Soal Pilkada Jakarta: Anis Matta Istiqomah ke KIM, Fahri Hamzah Bantah Jegal Anies Baswedan

JAYAKARTA NEWS— Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menyatakan, masih menunggu pembicaraan akhir di internal Koalisi Indonesia Maju (KIM) mengenai calon yang bakal mendampingi Ridwan Kamil maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024.

“Sampai sekarang kita belum bicarakan di KIM sebagai KIM, ya. Tetapi sebagai proses kita mengikuti saja perkembangannya. Cuma di KIM-nya sendiri kita belum membicarakan sama sekali,” kata Anis Matta usai penyerahan Surat Rekomendasi 14 Cakada di Gelora Media Center, Senin (12/8/2024) sore.

Menurut Anis Matta, akan banyak kejutan yang  masih terjadi hingga pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober 2024 mendatang, termasuk soal isu bergabungnya PKS dan kemunculan nama ‘S’ mantan Ketua Umum Partai Golkar.

“Kalau kita sih santai aja, kayak gitu ya. Jangan tegang dengan persoalan masuk dan keluar, gitu. Cuma menurut saya sampai tanggal 20 Oktober masih akan banyak kejutan lagi yang terjadi. Kalau kita santai saja,” katanya.

Namun, Anis Matta meminta soal munculnya nama Suswono, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PKS yang digadang-gadang bakal menjadi calon wakil gubernur dari Ridwan Kamil, agar ditanyakan langsung ke PKS.

“Saya kira itu urusan internal PKS, ya. Nah, itu urusan internal PKS. Anda tanyakan kepada mereka itu,” ujar Ketua Umum Partai Gelora ini.

Anis Matta juga memastikan tidak memiliki masalah dengan PKS. “Saya kira tidak (masalah) tidak. Kita tidak punya masalah dengan itu semua,” kata Anis Matta.

Kegagalan Anies Baswedan

Sementara Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menegaskan, kegagalan bekas calon presiden (Capres) di Pilpres 2024,  Anies Baswedan untuk maju di Pilgub Jakarta, bukan disebabkan oleh penjegalan, melainkan karena sikap pragmatisme partai-partai politik pengusungnya.

“Tidak ada penjegalan. Ini soal pragmatisme dalam pemilihan tiket saja,” kata Fahri  Hamzah.

Fahri mengatakan, pada saat Pilpres 2024 lalu, partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai NasDem, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), pada prinsipya hanya untuk mengamankan suara partai mereka agar tidak mengalami penurunan drastis.

“Dulu mungkin ada (Parpol) yang memerlukan popularitas untuk bisa bertahan agar tidak kehilangan suara pada Pileg 2024. Saya mengatakan, saya tuduh, partai-partai yang mengambil Anies Baswedan saat itu melakukannya untuk bertahan,” kata dia.

Dijelaskan mantan Wakil Ketua DPR RI itu bahwa pragmatisme partai-partai tersebut terlihat ketika Anies tidak lagi dipertimbangkan untuk Pilgub Jakarta, karena mereka menganggap mengusung Anies tidak lagi menguntungkan.

Apalagi, partai-partai pengusung Anies di Pilpres 2024 dikabarkan akan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus untuk Pilkada Jakarta 2024.

“Setelah pemilu selesai, Anies Baswedan tidak diperlukan lagi. Partai-partai itu berpikir seperti itu, tidak ada lagi kepentingan untuk mendukung Anies. Ini saatnya introspeksi bersama. Kami sudah tahu dari awal akan seperti ini, dan mudah-mudahan mereka sadar,” pungkasnya.***din

Menyerahkan Piala Walikota Gibran di Balaikota Solo

JAYAKARTA NEWS – Piala Turnamen Sepakbola Antarwartawan Se-Indonesia 2022 tiba di Balaikota Solo, Jumat (28/1/2022) siang. Piala tersebut dibawa dari Jakarta oleh Ketua Panitia Pelaksana Pusat Erwiyantoro bersama rombongan dan diserahkan kepada Anas Syahirul selaku Ketua Panpel Turnamen Daerah.

Turnamen sepakbola dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) ini menyediakan total hadiah Rp110 Juta diikuti delapan (8) tim wartawan dari berbagai daerah untuk memperebutkan Piala Walikota Solo, Gibran.

Kegiatan turnamen akan diisi pertandingan eksibisi antara Tim Walikota Solo, Gibran Rakabuming dan Tim Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Sejumlah tokoh nasional juga akan ikut bermain dalam laga ini, di antaranya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan lainnya.

“Semula, kami akan menyerahkan piala ini langsung kepada Pak Walikota Gibran. Tapi karena jadwal beliau hari ini sangat padat, kami titipkan piala kepada Anas Syahirul Ketua Panpel Daerah,” kata Erwiyantoro usai “menitipkan” piala kepada Anas Syahirul di teras Balaikota Solo usai jumatan.

Piala turnamen berbahan kayu seberat 10 kilogram itu nantinya akan diberikan kepada tim sepakbola wartawan terbaik oleh Walikota Solo Gibran Rakabuming. “Turnamen ini tak hanya ajang silaturahmi para wartawan tapi mengikat persaudaraan dan persatuan para tokoh di lapangan sepakbola,” kata Erwiyantoro. (ym)

AWPA Sumut Deklarasi untuk Dukung Anies Jadi Presiden

JAYAKARTA NEWS – Deklarasi Aliansi Wanita Pendukung Anies (AWPA) Sumut dilaksanakan Sabtu (27/11), pukul 16.00 WIB, di Anjungan Melayu, di Jalan Setia Budi, No. 39B, Kelurahan Tanjungrejo, Medan.

Acara yang dihadiri puluhan wanita relawan dari berbagai kecamatan kota Medan dan kabupaten di Sumatera Utara itu merupakan aliansi yang berkomitmen untuk memenangkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia di Pilpres 2024.

Dewan Penasehat AWPA Sumut, Ir H Andi Jaya Matondang. (Foto. Ist)

Selain di Gedung Anjungan Melayu, acara dukungan ini juga diselenggarakan melalui virtual zoom oleh para pengurus AWPA Sumut di sejumlah Kabupaten/Kota, seperti di Karo, Tebing Tinggi, Deli Serdang, Siantar dan di sejumlah daerah lainnya.

Deklarasi AWPA ini adalah awal langkah perwujudan tekad para wanita Sumut untuk memenangkan Anies Rasyid Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029, yang diyakini amanah dan memiliki potensi besar memimpin bangsa Indonesia menjadi lebih baik, makmur dan sejahtera menuju negara Gemah Ripah Loh Jinawi, Baldatun Thoybatun Wa Robbul Ghofur.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Debby Kartika Subandi saat deklarasi sore itu.

