Emil Dardak Tegaskan Ajaran PSHT Relevan Sepanjang Zaman

JAYAKARTA NEWS— Plt Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak meyakini, warga PSHT akan selalu menjadi patriot bangsa. “Karena itu pula, saya pagi ini mengutamakan hadir di Madiun, untuk memberi pembekalan wawasan kebangsaan bagi adik-adik PSHT,” ujar Emil Dardak di Padepokan PSHT Madiun, Minggu (8/6/2025).

Pemuda-pemudi PSHT tidak boleh kalah patriotik dengan para founding fathers kita, termasuk para pencetus Sumpah Pemuda 1928,” tegasnya.

Ingat, kata Dardak, lawan kita hari ini bukan lagi penjajah. Lawan kita adalah sikap egoisme, sikap mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompok di atas kepentingan bangsa dan negara.

PSHT adalah salah satu wadah bela diri khas Indonesia. Di sini istilah yang digunakan adalah “persaudaraan”. Ini adalah salah satu unsur penting yang membuat Persaudaraan Setia Hati Terate tetap langgeng dan terus berkembang.

Lima nilai yang diejawantahkan dalan PSHT menjamin bahwa semua warganya merupakan insan insan Pancasila. “Tradisi panjang lebih dari 100 tahun, niscaya menjadikan PSHT senantiasa aktual di tengah gelombang zaman,” kata Emil Dardak.***

Jadi Tuan Rumah EAROPH World Congress, Wagub Emil: Lahirkan Gagasan Konkret Bagi Permukiman dan Perkotaan

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS – Provinsi Jawa Timur akan menjadi tuan rumah Eastern Regional Organization for Planning and Human Settlements (EAROPH) World Congress ke-28, pada Oktober mendatang.

EAROPH merupakan organisasi internasional yang menaungi pakar dan praktisi bidang perencanaan dan permukiman di wilayah Asia dan Australasia.

Mengangkat tema, The Future of Human Settlements Accelersting Recovery and Ushering into a New Era of Sustainable Urbanization Post Covid-19, kegiatan yang sebelumnya diadakan di Filipina 2019 lalu, nantinya akan diadakan di Kota Surabaya.

“Jatim merasa senang bisa menjadi tuan rumah EAROPH world congress dan kami berharap pertemuan para pakar permukiman dari berbagai negara di Surabaya akan menjadi kesempatan untuk melahirkan gagasan-gagasan konkrit bagi perkotaan dan permukiman masa depan,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menggelar pres conferece bersama awak media di Jakarta, Kamis, (22/9).

Agar acara tersebut berjalan lancar dan sesuai harapan, Wagub Emil telah mematangkan konsep permukiman dan perkotaan masa depan atau future Cities and human settlements bersama Eastern Regional Organization for Planning and Human Settlements (EAROPH), Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW), United Cities and Local Government (UCLG), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Para pakar dan praktisi dari negara-negara Asia dan Australia akan membahas bidang perencanaan dan permukiman perkotaan di masa depan atau future cities and human settlements. Ini kesempatan untuk menempatkan Jatim dan pelaku pengusaha di sektor ekonomi, sektor properti dan sektor infrastrukur,” tuturnya.

Selain membahas perkotaan dan permukiman masa depan, Wagub Emil mengatakan ada beberapa pengembangan strategis lain di Indonesia yang akan ditampilkan, yakni program-program di bidang infrastruktur dan pengembangan wilayah.

Disampaikan Wagub Emil, terkait infrastruktur secara umum akan dipaparkan Perpres 80 yang didalamnya terdapat beberapa program strategis dan mendapatkan prioritas di Jatim. Ada 3 wilayah, yakni Gerbang Kertasusila meliputi Gresik, Bangkalan, Surabaya, Mojokerto, Sidoarjo dan Lamongan. Kemudian wilayah Bromo, Tengger Semeru (BTS) dan wilayah selingkar wilis. Kawasan selatan sekitar Kediri, Tulungagung, Kediri, Ponorogo, Madiun dan Nganjuk.

