Arumi Bachsin Launching Buku ‘Aku Anak Sehat dan Kuat’

MALANG, JAYAKARTA NEWS–Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak membuka Rapat Koordinasi Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur dan Perencanaan PKK Sehat Lestari Berencana Tahun 2022, yang di laksanakan di Senyum World Hotel, Batu, Selasa (15/11).

Pada Rakerda tersebut, Arumi juga melaunching buku berjudul ‘Aku Anak Sehat dan Kuat’.

Sebagai informasi, Buku ‘Aku Anak Sehat dan Kuat’ yang ditulis Arumi Bachsin merupakan buku anak bergambar yang mengisahkan tentang seorang ibu dan kedua anaknya mendatangi Posyandu untuk melakukan imunisasi.

Buku tersebut juga berpesan, pentingnya imunisasi bagi anak dalam rangka membuat sistem kekebalan dalam tubuh.

Menurutnya, buku tersebut sebagai upaya mengimplementasikan gerakan gemar membaca bagi anak usia dini untuk mendukung gerakan literasi. Buku tersebut dibuat dengan gambar yang menarik dan dengan berbagai macam warna.
Diharapkan anak-anak lebih minat untuk membaca.

“Pada kesempatan berbahagia ini mohon ijin kami akan melaunching Buku Aku Anak Sehat Dan Kuat, bekerjasama dengan PT. Penerbit Erlangga yang nantinya akan dimafaatkan bagi anak – anak Balita pada Kelompok PAUD dan Taman Kanak – Kanak,” ujarnya.

Distribusi bukunya pun, lanjut Arumi, melalui Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Jawa Timur, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGKTI) Jawa Timur dan Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Jawa Timur, semoga buku ini bermanfaat bagi Anak – Anak Usia Dini.

Selain itu, buku ini sudah dapat ditemui di semua toko buku yang ada di Indonesia.
Disisi lain, mengenai Rakor TP PKK se Jawa Timur, Arumi mengatakan, dirinya berharap adanya sinergitas program gerakan PKK mulai jenjang Tim Penggerak PKK Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan sampai Desa / Kelurahan haruslah nampak jelas keterkaitannya.

Utamanya, dalam perencanaan program sesuai dengan potensi daerah dan kemampuan ketersediaan anggaran Pemerintah Daerah bermitra dengan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Terkait.

“Penyusunan program kerja supaya memperhatikan lima misi gerakan PKK untuk mencapai Rencana Induk Dan Strategi Gerakan PKK sampai dengan Tahun 2024,” ujar Arumi.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan lima misi tersebut yang meliputi pembentukqn karakter keluarga melalui pola asuh sesuai dengan nilai dasar pancasila, meningkatkan pendidikan dan ekonomi keluarga, memperkuat ketahanan keluarga melalui pemenuhan pangan, sandang, rumah sehat layak huni serta tata laksana Rumah Tangga (RT).

Selain itu, Arumu juga berpesan, misi tersebut haruslah berpedoman pada meningkatkan kesehatan, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat serta modernisasi organisasi PKK dengan memanfaatkan teknologi informasi.

“Tim PKK Jatim mengawali tahun ini berproses membuat buku saku mengenai cegah perkawinan anak. Terimakasih kerjasama mitra dari seluruh pihak yang terlibat, BKKBN, Dispendik Jatim, Kantor Agama dan lain sebagainya termasuk BNN,” ujar Arumi.

Mantan Ketua TP PKK Kab Trenggalek tersebut juga menambahkan, diharapkan buku saku tersebut dapat dipahami oleh anak maupun orang tua.

“Ada 12 modul yang diadaptasi dari Bina Keluarga Balita di Posyandu, yang mana buku ini dikerjakan dalam waktu 3 bulan dan terdapat sistem penilaian lulus atau pun tidak lulus. Selain itu, tentu ada wisudanya,” ujar Arumi.

Menariknya, lanjut Arumi, program ini mengajak keterlibatan ayah untuk mendapatkan edukasi mengenai pola asuh anak.

Dikesempatan yang sama Wagub Emil yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menambahkan, PKK merupakan jejaring yang efektif yang digerakkan oleh perempuan.

“Ini luar biasa dan memang PKK melakukan transformasi sesuai perkembangan jaman. Akan ada lintas generasi di PKK,” kesan Emil.

