Stok Beras Berlimpah, BULOG Perkuat Gerakan Pangan Murah di Alor

JAYAKARTA NEWS— Perum BULOG memastikan ketersediaan stok beras di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, dalam kondisi aman dan mencukupi. Saat ini, stok beras yang tersimpan di Gudang BULOG Kalabahi Kota mencapai sekitar 1.500 ton, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan beras.

Untuk memastikan stok yang tersedia dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, BULOG terus memperkuat penyaluran beras melalui berbagai saluran, salah satunya dengan memassifkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah titik yang mudah dijangkau masyarakat.

Gerakan Pangan Murah pada hari ini dilaksanakan di GBI Filadelfia Mali dan Gereja Ebenhaeser Hula dan akan terus dilaksanakan untuk membantu masyarakat Alor mendapatkan pangan yang berkualitas dan terjangkau.

Hadir dalam kesempatan itu Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma, Wakil Bupati Alor Rocky Winaryo, Kepala Divisi Penjualan Pasar Pemerintah Perum BULOG, Fauzan Dipo Pribadi serta Pemimpin Wilayah BULOG Kanwil NTT, Arrahim K Kanam. Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi untuk memastikan akses pangan yang terjangkau bagi masyarakat.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, mengapresiasi langkah BULOG dalam memperkuat distribusi pangan melalui Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Alor. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata sinergi pemerintah dalam menjaga ketersediaan sekaligus keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi BULOG yang terus hadir di tengah masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah. Ini merupakan langkah konkret untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang terjangkau. Pemerintah Provinsi NTT akan terus mendukung upaya menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk di Kabupaten Alor,” ujar Johni, dilansir Humas BULOG.

Ia menambahkan, kondisi geografis NTT yang terdiri dari banyak wilayah kepulauan membutuhkan kolaborasi dan koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BULOG, serta seluruh stakeholder terkait.

“Alor merupakan bagian penting dari NTT yang memiliki karakteristik geografis tersendiri. Karena itu, ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan harus menjadi perhatian bersama. Kita ingin memastikan masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan, dapat memperoleh pangan dengan mudah dan harga yang terjangkau,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Penjualan Pasar Pemerintah Perum BULOG, Fauzan Dipo Pribadi, yang hadir langsung menyaksikan pelaksanaan GPM di Alor, mengatakan bahwa ketersediaan stok yang cukup menjadi modal penting bagi BULOG untuk terus menghadirkan pangan dengan harga terjangkau di tengah masyarakat.

“Stok beras BULOG di Alor saat ini sekitar 1.500 ton. Ini menunjukkan bahwa pasokan beras dalam kondisi aman. Karena itu, stok yang tersedia akan terus kami gerakkan agar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah,” ujar Fauzan Dipo.

Menurutnya, GPM tidak hanya menjadi sarana penyaluran pangan, tetapi juga merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap bahan pangan pokok dengan harga yang wajar.

“Prinsipnya kami ingin stok yang ada tidak hanya tersimpan di gudang, tetapi juga bergerak dan hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pelaksanaan GPM dapat dilakukan secara masif dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Dukungan terhadap pelaksanaan GPM juga disampaikan Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menyambut baik kolaborasi BULOG dan pemerintah dalam menghadirkan pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat Alor.

Kehadiran GPM di tengah masyarakat, menurutnya, menjadi langkah positif untuk memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan pokok sekaligus membantu menjaga stabilitas harga pangan di daerah.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah BULOG Kanwil NTT, Arrahim K Kanam, menegaskan bahwa BULOG terus menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi beras di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk daerah kepulauan seperti Alor.

“BULOG memastikan masyarakat di Alor tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Stok yang ada cukup dan akan terus kami distribusikan melalui berbagai kanal. GPM menjadi salah satu upaya kami untuk mendekatkan akses pangan kepada masyarakat,” jelas Arrahim.

Ia menambahkan bahwa kondisi geografis wilayah kepulauan menjadi perhatian BULOG dalam menjaga kelancaran distribusi. Oleh karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah, mitra kerja, serta berbagai elemen masyarakat terus diperkuat agar pasokan pangan dapat tersedia secara berkelanjutan.