“Jadi. tiga poros pertumbuhan yang ada di perpres 80 akan kita paparkan supaya mendapatkan masukan, melahirkan gagasan-gagasan dan strategi baru,” ungkapnya.

Selain itu, adapula pengembangan wilayah di sektor infrastruktur, yakni kawasan pengembangan ekonomi khusus di Jawa Timur salah satunya Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE), Gresik. Saat ini, Kawasan tersebut merupakan Kawasan yang sangat besar dan menjadi kawasan pengembangan smelter, Freeport. “Diharapkan akan menarik investor di bidang manifaktur dengan skala besar sehingga membuat Jatim menjadi salah satu lokasi paling kompetititf bukan hanya di Indonesia tapi juga di Asia,’ tegasnya.

Wagub Emil melanjutkan, pimpinan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Jerman yang merupakan lembaga pembangunan akan memberikan bantuan teknis kepada pemerintah pusat melalui program Green Infrastructure Initiative atau inisiatif infrastruktur hijau. Salah satu topik pembahasannya adalah public transport di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. “Jadi pengembangan sistem baru track rel kereta di wilayah Surabaya Raya atau disebut Surabaya Regional Realway Line,” ungkapnya.

Kemudian rencana mobilitas perkotaan. Bagaimana saat ini masyarakat menggunakan moda transportasi ojek online yang mana ke depan, bisa terkoneksi antara satu moda dengan moda yang lain. “Inilah kesempatan bagi Jatim untuk showcase. Banyak kesempatan jatim menaruh berbagai macam rencana melalui berbagai project platform event internasional,” tuturnya.

Lebih lanjut, kepala badan otorita Ibu Kota Negara (IKN) Bambang Susantono telah menyampaikan kesediaannya untuk hadir sekaligus memaparkan mengenai pengembangan IKN dihadapan para pakar pemukiman se Asia dan Australasia. Mengingat, kata Wagub Emil, sebagian besar masyarakat utamanya Jatim mendukung pengembangan IKN sekaligus momen yang bagus untuk dipresentasikan.

“Secara prinsip kita sepakat untuk bersinergi dengan keputusan besar yang diambil oleh Indonesia terkait pembangunan dan pengembangan IKN yang akan disampaikan dalam forum internasional oleh kepala badan otorita Ibu Kota Negara (IKN) Bambang Susantono,” jelasnya.

Melihat potensi-potensi yang bisa dikembangkan di beberapa sektor, Wagub Emil optimis hadirnya para pakar, praktisi dan kepala daerah, akan membawa hasil konkret dalam menjawab berbagai macam tantangan permukiman dan perkotaan.

“Atas dasar itulah, penting menetapkan Jawa Timur dalam posisi seperti ini. Pasti akan kita kenalkan kepada delegasi-delegasi dan peserta lain dari berbagai belahan dunia yang akan mengikuti kegiatan tersebut secara online,” imbuh mantan Bupati Trenggalek tersebut.

Sementara itu, Presiden EAROPH Yolanda Reyes dari Filipina mengaku terpilihnya Jatim sebagai tuan rumah membawa spirit dan semangat untuk mewujudkan permukiman dan perkotaan yang baik ke depannya. “Kami antusias memilih Jawa Timur sebagai lokasi penyelenggaraan EAROPH World Congress. Kami yakin dan optimis kongres akan berjalan baik dan menjawab tantangan permukiman di masa mendatang,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, EAROPH turut bermitra dengan United Cities and Local Government (UCLG) Asia Pacific. Sebuah organisasi yang menaungi para kepala daerah dan asosiasi pemerintah daerah di wilayah Asia Pasifik. UCLG juga menyelenggarakan ASEAN Mayors Forum (AMF) roundtable discussion sebagai bagian dari rangkaian kegiatan EAROPH World Congress dengan menghadirkan para kepada daerah dari negara-negara ASEAN di Asia Tenggara.