Keyakinan Debby kepada Anies sungguh besar. Ia bahkan mengungkapkan sejak lewat kepemimpinan Anies selama ini yang sudah terbukti baik saat menjadi dosen, rektor, bahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, hingga Gubernur DKI Jakarta. Yang saat ini banyak dilihatnya kemajuan-kemajuan yang diciptakan seperti masalah banjir dan kemacetan.

Karena itu, AWPA Sumut yakin, di bawah kepemimpinan Anies nantinya, bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang makmur dan sentosa. “AWPA RI dibentuk dari banyaknya aspirasi dan keluhan terutama para ibu rumah tangga yang mengeluhkan harga-harga sembako yang mahal, kemudian PHK pada anggota keluarganya. Dan kehidupan pun semakin sulit karena itu kita sepakat untuk memberikan dukungan kepada Anies lewat AWPA RI,” ujar Debby kepada para awak media seusai acara deklarasi.

Ketua Umum AWPA, Debby Kartika Subandi. (Foto ist)

Kemudian Debby menambahkan, “Penegakan hukum juga terpuruk, tajam ke bawah dan tumpul ke atas, terkesan tebang pilih, bagitu juga masalah ekonomi, harga-harga mahal, jadi memang betul-betul para ibu saat ini sudah jenuh dan menginginkan perubahan, kita tampung aspirasi mereka, lalu kita pun mendukung Anies karena kita yakini Anis akan menjadi pemimpin yang amanah”

Sementara itu, Dewan Penasehat AWPA, Ir H Andi Jaya Matondang menyampaikan saat ini mereka sedang proses pembentukan anggota di setiap daerah, untuk saat ini sudah ada terbentuk di sejumlah daerah di Kabupaten/Kota. ”Insya Allah mungkin bisa dibantu oleh bapak pembina kami yang akan memproses di tiap kabupaten dan kota,” jelas Andi

AWPA RI ini sudah terbentuk beberapa bulan lalu dengan merangkul elemen dan para pelaku UMKM di masyarakat. “Termasuk salah satu Aliansi Tenaga Kerja Indonesia yang berada di Malaysia juga sudah terbentuk, dalam waktu dekat mereka akan membentuk cabang-cabang mereka di seluruh kabupaten kota yang ada di Sumut,” ungkapnya. Kami berharap, agar AWPA RI ini merupakan bahagian dari seluruh wanita-wanita yang ada di Indonesia turut bergabung dalam aliansi ini agar bersama-sama memenangkan dan mendukung Anis Baswedan menjadi presiden Indonesia di 2024 nantinya,”ujar Andi. (Mons)

Ketua Umum AWPA Sumut, Debby Kartika Subandi turut mendatangani dukungan di papan yang telah disediakan kemudian disusul dengan yang lainnya. (Foto: Mons)

VIDEO DEKLARASI AWPA

PWI Jaya Award untuk Anies Baswedan

JAYAKARTA NEWS – Pengurus Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia DKI Jakarta (PWI Jaya) memberikan penghargaan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Anugerah berupa PWI Jaya Award tersebut akan disampaikan 25 Agustus 2021, bersamaan dengan penyerahan hadiah kepada kepada para pemenang Anugerah Jurnalistik Mohammad Husni Thamrin 2021.

Anugerah PWI Jaya Award diberikan kepada tokoh/figur atau institusi atas peranannya di tengah masyarakat. Anies Baswedan dinilai telah memberikan kontribusi besar dari kinerjanya selama ini, termasuk kepada masyarakat/insan pers.

“Gubernur memberikan ruang keterbukaan yang besar kepada pers, termasuk senantiasa mendukung gelaran Anugerah Jurnalistik Mohammad Husni Thamrin,” ujar Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah, Jumat, 30 Juli 2021.

“Kita telah memberikan PWI Jaya Award kepada beberapa tokoh dengan integritas luar biasa, seperti Dudung Abdurachman sewaktu menjabat Pangdam Jaya,” ungkap Cak Herry Sarsongko Ludiro, ketua PWI Jaya Award.

Orientasi Wartawan yang diselenggarakan PWI Jaya, 22 Juni 2021. (foto: PWI Jaya)

Seperti diberitakan sebelumnya, walau masih menghadapi pandemi Covid-19, anugerah jurnalistik Mohammad Husni Thamrin ke-47 tetap akan dilaksanakan sesuai rencana. Yakni, 25 Agustus 2021.

“Kita on schedule, belum ada perubahan. Kendati demikian, dengan melihat kondisi saat ini, kita tetap mempertimbangkan bagaimana ke depannya,” jelas Sayid Iskandarsyah.

Sayid menjelaskan bahwa ia bersama Pengurus Harian PWI Jaya dan panitia pelaksana Anugerah Jurnalistik Mohammad Husni Thamrin tetap melakukan koordinasi dengan jajaran Diskominfotik DKI Jakarta, terkait dengan penyelenggaraan ke 47-2021 ini.

Anugerah Jurnalistik Mohammad Husni Thamrin diselenggarakan melalui kolaborasi PWI Jaya dan Pemprov DKI Jakarta. Ini merupakan lomba karya jurnalististik terkait dinamika pembangunan ibu kota. Anugerah Jurnalistik Mohammad Husni Thamrin 47-2021, menurut tim juri yang dipimpin Irmanto, wakil ketua bidang organisasi PWI Jaya, sudah menjaring dan menilai karya jurnalistik yang dipublikasikan pada periode 1 Juni 2020 hingga 31 Mei 2021.

Ada tujuh kategori yang dilombakan. Yakni, Jurnalistik Teks, Jurnalistik Foto, Jurnalistik Video dari Stasiun Televisi Terestrial, Jurnalistik Video dari Media Massa Televisi Streaming, Jurnalistik Audio dari Radio, Jurnalistik Infografis baik media cetak dan media online, dan Tajuk Rencana baik dari media cetak dan media online.

Kadirah, ketua panitia Anugerah Jurnalistik Mohammad Husni Thamrin 47-2021, mengapresiasi dukungan yang diberikan mitra penyelenggara. Di antara yang sudah menyampaikan komitmennya adalah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PAL Jaya, Bulog, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Djarum Foundation, Astra Agro Lestari, Gajah Tunggal, Pegadaian, Sahabat Steven Musa (SSM), FIF, Bursa Efek Indonesia, promotor musik Agi Sugiyanto, inisiator Kebangkitan Spiritual & Gerakan Masyarakat Rekonsiliasi Indonesia (GMRI) Eko Sriyanto Galgendu, Majalah Sudut Pandang serta tiga portal berita; void.id, era.id dan suryapagi.com. (*/pr)

Vaksinasi Wartawan di Balai Kota DKI

JAYAKARTA NEWS – Vaksinasi Covid-19 untuk wartawan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta rampung Jumat petang, 9 April 2021. Penyelenggaraan telah berlangsung sejak 24 Maret lalu di Blok G Balaikota DKI.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Dewan Pers menyampaikan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi covid-19 untuk insan pers. “Terima kasih Pemprov DKI dan Dinas Kesehatan DKI,” kata anggota Dewan Pers Dr Agus Sudibyo, saat melihat pelaksanaan vaksinasi hari terakhir, Jumat, 9 April 2021

 Jumlah peserta vaksinasi yang terlayani di Balai Kota 4.558 orang, termasuk pendaftar cadangan.