“Kekuatan PKK ini sangat luar biasa mulai dari pusat hingga tingkatan dasawisma. PKK merupakan gerakan ikhlas,” imbuhnya.

Mengenai buku ‘Aku Anak Sehat Dan Kuat’ yang baru dilaunchingkan Wagub Jatim menyampaikan selain sebagai saran sosialisasi diharapkan buku tersebut dapat menjadi internalisasi supaya dapat menjadi kebiasaan dikalangan anak-anak.

“Judul bukunya seperti lagu ketika saya masih kecil, dan hingga saat ini membekas. Maka dari itu hal seperti ini perlu dikelola sebagai terobosan agar pesan dari buku tersebut dapat terus tertanam di ingatan anak-anak,” kata Emil. (poedji)

Arumi Bachsin Ajak Para Atlet Jaga Sportivitas dan Persahabatan

SURABAYA, JAYAKARTA NEWS–Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak mengajak seluruh atlet yang berlaga pada rangkaian lomba yang dilaksanakan pada Gebyar Perwosi 2022 untuk menjaga sportivitas dan pedahabatan.

“Karena sempat vakum selama 2 tahun akibat pandemi, jadi gelaran kali ini semuanya bahagia. Harus semangat dan tidak melupakan sportivitas serta persahabatan,” ungkap Arumi saat membuka Rakerprov dan Gebyar Perwosi Jatim 2022 di Halaman Gedung Rektorat Unesa Lidah Wetan, Surabaya Sabtu (6/8).

Pembukaan ini ditandai dengan penerbangan burung merpati oleh Arumi Bachsin didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Prov Jatim Pulung Causa, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Prob Jatim Restu Novi Widiani, Wakil Ketua I KONI Jatim Andi Mattalitti, dan Ketua DWP Unesa Endah Purnomowati Nur Hasan.

Arumi Bachsin saat memotivasi peserta dalam Gebyar Perwosi Jatim (foto: istimewa)

Usai membuka acara, kepada seluruh peserta gebyar Perwosi menyuntikan motivasi, agar para ibu-ibu yang hadir dan mengikuti rangkaian acara ini tetap memiliki jiwa yang memasyarakatkan olahraga. Artinya bahwa, lanjut Arumi olahraga bukan hanya untuk segelintir orang, melainkan bagi masyarakat luas tanpa pandang bulu.

“Menyehatkan dan memperbaiki pola hidup sehat  masyarakat ini sangat penting. Juga kami percaya bahwa olahraga ini bisa dinikmati semua kalangan,” katanya.

Untuk diketahui, pelaksanaan Rakerprov dan Gebyar Perwosi dilaksanakan selama 2 hari yakni 6-7 Agustus 2022 bertempat di Unesa Lidah Wetan Surabaya.

Pada gelaran Gebyar Perwosi, tercatat ada 3 bidang olahraga yang dilombakan. Ketiganya adalah Lomba Petanque, Lomba Langkah Dansa dan Lomba Senam Perwosi. 

“Jumlah pesertanya berbeda-beda bergantung pada ketersediaan atlet yang dilatih ditiap Kabupaten/Kota,” sebutnya

Kemudian, Arumi mengatakan esok hari, kegiatan akan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Provinsi yang akan dihadiri oleh Perwakilan Pengurus Perwosi dari 38 kab/ko se-Jatim. “Semoga dengan adanya Rakerprov bisa menghadirkan ide-ide dan inovasi baru yang bisa mengembangkan program-program serta bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.

Arumi kemudian juga berkesempatan meninjau lokasi pelaksanaan lomba petanque. Sebagai pembuka, dirinya juga melakukan lemparan bola petanque. Kemudian, Arumi juga menyapa para atlet yang akan bertanding.

“Semangat bertanding semuanya. Ingat selalu jagavsportifitas. Kalah menang sudah biasa, yang penting bahagia,” sapanya.

Sementara itu, Wakil Ketua 1 KONI Jatim Andi Mattalitti menyampaikan bahwa KONI Jatim akan selalu support pada setiap kegiatan Perwosi.”Intinya saya berterima kasih atas seluruh kegiatan olahraga wanita yang bergerak di Jatim. Semoga selalu sukses di ajang lomba-lomba lainnya,” pungkasnya. (poedji)

Terima Penghargaan MKK, Arumi Berharap Jadi Semangat Baru Dalam Penurunan Angka Stunting di Jatim

JAYAKARTA NEWS – Upaya penurunan angka stunting di Jawa Timur oleh Tim Penggerak PKK Jawa Timur berbuah manis. Hari ini, Rabu (6/7), Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak menerima Penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK).

