Kepala BNPB Dampingi Wakil Presiden Tinjau Lokasi Terdampak Gempa M 6,6 Banten

JAYAKARTA NEWS— Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mendampingi Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin dalam peninjauan lokasi terdampak gempabumi M 6,6 di Kampung Cibeulah, Desa Munjul, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (20/1).

Dalam peninjauan tersebut Wakil Presiden bersama Kepala BNPB melihat langsung situasi dan kondisi terkini pascagempabumi. Di samping itu, Wapres juga menyempatkan diri berdialog dengan warga terdampak untuk menyerap aspirasi, harapan dan segala hal yang dibutuhkan selama masa tanggap darurat. Wapres menjelaskan bahwa kehadirannya bersama pimpinan Kementerian dan Lembaga terkait ini menjadi wujud bahwa negara hadir di tengah masyarakat guna meringankan beban dan mempercepat penanganan darurat pascagempabumi.

Kepala BNPB Letjen Suharyanto mendampingi Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin dalam peninjauan lokasi terdampak gempabumi M 6,6 di Kampung Cibeulah, Desa Munjul, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (20/1)/foto: BNPB

“Kami hadir di sini tentunya untuk membantu bapak dan ibu sekalian yang terdampak gempabumi,” kata Wapres Ma’ruf Amin.

Pada kesempatan itu, Wapres Ma’ruf Amin meminta agar warga segera didata untuk kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi. Dia meminta agar pemerintah kabupaten bersama pemerintah pusat segera mengambil kebijakan untuk melakukan relokasi atau hal lain yang dianggap perlu, mengingat wilayah tersebut merupakan zona merah gempabumi.

“Apakah (masyarakat) ini sebaiknya dilakukan relokasi, supaya ini tidak terus menerus terjadi kerusakan maupun dampak lain dari gempabumi,” kata Wapres Ma’ruf Amin.

Menutup peninjauan, Wapres Ma’ruf amin memberikan bantuan kepada warga terdampak berupa sembako dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan. Turut mendampingi Wakil Presiden dalam peninjauan tersebut Menteri Sosial Tri Risma Harini dan Bupati Pandeglang Irna Narulita.***/ebn

Sebanyak 257 Rumah Rusak Terdampak Gempa Bumi M6.6 Banten

JAYAKARTA NEWS— Sebanyak 257 unit rumah mengalami kerusakan pasca gempa bumi M6.6 di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, sebagaimana menurut data sementara yang dihimpun Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sabtu (15/1) per pukul 00.25 WIB.

Rincian data kerusakan paling banyak adalah di Kabupaten Pandeglang dengan total rumah rusak berat ada sebanyak 26 unit, rusak sedang 33 unit, rusak ringan 131 unit, termasuk 10 unit sekolah, 1 puskesmas, 1 pabrik, 1 kantor pemerintahan, 1 tempat ibadah dan 1 tempat usaha.

Kabupaten Serang melaporkan 16 unit rumah rusak sedang. Kemudian di Kabupaten Lebak ada sebanyak 12 unit rumah rusak berat, 3 unit rusak sedang, 21 rusak ringan dan 3 unit bangunan sekolah. Di samping itu juga dilaporkan satu warga mengalami luka ringan terdampak gempabumi.

Selanjutnya di Kabupaten Sukabumi ada 3 unit rumah rusak sedang dan 6 unit rumah rusak ringan serta di Kabupaten Bogor terdapat 8 rumah rusak sedang.

Dirasakan di 11 Wilayah

Guncangan gempa bumi yang berpusat di 7.21 LS dan 105.05 BT pada kedalaman 40 kilometer itu dirasakan kuat selama 2-4 detik di 11 lokasi di wilayah barat Pulau Jawa dan Selatan Pulau Sumatera. Guncangan itu membuat masyarakat berhamburan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri dari hal yang tidak diinginkan.

Adapun rinciannya meliputi Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kabupaten Lebak di Provinsi Banten. Kemudian Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Kota Depok di Jawa Barat. Selanjutnya adalah Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten Lampung Barat.

Sebagai antisipasi, masyarakat diharapkan agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa. Diimbau juga agar masyarakat tetap tenang dan memastikan informasi resmi bersumber dari pihak yang dapat dipertanggungjawabkan.***/ebn