“Dari segi pelaksanaan bagus, dengan dengan berbagai dinamikanya, antriannya, dan jumlah yang ditolak tidak banyak, tetapi akhirnya semua dapat dilayani semuanya. Ini membahagiakan semua pihak,“ tutur Agus.

Sebagai bahan evaluasi, Agus meminta para awak media seharusnya secara konsisten datang kalau sudah mendaftar sebagai peserta vaksinasi.

Pemerintah provinsi mengalokasikan vaksin 5.200 sesuai peserta yang mendaftar. Tetapi yang hadir 4.558 orang. Itu pun termasuk peserta cadangan.

 Selanjutnya Agus mempersilakan wartawan yang belum vaksin, mendaftar ke asosiasi atau organisasi pers, untuk mendapat vaksin pada vaksinasi gelombang ketiga.

“Insya Allah teman-teman jurnalis akan bisa melaksanakan tugas dengan lebih tenang, setelah vaksinasi,” kata Gubernur Anies Baswedan ketika meninjau pada hari pertama. Pelaksanaan vaksinasi ini merupakan gelombang kedua untuk wartawan.

Vaksinasi untuk wartawan se-Jabodetabek. (foto: PWI)

Gelombang Pertama

Gelombang pertama untuk wartawan se-Jabodetabek telah berlangsung di Gedung Basket Gelora Bung Karno (GBK) Senayan dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2021. Presiden Joko Widodo meninjau langsung didampingi Menkes Budi Gunadi Sadikin, Menkominfo Johnny G Plate dan Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Dewan Pers berikut 10 asosiasi wartawan mengalokasikan vaksin untuk 5.512 wartawan pada gelombang pertama itu.

“Kita berharap seluruh insan pers di tanah air mendapat vaksinasi,” kata Presiden.

Gelombang Kedua

Pada pelaksanaan vaksinasi gelombang Kedua di Balaikota DKI Jakarta tercatat 4.558 yang mendapatkan suntikan. Vaksinasi ini merupakan dosis pertama.

“Vaksinasi dosis pertama selesai hari Jumat ini,” tegas Agus Sudibyo ketika ditemui di lokasi pelaksanaan vaksinasi.

“Saya dijadwalkan mendapatkan vaksinasi suntikan kedua pada tanggal 7 Mei nanti,” kata Supratman MY, salah seorang wartawan politik dari koran terkemuka di ruang observasi.

Peserta yg selesai divaksin biasanya diobservasi sekitar 30 menit. Setelah itu mendapat Kartu Vaksinasi.

Lancar dan Tertib

Vaksinasi di Balaikota dimulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00.

Ketua PWI Peduli M Nasir beserta pengurus antara lain Elly Pujianti, Karim Paputungan, Yudi dan Widya selama dua hari penuh mengawal pelaksanaan vaksin untuk anggota PWI dari berbagai media.

“Alhamdulillah. Semua berjalan lancar dan tertib. Antrian teratur. Pelayanan ramah. Ruang vaksinasi nyaman,” kata Nasir sambil berterima kasih kepada Pemprov, Dinkes dan semua pihak yang turut melayani kegiatan vaksinasi.

Anggota PWI yang menjalani vaksinasi pada gelombang kedua ini tercatat 608 orang.

Wartawan Senior

Sebelumnya, para wartawan senior yang berusia lebih dari 60 tahun telah lebih dulu mendapatkan vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua di komplek PPSDM Kemenkes, Jalan Hang Jebat, Jakarta Selatan pada akhir Februari dan medio Maret lalu.

Di antaranya yang paling senior tercatat Pia Alisyahbana (88) dari Femina dan Goenawan Susatyo Mohamad (80) dari Tempo. Ketua Umum PWI Atal S Depari (67) beserta beberapa pengurus PWI termasuk yang mendapat pelayanan serupa. (*/ks)

PWI Jaya Kembali Gelar Anugerah MHT 2021

JAYAKARTA NEWS – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin (MHT) 2021. Ini merupakan kompetisi tahunan dari kerja sama PWI Jaya dengan Pemprov DKI Jakarta. Karya-karya jurnalistik yang dilombakan, seperti biasa, bersinggungan dengan dinamika pembangunan dan pengembangan ibu kota.

Sebagaimana penyelenggaraan tahun 2020, ada tujuh kategori produk jurnalistik yang dilombakan pada MHT Awards 2021 ini. Yakni, Produk Jurnalistik Teks, Foto, Video Stasiun Televisi Terestrial, Video Media Massa Televisi Streaming, Jurnalistik Audio, Jurnalistik Infografis, dan Tajuk Rencana.

Keseluruhan dari karya jurnalistik yang dilombakan, sudah dipublikasikan sejak 1Juni 2020, hingga 31 Mei 2021.

“MHT Awards adalah program unggulan kami dengan dukungan dari Pemprov DKI Jakarta. Antusiasme dan partisipasi teman-teman senantiasa luar biasa,” ungkap Ketua PWI Jaya Sayid Iskandarsyah, Selasa, 16 Maret 2021.

Pelaksanaan MHT Awards 2021 dibahas secara mendalam pada rapat pengurus harian PWI Jaya, Senin, 15 Maret 2021.

“Ini MHT Awards kedua di era pandemi Covid-19. Kami tetap yakin dengan kesungguhan teman-teman jurnalis maupun dukungan dari sponsor, baik institusi maupun perorangan,” ujar Ketua Panitia Pelaksana MHT Awards 2021, Kadirah.

Anugerah Jurnalistik Mohammad Hoesni Thamrin tahun 2020. (foto: PWI Jaya)

Menurut rencana, penyerahan MHT Awards akan digelar 25 Agustus 2021, di Balai Kota DKI Jakarta. “Kami berupaya untuk mengembalikan marwah MHT Awards, agar penyerahan penghargaannya dilakukan malam hari, sehingga menjadi Malam Anugerah MHT Awards 2021,” harap Sayid Iskandarsyah.

Kendati demikian keinginan tersebut tampaknya sulit direalisasikan jika kondisi ibu kota masih dicengkeram pandemi Covid-19. Tahun 2020, penyerahan penghargaan jurnalistik bergengsi ini dilangsungkan secara sederhana, jauh berbeda dibanding MHT Awards 2019. Meski begitu, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tetap mengurai kebanggaannya.