MKK merupakan penghargaan tertinggi dari Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI dan penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BKKBN RI Hasto Wardoyo kepadanya di Hotel Santika Dyandra Convention Center Medan, Selasa (6/7) siang.

Atas pencapaian tersebut, Arumi berucap syukur dan terima kasih atas kepercayaan BKKBN RI kepada Jawa Timur. Penghargaan MKK ini diharapkan menjadi lecutan semangat baru bagi TP PKK Provinsi Jatim untuk penurunan angka stunting di Jawa Timur.

“Terima kasih Bapak Kepala BKKBN atas kepercayaan dan juga apresiasi kepada kami. Mudah-mudahan ini menjadi semangat baru khususnya untuk percepatan penurunan angka stunting di provinsi kami,” kata Arumi panggilan akrabnya.

Arumi melanjutkan, pihaknya yang di tim penggerak PKK mewakili seluruh rekan rekan di provinsi Jawa timur dari tingkat provinsi sampai dengan kabupaten kota dan desa mengucapkan terima kasih.

Arumi mengatakan bahwa TP PKK Jatim masih punya tugas penurunan angka stunting yang masih harus terus diturunkan sampai mencapai target nasional. Ia mengungkapkan berbagai hal telah dilakukan untuk upaya penurunan angka stunting termasuk bermitra dengan berbagai pihak.

“Sekarang masih sekitar 23,5 persen, yang kami harapkan dengan bermitra dengan MoU sudah dengan segala pihak dan bekerja sekeras mungkin ini dapat mencapai target nasional minimal mendekati target nasional sampai akhir nanti tahun 2024,” ungkapnya.

Arumi yang juga Ketua Dekranasda Jatim ini menjelaskan, TP PKK Jatim selalu berupaya dan bekerja sepenuh hati untuk penurunan angka stunting.

Sehingga penghargaan MKK ini adalah bagian dari bonus yang didapatkannya bersama seluruh pihak yang terlibat dalam penurunan angka stunting di Jawa Timur.

“Karena seyogyanya kami bekerja bukan karena menginginkan apresiasi atau pengakuan,” tuturnya.

Tak hanya itu, karena penghargaan MKK ini adalah kerja keras TP PKK Jatim bersama mitra dan pihak terkait, maka ia juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu dan terus berupaya pada penurunan angka stunting di Jawa Timur.

“Penghargaan ini bukanlah kerja keras saya pribadi melainkan seluruh mitra yang ada di Jawa Timur, dan saya yakin di setiap provinsi di Indonesia bekerja sekuat tenaga,” ucap Istri Wagub Jatim ini.

Dia juga berterima kasih kepada TP PKK Jatim dan seluruh mitra atas kerja kerasnya, semoga ke depan kita semakin semangat bekerja untuk penurunan stunting di Jawa Timur. (poedji)

Arumi Apresiasi Upaya Perajin dan Pengusaha Batik Lestarikan Warisan Bangsa

JAYAKARTA NEWS – Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak mengapresiasi upaya perajin dan pengusaha batik dalam melestarikan warisan kerajinan batik. Tidak sekadar melestarikan saja, pihaknya berharap mampu mendongkrak roda ekonomi pasca pandemi Covid-19.

“Ini adalah salah cara melestarikan dan memperkenalkan batik kepada masyarakat lokal bahkan masyarakat internasional,” kata Arumi saat membuka Pameran Grebeg Batik Indonesia 2022 di Atrium Grand City Mall Surabaya, Rabu, (20/4).

Menurutnya, selain memperkenalkan warisan budaya batik, pameran ini sebagai langkah nyata untuk memberdayakan pelaku UKM serta sebagai wujud pemulihan ekonomi pasca pandemi.

“Perajin dan pengusaha batik paling berdampak saat pandemi Covid-19. Saya apresiasi kepada seluruh pengusaha batik karena sampai saat ini eksis bahkan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Mau memperhatikan dan mempertahankan karyawan-karyawannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, grebeg batik tidak sekadar memberdayakan pelaku UKM, melainkan juga turut mempercepat pemulihan ekonomi yang dibarengi dengan kampanye ‘Bangga Buatan Indonesia’.

