Melepas Burung Merpati saat Valentine di Lawang Sewu

JAYAKARTA NEWS – Lawang Sewu Semarang mengundang kamu untuk mengikuti kegiatan Peace & Love February yang penuh arti.

Pada 14 Februari, gedung indah dan bersejarah ini akan jadi tuan rumah dua acara istimewa, Peace and Love Campaign dan Romantic Couple Competition.

Setiap acara menawarkan kesempatan untuk merayakan kasih sayang dengan cara yang penuh makna, sambil turut serta dalam kampanye perdamaian global yang dapat membuat dunia sedikit lebih baik.

Peace and Love Campaign

Kampanye perdamaian ini adalah undangan untuk semua orang ikut menyebarkan pesan damai dengan cara yang sederhana namun sangat kuat.

Pada 14 Februari, pukul 14.14 WIB, semua pengunjung diajak untuk melepaskan sepasang burung merpati putih di halaman Lawang Sewu.

Simbol burung merpati sebagai lambang kedamaian akan mengisi udara, sementara setiap orang yang berpartisipasi akan merasakan makna mendalam dari tindakan sederhana ini.

Berpakaianlah dengan dresscode putih dan menjadi bagian dari gerakan internasional ini untuk perdamaian di bumi.

Romantic Couple Competition

Ingin mengabadikan momen spesial dengan pasangan? Jangan lewatkan Romantic Couple Competition!

Caranya cukup mudah, berfoto bersama pasangan dengan latar belakang yang memukau di Lawang Sewu sambil melepaskan sepasang burung merpati putih.

Bagikan foto indah tersebut di Instagram kamu dan ikut serta dalam lomba foto dengan hadiah menarik!

Berikut syarat dan ketentuan berpartisipasi:

1. Ambil foto bersama pasangan saat melepaskan burung merpati di Lawang Sewu.

2. Unggah foto tersebut di feed Instagram kamu.

3. Follow dan tag akun Instagram @wisata.lawangsewu dan @kawisata.

4. Gunakan hashtag #lawangsewuromanticcouple2025.

5. Periode 14-23 Februari 2025. 

Pemenang akan dipilih berdasarkan jumlah like terbanyak, jadi pastikan fotomu mendapat perhatian banyak orang!

Segera ajak pasangan untuk merayakan cinta dan perdamaian di Lawang Sewu pada Hari Valentine.***/mel

Merpati Kipas juga tak Ingkar Janji

PERNAH mendengar kalimat “merpati tak penah ingkar janji”? Benar. Judul novel bagus karya Mira W, yang kemudian diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama pada tahun 1986 dengan sutradara Eddy Suhendro. Film itu dibintangi Paramitha Rusady dan Adi Bing Slamet.

Ikon burung merpati, ternyata memiliki banyak makna positif. Ia acap dijadikan lambang persabatan. Simbol perdamaian. Lebih dari segalanya, merpati adalah lambang kesetiaan.

Nah, selain makna puitis dan simbolis tadi, burung merpati ternyata juga punya predikat lain. Yang cukup populer adalah burung aduan. Di sejumlah daerah, melepas burung-burung merpati dari kejauhan dalam lomba burung merpati. Burung yang mendarat terlebih dahulu di tempat lomba, adalah sang pemenang. Sebagai daya tarik, pemain akan mengipas-ngipaskan sayap merpati betina di darat, lalu sang burung merpati jantan akan menukik dari angkasa menubruk si betina.

Belakangan, burung merpati juga menjadi burung hias yang diburu penggemar. Berbeda dengan burung merpati aduan, maka burung merpati hias yang dimaksud adalah jenis burung merpati kipas. Bentuknya yang unik dengan ekor yang menyerupai kipas menjadi daya tarik tersendiri.

Salah seorang penghobi merpati kipas adalah Arya (40), warga Cijeruk, Bogor. Awalnya, ia membeli dua pasang merpati kipas hanya untuk peliharaan di belakang rumah. Dengan sistem umbar (dilepas) dan diberi makan biji-bijian sepertj jagung, setahun kemudian berkembang biak menjadi puluhan ekor.

Kini, burung merpati kipas Arya sudah menjadi buruan penggemar. Tak sengaja, Arya pun dikenal sebagai penjual burung merpati kipas. Menurutnya memelihara burung merpati kipas sangat menguntungkan, menjualnya pun tidak sulit. Banyak orang yang datang ke rumahnya untuk membeli burung tersebut. Mereka yang datang, ada yang membeli untuk dipelihara sendiri, ada juga yang membeli dalam jumlah banyak untuk dijual kembali.

Burung merpati kipas anakan, dijual antara Rp 100.000 sampai Rp 150.000 sepasang. Sedangkan yang dewasa, bisa dua kali lipat harganya. “Sebulan, pasti ada yang beli. Kadang dua pasang, kadang tiga pasang, kadang lebih. Tidak tentu. Silakan dicoba, memelihara burung merpati kipas, dijamin menguntungkan,” kata Arya.

Janji Arya, pasti terbukti. Sebab, katanya, “merpati tak pernah ingkar janji….” ***