Anies Baswedan mengapresiasi para peserta yang telah mengolah dan merekam berbagai peristiwa yang ada di Jakarta menjadi produk berita yang layak dinikmati masyarakat, dan tentunya memiliki unsur mencerdaskan kehidupan bangsa.

Anies Baswedan berpesan pula untuk mempertimbangkan pemakaian bahasa asing dan daerah, guna lebih memperkaya karya jurnalistik yang dihasilkan, agar bisa dinikmati secara lebih luas. 

“Karya kita harus dapat dipahami oleh masyarakat global karena Jakarta adalah pemain dunia dan Jakarta ingin menjadi kota yang audiens-nya global,“ demikian antara lain disampaikan Gubernur Anies Rasyid Baswedan tahun silam. (tba)

Konvensi Nasional Media Bahas Ekosistem Pers Berkelanjutan

JAYAKARTA NEWS – Peringatan Puncak Hari Pers Nasional 2021 akan dilaksanakan besok, Selasa, 9 Februari 2021. Mendekati hari tersebut, PWI Pusat menyelenggarakan Konvensi Nasional Media Massa yang dihadiri oleh ratusan peserta dari unsur wartawan, pemerintah hingga praktisi media.

Pada konvensi ini terdapat dua kali sesi diskusi yang berlangsung dengan tema berbeda. Pada sesi pertama, bertajuk “Membangun Ekosistem Pers Nasional Yang Berkelanjutan” dengan ketua Dewan Pers Mohammad Nuh dan Gubernur DKI Anies Baswedan, memberikan sambutan.

Sementara narasumber ialah Menkominfo Johny G Plate, pengusaha media Hary Tanoesoedibjo, Anggota Dewan Pers Agus Sudibyo, Media Siber Anthony Wonsono, dan Komisi Persaingan & Konsumen Australia (ACCC) Merrin Hambley.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh menyebut ada tiga pelajaran yang dapat diambil media ketika menghadapi pandemi Covid-19. Pertama, yakni perubahan.

Menurut M Nuh, tidak hanya masyarakat dunia, media pun turut merasakan dampak pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu mau tidak mau kita harus berubah,” kata Nuh di lokasi HPN, Hall Putri Duyung, Ancol, Jakarta Utara, Senin (8/2/2021).

Nuh menambahkan, pelajaran kedua yakni tentang kebersamaan dalam membangun optimisme. “Media kita alhamdulillah insan pers terus menggelorakan optimisme dan empati publik itu. Karena jawaban saat kita menghadapi persoalan besar adalah opimisme dan empati publik,” katanya.

Terakhir, Nuh mengingatkan pentingnya bagi insan pers bagaimana cara mengolah data menjadi informasi. “Pelajaran ketiga, jangan sekali-kali media abai terhadap data, tidak mampu mengelola data menjadi informasi. Kalau itu yang terjadi justru tidak mencerdaskan kehidupan bangsa malah bodohin,” katanya.

Ia juga menuturkan, tema dalam HPN 2021 cukup tepat. “Tema yang diangkat tepat. Membangun ekosistem kalau kita pelajari evolusi bisnis awalnya monopoli, berkembang ke kompetisi. Selamat HPN 2021 selamat menjalani konvensi, dunia pers tetap jaya. Demokrasi berkualitas Indonesia tetap jaya,” kata Nuh, Senin (8/2/2021).

Di sisi Gubernur DKI Jakarta selaku tuan rumah HPN 2021, Anies Baswedan mengaku Jakarta merasa terhormat saat ditunjuk menjadi tuan rumah Konvensi Media Nasional dan  Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021, menyusul pandemi yang masih terjadi.

“Jakarta merasa terhormat, bahwa HPN 2021 diselenggarakan di Jakarta. Kita semua menyadari persis, bahwa suasana tahun 2021 ini. Ini event sangat berbeda dengan suasana sebelumnya, karena kita sedang menghadapi pandemi,” jelas Anies.

Dalam kesempatan tersebut, Anies mengetahui Jakarta akan menjadi tuan rumah hajatan tersebut sejak beberapa bulan lalu, saat pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyampaikan. Karena ada kondisi pandemi COVID-19, akhrnya HPN 2021 diputuskan untuk digelar di Jakarta.

“Saya (waktu itu) menyampaikan Jakarta siap, dan kita akan  memfasilitasi seluruh rencana, tentu dengan keterbatasan mobilitas. Kita tut wuri handayani, karena ini adalah perayaannya dunia pers,” ucap Anies.

Konvensi nasional media massa bertema “Pers Bangkit dai Pandemi Covid-19 dan Tekanan Disrupsi Digital” dalam rangka HPN 2021.

Media Berjuang Melawan Covid-19

Gubernur Anies pun mengajak seluruh insan pers di Indonesia yang tengah memperingati hari pers untuk mengawal dan berjuang bersama dalam upaya melawan Pandemi Covid-19.

“Pandemi Covid-19 saat melanda dunia, bukan hanya kita di Indonesia. Musuh bersama yang kita hadapi sekarang adalah, bagaimana berjuang melawan dan mengalahkan Covid-19. Dan mengantisipasi semua dampak negatif dari Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia,” kata dia.

“Untuk skala kecil adalah menerapkan 3M, dan bagi Pemerintah 5M. Tugas pers nasional adalah, bagaimana ikut menyampaikan pesan-pesan prokes dan menegakkan aturan itu secara maksimal,” tambah Anies.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Johnny G Plate yang memberi Keynote Speech menjelaskan, pemerintah menghadapi gelombang infodemik yang berbahaya saat pandemi covid-18. Pers juga diharapkan membantu pemerintah untuk terus menjadi sumber informasi masyarakat yang terpercaya.

“Kita harus terus waspada menghadapi infodemik yang mengisi ruang-ruang berita melalui post truth, hoaks, misinformasi, dan fake news yang membingungkan masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya itu Johnny G Plate melanjutkan, saat ini pers didorong dapat bertransformasi dan terus beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi dan dampak dari Covid-19.

Kemajuan teknologi dan digitalisasi membuat cakupan pers dan media massa semakin luas, mengingat masyarakat yang semakin tergantung pada teknologi digitalisasi.

Di sisi lain, kebutuhan dan permintaan masyarakat terhadap akses informasi yang cepat dan gratis, bahkan meningkat dengan adanya digitalisasi ini. Hal itu dapat dilihat dari hasil survei Nielsen tahun 2020 di mana pembaca media online ada sebanyak 6 juta orang, sedangkan pembaca media cetak hanya 4,5 juta orang saja.

“Saya tentu berharap bahwa pada konvensi hari ini, rekan-rekan pers dan seluruh insan media dapat memperkuat komitmen bersama sekaligus memperluas peran media dalam membangun media massa yang aktual, faktual dan harus akuntabel. Ini penting untuk dilakukan, mengingat media adalah akselerator perubahan sekaligus pilar utama demokrasi,” ujar Johnny G Plate yang hadir secara virtual, Senin (8/2/2021).