“Dari acara ini, bisa mendorong pelaku UKM untuk naik kelas hingga produknya bisa tembus luar negeri,” ungkapnya.

Melalui pameran yang diselenggarakan selama 5 hari (20-24 April) itu, Arumi berharap, pasca pandemi Pameran Grebeg Batik Indonesia menjadi peluang bagi perajin batik untuk meningkatkan ekonomi pasca pandemi.

“Membangun kemandirian pengusaha batik dan laju seni batik yang lebih baik dan berkualitas,” ujarnya.

Pameran pembukaan Grebeg Batik ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Ketua Dekranasda Jatim Arumi, regional consummer bussines head regional operation BRI Surabaya Argo Prabowo dan Ketua Umum Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) Komarudin Kodiya sebagai simbol menggaungkan pameran batik ke seluruh Nusantara.

Adapun jumlah peserta pameran perajin dan pengusaha batik sebayak 71 orang yang berasal dari Papua, NTT, NTB, Kalimantan, Bali, Jatim, Jateng, Jawa Barat dan Jakarta.

Selain produk batik, pameran dengan slogan ‘Asli batiknya, asli perajinnya dan asli harganya’, juga menyediakan berbagai macam akesoris hingga kerajinan kain tenun dari NTB dan NTT.(poedji)

Arumi Ajak Tinggal di Rumah

Jayakarta News – Ketua TP PKK Provinsi Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak mengajak masyarakat selama 14 hari untuk mengutamakan tinggal di rumah, utamanya bersamaan dengan libur sekolah. Hal ini penting dilakukan, untuk bisa menghentikan rantai penularan dan mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Imbauan tersebut disampaikan Istri Wakil Gubernur Jatim yang lekat disapa Arumi ini lewat video yang dibagikan melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (19/3).

“Empat belas hari kita tinggal di rumah dengan tujuan untuk menghentikan rantai penularan Covid-19. Mari kita selamatkan ribuan orang dengan tetap melakukan aktivitas dari rumah,” terang Arumi.

Arumi menambahkan, pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat dan kader-kader PKK untuk tetap melakukan aktivitas dengan cara social distancing atau mengurangi kontak dengan orang lain. Namun demikian, masyarakat tetap diminta untuk terus menjaga dan memonitor diri selama 14 hari.

“Tetap lakukan aktivitas seperti biasa, tapi dengan menerapkan social distancing dan mengurangi kontak langsung dengan orang lain,” tegasnya.

Selain itu, Arumi juga meminta untuk terus menjaga dan memastikan anak-anak mereka selama libur sekolah tetap belajar dan bermain di rumah. Selain itu menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan bugar dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan juga sehat.

“Kita harus terus menjaga kondisi kesehatan kita. Serta, yang terpenting kami harap jangan sampai melakukan panic buying atau memborong, karena apa yang kita lakukan akan mempengaruhi saudara-saudara kita yang lain,” urainya.

Arumi berpesan, selain menjaga kondisi kesehatan, aktivitas berolahraga juga harus terus rutin dilakukan. Termasuk membiasakan mencuci tangan dengan air yang mengalir.

“Mari kita lindungi diri dan juga keluarga untuk mencegah corona virus dan sehatkan Indonesia,” pungkasnya. (poedji)

Arumi Dukung Tanam Empon-empon

Jayakarta News – Guna menyukseskan program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Jatim, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional BKKBN Provinsi Jawa Timur menggandeng Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin.

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur Sukaryo Teguh Santoso mengatakan, saat ini pihaknya gencar melakukan kerjasama dengan mitra kerja, salah satunya PKK Provinsi Jawa Timur. 

Menurutnya, dengan kerjasama yang baik antara BKKBN dengan TP PKK, maka pencapaian program Bangga Kencana di Jatim mudah tercapai. “Mohon jangan pernah surut untuk selalu mendukung dan membimbing keberhasilan program Bangga Kencana di Jawa Timur,” kata Teguh panggilan akrab Sukaryo Teguh Santoso saat bertemu Arumi siang tadi.

