Kolom
Susuk Menjelajah Mesir hingga Asia
– Gde Mahesa
Susuk beraneka ragam bahan dan medianya, dengan wujut benda kecil berbentuk jarum, serbuk, atau bentuk lain sesuai keinginan.
Orang memasang susuk tentu dengan tujuan tertentu, untuk membuka aura (daya tarik), memperindah tubuh manusia, pemikat, kekebalan, penglaris atau apapun yg bisa dilakukan dg cara memasang susuk. Namun dalam Hindu dan Budha, dimanfaatkan guna menandai tempat suci.
Seseorang bisa memasang susuk di sekujur tubuhnya untuk mencapai keinginan yang diraih. Tidak cuma puluhan, tapi bisa ratusan. Susuk umumnya terbuat dari bahan emas atau tembaga, bisa juga intan atau berlian.
Semua susuk yang ditanam di dalam tubuh manusia, maupun yang ditanam di tanah dipercaya memiliki daya magis. Menjadi bagian dari keyakinan yang dipertahankan masyarakat. Tentunya, seseorang yang memasang susuk ada sebabnya, rasa insecure dan tidak puas diri menjadi dasar alasan paling umum mereka yang memakai susuk.
Susuk bermakna memasukan benda ke dalam tubuh. Legenda dongeng susuk ini, sebenarnya bertujuan untuk kesehatan, hal ini merupakan metode kuno bangsa mesir dengan tujuan buat memperlancar peredaran darah.
Syahdan ceritanya pada jaman dahulu di daerah Mesir ada orang yang suka sakit-sakitan. Selain dikucilkan oleh masyarakat, ia juga sengaja mengucilkan diri ke gurun pasir dan berdiam di sebuah goa.
Saat jalan-jalan di antara bebantuan ia menemukan benda kecil yang berkilauan, kemudian ia teringat dan pernah mendengar jika memasukan benda ke dalam tubuh akan dapat memperlancar peredaran darah.
Maka dimakanlah benda tersebut, dan ketika menemukan lagi, kemudian dicobanya di tusukan ke dalam tangannya.
Dalam beberapa waktu tubuhnya terasa lebih baik dan berangsur sehat. Akhirnya orang tersebut tinggal didalam goa entah sudah berapa lama tinggal ditempat tersebut ia tidak menghitung.
Pada suatu ketika serombongan pengembala lewat dan bertemu, kemudian bercerita dan berbincang, dan ternyata ia adalah teman kecil dari para penggembala tersebut dan yang mengherankan orang tersebut lebih muda dari pengembala dilihat dari wajahnya tampak awet muda, kemudian orang pengembala meminta rahasianya, dan diberitahu jika ia pakai batu kecil yang berkilauan di sekitar goa tersebut. Dari situlah muncul istilah susuk.
Praktik susuk telah lama menjadi bagian dari warisan budaya di berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara, dengan variasi bentuk dan kepercayaan yang menyertainya.
Jejak praktik susuk dapat ditelusuri hingga berabad-abad lalu. Bukti-bukti arkeologis dan catatan sejarah menunjukkan adanya praktik serupa di berbagai peradaban kuno. Di Nusantara sendiri, tradisi susuk erat kaitannya dengan kepercayaan animisme dan dinamisme, di mana benda-benda tertentu diyakini memiliki kekuatan gaib.
Pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha, praktik ini dipercaya menjadi bagian dari ritual spiritual dan perlindungan diri para prajurit atau anggota kerajaan.
Indonesia memang kaya akan ragam budaya, yang acapkali diselimuti sesuatu hal yang mistis dan berbau klenik seperti susuk.
Dalam buku Kisah Tanah Jawa, praktik pemasangan susuk awalnya dari Borneo. Para raja di sana memakai susuk dengan tujuan kewibawaan di depan rakyat dan disegani lawan. Juga kabarnya memakaikan susuk pada selir dan dayang supaya menarik.
Jadi, awalnya hanya keluarga kerajaan yang memakainya karena dianggap sakral.
Seiring perjalanan peradaban akhirnya masyarakat biasa banyak yang menggunakan, tidak terbatas pada profesi.
Benda klenik satu ini, tidak sembarang orang bisa memakainya, seperti memakai anting atau giwang. Perlu bantuan orang pintar atau dukun atau ahli supranatural untuk memasangnya pada area tubuh tertentu, selain juga butuh mantra atau rapalan doa untuk membuat berkhasiat. Susuk ini bisa dimasukkan ke wajah, lengan, hingga kemaluan.
Jenis dan bahan susuk sangat bervariasi tergantung pada tradisi lokal, tujuan pemasangan, dan kemampuan sang ahli spiritual atau dukun.
Macam-macam jenis susuk di antaranya :
Susuk Emas: Terbuat dari serpihan emas murni berukuran sangat kecil. Dipercaya memberikan aura positif, daya tarik, dan kemakmuran.
Susuk Perak: Mirip dengan susuk emas, namun dipercaya memiliki energi yang lebih lembut dan fokus pada kecantikan serta ketenangan.
Susuk Berlian: Dianggap memiliki kekuatan yang lebih tinggi dan sering dikaitkan dengan status sosial, kekuasaan, dan perlindungan yang kuat.
Susuk Besi atau Baja: Lebih sering digunakan untuk tujuan perlindungan fisik dan kekebalan.
Susuk Samber Lilin: Menggunakan bagian tubuh serangga samber lilin yang diyakini memiliki daya pikat kuat.
Susuk Kantil: Menggunakan bunga kantil yang diasosiasikan dengan mistis dan daya tarik.
Selain bahan-bahan tersebut, ada pula susuk yang menggunakan bahan-bahan alami lain seperti tumbuhan atau bagian tubuh hewan tertentu yang diyakini memiliki energi khusus.
Ritual pemasangan bisa bervariasi tergantung pada jenis susuk, tradisi lokal, dan tujuan pemasangan.
Ada susuk yang banyak dipakai oleh ibu-ibu muda daripada bapak-bapak. Yaitu SUSUK KB.
Sruputtt kopi pahitnya… bullll bullll klepussss