Ia juga menjelaskan sepanjang 2020 Kemenkominfo sudah melakukan takedown atau memutus 2.859 konten digital yang melanggar kekayaan intelektual.

“Sepanjang 2021 satu bulan lebih kami sudah memutus akses 360 konten yang melanggar kekayaan intelektual salah satunya hak cipta,” katanya.

Sementara itu, di hadapan Menkominfo Agus Sudibyo meminta negara perlu mengintervensi platform digital agar tak memonopoli berlebihan.

Agus yang menjabat Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga dan Internasional Dewan Pers, menekankan intervensi negara diperlukan melalui publisher right, agar tidak terjadi monopoli yang berlebihan dari platform digital.

Publisher right kata Agus merupakan suatu regulasi yang mengatur hak publisher terkait dengan konten jurnalistik yang diagregasi atau didistribusikan melalui platform digital, baik mesin pencari maupun media sosial.

Pasalnya saat ini dalam landscape industri media secara global terjadi triopoli, di mana 56% belanja iklan global hanya dikuasai oleh tiga perusahan besar yaitu Google, Facebook, dan Amazon. Sedangkan 44% sisanya diperebutkan oleh puluhan ribu media, radio, televisi, dan e-Commerce di berbagai negara.

“Ini pemusatan surplus ekonomi yang belum pernah terjadi dalam sejarah, dalam industri media maupun industri yang lain, di mana triopoli Google, Facebook dan Amazon begitu luar biasa kekuatan ekonominya. Sehingga Google dan Facebook oleh Komite Hukum Senat Amerika Serikat dianggap sebagai perusahaan yang tidak lazim lagi. Mereka begitu kaya, mampu melakukan surveillance dan mengubah arah politik berbagai negara,” kata Agus

Agar mampu menghadapi Google dan Facebook, menurut Agus media massa tidak mampu bergerak sendiri, harus dihadapi secara kolektif serta mendapat bantuan pemerintah.

“Karenanya, di Amerika Serikat ada undang-undang yang memungkinkan publisher atau pengelola media menghadapi Google dan Facebook secara kolektif. Bila seluruh media di Amerika serikat bersatu dalam suatu union menghadapi Google dan Facebook, tetap mereka lebih kecil. Sehingga intervensi negara dibutuhkan, bukan untuk melawan Facebook dan Google, tetapi membuat mereka tidak melakukan monopoli pemusatan ekonomi yang berlebihan. Dalam konteks inilah muncul regulasi tentang publisher right,” terang Agus. 

Agus menambakkan ada banyak media yang tutup disebabkan pengelolanya tidak bertransformasi terhadap perubahan ekologi media baru.

Tetapi tidak sedikit juga yang berguguran karena ekosistem media yang tidak memungkinkan terjadinya persaingan sehat dan adil.

“Kalau media mati karena kesalahan sendiri, ya tidak ada yang bisa kita lakukan. Tetapi kalau media mati karena ekosistemnya yang tidak mendukung, sangat monopolistik, itu harus ada intervensi dari negara. Bukan melawan platform, tapi untuk membuat platform membumi, dalam arti menjadi kekuatan yang bisa dikendalikan,” tegas Agus.

Hari Pers Nasional 2021 ini dilaksanakan di Jakarta dengan lokasi di Pantai Ancol, Jakarta Utara.

Pada sesi pertama seminar acara di moderatori oleh Christiana Chelsia Chan,Ahli Hukum Dewan Pers yang juga Dosen Hukum Mendia UNIKA Atmajaya Jakarta.

Pada sesi kedua semibar akan berlangsung diskusi bertajuk “Pers Nasional Bangkit dari Krisis Ekonomi Akibat Pandemi Covid-19” dengan dihadiri Yasonna Laoly (keynote speaker), Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Forum Pemred Kemal E Gani, Dirut PT Telkom Ririek Adriansyah dan Redaktur harian senior Kompas Ninuk M Pambudy. (*/ks)

PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang Lagi

JAYAKARTA NEWS– Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif selama 14 hari, terhitung tanggal 23 November sampai dengan 6 Desember 2020 sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan kasus Covid 19.

Perpanjangan PSBB Masa Transisi ini berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1100 Tahun 2020 yang menegaskan apabila tidak terjadi peningkatan kasus Covid 19 secara signifikan, PSBB Masa Transisi akan diperpanjang secara otomatis selama dua pekan.

“Seperti diketahui bersama, Pemprov DKI Jakarta dapat menerapkan kebijakan rem darurat atau emergency brake policy apabila terjadi kenaikan kasus secara signifikan atau tingkat penularan yang mengkhawatirkan sehingga membahayakan pelayanan sistem kesehatan.”

“Berdasarkan data-data epidemiologis selama penerapan PSBB Masa Transisi dua pekan terakhir, kondisi wabah Covid -19 DKI Jakarta masih terkendali dan menuju aman. Akan tetapi, kita harus semakin waspada dan semakin disiplin dalam protokol kesehatan. “

“Perlu diketahui bahwa laporan harian kasus positif di Jakarta mencapai rekor baru yaitu 1.579 kasus hari Sabtu (21/11) kemarin. Kondisi tersebut jangan sampai membuat kita semakin abai dan tidak disiplin. Ingat, masih terjadi penularan meskipun melambat. Ke depan, kami akan semakin memasifkan penegakan aturan atas protokol kesehatan dan kami berharap masyarakat proaktif bila mengetahui pelanggaran.”

“Masyarakat juga tidak perlu khawatir untuk melaporkan bila merasa terpapar atau bergejala. Ini adalah ikhtiar bersama. Kami tekankan kembali, tetap disiplin protokol kesehatan. Covid 19 masih ada,” ungkap Gubernur Anies dilansir dari PPID Pemprov DKI Jakarta, Minggu (22/11).

Pemprov DKI Jakarta mencatat terdapat lonjakan kasus aktif sebesar 4.95% selama 14 hari terakhir yaitu 8.026 pada 7 November menjadi 8.444 pada 21 November. Adapun kasus aktif di Jakarta setiap dua pekan sebelumnya mengalami tren penurunan yaitu 13.155 (26/9); 13.253 (10/10); 12.481 (24/10); dan 8026 (7/11).

Meskipun demikian, secara persentase, kasus aktif di Jakarta terus mengalami penurunan setiap dua pekannya yaitu 6,7% (21/11) dari sebelumnya 7,2% (7/11); 12,5% (24/10); 15,5% (10/10); dan 18,7% (26/9). Persentase kasus aktif ini merupakan perbandingan antara total kasus aktif dibandingkan dengan total akumulasi kasus terkonfirmasi positif.