Mantan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat ini menyatakan, pihaknya sangat tertarik dengan menggalakkan kembali menanam empon-empon dan tanaman obat keluarga (Toga), “Bagaimana jika para Penyuluh Keluarga Berencana dan Kader PKK bersinergi membumingkan gerakan penanaman empon-empon dan toga tersebut di 1400 Kampung KB di Jawa Timur,’’ ujarnya.

Lebih lanjut Teguh mengatakan selain penanaman Toga, pihaknya ingin mengajak TP PKK untuk menyelesaikan masalah stunting di Jatim. Menurutnya, kerjasama program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang selama ini dibangun antara TP PKK dengan kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) dan kader PKK terbukti kasus stunting turun.

Sebagai pilot project di Kabupaten Pasuruan, perwakilan BKKBN Jawa Timur membentuk sekolah orang tua hebat kepada ayah atau ibu yang mempunyai anak balita selama 3 bulan, 13 kali pertemuan yang berdasarkan 8 fungsi keluarga dan menekankan pemahaman orang tua mengenai tumbuh kembang anak.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin mengungkapkan pihaknya (TP PKK) dengan senang hati bekerjasama dengan Penyuluh Keluarga Berencana dan Kader KB dalam menyukseskan program Bangga Kencana di lapangan.

Arumi Bachin saat berdialog dengan kepala perwakilan BKKBN Jatim. (poedji)

Bahkan jika BKKBN Jatim mempunyai program tahunan TP PKK juga siap mendukung bersama.

 ”PKK dengan BKKBN sudah bekerjasama lama, karena kita mempunyai pendekatan dan ruh yang sama seperti pendekatan dalam membangun ketahanan keluarga mencakup kegiatan Taman Posyandu, Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, Bina Keluarga Lansia,  sampai pada kegiatan Generasi Remaja”, papar Arumi.

Sedangkan dalam rangka momentum Pendataan Keluarga 2020, sambung Arumi, pihaknya siap untuk menyukseskan dalam pendataan di lapangan. Selain itu pula, Gerakan penanaman kembali tanaman empon-empon dan toga disambut gembira. ”Kita bisa kerjakan bersama-sama dengan menemukan formulasinya bersama PKK di Kampung KB,” teganya.

Menurutnya, saat ini BKKBN bersama PKK berkomitmen mewujudkan Program Prioritas Nasional dengan menurunkan angka stunting dan memperhatikan psikologis anak-anak.

Selain itu juga kerekatan psikologis dan perhatian orang tua akan mempengaruhi mental anak-anak dalam merefleksikan segala tindakan di lingkungannya, ini yang menjadi prioritas kita bersama. (poedji)

Ini Cara Arumi Dorong Kerajinan di Tulungagung

Jayakarta News – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Prov. Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak mendorong agar kerajinan dan produk UMKM asal Kab. Tulungagung mampu memperluas pasar ekspornya ke mancanegara.

Apalagi, saat ini banyak produk kerajinan yang dihasilkan telah dikenal kualitasnya secara nasional hingga merambah ke mancanegara.

“Produk kita banyak yang bagus-bagus bisa dijual dimanapun. Terlebih, dengan adanya perkembangan teknologi membuat cara untuk menjual produk saat ini semakin mudah, sehingga para perajin dapat memasarkan produk usahanya secara cepat atau ekspor,” ungkap Arumi saat memberikan pengarahan pada Pelantikan Pengurus Dekranasda Masa Bhakti 2018-2023 di Pendopo Kab. Tulungagung, Kamis (27/2).

Ia mengatakan, keberadaan kerajinan dan batik khas Tulungagung saat ini banyak tersebar di seluruh Indonesia. Maka, dengan memperluas pasar ekspor produk Tulungagung dapat meningkatkan nilai ekonomi daerah lewat produk kerajinan yang dimiliki.

Saat berkunjung ke Kementerian Perindustrian RI, Arumi memastikan bahwa para perajin UMKM Jatim akan difasilitasi produknya yang siap ekspor. Untuk itu, pihaknya minta kepada Dekranasda Kab. Tulungagung untuk mengawal para perajin dari hulu hingga ke hilir.

Artinya, para perajin yang tergolong pemula harus senantiasa didampingi saat awal memulai usaha hingga dipertemukan oleh pasar atau pembeli. “Saya minta kepada Pengurus Dekranasda Kab. Tulungagung yang baru dilantik untuk terus mengawal,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kab. Tulungagung Siyuk Rihayati Maryoto Birowo mengatakan, Dekranasda merupakan organisasi yang bermitra dengan pemerintah daerah dalam mendukung kemandirian ekonomi di daerah.

