‘Devil’s Whisper’, Film Horor Kolaborasi Indonesia dan Hollywood

RUMAH produksi MD Pictures siap merilis film horor bertajuk Devil’s Whisper. Film ini diproduksi bersama dengan perusahaan hiburan asal Amerika, Vega Baby Company, sehingga disebut-sebut akan menghadirkan nuansa film horor sekelas Hollywood.

Film yang mengambil lokasi syuting di AS ini dibintangi sejumlah aktor Hollywood seperti Luca Oriel, Tessie Santiago dan Marcos Ferraez. Dari Indonesia, ada aktris Luna Maya yang juga terlibat berperan di film ini.

Devil’s Whisper bercerita tentang Alex, seorang remaja yang bercita-cita menjadi seorang pendeta. Pada suatu hari, ia menemukan sebuah kotak kayu kecil di dalam lemari neneknya. Tak disangka, pada hari dimana kotak tersebut dibuka akan menjadi awal malapetaka untuk dirinya.

Satu per satu kejadian yang mengerikan terjadi. Iblis kuno yang tanpa sengaja ia bebaskan tersebut menjadikan hari-hari Alex seperti di neraka. Kesengsaraan Alex memuncak disaat teman-temannya turut menjadi korban dari kekejaman iblis tersebut.

Ia harus mencari cara untuk menghentikannya, sebelum ia kehilangan semua orang yang dicintainya dan sebelum ia kehilangan dirinya sendiri. Mampukah Alex menghentikan penderitaannya?

Jawaban dari pertanyaan tersebut baru bisa disaksikan saat Devil’s Whisper tayang pada 19 Oktober mendatang. Tak hanya di Indonesia,  MD Pictures menyebut bahwa film yang disutradarai Adam Ripp ini juga akan dirilis worldwide. Film ini juga berhasil menyabet Best Horor Feature di Atlanta Undergound Film Festival 2017 dan Best Supernatural di New Hope Film Festival 2017. ***

Russell Crowe akan Pimpin Penjurian Film Baru Asia di Ausie

Aktor Hollywood, Russel Crowe. [Foto: AFP]
BINTANG Hollywood Russell Crowe akan memimpin dewan juri untuk menentukan produksi film Asia terbaik pada penghargaan film tahunan Australia tahun ini, yang akan menjadi ajang pertama kalinya untuk melegitimasi film terbaik yang diprodukdi dari kawasan Asia.

Penghargaan baru untuk kategori Asia top akan dibagikan pada sebuah pesta bergengsi di Sydney pada bulan Desember mendatang, menyusul meningkatnya selera masyarakat akan akan film regional.

Ini merupakan salah satu rencana Australian Academy for Film and Television Arts (AACTA) untuk meningkatkan hubungan antara industri film yang dihormati di Australia dan tetangga terdekatnya.

Duduk bersama Crowe sebagai juri di antaranya: sutradara China Lu Chuan, aktor India Anupam Kher, produser nominasi Oscar Gary Kurtz, dan penulis Korea Selatan, sutradara dan produser Kim Ki-Duk.

“Seiring dengan berkembangnya industri layar lebar Asia dan batas-batas tradisional untuk distribusi konten telah hancur, penonton di seluruh dunia menemukan apa yang ditawarkan daerah lain,” kata AACTA.

“Ada permintaan penonton yang kuat untuk film bioskop Asia di Australia dan peningkatan produksi bersama antara pembuat film Barat dan Asia.

“Program kami berusaha menghadirkan yang terbaik dan tercerdas dari kedua wilayah ke khalayak baru.”

Praktisi layar Australia juga mengamati promosi di pasar Asia yang sedang booming, dan Trewhella mengatakan bahwa rencana ini adalah untuk menciptakan lebih banyak kesempatan untuk berkolaborasi.

Menurut AACTA, diaspora Cina dan India yang berkembang memiliki dampak yang besar pada tren box office pada bioskop di Australia, yang juga ditopang diaspora yang berasal dari Korea Selatan, Jepang dan tempat lain di Asia.