Di sisi lain, tingkat kesembuhan juga semakin menunjukkan tren perbaikan dengan 91,3% pada 21 November 2020, sedangkan pada setiap dua pekan sebelumnya berada di angka 78,9% (26/9); 82,3% (10/10); 85,4% (24/10); dan 90,7% (7/11). Selain itu, tingkat kematian juga menunjukkan penurunan sebesar 0,1% menjadi 2% dengan angka sebelumnya cenderung stabil di angka 2,1% pada 7 November dan 24 Oktober 2020. Angka tingkat kematian tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan dua pekan sebelumnya yaitu 2,4% (26/9) dan 2,2% (10/10).

Persentase total kasus terkonfirmasi positif menunjukkan sedikit kenaikan dalam dua pekan terakhir. Pada 21 November, kasus konfirmasi positif di Jakarta mencapai 125.822 atau meningkat 11.62% dibandingkan dua pekan sebelumnya dari 111.201 kasus (7/11). Angka persentase pertambahan tersebut sedikit meningkat bila melihat tren perubahan kasus yang sebelumnya menurun setiap dua pekannya yaitu:

– 70.184 (26/9) dan 85.617 (10/10) atau meningkat 18,03%

– 85.617 (10/10) dan 100.220 (24/10) atau meningkat 14,57%

– 100.220 (24/10) dan 111.201 (7/11) atau meningkat 9,87%.

“Dari data tersebut, terlihat bahwa peningkatan akumulasi kasus konfirmasi positif di DKI Jakarta setiap dua pekan mulai menunjukkan kenaikan sebesar 11,62% pada 7-11 November. Padahal kita menyaksikan sebelumnya menunjukkan tren penurunan dalam pertambahan kasus yaitu 18,03% pada 26 September-10 Oktober, 14,57% pada 10-24 Oktober, dan 9,87% pada 24 Oktober-7 November 2020. Artinya penularan kasus di Jakarta mulai sedikit meningkat dalam dua pekan terakhir setelah melambat di pekan-pekan sebelumnya. Ini waktunya kita semakin waspada dan disiplin dengan protokol kesehatan. Artinya penularan masih terjadi dan kita harus semakin waspada. Jika kita merasakan atau mengetahui orang lain bergejala ataupun terpapar dengan kasus positif, kami membuka nomor telepon Posko Jakarta Tanggap COVID-19 yaitu di 112 dan 081112112112. Kami juga membuka layanan nomor telepon dan pesan melalui whatsapp di nomor 081388376955,” jelas Gubernur Anies.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga mencatat bahwa persentase keterpakaian tempat tidur isolasi harian (ruang rawat inap) maupun ruang ICU di 98 RS Rujukan COVID-19 di DKI Jakarta mulai terjadi peningkatan selama sepekan terakhir. Tingkat keterpakaian ruang tempat tidur isolasi harian (ruang rawat inap) secara berturut-turut tiap pekannya adalah 66% (10/10), 63% (17/10), 59% (24/10), 54% (31/10), 56% (7/11), 63% (14/11) dan 73% (21/11).

Adapun tingkat keterpakaian ruang ICU secara berturut-turut adalah 67% (10/10), 66% (17/10), 62% (24/10), 59% (31/10), dan 60% (7/11), 68% (14/11), dan 70% (21/11).

“Berdasarkan data tersebut, tingkat keterisian tempat tidur RS untuk perawatan pasien kasus terkait COVID-19 di DKI Jakarta mulai terjadi peningkatan selama dua pekan terakhir. Saat ini dari 6.012 tempat tidur isolasi, sebanyak 4.417 atau 73% sudah terisi. Di sisi lain, keterpakaian ruang ICU sudah mencapai 70% atau 591 sudah terisi dari 841 kapasitas maksimalnya. Perlu kami ingatkan bahwa COVID-19 adalah penyakit menular yang bukan hanya dilihat soal tingkat kesembuhannya yang tinggi, tapi juga penularannya yang begitu mudah dan masif. Jika kita disiplin menerapkan protokol kesehatan, maka tingkat penularan rendah dan ujungnya tidak akan membebani sistem kesehatan. Mari kita lindungi seluruh tenaga medis, tenaga kesehatan sebagai garda pertahanan terakhir. Garda terdepan untuk mengentaskan penyakit ini adalah kita semua dengan menekan angka penularan. Tetap disiplin protokol kesehatan. Laporkan bila terjadi pelanggaran. Jangan ragu untuk menghubungi kami bila mengalami gejala atau merasa terpapar,” jelas Gubernur Anies.

Secara lebih rinci, Pemprov DKI Jakarta mencatat data 98 RS Rujukan COVID-19 di DKI Jakarta per 21 November 2020 sebagai berikut:

– 19 RSUD memiliki total ruang isolasi 1554 tempat tidur dengan tingkat keterpakaian 68% dan total ruang ICU 230 tempat tidur dengan tingkat keterpakaian 75%

– 9 RS Vertikal Kemenkes memiliki total ruang isolasi 652 tempat tidur dengan tingkat keterpakaian 63% dan total ruang ICU 165 tempat tidur dengan tingkat keterpakaian 75%

– 6 RS TNI/POLRI memiliki total ruang isolasi 796 tempat tidur dengan tingkat keterpakaian 73% dan total ruang ICU 130 tempat tidur dengan tingkat keterpakaian 43%

– 6 RS BUMN/Kementerian lain memiliki total ruang isolasi 745 tempat tidur dengan tingkat keterpakaian 73% dan total ruang ICU 143 tempat tidur dengan tingkat keterpakaian 76%

– 58 RS Swasta memiliki total ruang isolasi 2.265 tempat tidur dengan tingkat keterpakaian 81% dan total ruang ICU 173 tempat tidur dengan tingkat keterpakaian 75%.

Berdasarkan pengamatan perilaku 3M (Memakai masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan) yang dilakukan FKM UI, terdapat stagnansi maupun penurunan persentase kepatuhan masyarakat selama sepekan terakhir untuk seluruh indikator. Per 21 November 2020, data tingkat kepatuhan masyarakat yang dicatat FKM UI secara detail:

– memakai masker berada di kisaran angka 65%

– menjaga jarak berada di kisaran angka 60%

– mencuci tangan berada di kisaran angka 30%.

Sebelumnya, seluruh indikator perilaku 3M sempat menurun secara signifikan jika dibandingkan setiap pekannya sejak akhir Oktober lalu, yaitu:

– memakai masker berada di kisaran angka 75% (19/10), 70% (26/10), 60% (2/11), 65% (9/11), dan 70% (16/11)

– menjaga jarak berada di kisaran angka 70% (19/10), 65% (26/10), 55% (2/11), 55% (9/11), dan 60% (16/11)

– mencuci tangan berada di kisaran angka 40% (19/10), 30% (26/10), 30% (2/11), 35% (9/11), dan 40% (16/11).