Keberadaan Dekranasda juga memiliki peran penting untuk memfasilitasi industri kecil kerajinan dalam mengembangkan usaha mereka. Salah satunya, memfasilitasi akses permodalan melalui perbankan, sehingga tercipta sistem pembiayaan yang lebih fleksibel dan dapat mengakomodir industri kecil kerajinan.

“Perkembangan kerajinan di Tulungagung saat ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya, teknologi dan keinginan masyarakat serta inovasi para perajin di Tulungagung untuk mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, salah satu bentuk dukungan Dekranasda Kab. Tulungagung pada 2020 ini dengan mengadakan lomba desain Batik Tulungagung. Pemenang lomba tersebut akan dijadikan seragam pegawai di lingkungan Pemkab Tulungagung.

Sementara itu, sesuai lampiran Surat Keputusan Ketua Dekranasda Prov. Jatim No. 02/DEKRAN.JATIM/SK/2020 untuk susunan pengurus pergantian antar waktu Dekranasda Kab. Tulungagung masa bhakti 2018-2023 tercatat sebagai Pembina adalah Bupati Tulungagung, Penasihat Sekda Kab. Tulungagung dan Ketua Siyuk Rihayati Maryoto Birowo. (poedji)

Arumi Jabarkan Internet di Era Industri 4.0

Jayakarta News – Ketua TP PKK Provinsi Jatim Arumi Emil Elestianto Dardak mengajak kepada kaum perempuan di Jatim memanfaatkan akses internet sebagai peluang untuk semakin berdaya. Apalagi akses tersebut telah berkembang pesan di era industri 4.0.

“Saya mengajak perempuan Jatim berdaya dan bisa memanfaatkan internet. Teknologi internet sangat bermanfaat di era 4.0 ini,” ujar Ketua TP PKK Provinsi Jatim Arumi Emil Elestianto Dardak saat menjadi keynote speaker Teach to Impact (Inclusion, Improvement, and Collaboration) di Ballroom Hotel Sheraton Surabaya, Senin (17/2).

Menurut Arumi, perempuan berdaya tidak sebatas hanya di rumah saja, tetapi di luar rumah juga perlu. Berdaya, ujar Arumi bisa mempunyai kekuatan (power) dan pengetahuan yang diterapkan bagi dirinya sendiri dan sekitarnya.

“Berdaya itu punya skill keterampilan sendiri, masuk jadi entrepreneur. Perempuan yang berdaya tidak terkungkung dalam box kecil. Mereka bisa melindungi keluarganya sendiri,” katanya.

Bagi kaum perempuan sendiri, lanjutnya, bisa memanfaatkan sebaik mungkin. Teknologi internet memberikan nilai tambah bagi kaum perempuan.

“Teknologi, internet dan seluruh daya supportnya mampu membawa manfaat segi ekonomi dalam hidup kita,” kata Istri Wagub Jatim ini.

Arumi pun menjelaskan, dari segi ekspor, Jatim menduduki peringkat kedua se-Indonesia. Ekspornya sendiri didominasi dari sektor UMKM, Industri Kreatif yang menghasilkan produk-produk Jatim dan Indonesia.

Melihat hal tersebut, Pemprov Jatim menyadari pentingnya pengembangan kualitas SDM agar mampu berdiri sendiri untuk menghasilkan produk.

“Meningkatkan kapasitas IPM, manusia di Jatim yang berdiri di atas kaki sendiri untuk menghasilkan dan produktif bagi diri sendiri maupun keluarga. Dan teknologi memberikan nilai tambah bagi hidup kita,” pungkasnya.