“Semangat kami adalah memastikan pangan tersedia, terjangkau, dan mudah diakses masyarakat. Karena itu, BULOG akan terus hadir dan bergerak bersama pemerintah daerah serta seluruh stakeholder untuk menjaga stabilitas pangan di NTT,” kata Arrahim.

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di GBI Filadelfia Mali dan Gereja Ebenhaeser Hula sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan BULOG kepada masyarakat. Dengan stok yang memadai, BULOG memiliki ruang yang cukup untuk terus mengoptimalkan distribusi pangan sehingga masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang terjangkau.

Melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, BULOG, dan seluruh stakeholder, ketersediaan pangan di wilayah NTT terus diperkuat. BULOG berkomitmen memastikan stok yang tersedia dapat disalurkan secara optimal sehingga pangan tidak hanya tersedia di gudang, tetapi hadir lebih dekat, mudah diakses, dan terjangkau oleh masyarakat. (*/di)

Kepala Bapanas dan Dirut BULOG Cek Langsung Penyaluran Bantuan Pangan Alor Alokasi Juli-September

ALOR, JAYAKARTA NEWS— Pemerintah memastikan penyaluran bantuan pangan menjangkau masyarakat hingga wilayah kepulauan. Salah satunya di Kabupaten Alor mendapat penyaluran bantuan pangan untuk tiga bulan Juli, Agustus, September dengan total penerima sebanyak 37.338 Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani didampingi Pemimpin Wilayah BULOG Nusa Tenggara Timur Arrahim K. Kanam hadir langsung di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, untuk memastikan bantuan pangan perdana untuk alokasi tiga bulan diterima masyarakat.

Kehadiran langsung Kepala Bapanas dan Dirut BULOG menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan program bantuan pangan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di lapangan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, bantuan pangan juga disalurkan kepada masyarakat di sejumlah desa, antara lain Desa Fuisama sebanyak 66 PBP, Desa Probur sebanyak 513 PBP, dan Desa Lembur Barat sebanyak 222 PBP. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan bantuan pangan menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah memiliki komitmen kuat untuk memastikan bantuan pangan dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah kepulauan seperti Alor.

“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan yang cukup dan bantuan yang menjadi haknya. Tidak boleh ada masyarakat yang merasa jauh dari perhatian pemerintah hanya karena berada di wilayah kepulauan atau pelosok. Hari ini kami datang langsung ke Alor untuk memastikan bantuan pangan benar-benar sampai dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Amran, dilansir Humas BULOG.

Amran mengatakan, penyaluran bantuan pangan merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan BULOG menjadi kunci agar program bantuan pangan dapat berjalan efektif hingga ke daerah.

Foto: dok Humas BULOG

“Kita ingin memastikan negara hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi melalui aksi nyata. Bantuan pangan harus sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, tepat sasaran dan tepat waktu. Karena itu, pemerintah bersama BULOG akan terus bekerja memastikan kebutuhan pangan masyarakat di seluruh Indonesia terpenuhi,” tegasnya.

Kondisi Geografis Jadi Tantangan Distribusi Pangan

Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, kehadiran pemerintah bersama BULOG di Alor merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia memiliki akses yang sama terhadap pangan.

“Hari ini kami datang langsung ke Alor untuk memastikan bantuan pangan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat. Ini bukan hanya soal menyalurkan beras, tetapi memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat. Bantuan yang disalurkan merupakan alokasi untuk tiga bulan, jadi nanti masing-masing keluarga akan mendapatkan 30 kilogram beras,” ujar Rizal.

Menurut Rizal, kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi pangan. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BULOG, serta seluruh pemangku kepentingan agar bantuan pangan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah yang memiliki tantangan geografis.

“Bagi BULOG, tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dilayani. Alor adalah bagian dari Indonesia, dan masyarakatnya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian serta akses pangan. Kami akan terus memastikan pangan hadir sampai ke masyarakat,” tegas Rizal.

Kehadiran Kepala Bapanas dan Dirut BULOG di Alor sekaligus memperkuat pesan bahwa pemerintah memberikan perhatian terhadap kebutuhan pangan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia. Aspirasi dan masukan masyarakat, termasuk yang disampaikan oleh generasi muda asal Alor, menjadi bagian penting dalam memperkuat perhatian pemerintah terhadap kondisi pangan di daerah. (*/di)