Yang Berpulang, Yang Terlambat, Yang tak Datang Renggut Piala Gunungan

JAYAKARTA NEWS – Banyak cerita dan kisah unik serta lucu mewarnai gelaran Featival Film Wartawan Indonesia (FFWI) XI, 2021, yang dihelat di XXI Epicentrum, Jakarta.

Gunawan Maryanto, aktor teater dan film yang masuk unggulan kategori aktor utama genre film Drama yang telah berpulang dua minggu silam karena penyakit jantung terpilih sebagai aktor drama terbaik dalam film ‘Hiruk Pikuk Si Alkisah : Science of Fiction’. Adiknya, Setiyo Harjono mewakili sang kakak meraih piala Gunungan.

Dia sengaja datang dari Jogjakarta dan naik ke panggung. “Kami dari keluarga almarhum Gunawan Maryanto, orang tua, keluarga Teater Garasi dan rekan-rekan teater dan film di Jogja merasa berterima kasih atas penganugerahan ini. Semoga almarhum di atas sana menyaksikan perhelatan istimewa ini,” ujar Setiyo Harjono terbata.

Di sisi lain, ada artis yang terlambat datang yaitu Luna Maya. Ketika nama aktris blasteran Bali – Austria ini diumumkan sebagai aktris  pendukung genre komedi terbaik (‘Sabar Ini Ujian’), Luna Maya enggak nongol. Alhasil, sutradara Anggy Umbara mewakili dirinya naik ke panggung merenggut piala Gunungan.

Luna Maya baru tiba pukul 8.30 malam. “Saya enggak nyangka dapat. Saya baru kelar kerja, pukul 8 malam langsung bel Anggy Umbara. Telat nih, masih mungkin enggak saya datang. Oke, ditunggu, jawab Anggy. Saya ngebut ke Epicentrum,” lontar Luna Maya. “Saya benar-benar tersentuh. Ternyata wartawan mengapresiasi perjalanan karier saya selama 22 tahun. FFWI saksi  hidup saya,” imbuh Luna Maya.

Di film ‘Sabar Ini Ujian’ yang hampir menyapu bersih 8 dari 9 piala Gunungan, Luna Maya beradu akting bersama Vino G Bastian (menggaet aktor komedi terbaik), Anya Geraldine dan Mike Ethan. Peran Luna Maya memang tak dominan menghiasi alur cerita, namun seni perannya sungguh sangat elok dan piawai diapresiasi.

Ananda Omesh, aktor pendukung terbaik genre komedi (foto FFWI)

Lain lagi pengalaman aktor, host dan pelawak Ananda Rusdiana yang lebih dikenal dengan panggilan Ananda Omesh. Aktor ganteng ini merenggut  gelar sebagai aktor pendukung terbaik di genre komedi dalam film ‘Sabar Ini Ujian’. Tapi Ananda tak datang, karena ada tugas lain. “Alhamdullilah, ini pertama kalinya saya berhasil mendapat piala dalam festival film. Kaum wartawan ternyata lebih jeli dan lihai menangkap akting saya dalam film,” papar Ananda Omesh yang bergelar S.I.Kom dari Unpad, Bandung.

Suami Diah Ayu Lestari dan ayah dua anak ini sebelum pandemi laris diminta jadi pembawa acara dalam serangkaian infotainmen seperti ‘Extravaganza’, ‘Insert Pagi’, ‘Celebrity Lipsync’, ‘Battle Indonesia’ dll. Terakhir, Ananda Omesh harus isolasi mandiri di rumah selama dua pekan karena terpapar virus Covid 19 sampai dua kali.

Setelah sembuh, Ananda Omesh kemudian aktif membantu dan menolong orang lain. Mobil miliknya, Mercedes Bens Vito dirombak jadi mobil darurat yang siap mengantar warga yang terserang virus. “Ini bukan mobil ambulance. Tapi mobil darurat yang saya kasih nama Padodi yang artinya harapan, doa dan dedikasi,” timpalnya. Klop. (pik)

Unggulan dari 3 Genre FFWI XI

JAYAKARTA NEWS— Suasana suka cita terlihat jelas dari para peserta zoom yang terdiri dari komunitas perfilman beberapa kota dan kampus. Dari ibukota juga insan perfilman seperti Slamet Rahardjo, Erwin Arnada, Linda Amalia Gozali, Anggy Umbara, Chand Parwez Servia, masih banyak lagi lainnya, Senin (18/10).