Teach to Impact Surabaya pada hari pertama mengangkat tema “Empower Up! Teach to Empower Women & Underrepresented Group”. Beberapa narasumber yang mengisi acara tersebut antara lain Ketua TP PKK Prov. Jatim Arumi Bachsin, Photorealism Artist Shierly Lin, The Unspoken Ministry Elenora Moningka, Kawakibi Digital Ariesaldy Putra, Substitue Marketspace Ratu Fitri, dan Surabaya Toastmaker Kencana Wulansari. (poedji)

Lamongan “Zero Stunting 2020”

Jayakarta News – Ketua TP PKK Provinsi Jatim Arumi Emil Elestianto Dardak mengajak kepada seluruh kader PKK dan seluruh masyarakat untuk menjaga kualitas hidup mereka. Ajakan itu ia sampaikan agar mereka bisa ikut bersama-sama mencegah adanya kasus stunting di tengah-tengah masyarakat. Apalagi menurutnya, kualitas hidup seseorang di setiap fase kehidupan akan berpengaruh pada potensi adanya stunting.

“Yang terpenting itu adalah kualitas hidup, tidak peduli usia berapa pun, tetapi kualitas hidup itu menjadi penting,” kata Arumi Emil Dardak saat menyampaikan sambutannya di acara Kunjungan Kerja (Kunker) Monitoring dan Evaluasi (Monev) Stunting dan Kematian Ibu dan Bayi (KIB) di Desa Karangturi, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, Kamis (30/1) pagi.

Arumi menuturkan, sejak seseorang berada pada fase bayi sampai lanjut usia (lansia) memerlukan kualitas hidup yang baik. Pada fase bayi, selain fisik dan psikologis, maka kualitas hidup lainnya juga harus mendapat perhatian. Utamanya saat pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif.

“Kualitasnya akan bertambah ketika ibunya menyusui ASI eksklusif karena dengan ASI ekslusif bayi itu mendapatkan bounding dan sentuhan langsung kasih sayang dari ibunya, dan mendapatkan gizi karena tidak ada gizi yang lebih baik selain ASI,” tuturnya.

Arumi menjelaskan, kualitas hidup yang baik pada usia anak-anak akan diperoleh jika ia mendapatkan gizi yang baik. Termasuk pola asuh yang baik dari orang tua. Seperti menyayangi dan membesarkan anak dengan kata-kata yang baik. Selain itu juga memberikan contoh dan perilaku yang baik.

“Kualitas hidup anak akan menjadi baik ketika gizinya terpenuhi, pola asuh anak dan remaja yang penuh cinta dan kasih sayang,” jelasnya.

Istri dari Wakil Gubernur Jatim ini pun mengungkapkan, ketika seseorang berada pada fase remaja kualitas hidupnya bisa diperoleh dengan  memberikan edukasi. Meliputi kesehatan diri dan harga diri atau self-value. Harapannya, dengan menghargai diri sendiri akan ada usaha menghormati diri dengan merawat tubuh dan kesehatan mereka, baik secara fisik maupun psikisnya.

“Caranya bagaimana, ditunjukkan di rumah, ditunjukkan oleh diri sendiri kalau saya ini berkualitas, saya ini berharga,” ungkapnya.

Selanjutnya, pada fase dewasa dan menikah, maka hal penting yang perlu diperhatikan adalah mengetahui bagaimana mempersiapkan kehamilan yang baik, bagaimana merawat janin yang masih dalam kandungan, serta bagaimana mempersiapkan hal terbaik bagi anak-anak mereka.

“Karena calon ibu memegang peranan yang penting di kemudian hari. Karena mencetak generasi-generasi baru bagi masa depan mereka,” ucapnya.

Arumi Emil Dardak sedang memberi sambutan. (foto: poedji)

Setelah itu, pada fase lansia, seseorang pun berhak mendapatkan kualitas hidup yang baik dengan menjalin komunikasi dan silaturahmi. Hal itu dapat dilakukan dengan menjalin komunikasi antar sesama untuk berbagi pengetahuan dan informasi.

“Makanya harus diperhatikan betul, ketika lansia kualitas hidupnya harus baik,” imbuhnya.

Dirinya berpesan, kualitas hidup yang baik akan dapat dicapai jika semuanya mampu menerapkan pola hidup yang baik pula. “Itu semua kata kuncinya adalah pola hidup yang baik, pola hidup yang sehat,” pesannya.

Sementara itu, Bupati Lamongan H. Fadeli dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk mendukung program penurunan angka stunting di Jatim, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah mencanangkan dan melaunching program Lamongan Zero Stunting.

