Nikmati Keindahan Negeri di Atas Awan, Ini Kata Pj Gubernur Adhy

LUMAJANG, JAYAKARTA NEWS– Menggali keunggulan pariwisata Jawa Timur seakan tak ada habisnya. Usai sempat menjajal paralayang di Kota Batu beberapa waktu lalu, hari ini Kamis (18/7/2024), giliran puncak bukit B29 di Kabupaten Lumajang disambangi oleh Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono.

Didampingi Pj. Bupati Lumajang Indah Wahyuni dan sejumlah kepala perangkat daerah, Pj. Gubernur Adhy dibuat takjub dengan pesona keindahan alam di Bukit B29 yang selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Keindahan lautan awan selalu sukses memukau wisatawan setiap datang di bukit B29 yang berlokasi di Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang ini.

Bagaimana tidak, keindahan alam di atas ketinggian +2.900 mdpl menyuguhkan pemandangan yang memukau seolah sedang berada di negeri di atas awan. Karena takjub, Adhy beberapa kali ia mengabadikan keindahan alam tersebut dengan lensa kamera gawainya.

“Saya sekarang berada di negeri di atas awan di daerah yang namanya Bukit Cinta B29 Kabupaten Lumajang. Dari sini kita bisa melihat 3 gunung yaitu Gunung Batok Gunung Semeru dan gunung Lamongan,” kata Adhy.

Untuk tiba di puncak, medan yang ditempuh cukup menantang. Harus menggunakan motor trail dan melewati jalanan aspal, paving block, tanah dengan kemiringan 10 hingga 40 derajat serta beberapa tikungan tajam khas wilayah pegunungan.

“Justru di situ serunya, sepanjang perjalanan kita akan disuguhi pemandangan yang indah,” ucapnya. 

Adhy juga mengajak masyarakat dan wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke puncak B29. Menurutnya dengan berkunjung ke puncak dengan julakan negeri di atas awan ini, masyarakat akan mendapatkan pengalaman wisata dengan pemandangan alam yang lengkap.

Setidaknya ada lima keindahan alam yang dapat disaksikan secara langsung oleh kedua mata di Puncak B29 ini, yaitu Kaldera Bromo, Letusan di Puncak Mahameru, Gunung Arjuno-Welirang di Ufuk Barat, Puncak Gunung Argopuro dan Raung di Ujung Timur.

Selain menikmati panorama alam, wisatawan juga dapat melakukan kegiatan camping atau pendakian ke Ranupane hingga Puncak Semeru.

“Saya ajak seluruh masyarakat dan wisatawan untuk berkunjung ke puncak B29, yang mau prewed, yang mau liburan bisa di sini. Karena di sini betul-betul indah,” aku Adhy.

Sebagai tambahan, puncak B29 terletak di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Puncak ini memiliki ketinggian 2900 mdpl atau lebih tinggi dari Gunung Bromo yang mencapai 2393 mdpl.***poedji

Warga Lumajang Evakuasi Mandiri, Pasca Meluapnya DAS Regoyo

JAYAKARTA NEWS— Sejumlah warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur lakukan evakuasi mandiri ke tempat lebih aman pasca banjir lahar dingin Gunung Semeru yang sebabkan meluapnya debit air Daerah Aliran Sungai (DAS) Regoyo hingga merendam permukiman warga pada Kamis (19/4) pukul 19.30 WIB.

Luapan lahar dingin itu terjadi setelah hujan dengan itensitas sedang hingga tinggi melanda wilayah Gunung Semeru sejak sore hari. Berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang pada pukul 22.50 WIB, sebanyak 32 Kepala Keluarga (KK) mengungsi ke tempat lebih aman.

Tiga jembatan dilaporkan rusak akibat terjangan lahar dingin ini, yaitu Jembatan penghubung Desa Gondoruso dan Desa Bades di Kecamatan Pasirian dan Jembatan di Dusun Sumberbulus Desa Oro-oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo serta Jembatan Jurangmangu di Desa Purwosono Kecamatan Sumbersuko. Jalan Nasional Candipuro juga tergenang luapan lahar dingin.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lumajang dan tim gabungan langsung menuju lokasi tersebut guna melakukan assessment dan melakukan percepatan penanganan banjir lahar dingin tersebut. Selain itu pelayanan Kesehatan sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan, BPBD Kabupaten Lumajang menurunkan satu unit perahu guna mempercepat proses evakuasi. Hingga kini tim gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan monitoring.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada pemerintah daerah setempat untuk melakukan langkah-langkah penanganan dengan melihat potensi curah hujan secara berkala dan memberikan informasi secara rutin bagi masyarakat yang berada di sekitar DAS Regoyo agar dapat meminimalisir dampak apabila banjir lahar dingin kembali terjadi.***/din