Daring dengan zoom juga live streaming via FFWI Channel menarik animo sampai 180an partisipan. Dari luring di CGV FX Sudirman bersama host Ayu Dyah Pasha dan Benny Benke.

Genre KOMEDI dibacakan oleh Morgan Oey sebagai berikut;

I. Aktor Utama Terbaik:
Dimas Anggara (Wedding Proposal)
Ge Pamungkas (Marriage)
Vino G Bastian (Sabar Ini Ujian)

II. Aktris Utama Terbaik:
Anastasia Herzigova (Marriage)
Sheryl Sheinafia (Wedding Proposal)
Tissa Biani (Nikah Duluan)

III. Aktor Pendukung Terbaik:
Ananda Omesh (Sabar Ini Ujian)
Arya Saloka (Wedding Proposal)
Dwi Sasono (Sabar Ini Ujian)
Onadio Leonardo (Agen Dunia)
Rigen Rakelna (Sabar Ini Ujian)

IV. Aktris Pendukung Terbaik:
Clara Bernadeth (Agen Dunia)
Dewi Irawan (Wedding Proposal)
Luna Maya (Sabar Ini Ujian)

V. Skenario Terbaik:
Aggy Umbara, Gianluigi Ch, Erwin Arnada3 (Sabar Ini Ujian)
Evelyn Afnilia (Marriage)
Sukdev Singh, Tisa TS (Wedding Proposal)

VI. Penyunting Gambar Terbaik:
Cesa David Luckmansyah, Apriadi Fathullah Sikumbang, Indra W Kurnia (Sabar Ini Ujian)
Gita Miaji (Marriage)
Sentot Sahid (Warkop DKI Reborn 4)
Wawan I Wibowo, Lilik Subayo (Wedding Proposal)

VII. Penata Kamera Terbaik:
Asep Kalila (Sabar Ini Ujian)
Hani Pradigya (Warkop DKI Reborn 4)
Roy Lolang (Wedding Proposal)

VIII. Sutradara Terbaik:
Anggy Umbara (Sabar Ini Ujian)
Danial Rifki (Marriage)
Emil Heradi (Wedding Proposal)

IX. Film Terbaik:
Marriage
Produksi: KlikFilm Productions
Produser: Agung Haryanto

Sabar Ini Ujian
Produksi: MD Pictures, Umbara Brothers Film
Produser: Manoj Punjabi

Wedding Proposal
Produksi: MD Pictures, Screenmedia Films
Produser: Sukdev Singh

Sementara kategori HOROR yang dibacakan oleh Sobat FFWI, Nadya Arina sebagai berikut;

IAktor Utama Terbaik:
Angga Yunanda (The Watcher)
Ario Bayu (Asih 2)
Ibnu Jamil (Affliction)
Onadio Leonardo (Survive)
Refal Hady (Tarian Lengger Maut)

II. Aktris Utama Terbaik:
Caitlin Halderman (The Watcher)
Della Dartyan (Tarian Lengger Maut)
Marsha Timothy (Asih 2)
Raihaanun (Affliction)

III. Aktor Pendukung Terbaik:
Abdur Arsyad (Pelukis Hantu)
Arswendi Bening Swara (Survive)
Jeremy Thomas (The Watcher)
Teuku Rifnu Wikana (Survive)

IV. Aktris Pendukung Terbaik:
Alyssa Abidin (Tarian Lengger Maut)
Dea Panendra (Affliction)
Jenny Zhang (Pelukis Hantu)
Shareefa Daanish (Asih 2)
Tutie Kirana (Affliction)

V. Penulis Skenario Terbaik:
Anggy Umbara (Survive)
Arie Kriting (Pelukis Hantu)
Teddy Soeriatmadja (Affliction)

VI. Penyunting Gambar Terbaik:
Eric Primasetio (Affliction)
Firdauzi Trizkiyanto (Asih 2)
Gita Miaji, Anggy Umbara (Survive)
Gita Miaji (Pelukis Hantu)

VII. Penata Kamera Terbaik:
Awankjj (Survive)
Benny Kadarhariarto, Yongki Ongestu (Tarian Lengger Maut)
Robie Taswin (Affliction)
Roby Herbi (Pelukis Hantu)
Yadi Sugandi (Asih 2)

