Dewi Yull Come Back, Bintangi ‘Jomblo, Fi Sabilillah’

JAYAKARTA NEWS – Industri film di tanah air kembali menggeliat. Artis-artis lawas yang lama istirahat mendadak sontak bermain film lagi. Barry Prima, August Melasz, Titiek Puspa, Ayu Azhari, Herman Felani, Dewi Yull dan masih segerobak artis film lain muncul, baik di layar televisi maupun di layar bioskop.

Fans setia mereka pun menyambutnya dengan suka cita. Meski usia tak lagi muda seperti era keemasan mereka, toh seni peran aktor dan aktris nasional ‘still going strong’. Raden Ayu Dewi Pujiyati atau dikenal dengan nama Dewi Yull pasca pandemi come back ke dunia film.

Setelah bermain dalam film drama bertajuk ‘Elang’ karya sutradara Rizal Mantovani (belum beredar), menjelang tutup tahun 2022, Dewi Yull terlibat syuting di film berjudul ‘Jomblo Fi Sabillilah’ yang disutradarai Jastis Arimba dan diproduksi Warna Pictures. “Aku kangen menyapa penggemarku. Dunia seni musik dan film enggak bisa memisahkan aku,” lontar Dewi Yull yang sudah terjun selama empat dekade di ranah seni.

Pemeran beberapa film seperti ‘Gadis’, ‘Kembang Kertas’ dan ‘Penyesalan Seumur Hidup’ ini tertarik membaca skenario film bergenre komedi religi yang diangkat dari novel karya Asma Nadia dan Helvy Tiana Rosa. “Ini film tentang persahabatan empat cowok jomblo padahal usia mereka sudah mendekati kepala tiga.

Salah seorang diantaranya mengalami gangguan mental yang menyebabkan panik jika bertemu lawan jenis,” beber Dewi Yull. Ketiga cowok sahabatnya berupaya agar si jomblo menemukan pasangan hidup. Beberapa cewek dengan latar unik dan mencengangkan dipertemukan kepada jomblo.

Film ini selain dibintangi Dewi Yull, juga dimeriahkan pelakon-pelakon sohor, diantaranya Ricky Harun, Nabilah Ayu, Dayu Wijanto, Humaidi Abas, Mario Irwinsyah, Indah Nada Puspa, Andy Boim dan Adhin Abdul Hakim. ‘Jomblo Fi Sabillilah’ direncanakan tayang di bioskop tahun 2023. “Doakan ya, semoga syuting berjalan lancar dan filmnya dapat diterima masyarakat,” pinta Dewi Yull. (pik)

Kolaborasi Nasyid Melayu Dewi Yull dan Chossy Pratama

Jayakarta News – Kerjasama seni lewat musik nasyid yang saling melibatkan nama-nama lama antara sesama musisi penyanyi serumpun Asia Tenggara terjadi di akhir November 2019. Inilah event yang menghadirkan Dewi Yull dan musisi Chossy Pratama yang menjadi produser barengan rekan pemusik Singapura, Moliano Rasmadi.

Dewi Yull, penyanyi yang juga aktris film dan sinetron, kini muncul berbeda dibandingkan nyanyian-nyanyian melankolisnya tempo dulu. Meski begitu, ia belum kehilangan voice indahnya saat berkolaborasi dengan grup nasyid Al-Jawaher lewat lagu “Hanya Tuhan” dan “Ya Tuhan” yang telah dirilis akhir pekan lalu.

Kolaborasi ini merupakan hasil kerjasama Jamiyah Singapura yang menaungi Al-Jawaher, dan Chossy Pratama Production. Grup nasyid Al-Jawaher pun mempunyai kedekatan dan ditangani sentuhan brilian dari komposer terkenal M Nasir, yang lagu-lagunya pernah merajai belantika musik tanah air di tahun 1990an, salah satunya yang paling hit dan dinyanyikan band Search asal Malaysia adalah “Isabella.”

Kolaborasi kerja ini juga dilandasi eksistensi Al-Jawaher yang mengawali spirit di pengujung tahun 1970, ketika ada 9 anak gadis yang belajar mengaji dengan Ustazah Hamidah Hj Shukur. Mereka adalah warga negara Singapura, yang kemudian selain mengaji juga belajar bernasyid, hingga pada tahun 1980, Ustaz Hj Abdul Karim, suami Ustazah Hamidah membentuk grup nasyid di Singapura dan diberi nama Al-Jawaher, yang artinya Permata.

Mereka merekam dan mengeluarkan album perdana Permata, yang diikuti dengan album-album berikutnya sampai awal 1990an. Al-Jawaher bisa disimak melalui YouTube, dan lagu-lagunya yang hits antara lain, “Ku Pohon Restu Ayah Bonda”, “Kembara di Tanah Gersang”, “Yang Merah Itu Saga”, “Adam dan Hawa”, dan masih banyak lagi.

Dalam perjalanannya Al-Jawaher mengalami pasang surut, tapi kegigihan para anggotanya membuat mereka tetap bertahan, meskipun kehilangan 2 anggotanya, sehingga Al-Jawaher kini beranggotakan 7 orang saja, yang terdiri 5 anggota lama dan 2 anggota baru.

Dua diantara anggota yang lama adalah adik dari komposer kawakan M Nasir. Mereka itu ialah Normala Mohd dan Hajar Mohamad, sementara 5 anggota yang lain nya adalah, Norhaiyati Yusop, Latifah Johari, Jumuyah Kasbari, Habibah Othman, dan Siti Rusminah Jaafar.

Al-Jawaher di awal tahun 2019 membuat singel Lambaian Raudah, yang kemudian hingga kini mereka dinaungi oleh Jamiyah Singapura.

Jamiyah adalah sebuah yayasan Islam terbesar di Singapura. Jamiyah yang berorientasi pada amal, memiliki dan ikut mengurus rumah rumah yatim, rumah jompo, pusat rehabilitasi narkoba, membentuk bank makanan bagi yang kurang mampu dan untuk proyek-proyek dakwah, selain itu Jamiyah juga memiliki  sekolah dari taman kanak sampai SMA, dan juga berkarya untuk berbagai kegiatan Islami yang sangat positif. (john js)