuhan Kepengurusan Kadin Indonesia periode 2020 – 2025 ini dapat menjadikan peran strategi baru dan jitu.

Khususnya dalam bidang penguatan UMKM dan Strategi Ekonomi nasional dalam menghadapi tantangan dampak pandemi covid -19. Maka, Kadin Indonesia menyiapkan jurus atau strategi membumi di bidang ekonomi nasional.

“Kebijakan pemerintah dan pengusaha mesti berpijak pada jurus membumi. Misal dalam hal Digitalisasi Industri. Modernisasi digitilasi dibidang industi jangan sampai melepas semua sistim konvensionalnya,” ujar Eko Galgendu.

Dia menyatakan kelebihan dan kekurangan serta dampak positif dan negatif dalam digitalisasi Industri pada sistem ekonomi nasional mesti dibahas oleh pemerintah dan Kadin Indonesia. 

“Karena sistem digitilasi industri juga senjata global dalam menembus pangsa pasar ekonomi Indonesia dan kalau Indonesia tidak punya senjata kekuatan penangkalnya, maka ekonomi bisa dihajar rudal-rudal senjata ekonomi mereka tanpa bisa berbuat apa-apa,” ujar Eko.

Menurutnya Kadin Indonesia sudah saatnya diasah serta diberikan penguatan pemerintah dalam peran percaturan ekonomi global serta organisasi ekonomi dunia. 

“Strategi dan kerja sama Pemerintah dan Kadin Indonesia untuk bahu membahu dan bekerja sama menembus benteng kekuatan ekonomi global mesti diupayakan,” tandasnya. (ks)

Kadin: Dampak Positif AG Bagi Produk Dalam Negeri

PENTAS olahraga Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan pada 18 Agustus hingga 2 September 2018 mendatang diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap ekonomi Indonesia.

Menurut Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani, bahwa salah satu dampak positif dari kegiatan ini yakni dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

“Dampak dari Asian Games luar biasa, di mana banyak melibatkan dunia usaha. Semua pihak terlibat, mau dari makanan dan minuman, hotel, transportasi, dan jasa. Dan ini (Asian Games) diharapkan bisa menjadi momentum dalam mendorong daya beli dan konsumsi,” kata Rosan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Khusus konsumsi, Rosan mengungkapkan bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan utama ekonomi Indonesia. “Seperti kita ketahui, sekitar 53%-54% pertumbuhan Indonesia tergantung konsumsi rumah tangga. Jadi, dengan Asian Games praktis akan mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga,” ujar Rosan.

Rosan mengatakan walaupun Asian Games hanya dilaksanakan di Jakarta dan Palembang, tetapi denyutnya terasa di seluruh indonesia. “Banyak merchandise datangnya dari seluruh UKM di daerah yang merupakan produk-produk andalan Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengestimasi total dampak langsung penyelenggaraan Asian Games 2018 terhadap ekonomi di Indonesia mencapai Rp45 triliun.

“Kami prediksikan bahwa total dampak langsung penyelenggaraan Asian Games 2018, baik dari sisi pengeluaran pengunjung, biaya konstruksi, dan biaya operasional, terhitung sejak 2015 hingga 2018 mencapai Rp45 triliun,” kata Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro.

Lebih lanjut Bambang mengatakan, tahap persiapan dan pelaksanaan Asian Games 2018 memberikan dampak perekonomian Indonesia di antaranya meningkatkan sektor pariwisata, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, rnenciptakan lapangan kerja, dan mendorong pengembangan kota melalui pembangunan infrastruktur fasilitas olahraga. ***