Fatih Unru Ingin Jadi Sutradara dan Punya PH

Fatih Unru–foto istimewa

Aktor cilik Fatih Unru, 13 tahun, mengaku dirinya sejak umur empat tahun sudah bercita-cita menjadi seorang aktor.

Selain bermain film, anak dari aktor senior Yaya Unru ini juga dikenal sebagai komika cilik.

Fatih seringkali disebut komika paling muda di Indonesia berkat sepak terjangnya di dunia stand up comedy sejak umur tujuh tahun.

Namun ketika ditanya lebih memilih film atau stand up comedy, Fatih Unru mengaku lebih memilih untuk terjun di dunia film.

Baginya, film bia menjadi sarana yang lebih luas untuk berekspresi.

“Menurut aku kalo stand up komedi sekarang musiman. Walaupun stand up komedi seru, jujur aku sampe sekarang masih doyan banget nonton stand up komedi. Cuma kalo aku disuruh milih stand up komedi atau film, aku lebih suka film, karena film aku lebih berekspresi lebih leluasa untuk berpendapat lah” kata Fatih Unru.

Fatih Unru pun tak membatasi jenis karakter yang harus ia perankan dalam setiap filmnya.

“Bebas aja yang penting bagus di situ karena sebenarnya dulu aku nggak selalu pengin jadi aktor. Pertama kali aku pengin jadi pemain bola waktu TK, terus berubah-ubah.”

“Bisa jadi apa aja, misalkan karakter aku sekarang kayak gini, kita nggak tau sebulan lagi aku bakal jadi apa. Jadi ada surprise di tiap film,” lanjutnya.
Fatih, anak ke 3 dari aktor Yayu Unru yang masih duduk di bangku SMP ini bercita-cita ingin jadi sutradara dan memiliki PH (Production House) sendiri.
Kamis (24/1), film terbaru Fatih bertajuk ‘Orang Kaya Baru’ (OKB) yang disutradarai Ody C. Harahap ini beredar di bioskop.
Film komedi situasi ini dibintangi Raline Shah, Lukman Sardi, Derby Romero, Cut Mini dan Fatih Unru. (pik).

Petualangan Menangkap Petir


PETUALANGAN Menangkap Petir merupakan film drama Indonesia terbaru 2018 yang ceritanya diadaptasi dari kisah Ki Ageng Selo si Penangkap petir.

Film ini disutradarai oleh Kuntz Agus dengan  produser  Abimana Aryasatya. Film ini melibatkan anak-anak sebagai pemeran, seperti  Bima Azriel, Jidate Ahmad, Fatih Unru, dan  penyanyi cilik Zara Leola. Untuk  aktor dewasa melibatkan  Putri Ayudya, Slamet Raharjo, Darius Sinathrya, Abimana Aryasatya, dan komika tampan Arie Kriting.

Produksi film ini dengan mengambil latar lokasi  di kawasan Boyolali, Jawa Tengah. Pengambilan gambar dilakukan dengan panorama alam di lereng gunung Merapi-Merbabu, objek wisata taman air Tlatar hingga Waduk Kedungombo.

Inti kisah dalam film Petualangan Menangkap Petir yaitu menghadirkan petualangan anak-anak era jaman sekarang. Anak-anak tersebut dikisahkan sedang berada dalam petualangan ingin membuat video. Video yang mereka buat bertopik  legenda penangkap petir, Ki Ageng Selo.

Fourcolours Films selaku rumah produksi film ini  akan mulai merilis dan menayangkan di bioskop pada tanggal 30 Agustus 2018, dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utamanya.

Film “Petualangan Menangkap Petir” bercerita tentang seorang anak kecil yang tumbuh besar dengan media sosial di Hongkong. Kisahnya  bermula ketika ada seorang bapak mengkhawatirkan  anaknya  tumbuh sebagai makhluk  asosial karena  tak mempunyai masa kecil yang saperti anak kecil pada umumnya. Akhirnya tanpa berfikir panjang, sang bapak memutuskan mengajak anaknya pulang dari Hongkong ke rumah nenek yang berada di wilayah Boyolali.

Sesampainya di rumah sang nenek, sang bapak memaksa anaknya tersebut berinteraksi dengan alam. Selain itu sang anak juga diajarkan untuk berinteraksi dengan warga sekitar dan anak-anak lain di kampung yang berada di wilayah Boyolali.

Selama berada di kampung, anak tersebut juga bertemu dengan segerombolan anak lain dan mereka berbaur bersama.Akhirnya anak tersebut bersama dengan teman-temannya memiliki mimpi untuk membuat sebuah film. Ide anak-anak tersebut terinsipirasi dari sosok sang legenda Ki Ageng Selo. (pik)