“Para kepala daerah dari negara-negara ASEAN akan duduk bersama membahas strategi mewujudkan kota masa depan dan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan EAROPH World Congress maka sinergi ini akan sangat efektif untuk mempertemukan para pakar dan kepada daerah atau walikota,” ujar Sekjen UCLG Aspac Bernadia Tjandradewi. (poedji)

Sparkling Nganjuk Carnival Diharapkan Jadi Momentum Bangkitnya Ekonomi Kreatif

NGANJUK, JAYAKARTA NEWS– Wakil Gubernur Jatimwa Emil Elestianto Dardak membuka Sparkling Nganjuk Carnival 2022 di Alun-alun Nganjuk, Sabtu (23/7) malam.

Peragaan busana dan kostum turut dimeriahkan oleh peserta dari Kepulauan Riau, Kutai Kartanegara, Bandung, Salatiga Kebumen, Jepara, dan kabupaten/kota sekitar Jatim.

Dalam kesempatan tersebut, Emil mengatakan bahwa acara yang begitu meriah ini diharapkannya dapat menjadi momentum bangkitnya era ekonomi kreatif di Nganjuk.

“Mari kita ikuti acara ini dengan tertib dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Mudah-mudahan ini jadi momentum agar bisa menjadi pertunjukan di mana Nganjuk siap menyongsong era ekonomi kreatif,” tandas Emil.

Mantan Bupati Trenggalek itu menyebut, fasilitas di Kabupaten Nganjuk sebenarnya memang sudah mendukung pertumbuhan ekonomi. Mengingat, akses jalan dan nilai estetika yang ada dalam daerah ini telah banyak berkembang pesat.

“Kabupaten Nganjuk ini strategis. Dari segi akses, sudah ada tol yang langsung turun di sini. Jalanan yang ada juga sudah lebar dengan lampu klasik yang indah sekali. Harapannya, bisa dimanfaatkan untuk perputaran ekonomi di sini,” terangnya.

“Jika sudah ada akses seperti ini, tantangannya adalah apakah anak-anak muda dan masyarakat sudah siap untuk menyongsong pertumbuhan ekonomi kreatif,” imbuhnya.

Lebih jauh, Emil mengatakan bahwa untuk mencapai kesiapan akan ekonomi kreatif, Pemerintah Kabupaten juga harus mendorong dan mendukung pertumbuhan. Salah satu yang dapat dilakukan adalah terus bersinergi dengan pemerintah provinsi dan terus menyediakan wadah untuk mempertajam skill masyarakat.

“Karena saya yakin tentunya seluruh masyarakat sudah antusias, terutama mengingat bagaimana Nganjuk bisa jadi tuan rumah acara yang sangat keren ini. Tapi Pemda harus mendorong dan mendukung. Insya Allah, dengan sinergitas dari semua pihak, era ekonomi kreatif ini bisa kita hadapi dengan baik,” pesannya.

Sementara itu, Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan bahwa Sparkling Nganjuk Carnival 2022 ini diadakan untuk memperingati Hari Bhakti Adhyaksa yang jatuh pada 22 Juli, Hari Bhayangkara yang jatuh pada 5 Juli, Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli, serta untuk menyongsong Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus mendatang.

“Dan Alhamdulillah, antusiasme masyarakat Nganjuk dan luar kota sangat besar. Selamat datang dan mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan. Kalau acara ini sukses, kita ulangi tahun depan,” ucapnya.

“Monggo dinikmati. Mohon dijaga betul agar acara ini sukses dan tidak ada masalah dari awal sampai akhir dan semua bisa sampai di rumah dengan selamat,” tutup Marhaen. (poedji)

Memperingati Hari Widyaiswara, Wagub Emil Gowes bersama Ratusan ASN

JAYAKARTA NEWS—Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersepeda bersama ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat dalam acara “Gowes Widyaiswara Jawa Timur”, guna memperingati Hari Widyaiswara Nasional dan HUT Ikatan Widyaiswara Indonesia ke-20.

Gowes Widyaiswara Jatim bersama tersebut dimulai pada pukul 07.00 dari halaman gedung Negara Grahadi Surabaya menuju Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Minggu (13/9/2020).

