Presiden Jokowi Pastikan Bantuan Beras di Purwakarta Tersalurkan dengan Baik

JAYAKARTA NEWS – Presiden Joko Widodo menyerahkan langsung bantuan pangan cadangan beras pemerintah bagi masyarakat penerima manfaat di Lapangan Sahate Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 9 November 2023. Dalam kesempatan tersebut, Presiden berdialog dengan para penerima manfaat sekaligus memastikan bahwa penyaluran bantuan pangan berupa beras tersalurkan dengan baik.

“Pada bulan April, Mei, Juni kita berikan 10 kg, 10 kg, 10 kg sudah diterima? Kemudian September, Oktober, November 10 kg, 10 kg, 10 kg sudah diterima?” tanya Presiden.

“Sudah,” jawab masyarakat penerima manfaat.

Presiden Jokowi menyebut bahwa bantuan serupa akan diberikan pada bulan Desember 2023 mendatang. Selain itu, bagi masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH), pemerintah juga akan memberikan bantuan tunai sebesar Rp200 ribu per bulannya pada bulan November dan Desember 2023.

“Nanti coba dilihat di rekening Ibu di November dan Desember akan ditransfer Rp200 ribu, Rp200 ribu,” tutur Kepala Negara.

“Alhamdulillah,” jawab para penerima manfaat.

Turut mendampingi Presiden pada kesempatan tersebut antara lain Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Direktur Utama Bulog Budi Waseso, Pj Gubenur Jawa Barat Bey Machmudin, dan Pj Bupati Purwakarta Benni Irwan.***/mel

Pemerintah Perpanjang Pemberian Bantuan Beras Hingga Juni 2024

JAYAKARTA NEWS – Presiden Joko Widodo menggelar rapat bersama sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju yang membahas soal perpanjangan penyaluran bantuan pangan pada Senin, 6 November 2023, di Istana Merdeka Jakarta. Dalam rapat tersebut, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bantuan pangan berupa beras hingga Juni 2024 mendatang.

“Jadi tadi sudah diputuskan harusnya bantuan sosial beras itu sampai September, Oktober, November, diperpanjang sampai Desember kemudian Januari, Februari, lanjut nanti sampai portal kedua tahun 2024 Maret, April, Mei, Juni,” ujar Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dalam keterangannya kepada awak media usai mengikuti rapat.

Zulkifli juga mengatakan bahwa stok beras pemerintah yang ada saat ini masih dalam kondisi aman. Menurutnya, beras impor untuk stok beras pemerintah akan terus masuk hingga bulan Januari mendatang.

“Sehingga stok beras kita akan mencapai jumlahnya hampir 2 juta ton. Jadi aman soal stok,” ungkap Zulkifli.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan terpisah mengatakan bahwa penyaluran bantuan pangan sudah sesuai dengan target yang ditentukan. Penyaluran di bulan September 2023 sudah mencapai 94,95 persen, bulan Oktober mencapai 94,89 persen, dan bulan November mencapai 18,45 persen.

“Dan kita masih ada di bulan Desember. Jadi bulan September yang tersalur sekitar 201 ribuan, demikian pula di bulan Oktober,” ucap Airlangga.

Airlangga juga mengatakan bahwa Bulog membutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp19,1 triliun. Tambahan anggaran tersebut terdiri dari tahap pertama sebesar Rp7,9 triliun, tahap kedua Rp8,4 triliun, serta anggaran untuk distribusi dan lain-lain sebesar Rp2,8 triliun.

“Tadi arahan Bapak Presiden bahwa Menteri Keuangan diminta untuk segera melunasi tagihan Bulog yang sudah terakumulasi sebesar Rp16 triliun,” tutur Airlangga.

Sedangkan terkait insentif yang akan diberikan, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah akan menanggung bea masuk dengan tarif spesifik 450 kilo. Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) tersebut nantinya akan diberikan oleh Kementerian Keuangan.