VIII. Sutradara Terbaik:
Anggy Umbara (Survive)
Arie Kriting (Pelukis Hantu)
Rizal Mantovani (Asih 2)
Teddy Soeriatmadja (Affliction)

IX: Film Terbaik:
Affliction
Produksi: Karuna Pictures, Roemah Rumah Films
Produser: Uwie Balfas, Teddy Soeriatmadja

Asih 2
Produksi: MD Pictures, Pichouse Films
Produser: Manoj Punjabi

Pelukis Hantu
Produksi: MD Pictures
Produser: Manoj Punjabi

Survive
Produksi: KlikFilm Productions, Umbara Brothers Film, Canary Studios
Produser: Agung Haryanto

Terakhir, Putri Ayudya sebagai Sobat FFWI lainnya membacakan Unggulan kategori DRAMA sebagai berikut;

I. Aktor Utama Terbaik:
Bhisma Mulia (Sobat Ambyar)
Chicco Jerikho (Aum!)
Deddy Mizwar (Sejuta Sayang Untuknya)
Gunawan Maryanto (Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah)
Iqbaal Ramadhan (Ali & Ratu Ratu Queens)

II. Aktris Utama Terbaik;
Acha Septriasa (Layla Majnun)
Denira Wiguna (Sobat Ambyar)
Lulu Tobing (Yang Tak Tergantikan)
Marsha Timothy (Surga Yang Tak Dirindukan 3)

III. Aktor Pendukung Terbaik:
Jefri Nichol (Aum!)
Lukman Sardi (Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah)
Reza Rahadian (Surga Yang Tak Dirindukan 3)
Teuku Rifnu Wikana (Quarantine Tales: Happy Girls Don’t Cry)
Yayan Ruhian (Tarung Sarung)

IV. Aktris Pendukung Terbaik:
Asri Welas (Sobat Ambyar)
Ayu Laksmi (A Perfect Fit)
Christine Hakim (A Perfect Fit)
Marissa Anita (Ali & Ratu Ratu Queens)
Nirina Zubir (Ali & Ratu Ratu Queens)

V. Skenario Terbaik:
Angga Dwimas Sasongko, M. Irfan Ramli (Story of Kale: When Someone’s in Love)
Alim Sudio (Mariposa)
Bagus Bramanti, Charles Gozali, Gea Rexy (Sobat Ambyar)
Gina S. Noer (Ali & Ratu Ratu Queens)
Yosep Anggi Noen (Hiruk Pikuk Si Al-Kisah)

VI. Penyunting Gambar Terbaik:
Akhmad Fesdi Anggoro, Yosep Anggi Noen (Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah)
Aline Jusria (Ali & Ratu Ratu Queens)
Bayu Samantha Agni (Sejuta Sayang Untuknya)
Ryan Purwoko (Mariposa)
Wawan I Wibowo (Surga Yang Tak Dirindukan 3)

VII. Penata Kamera Terbaik:
Anggi Frisca (Layla Majnun)
Batara Goempar (Ali & Ratu Ratu Queens)
Dimas Imam Subhono (Mariposa)
Hani Pradigya (Sobat Ambyar)
Rendra Yusworo (A Perfect Fit)

VIII. Sutradara Terbaik:
Angga Dwimas Sasongko (Story of Kale: When Someone’s in Love)
Bagus Bramanti, Charles Gozali (Sobat Ambyar)
Herwin Novianto (Sejuta Sayang Untuknya)
Lucky Kuswandi (Ali & Ratu Ratu Queens)
Yosep Anggi Noen (Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah)

IX: Film Terbaik:
Ali & Ratu-ratu Queens
Produksi: Palari Films
Produser: Muhammad Zaidy, Meiske Taurisia

Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah
Produksi: KawanKawan Media, Angka Fortuna Sinema, Limaenam Films, Andolfi, Astro Shaw, Go Studio, Focused Equipment
Produser: Yosep Anggi Noen, Yulia Evina Bhara, Edwin Nazir, Arya Sweta

Mariposa
Produksi: Falcon Pictures, Starvision
Produser: Frederica, Chand Parwez Servia

Sejuta Sayang Untuknya
Produksi: MD Pictures, Citra Sinema, Deddy Mizwar Production
Produser: Zairin Zain

Sobat Ambyar
Produksi: MagMa Entertainment, Ideosource Entertainment, Paragon Pictures, Rapi Films
Produser: Linda Gozali Arya, Charles Gozali

Acara terselenggara dengan baik atas prakarsa KemendikbudRistek dan Tim7 dengan dukungan Mikti, PFN, XXI, CGV, Telkom, dan GenFlix.