Wagub Jatim Emil yang didampingi oleh Kepala BPSDM Jatim Aries Agung Paewai dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Himawan Estu Bagijo mengambil rute perjalanan melintasi jalan Panglima Sudirman, Jalan RA Kartini dan menuju Jalan Raya Banyu Urip hingga menuju lokasi gedung BPSDM di Jalan Balongsari Tama Surabaya.

Dalam kesempatan gowes tersebut, Wagub juga mengajak masyarakat untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak dan membagikan masker serta sembako.

“Tetap mnegajak kita semua berolahraga dan disiplin memakai masker, sepedaannya sebenarnya aman. Biasanya setelah sepedaan itu berkumpul semua dan tidak berdisiplin menjaga jarak dan makai masker ini juga memberi contoh dengan gerakan membagikan masker,” ujarnya.

Selain itu ia juga berharap mengajak para widyaiswara untuk membangun profesionalisme ASN dan terus mengembangkan diri. “Saya berharap kedepan semoga semakin sukses, dan BPSDM menjadi lembaga yang mendorong profesionalisme dan peningkatan widyaiswara di Indonesia,” tambahnya. (poedji)

Ini Temuan Wagub Emil Setelah Blusukan ke Kampung Pakis

JAYAKARTA NEWS— Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, blusukan mengecek langsung bagaimana penerapan Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB) tahap ketiga di Surabaya. Dia mengunjungi kantor RW 01 Kelurahan Dukuh Pakis, Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya, Kamis(28/5).

“Kita semua harus lebih bijak menyikapi PSBB karena PSBB ini bukan penutupan usaha atau tidak memperbolehkan orang bekerja,” kata Emil di Balai RT01 RW 01 Kel. Dukuh Pakis.

Dia menjelaskan, masyarakat haru bisa memilah dampak mana yang disebabkan oleh COVID-19, mana yang disebabkan oleh PSBB. Menurutnya, PSBB ini ibaratnya sebuah ujian bagaimana bisa hidup disiplin. 

“Kita harus secara sadar menerapkan kedisiplinan protokol covid-19, ini yang harus kita biasakan. Jangan beranggapan PSBB ini akan segera berakhir terus kita bisa kembali beraktivitas, PSBB berakhir bukan berarti COVID-19 juga berakhir,” ujarnya. 

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak mengunjungi kantor RW 01 Kelurahan Dukuh Pakis, Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya, Kamis(28/5)–foto poedji

Soal bantuan bagi yang terdampak, Pemprov Jatim telah membuat sistem penyaluran bantuan pangan non tunai melalui kartu. Sehingga masyarakat bisa membelanjakan sesuai kebutuhan masing-masing. 

 “Lebih baik banyak orang dapat sedikit tapi merata dari pada sedikit orang mendapatkan banyak,” katanya. 

Banyak anggaran Pemprov Jatim yang difokuskan pada penanganan covid dampak sosial ekonomi. Surabaya mendapatkan 72.033 keluarga yang mendapat suplemen dari Pemprov.

Untuk wilayah berbasis kelurahan mendapatkan tambahan 50 persen. Penyalurannya langsung masuk ke rekening.

“Bansos tunai, ada 1,2juta-an keluarga. Untuk Surabaya sekitar 170ribu keluarga yang mendapatkan, nah ini yang menjadi wewenang pemerintah kota berdasarkan usulan RT. Surabaya sudah mengusulkan penghapusan nama-nama yang tidak layak mendapatkan bantuan,” katanya.

Agus Kusmantoro, Ketua RW 01 mengatakan jika beberapa kawannya sesama RW tak mengetahui kriteria warga yang mendapat bantuan dampak COVID-19. Selain itu, banyak bantuan yang salah sasaran. 

“Ada nama yang sudah meninggal dunia tetapi masih dapat bantuan,” katanya. 

