Budi Waseso Jadi Ketua Kwarnas Pramuka

Presiden Joko Widodo lantik Budi Waseso jadi Ketua Kwarnas Pramuka–foto istimewa

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Pengurus Kwartir Nasional (kwarnas) Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) Masa Bakti  Tahun 2018-2023 di Halaman Tengah Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (27/12). Acara pelantikan diawali dengan kumandang lagu Indonesia Raya yang diiringi oleh Korps Musik Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Republik Indonesia Nomor 67/M Tahun 2018, tanggal 26 Desember 2018, tentang Pengukuhan Susunan pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Masa Bakti Tahun 2018-2023. Dalam kesempatan ini, Presiden, yang melantik Budi Waseso sebagai Ketua dan Anggota pengurus kwarnas gerakan Pramuka masa bakti 2018-2023 lainnya, meminta komitmen, sebagai berikut:
1. Saya harap Saudara-saudara membaca dan memahami Undang-undang Nomor 12 tahun 2010 tentang gerakan Pramuka secara lengkap karena ketentuan tersebut merupakan landasan hukum bagi Gerakan Pramuka;
2. Demikian pula saya harap Saudara-saudara membaca dan memahami isi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga mengajukan beberapa pertanyaan yang harus dijawab dengan singkat dan jelas.
1. Setelah memahami Undang-undang Nomor 12  Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, apakah Saudara-saudara dapat menyetujuinya?
2. Apakah saudara-saudara bersedia melaksanakan tugas membina dan mengembangkan gerakan kepramukaan dengan jiwa pengabdian sesuai dengan kemampuan yang Saudara-saudara miliki?
3. Sebagai perwujudan kesediaan itu, bersediakah Saudara-saudara secara sukarela dan dengan hati yang tulus ikhlas mengucapkan janji Pramuka Trisatya? “Sebelum Saudara-saudara mengucapkan janji, saya persilakan berdoa memohon kepada Tuhan YME agar janji Trisatya yang Saudara-saudara ucapkan nanti mendapatkan rida dan selalu mendapatkan bimbingan-Nya, berdoa mulai, ‘Berdoa selesai’,” ujar Presiden.
Selanjutnya, prosesi dilanjutkan dengan memegang ujung bendera Sang Merah Putih dengan tangan kanan dan meletakkan pada dada sebelah kiri dekat detak jantung sebagai tanda bahwa selama jantung masih berdetak seluruh pengurus akan selalu ingat akan tugas dan kewajiban dalam gerakan Pramuka. “Selanjutnya saya persilakan saudara-saudara untuk mengucapkan Trisatya dengan bantuan saya,” tutur Presiden yang dilanjutkan dengan mengucapkan Janji Trisatya bersama-sama.
Trisatya, demi kehormatanku, Aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup, ikut serta membangun masyarakat, serta menepati darma Pramuka.
Usai pengucapan Trisatya, Presiden secara resmi melantik pengurus Kwarnas Pramuka. “Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini, Kamis, 27 Desember 2018, saya lantik Saudara-saudara sebagai Ketua dan Anggota Pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Masa Bakti 2018-2023,” ujarnya. (gun)

Budi Waseso Jadi Direktur Utama Bulog

Budi Waseso

BERDASARKAN Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-115/MBU/04/2018, Menteri BUMN Rini Soemarno, Jumat (27/4) lalu  merombak susunan direksi dan dewa pengawas Perum Bulog.

Rini mengangkat Budi Waseso sebagai Dirut Perum Bulog menggantikan Djarot Kusumayakti yang telah menjabat sebagai pimpinan Bulog sejak 2015. Selain itu, Rini juga mengangkat Koordinator Staf Kepresidenan Teten Masduki sebagai Ketua Dewan Pengawas Bulog menggantikan Sudar Sastro Atmojo.  Selain pengangkatan Direktur Utama, SK Menteri BUMN  juga mengangkat Triyana  menjadi Direktur Keuangan.

Terkait pengangkatan Buwas sebagai Dirut Bulog, menurut  Presiden Joko Widodo (Jokowi)  pengangkatan mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso sebagai Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog karena Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu membutuhkan orang yang tegas, berani, dan jujur.

“Kita perlu orang yang tegas, orang yang berani, orang yang jujur, orang yang memiliki rekam jejak dalam mengelola Bulog,” kata Presiden  kepada wartawan usai membuka Musyawarah Perencanaan  Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2018 di Puri Agung Ballroom Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/4) pagi.