Menarik tayangan ulang di Kanal BudayaSaya KemendikbudRistek dan sudah tayang di FFWI Channel kanal Youtube.
(pik/PR)

Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) XI Diluncurkan

JAYAKARTA NEWS – Karakter wartawan harus independen, kritis dan peka. Wartawan selalu dibutuhkan dalam industri perfilman Indonesia, baik tulisan maupun kritiknya. Dan peranan itu tampak dari zaman ke zaman.

Ahmad Mahendra, Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru (PMMB)

Demikian sambutan Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru (PMMB), Ahmad Mahendra ketika meluncurkan Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) ke XI di Jakarta, secara virtual, Rabu (7/7). “Kita semua mengakui FFWI akan memperlihatkan komitmen wartawan terhadap perfilman Indonesia,” tegas Ahmad Mahendra dengan wajah berseri-seri.

Menengok sejarah film Indonesia, keterlibatan dan kiprah wartawan dalam setiap festival film sudah lama. Di awal dibukanya bioskop pertama di Jakarta, peranan wartawan tidak bisa dilupakan. Seorang wartawan dan tentara bernama Usmar Ismail memelopori pembuatan film nasional yang seluruh pemainnya adalah orang Indonesia dan cerita yang divisualkan berpijak di bumi Nusantara.

Lewat film pertamanya yang bertajuk ‘Long March’, Usmar Ismail digelari Bapak Perfilman Indonesia. Tak ayal dari masa Revolusi, masa kebangkitan film Indonesia sampai masa sulit pandemi (dengan ditutupnya bioskop di seluruh Indonesia), film Indonesia terus diproduksi.

Logo FFWI XI

Kiwari, sistem digital dan peralatan syuting serba canggih, film Indonesia terus melaju pesat, baik di dalam negeri maupun di banyak ajang festival bergengsi di negara manca. Dan wartawan Indonesia tak kurang pula peranan dan sepak terjangnya ikut mewarnai sejarah film Indonesia, baik sebagai produser, sutradara, penulis skenario, maupun pemain. Yang terbanyak tentu saja wartawan sebagai pewarta dan kritikus.

Sejak Festival Film Indonesia (FFI) pertama tahun 1955, wartawan sudah ikut berpartisipasi. Memasuki era Orde Baru di tahun 1970, PWI Jaya memelopori pemilihan Best Actor dan Best Actrees pilihan wartawan hingga enam kali. Tahun 2006 dan 2007, dihelat Festival Film Jakarta atas inisiatif Jak TV bekerjasama dengan dua tabloid yang seluruh jurinya adalah wartawan.

Tahun 2016 dan 2017, digelar Usmar Ismail Awards (UIA) di Jakarta dan sekali lagi, seluruh jurinya wartawan. Tiga tahun kemudian, tepatnya 2021, baru diselenggarakan festival film yang semua jurinya wartawan. Namanya Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI). Mirip Golden Globe di Amerika.

Wina Armada, Ketua FFWI XI

“Semangat dan roh wartawan kita adopsi. Dan ini menjadi bagian sejarah tak terpisahkan dalam penyelenggaraan FFWI,” ujar Wina Armada Sukardi selaku Ketua FFWI XI. Penggagas dan wartawan senior ini menambahkan, FFWI adalah kesinambungan dari festival film yang ada di Indonesia.

“Wartawan adalah wakil dari sejuta mata publik. Dalam menjalankan tugas, wartawan enggak perlu disensor dan dihalangi serta dilindungi hukum, ” urai Wina Armada lagi. Sebaliknya, 35 wartawan yang jadi juri FFWI tak perlu minta izin ke produser.

“Film yang akan dinilai telah diputar di bioskop umum dan tayang di OTT (Over The Top,” pungkas Wina Armada yang juga Ketua Tim 7 sebagai pelaksana FFWI ke XI. Penganugerahan pemenang FFWI ke XI yang dihelat oleh Tim 7 dan Direktorat PMMB Kemdikbudristek serta didukung MIKTI ini akan digelar tanggal 28 Oktober 2021 di Jakarta, bertepatan Hari Sumpah Pemuda. (pik)