Bantuan yang datang pun diberikan pada nama-nama yang tidak sesua dengan data yang diusulkan oleh RT. “Ada kasus, nama bantuannya sama tetapi sebagian lewat kantor pos sebagian lagi lewat bank Jatim. Dan jumlahnya berbeda,” ujarnya.

“Ada kasus tumpang tindih bantuan, warga yang sudah mendapatkan BPNT dan BLT masih mendapatkan JPS,” katanya. 

Menanggapi hal itu, Emil menjelaskan Pemprov Jatim telah menyisir keluarga yang benar-benar belum pernah mendapatkan bantuan. Jika masih ada yang mendapatkan bantuan doble, kemungkinan tidak adanya penjelasan yang baik maupun ketegasan saat mendata siapa yang boleh menerima bantuan, sehingga RT/RW bingung menyikapi warga yang mendapatkan bantuan double. 

“Ini akan menjadi masukan yang bagus untuk Pemprov sehingga gelombang kedua penyaluran bantuan lebih tepat sasaran,” katanya.(poedji)

Bantuan bagi Mahasiswa Perantau di Malang

Jayakarta News – Pandemi Covid-19 di Jawa Timur terus berdampak di berbagai sektor. Salah satunya berimbas kepada para mahasiswa perantauan yang tidak bisa kembali ke daerah asal akibat imbauan pemerintah agar tak mudik.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Jatim melakukan langkah konkrit dengan memberikan bantuan 350 paket sembako kepada para mahasiswa perantau di wilayah Kota Malang. Bantuan paket sembako ini antara lain berisi 5 kg beras, 1 kg gula pasir, telur, mie instan, kecap manis, serta sepaket tas yang berisi hand sanitizer, masker dan vitamin C.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak secara simbolis kepada beberapa mahasiswa perantauan di Kota Malang, di Gedung Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Malang, Sabtu(2/5/2020). Selanjutnya, bantuan tersebut akan diantarkan ke 35 titik asrama mahasiswa di Kota Malang.

Didampingi Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko, dan Kepala Bakorwil Malang Sjaichul Gulam, Wagub Jatim yang akrab disapa Emil itu menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan Pemprov Jatim merupakan bentuk kepedulian untuk menegakkan rasa kebersamaan dan gotong royong.

“Saya rasa kami datang bukan karena teman-teman mahasiswa utamanya yang bukan KTP Jatim yang meminta, tapi lebih pada kewajiban kita untuk saling tolong menolong. Terlebih, memang tugas kamilah untuk menjaga adik-adik mahasiswa sebagai aset masa depan bangsa,” ungkap Emil.

Emil menjelaskan, kegiatan ini juga sesuai instruksi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Dimana, pada kesempatan yang sama Gubernur Khofifah juga tengah menyalurkan bantuan ke pulau Raas dan Kangean, Kab. Sumenep, Madura.

“Saat ini, saya dan ibu Gubernur sepakat untuk bersama-sama meninjau situasi di lapangan secara langsung. Meskipun, memang di tengah pergerakan kita yang harus dibatasi,” terangnya.

Wagub Jatim yang pernah menjabat Bupati Trenggalek ini menambahkan, selain semangat tolong menolong yang dikedepankan, pihaknya juga bertugas memastikan mahasiswa bisa tetap fokus pada proses belajarnya. Sehingga, akan muncul inovasi-inovasi teknologi yang bisa dimanfaatkan di tengah keterbatasan pergerakan akibat Covid-19.

“Jadi saya pikir teman-teman mahasiswa yang tergabung dalam organisasi misalnya KNPI, bisa ikut berjuang melawan Covid-19 dengan menciptakan berbagai inovasi teknologi yang bisa dimanfaatkan berbagai lapisan masyarakat,” urai Emil.

Terkait keberlangsungan bantuan, Emil mengungkapkan, bahwa Pemprov Jatim juga telah menyiapkan social safety net yang bisa diakses lewat radarbansos.jatimprov.go.id. Bantuan tersebut juga diperuntukkan bagi warga yang ber KTP non Jatim termasuk mahasiswa, serta bagi warga Jatim yang berada di Jabodetabek.