Persentase kepatuhan masyarakat untuk 3M harus mencapai minimal 80% untuk dapat mengendalikan potensi penularan COVID-19. Pemprov DKI Jakarta akan terus bekerja sama dengan jajaran Forkopimda dalam upaya penegakan hukum atas protokol kesehatan masyarakat di wilayah Ibu Kota.

Nilai reproduksi efektif (Rt) yang menjadi indikasi tingkat penularan di masyarakat menunjukkan skor 1,06 per 21 November 2020. Angka tersebut meningkat dari skor pekanan sebelumnya, yaitu 1,03 (31/10); 1,04 (7/11); dan 1,05 (14/11).

Hasil skor Rt tersebut menunjukkan peningkatan kembali sebagaimana data bulan Oktober yaitu skor 1,06 pada 12 Oktober 2020 dan 1,05 pada 24 Oktober 2020.

“Berdasarkan data dari FKM UI, kita melihat terjadi stagnansi bahkan penurunan kedisiplinan masyarakat dalam perilaku 3M. Data tersebut sesungguhnya sejalan dengan data peningkatan kasus harian di DKI Jakarta. Jika penggunaan masker dengan benar meningkat, kita juga disiplin menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta ditambah sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, maka insya Allah penularan akan menurun dan dampaknya kasus juga akan bisa ditekan. Ini adalah ikhtiar bersama. Masyarakat disiplin 3M, kami di Pemerintah akan terus menggalakan 3T yaitu Testing, Tracing, dan Treatment,” tegas Gubernur Anies.

Berdasarkan analisis data dari tim FKM UI, nilai Rt tersebut kemudian dibandingkan dengan estimasi kasus baru (onset) dan persentase masyarakat yang berada di rumah (mengurangi mobilitas). Hasilnya menunjukkan bahwa:

– persentase penduduk yang berada di rumah mulai menurun sejak Oktober dan kini stabil berada di kisaran 45%

– estimasi kasus baru (onset) juga menunjukkan penurunan signfikan pada bulan Oktober, namun mulai meningkat di awal bulan November.

Estimasi kasus baru (onset) merupakan pengukuran epidemiologi berdasarkan waktu pertama kali kasus positif mengalami gejala, bukan waktu pelaporan positif kasus konfirmasi positif dari hasil uji laboratorium.

Selain itu, penilaian berdasarkan indikator pengendalian COVID-19 dari FKM UI menunjukkan peningkatan 5 poin dari skor 63 pada 15 November 2020 menjadi 68 pada 21 November 2020. Peningkatan tersebut salah satunya dikarenakan penurunan rerata positivity rate yang sebelumnya lebih dari 10% menjadi di antara 5-10% dalam sepekan terakhir. Selain itu, jumlah kegiatan tes PCR juga mengalami peningkatan signifikan yang akhirnya membuat penilaian dari FKM UI menunjukkan perbaikan.

Skor 68 per 21 November 2020 tersebut juga menunjukkan perbaikan signifikan bila dibandingkan skor-skor sebelumnya, yaitu 60 (18/10), 64 (24/10), 67 (1/11), 63 (8/11), dan 63 (15/11). Pemprov DKI Jakarta akan terus mengupayakan agar berbagai indikator pengendalian COVID-19 terus membaik dengan penegakan aturan hukum dan kegiatan 3T secara masif.

Seputar Kerumunan di Petamburan

JAYAKARTA NEWS – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan bahwa kegiatan yang menimbulkan kerumunan orang dalam jumlah banyak, seperti yang terjadi di Petamburan, Jakarta Barat pada Sabtu (14/11) tidak pernah mendapatkan izin dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal itu disampaikan Doni sebagaimana sesuai informasi yang dia dapatkan dari pihak Balai Kota DKI Jakarta.

“Pemerintah Provinsi DKI, tidak pernah mengizinkan. Tolong diperhatikan. Jadi saya ulangi, Pemerintah DKI tidak pernah mengizinkan,” ujar Doni dalam Konferensi Pers secara virtual dari Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (15/11).

Lebih lanjut, Doni menjelaskan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengeluarkan surat perihal larangan terkait kegiatan yang menimbulkan kerumunan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, melalui Wali Kota Jakarta Pusat. Sehingga Doni minta agar informasi tersebut tidak menjadi kekeliruan di tengah masyarakat.

“Gubernur DKI, melalui Walikota Jakarta Pusat, telah membuat surat. Kami peroleh dari pemerintah DKI Jakarta. Ya, sekali lagi, supaya tidak terjadi kekeliruan dalam pemberitaan, bahwa Pemerintah DKI Jakarta dari awal tidak memberikan izin ya,” kata Doni.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo berbincang dengan dua orang dokter di RS Wisma Atlet, Jakarta. (foto: BNPB)

Satgas DKI Jakarta Berikan Sanksi Tegas

Dalam hal ini, Satgas DKI Jakarta telah memberikan sanksi tegas dan tidak pandang bulu terhadap para pelanggar peraturan Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

Adapun sanksi tersebut telah diberikan kepada sebanyak 17 orang berupa denda sebesar 1,5 juga rupiah dan sanksi fisik kepada 19 orang yang melanggar protokol kesehatan pada kegiatan di Petamburan. Atas hal itu, Doni mengapresiasi kepada tim Satgas DKI Jakarta atas penegakan hukum sesuai peraturan yang berlaku tersebut.

“Kami memberikan apresiasi kepada tim Satgas DKI, yang juga tidak pandang bulu terhadap mereka yang melakukan pelanggaran terhadap protokol kesehatan, terutama yang tidak menggunakan masker pada acara yang diselenggarakan pada malam hari di Petamburan,” ungkap Doni.

“Dengan memberikan sanksi kepada 17 orang, dan juga memberikan sanksi fisik kepada 19 orang. Untuk yang 17 orang, dikenai sanksi denda, sehingga dana yang diterima oleh Satpol PP DKI sebesar 1,5 juta rupiah,” imbuhnya.

Di sisi lain, Doni juga mengatakan bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah melayangkan surat denda administrasi sebesar 50 juta rupiah kepada panitia penyelenggara kegiatan yang menimbulkan banyak kerumunan orang di Petamburan.

Menurutnya, jumlah denda tersebut merupakan yang tertinggi. Doni menyebut, apabila pada kemudian hari hal itu terulang lagi, maka pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melipat gandakan besaran denda tersebut.

“Gubernur Anies, telah mengirimkan tim yang dipimpin oleh Kasat Pol PP, untuk menyampaikan surat denda administrasi sejumlah 50 juta rupiah kepada panitia yang menyelenggarakan acara tersebut. Denda ini adalah denda tertinggi, dan apabila di kemudian hari, masih terulang kembali, menurut Gubernur Anies, denda tersebut akan dilipatgandakan menjadi 100 juta rupiah,” jelas Doni.

