Banjir DKI Jakarta Akibatkan 463 Jiwa Terdampak

JAYAKARTA NEWS— Hujan dengan intensitas tinggi serta durasi yang cukup lama menyebabkan banjir melanda sebagian wilayah Provinsi DKI Jakarta, sebanyak 463 jiwa terdampak akibat peristiwa yang terjadi pada Sabtu (25/5) pukul 06.00 WIB.

Dilansir BNPB, kejadian ini mengakibatkan enam Kecamatan yang berada di wilayah Provinsi DKI Jakarta yaitu Kecamatan Jagakarsa, Kecamatan Pancoran, Kecamatan Pasar Minggu, Kecamatan Jatinegara, Kecamatan Kramat Jati dan Kecamatan Penjaringan terdampak dengan ketinggian air terpantau 30-200 cm.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, tercatat sebanyak 463 jiwa dan 146 rumah terdampak oleh banjir ini yang berakibat terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat pada wilayah yang terendam banjir.

Menurut laporan peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa wilayah Provinsi DKI Jakarta masih akan dilanda hujan lebat dengan status waspada hari ini

BPBD Provinsi DKI Jakarta hingga saat ini masih terus melakukan pendataan dan monitoring dampak banjir ini ke aparat kecamatan dan kelurahan di daerah terdampak banjir.

Kondisi mutakhir dilaporkan bahwa beberapa wilayah Kelurahan terdampak yang berada di Kecamatan Penjaringan dan Kecamatan Jagakarsa sebagian besar sudah mulai surut.***/din

Banjir Laporan Banjir

HUJAN deras yang menerjang Jakarta pada hari Senin (20/2) dan Selasa (21/2) kemarin, berdampak luar biasa. Lamanya hujan pun berakibat meningkatkatnya debit air di sejumlah titik di Jakarta, yang berujung banjir.

Sepanjang dua hari tersebut, aplikasi Qlue mencatatkan peningkatan laporan banjir yang signifikan. Total jenderal, ada 1.500 laporan banjir yang masuk sejak 1 Desember 2016 sampai 21 Februari 2017, namun lonjakan terbesar terjadi pada dua hari kemarin.

Lalu, apa itu aplikasi Qlue? Aplikasi Android Ini Bisa Merubah Jakarta Menjadi Lebih Baik. Qlue adalah aplikasi yang dibuat untuk menjadi jembatan antara warga dan pemerintah yang bertujuan untuk membangun Jakarta agar lebih baik lagi. Dengan aplikasi ini kita bisa bebas untuk menyampaikan keluhan tentang apa yang tidak wajar pada kota Jakarta.

Memang, jika biasanya Anda bingung mau mengadu ke siapa soal jalanan rusak, lampu penerangan jalan kurang, atau jalanan macet, dan berbagai permasalahan lainnya, maka aplikasi Qlue jawabannya. Qlue adalah aplikasi yang sengaja dibuat oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk dijadikan sebagai sarana pengaduan masyarakat. Melalui aplikasi media sosial Qlue Anda bisa berkomunikasi langsung dengan pemerintah atau swasta yang memiliki kepentingan publik.

Sebesar 43% dari total laporan banjir yang masuk didominasi pada 21-22 Februari kemarin. Besaran tersebut meningkat hingga tiga kali lipat dibanding hari-hari sebelumnya. Qlue memaparkan kalau laporan yang masuk sudah terselesaikan sebanyak 2,7% sementara itu 27,9% lainnya masih dalam status proses, dan 69,4% sisanya menunggu untuk direspon.

Selain data mengenai banjir, Qlue juga menginformasikan data laporan lain yang terkait dengan hujan panjang di Jakarta. Salah satunya adalah pohon tumbang, di periode yang sama (20-21 Februari 2017). Laporan pohon tumbang mencatatkan 31 laporan, 6,4% telah berstatus diselesaikan, 74,2% sedang dalam proses dan 19,4% nya masih menunggu direspon.

“Laporan banjir hari ini cukup menarik perhatian kami, jumlahnya memang lumayan melonjak dibandingkan jumlah laporan harian biasanya. Dengan adanya data ini kami harap semua pihak semakin waspada dengan cuaca dan keadaan lingkungannya,” ujar Elita Yunanda selaku Marketing Manager Qlue Indonesia, Rabu (22/2). ***