“Jadi untuk teman-teman mahasiswa juga bisa mendapat bantuan dengan mendaftar dan menyertakan syarat-syarat yang diperlukan seperti NIK,” tandasnya.

Bantuan-bantuan sosial tersebut, lanjut Emil, diantaranya berasal dari Pemerintah Pusat yang menyasar sekitar 5 juta keluarga terdampak. Dari Pemprov Jatim yang menyasar untuk 1 juta keluarga, dan dari Dana Desa yang bisa membantu hingga maksimal 1,2 juta keluarga.

“Pemerintah terus menyiapkan berbagai skenario dalam penanganan Covid-19. Maka bagi teman-teman mahasiswa mari tetap bertahan di Jatim dan tidak mudik hingga situasi Covid-19 ini bisa dikendalikan,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wagub Emil juga menyempatkan diri untuk ikut mendistribusikan paket sembako secara langsung serta menyapa mahasiswa yang berada di Asrama Mahasiswa Kalimantan Timur Apokayan di Jl. Jakarta, Kota Malang. (poedji)

Almarhum Gus Solah Adalah Teknokrat Sejati

Jayakarta News – Sebagai salah satu upaya mengenang sosok KH. Salahuddin Wahid, menjelang 40 hari wafatnya, diluncurkan sebuah buku bertajuk “Gus Sholah Kembali Ke Pesantren”.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang turut hadir dalam keaempatan itu mengatakan, jika keberadaan buku tersebut merupakan wujud penekanan bagaimana esensi kehidupan pesantren di era modern untuk tetap bisa berseiring dengan perkembangan zaman.

“Bukan mengikuti, tapi membawa relevansi di setiap perkembangan zaman,” ungkap Wagub Jatim pada acara Mengenang 40 Hari Wafatnya dan Membaca Utuh KH. Salahuddin Wahid atau Gus Sholah di Bromo Room Hotel Santika Pandigiling Surabaya, Jum’at (13/3) sore.

Digambarkan Wagub Emil, almarhum Gus Sholah merupakan seorang teknokrat sejati yang tetap bisa berakar pada asalnya sebagai seorang santri. Karakter Gus Sholah tersebutlah yang dirasa Wagub Emil perlu diteladani guna membuat pesantren senantiasa relevan dalam perkembangan zaman dan teknologi.

“Beliau sangat mencintai pesantren dan juga tidak lepas dari akar keilmuannya untuk mengembangkan pondok pesantren,” imbuhnya.

Orang nomor dua Jatim itu juga menyebutkan bahwa dengan diterbitkan buku ini merupakan salah satu cara untuk melestarikan antusiasme almarhum Gus Sholah selama menjadi pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang. Khususnya dalam proses-proses diskusi yang produktif, sebagai seorang teknokrat, santri bahkan politikus. Wagub Emil menyebut jika budaya ilmiah yang mengakar sebagai santri semacam inilah yang kita harapkan terus dilestarikan

“Mengasuh adalah bukan yang paling tahu, tetapi membuka cakrawala para santri untuk mau mengenal dunia dengan lebih luas,”  tutur Emil Dardak, sapaan akrab Wagub Jatim.

Dirinya berharap agar tradisi semacam ini bisa terus berlanjut, seiring dengan arahan Gubernur Khofifah Indar Parawansa akan pentingnya pendidikan dan pemberdayaan pesantren di dalam program pengembangan sumber daya manusia (SDM) Jawa Timur.

Tak hanya pondok pesantren, Wagub Emil menyebut jika Pemprov Jatim akan terus mendukung segala upaya pengembangan sekolah berbasis agama lainnya melalui program Tistas yang diusung Gubernur Khofifah.

“Tahun ini tidak hanya, SMA dan SMK, tetapi juga Madrasah Aliyah akan mendapat dana Tistas,” ucap Wagub Emil di hadapan puluhan Barisan Gus dan Santri (BaGus) Jatim siang itu. (poedji)