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo dan para narasumber dalam jumpa pers virtual di RS Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat kemarin (15/11/2020). (foto: BNPB)

Kesadaran Individu Modal Utama Perangi Virus Corona

Di sisi lain, Doni meminta kepada seluruh pihak agar dapat memiliki kesadaran penuh untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik pada masa pandemi COVID-19. Sebab, hanya dengan cara itu setiap orang dapat terlindung dari virus SARS-CoV-2 atau corona jenis baru penyebab COVID-19.

Dia tidak ingin masyarakat hanya patuh karena ada sanksi atau paksaan, namun murni kesadaran dari masing-masing pihak.

“Kita sekali lagi mengajak kepada semua pihak, betul-betul ada kesadaran. Jangan karena dipaksa, jangan karena mungkin adanya sanksi, baru patuh. Tidak boleh,” pinta Doni.

Selanjutnya, Doni mengatakan bahwa COVID-19 dapat menyerang manusia kapanpun, di manapun dan dalam kondisi apapun. Oleh sebab itu, kesadaran dari diri sendiri untuk menerapkan protokol kesehatan menjadi sangat penting.

“Menghadapi COVID ini, kesadaran kita harus total. Saya ulangi lagi, kesadaran kita harus total, tanpa pamrih, karena COVID menyerang kita tidak ada jam kerja, tidak ada hari libur, kapan saja. Dokter sudah berada di sini sejak bulan April,” jelas Doni.

Dia juga meminta kepada masyarakat agar dapat memahami bahwa pemerintah telah bekerja semaksimal mungkin untuk masyarakat, khususnya untuk menangani pandemi yang melanda hampir seluruh dunia sejak awal 2020. Sehingga diharapkan kepada seluruh masyarakat tidak membuat perjuangan seluruh komponen dan unsur terkait tidak menjadi sia-sia.

“Kami bertugas sejak akhir Januari yang lalu setelah Bapak Presiden menugaskan warga negara kita pulang dari Wuhan, sampai hari ini nyaris tidak ada waktu istirahat,” tutup Doni. (*/rr)

Doni Monardo tentang Pemberian Masker di Kegiatan Rizieq Shihab

JAYAKARTA NEWS – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 pusat memberikan bantuan berupa masker kain, masker medis dan handsanitizer kepada satgas yang mengelola atau panitia kegiatan Maulid Nabi serta panitia perayaan pernikahan putri Rizieq Shihab.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan, pemberian bantuan tersebut dilakukan setelah Satgas Penanganan COVID-19 melihat tidak adanya penerapan protokol kesehatan pada setiap kegiatan yang melibatkan Rizieq Shihab.

“Setelah beberapa hari terakhir, kita menyaksikan sejumlah aktivitas yang dihadiri oleh Habib Rizieq Shihab. Banyak sekali masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan, tidak menjaga jarak dan banyak yang tidak menggunakan masker. Dan ini yang sangat kita sayangkan,” ungkap Doni Monardo di Media Center Satgas Penanganan COVID-19, Jakarta, Sabtu (14/11).

Di samping itu, Doni juga menekankan bahwa sebelumnya setiap pakar dan pimpinan, baik di tingkat pusat maupun setiap daerah telah mengingatkan akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan COVID-19.

“Setiap pakar epidemiologis, pakar kesehatan masyarakat dan seluruh pimpinan baik di tingkat nasional dan juga di tingkat daerah selalu mengingatkan tentang bagaimana kita harus patuh kepada protokol kesehatan,” tegas Doni.

Lebih lanjut, Doni juga mengingatkan bahwa COVID-19 dapat menjadi mesin pembunuh bagi mereka yang masuk dalam kategori usia lanjut, maupun mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbiditas.

“Mungkin bagi mereka yang usia muda, sehat apabila terpapar COVID-19 relatif bisa sembuh dalam waktu yang tidak lama. Namun pengalaman kita selama ini, ketika yang terpapar itu lansia dan penderita komorbid maka risikonya sangat fatal. Saya ulangi lagi sangat fatal,” jelas Doni.

Sebagaimana data Satgas Penanganan COVID-19, bahwa terdapat tren kasus kluster keluarga yang meningkat dari orang tanpa gejala yang menulari keluarganya di rumah sehingga akhirnya berujung fatal. Sehingga hal ini perlu diantisipasi agar ke depannya tidak terjadi hal serupa.

“Tidak sedikit saudara-saudara kita yang kelompok rentan, yaitu lansia dan penderita komorbid ini akhirnya wafat, akhirnya meninggal dunia. Karena tertular dari keluarga yang tidak ada gejala,” kata Doni.

Selanjutnya, Doni juga menjelaskan bahwa pemberian bantuan tersebut adalah dilakukan untuk menegakkan aturan pemerintah untuk mencegah penyebaran COVID-19 secara luas, dengan menerapkan protokol kesehatan. Dia berharap, bantuan tersebut kemudian dapat digunakan sebagaimana mestinya sehingga penularan COVID-19 dapat dicegah.

“Oleh karenanya pemberian bantuan berupa masker dan juga handsanitizer kepada panitia bukan hanya untuk menegakkan protokol kesehatan di lingkungan tersebut, tetapi juga bagian dari upaya untuk mengajak seluruh komponen yang ada di sekitarnya mau menggunakan masker,” jelas Doni.

“Masker diberikan untuk dipakai,” imbuhnya.

Tegakkan Perda COVID-19

Sementara itu, Doni Monardo telah menghubungi Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI Jakarta agar betul-betul dapat menerapkan Peraturan Daerah (Perda) yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait penanganan COVID-19.

“Kami juga sudah juga menghubungi Wakil Gubernur DKI Jakarta kemarin dan tadi siang bapak Gubernur Anies untuk betul-betul bisa menerapkan Perda sebagaimana yang telah tertuang dalam aturan yang telah dibuat oleh Pemerintah DKI Jakarta,” tutur Doni.

Dalam hal ini, Doni berharap agar apa yang telah dianjurkan pemerintah pusat dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dapat dilakukan dengan sinergitas yang baik.

Selain itu, Doni juga meminta kepada para tokoh yang ada di pusat maupun daerah agar dapat mendukung upaya tersebut sebagai kesadaran kolektif untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

“Kamipun berharap kerja sama pusat dan daerah bisa berjalan dengan baik. Dan kita juga berharap semua tokoh-tokoh yang ada bisa bekerja sama agar kepatuhan (menerapkan) protokol kesehatan ini bukan karena ada sanksi, tetapi adalah sebuah kesadaran kolektif untuk melindungi diri sendiri dan juga diri yang lainnya,” jelas Doni.

“Kalau ini bisa kita lakukan dengan baik, inshaAlloh bangsa kita, masyarakat kita bisa semakin baik dan mereka yang terpapar pun bisa semakin kecil,” pungkasnya. (*/rr)