“Nanti Badan Pangan akan menyiapkan itu untuk BMDTP yang nanti akan diberikan oleh Kementerian Keuangan,” ujar Airlangga.***/mel

Jatim Kirim Bantuan untuk Korban Bencana Sulbar dan Kalsel

JAYAKARTA NEWS—-Pemprov Jatim akan mengirimkan bantuan untuk korban bencana alam di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan melalui KRI Banda Aceh, Selasa (26/1/2021).

Pada Senin (25/1/2021) kemarin, dilakukan proses loading barang bantuan pemprov ke KRI Banda Aceh. KRI Banda Aceh akan berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin (Kalsel) pada Selasa (26/1/2021) pukul 13.00 WIB. Perkiraan tiba di Banjarmasin pada Rabu (27/1/2021) pukul 08.00 WITA.

Kemudian, KRI Banda Aceh meneruskan perjalanan ke Mamuju, Sulbar pada Kamis (28/1/2021) pukul 16.00 WITA. Perkiraan tiba di Mamuju pada Minggu (31/1/2021) pukul 07.00 WITA.

Untuk penanganan bencana banjir di Kalsel, pemprov mengirimkan bantuan beras 10 ton dan dana senilai Rp1 miliar.

Sedangkan, untuk penanganan gempa di Sulbar, pemprov mengirimkan bantuan beras 10 ton, dana senilai Rp 1 miliar, mie instan 500 dos, biskuit 1000 pcs, teh celup 1000 box, pampers 400 pack, gula pasir 500 kg, pembalut wanita 500 pack, sabun mandi 500 pcs, shampoo 366 botol, pasta gigi 500 pcs, sikat gigi 200 pcs, handuk 200 pcs, pakaian dalam 351 pcs dan selimut 34 pcs.

“Teruntuk saudara-saudara kami di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan yang tengah tertimpa musibah bencana gempa dan banjir. Sedikit bantuan yang kami kirimkan ini semoga bisa membantu meringankan beban dan duka saudara-saudara sekalian,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di akun Instagram pribadinya, khofifah.ip, Senin (25/1/2021).

“Tetap semangat untuk kembali bangkit dari masa-masa sulit ini. Dan, semoga Allah SWT selalu melindungi bangsa dan negara ini. Aamiin,” imbuh Khofifah.

Berbagai bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia, seperti banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan gempa bumi di Sulawesi Barat (Sulbar). Hal ini mendorong berbagai pihak di Jatim untuk terus memberikan kontribusi dan bantuan bagi para korban.

Sekadar diketahui, bantuan 20 ton beras untuk Sulbar dan Kalsel itu datang dari PT Jaya Kirana Sakti. Bantuan tersebut diserahkan kepada Pemprov Jatim, untuk kemudian akan didistribusikan kepada para korban bencana alam di Kalsel dan Sulbar.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono di halaman depan Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan 110 Surabaya, Selasa (19/1/2021). Penyerahan bantuan ini disambut baik oleh Sekdaprov Jatim. 

Mewakili gubernur, ia menyampaikan terima kasih. Menurutnya, bantuan ini akan didistribusikan kepada para korban bencana alam di Kalsel dan Sulbar.

Heru mengatakan, sesuai arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pemprov Jatim juga akan memberikan bantuan untuk dua daerah tersebut berupa uang masing-masing sebesar Rp1 miliar.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jaya Kirana Sakti, Gagah Eko Wibowo, mengatakan, dalam satu minggu ini di Indonesia mengalami rangkaian bencana alam baik di Kalsel dan Sulbar. Untuk itu, pihaknya tergerak untuk memberikan sumbangsih untuk korban bencana.

Tidak hanya itu, 20 ton beras bantuan tersebut merupakan hasil dari para petani di Kediri dan termasuk program pemulihan  ekonomi dampak Covid-19.

“Kami mendengar Pemprov Jatim melalui BPBD akan mendistribusikan bantuan untuk daerah tersebut. Beras yang kami berikan ini berupakan beras dari petani kediri yang merupakan program pemulihan ekonomi. Semoga usaha kami ini bisa sedikit memberikan sumbangsih bagi korban bencana alam,” pungkasnya. (poedji)