Presiden Jokowi menambahkan, di situ (Bulog) ada persoalan perut, persoalan beras ini adalah persoalan rakyat. “Jadi kita memerlukan sosok yang seperti tadi saya sampaikan,” ujarnya.

Berikut susunan direksi Bulog per 27 April 2018: 1. Budi Waseso sebagai Direktur Utama; 2. Triyana sebagai Direktur Keuangan; 3. Karyawan Gunarso sebagai Direktur Operasional dan Pelayanan Publik; 4. Imam Subowo sebagai Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri; 5. Tri Wahyudi Saleh sebagai Direktur Komersil; 6. Febriyanto sebagai Direktur SDM & Umum; dan 7. Andrianto Wahyu Adi sebagai Direktur Pengadaan.

Budi Waseso (tengah) sebagai Dirut Bulog yang baru.

Menanggapai pengangkatannya, Buwas mengaku tahu dirinya diangkat menjadi Dirut Bulog, saat tiba di kantor Kementerian BUMN. Menurut mantan Kepala BNN  ini tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari Kementerian BUMN.  “Saya baru tau tadi nih datang ke sini terima SK ini,” ujar Buwas yang dilansir Tribunnews.com.

Pada masa awal kepemimpinannya, Buwas mengaku akan melakukan pendalaman terlebih dulu mengenai tugas poko dari Bulog. “Ya saya perlu mendalami itu semua, mempelajari, saya harus tau juga tugas pokok dari Bulog,” kata Buwas.

PENDIDIKAN                     

Akademi Kepolisian tahun 1985

KARIER

Kepala Bidang Propam Jateng, 2009

Kepala Pusat Pengamanan Internal Mabes Polri, 2010

Kapolda Gorontalo, 2012

Widyaiswara Utama Sespim Polri, 2013

Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri, 2014

Kabareskrim Polri, 2015

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), 2015

Direktur Utama Bulog (27 April 2018 s/d -) ***

Pisgor Campur Narkoba

NAMANYA Agus Suwarno, usia 69 tahun. Pria asal Jepara ini nekad berjalan kaki menempuh jarak 549,5 kilometer dan menghabiskan waktu dua pekan dari desanya, Dukuh Randu Sari, Jepara menuju Jakarta untuk bertemu Kepala BNN, Budi Waseso. “Mimpi saya terwujud, yakni ketemu Bapak Budi Waseso. Saya ingin membantu kampanye stop narkoba,” ujar kakek 6 cucu ini.

Perjalanannya tak sia-sia. Bukan saja jumpa Buwas, sebutan akrab untuk Budi Waseso, tapi ia juga menerima pin bertuliskan “Penggiat Anti Narkoba” yang ditempelkan langsung oleh Kepala BNN yang mantan Kabareskrim itu.

Agus Suwarno

Agus yang pernah menjadi kuli panggul di Tanjung Priok ini menyampaikan aspirasinya, agar di daerahnya di Jepara, segera dibangun Kantor Cabang BNN. “Terus terang saya sangat prihatin, bahwa masalah narkoba di daerahnya sudah sangat mengkhawatirkan. Belum lama ini, ada anak SD mabuk setelah makan pisang goreng, yang ternyata sudah dicampur narkoba,” paparnya.

Kepada Kepala BNN, Agus juga menyampaikan harapan lainnya yakni ingin mendapatkan izin untuk bisa keluar masuk sekolah dalam rangka memberikan sosialisasi bahaya narkoba bagi para pelajar. “Untuk membantu mengkampanyekan stop narkoba, telah ia rintis di desanya. Bersama jajaran di desanya, ia telah membangun relawan pemberantas narkoba,” katanya.

Usai pertemuan dengan Kepala BNN, Agus mengisahkan banyak kenangan yang ia dapatkan ketika melakukan perjalanan. Di Brebes ia mengaku dicegat seseorang yang turun dari sebuah mobil berpelat B atau Jakarta. “Pria misterius ini menawarkan uang sebesar Rp 10 juta asal ia  tidak melanjutkan perjalannya ke Jakarta, tapi kembali ke Jepara saja. Tapi, saya menolak uang Rp 10 juta dan tetap melanjutkan berjalan sampai Jakarta,” kenangnya. ***