“Target di Pemerintah Kabupaten Lamongan dengan semua pihak, stakeholder di tingkat kabupaten dan kecamatan, kami telah melaunching Lamongan menuju zero stunting di 2020,” kata Bupati Fadeli. (poedji)

Arumi Memuji Keberadaan Posyandu Milenial

Jayakarta News – Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Jatim Arumi Emil Dardak mengingatkan kepada masyarakat utamanya bagi para ibu dan anak soal pentingnya layanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di setiap desa/kota.

Pasalnya, keberadaan Posyandu di daerah dan pelosok desa telah menjadi tulang punggung sekaligus corong informasi terdekat bagi pemerintah dalam mendekatkan diri kepada masyarakat untuk bisa memberikan informasi.

“Sekaligus juga untuk mendeteksi setiap persoalan kesehatan maupun pendidikan,” ujarnya saat melakukan Kunjungan Penilaian Lomba Kesatuan Gerak PKK – KB – Kesehatan di Kantor Kepala Desa Mlaten, Kab. Mojokerto, Rabu (8/1).

Arumi menilai, banyak Posyandu saat ini terlihat sepi dan bahkan sudah tutup. Padahal, keberadaannya dinilai sangat dibutuhkan dan penting bagi masyarakat.

“Banyaknya Posyandu yang sepi dan tutup dikarenakan kurang kepedulian dan ketidakmauan masyarakat untuk datang ke Posyandu. Padahal, Posyandu mampu berperan penting dalam mendeteksi dini setiap persoalan kesehatan maupun pendidikan di daerah,” tutur Arumi.

Dalam kesempatan tersebut, Arumi juga memuji Posyandu Milenial yang dilengkapi oleh koneksi Wifi. Keberadaan Wifi tersebut sangat bermanfaat untuk meningkatkan minat masyarakat untuk berobat sekaligus memperoleh informasi tentang kesehatan maupun layanan pendidikan bagi anak.

“Jadi salah satu daya tarik agar masyarakat datang ke Posyandu adalah dengan menambah layanan dan melengkapi fasilitasnya. Jika masyarakat sukanya internet maka Wifi bisa dijadikan tambahan,” imbuhnya.

Selain mendeteksi dini, persoalan kesehatan maupun penyakit di tengah-tengah masyarakat, Posyandu juga menjadi sumber informasi seperti persoalan senam hamil, sharing mengenai air susu ibu (ASI), serta penanganan lanjut usia (Lansia).

“Jadi para nenek atau mbah-mbah yang ada di Mojokerto ini, saya yakin memiliki kepekaan aktif. Saya optimis, jika kita aktif dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitar insyallah membuat panjang umur,” jelasnya.

Arumi Emil Dardak sedang memberi sambutan. (foto: humas Pemprov Jatim)

Arumi menegaskan, bahwa peran kader, keluarga dan penggerak PKK dalam mewujudkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)/Posyandu/KB-Kesehatan sangat besar.  Terutama dalam memahami setiap permasalahan dengan cara melakukan pendekatan kepada para Kepala Desa/Lurah/tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Semua peran tersebut  bisa dicapai secara optimal lewat pengembangan kegiatan inovatif yang mendukung terwujudnya Posyandu berkualitas,” ungkap istri Wagub Jatim tersebut.

Dalam pada itu Ketua TP PKK Kab. Mojokerto Yayuk Pungkasiadi berharap, keberhasilan Kab. Mojokerto masuk tiga besar dalam rangka Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Kategori Pelaksana Terbaik di Jatim ini membuat rasa kebanggaan yang tinggi.

Akan tetapi, justru menjadi motivasi dan meningkatkan diri lewat berbagai program inovatif dan kreatif Desa Mlaten lewat terobosan Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM), yang didalamnya terdapat Posyandu ‘Millenial Bougenville’ dengan 20 layanan unggulan.

“Kami berharap, kedatangan tim penilai kali ini bisa melihat sekaligus berinteraksi dengan para Kader PKK di Mojokerto,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt. Bupati Mojokerto Pungkasiadi mengatakan, Pemkab Mojokerto berkomitmen untuk terus bergerak dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Mojokerto.

Bahkan, Pemkab Mojokerto akan senantiasa menggandeng para kader PKK, yang terbukti telah banyak turun ke wilayah hingga pelosok pedesaan mengajak CSR dari pihak swasta. “Teman-teman di daerah bergerak terus di Posyandu untuk memberikan pelayanan kesehatan. PKK Mojokerto terus berinovasi,” tutupnya. (poedji)