• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Siapa Bilang Down Syndrome Gak Bisa Tampil? Ini Kebolehan Mereka di Peluncuran Produk Batik Baru

Siapa Bilang Down Syndrome Gak Bisa Tampil? Ini Kebolehan Mereka di Peluncuran Produk Batik Baru

February 23, 2025
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Migran Aman! 70 Siswa di Lombok Timur Dibekali Jurus Hindari Jebakan Kerja Ilegal ke Luar Negeri

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

October 8, 2026
Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

October 8, 2026
Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

October 8, 2026
Tak Berhenti di Pemulangan, KP2MI Kawal Status Kewarganegaraan Lima Anak Baedah

Tak Berhenti di Pemulangan, KP2MI Kawal Status Kewarganegaraan Lima Anak Baedah

October 7, 2026
Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

October 7, 2026
Dunia yang Terbelah, Rupiah yang Diuji

Dunia yang Terbelah, Rupiah yang Diuji

October 7, 2026
MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

October 7, 2026
AWAL, Akhirnya Tiba

AWAL, Akhirnya Tiba

October 7, 2026
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Migran Aman! Disnaker Lumajang Ingatkan Calon PMI tak Gunakan Jalur Ilegal

Migran Aman! Disnaker Lumajang Ingatkan Calon PMI tak Gunakan Jalur Ilegal

October 8, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 7, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, October 9, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Siapa Bilang Down Syndrome Gak Bisa Tampil? Ini Kebolehan Mereka di Peluncuran Produk Batik Baru

by admin
February 23, 2025
in Kabar, Kesehatan
0
Siapa Bilang Down Syndrome Gak Bisa Tampil? Ini Kebolehan Mereka di Peluncuran Produk Batik Baru

Penampilan tari remo dari penyandang down syndrome pada acara tersebut(foto:istimewa)

491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SIDOARJO, JAYAKARTA NEWS– Produk batik yang identik dengan penyandang Down Syndrome, diberi nama Batik Kromosom 21 Jumat sore (21/2) di Launching bertempat di Balai Besar Guru Penggerak(BBGP) Jatim Desa Kwangsan, Sidoarjo.

Acara yang diselenggarakan oleh Down Syndrome School bekerjasama dengan BBGP Jatim dan Quali International Surabaya ini juga dipersiapkan untuk menyambut Hari Down Syndrome Internasional yang selalu diperingati setiap tanggal 21 Maret.

Dalam studio televisi BBGP yang luas, berkumpul anak-anak penyandang Down Syndrome bersama orangtua masing-masing.

Di panggung utama, satu demi satu beberapa anak penyandang Down Syndrome unjuk kebolehan.

Penampilan mereka diantaranya adalah membaca surat Al Fatehah, Tari Remo dan peragaan busana produk batik Kromosom 21 yang diiringi oleh grup musik yang kesemuanya tuna netra.

Tentu saja pemandangan yang “tidak biasa” itu membuat para undangan hatinya berkecamuk.

Antara rasa kasihan tetapi bangga dan gembira kepada para penyandang down syndrome yang bisa melakukan unjuk kebolehan.

Oleh karena itu setiap unjuk rasa aplaus dari para undangan diberikan kepada penyandang down synsrome itu.

Dalam sambutannya, Owner Down Syndrome School dan Founder Batik Kromosom 21, Lili Musyafa’ah, S.Pd, M.Pd mengatakan, ide untuk membuat Batik Kromosom 21 ini sudah digagas sejak lima tahun lalu.

Selama kurun waktu tersebut, ia intens berdiskusi dengan para pemerhati masa depan anak Down Syndrome serta berkeliling ke beberapa kota untuk mencari desainer dan perajin batik yang bisa mengejawantahkan corak batik identik Down Syndrome.

Desain corak batik ini dari kromosom 21 terbelah tiga yang merupakan ciri khas penyandang down syndrome. Di seluruh dunia, anak penyandang down syndrome ini wajahnya sama.

“Oleh karena itu sulit membedakan antara anak satu dengan anak lainnya” ujar Lili Musyafa’ah yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab dan Dakwah Masjid Agung Sunan Ampel Surabaya ini.

Sebagai seorang ibu yang juga mempunyai anak penyandang Down Syndrome, Lili tergugah untuk mendirikan Sekolah Down Syndrome yang ia dirikan sejak tahun 2017.

Dari hasil pengamatannya, banyak orangtua yang kesulitan secara ekonomi menyekolahkan anaknya yang penyandang down syndrome.

Oleh karena itu ia mempunyai gagasan untuk mendapatkan sumber finansial. Dan batik Kromosom 21 ini menjadi pilihannya.

“Melalui produksi batik ini, para penyandang Down Syndrome akan berusaha dengan sungguh sungguh menjemput rezeki mereka dengan berjualan bukan dengan belas kasihan sebagai peminta sumbangan. Para orangtua dan keluarga yang memiliki anak down syndrome bisa menjadi reseller batik kromosom 21.” tegasnya.

Lili Musyafa’ah juga menyebut, selain dipasarkan di dalam negeri, batik Kromosom 21 juga dipasarkan di luar negeri. Ia menyebut sudah ada distributor dari Australia yang akan memasarkan produk batik ini.

Bahkan dalam acara launching tersebut juga hadir William, seorang distributor dari Belanda.

“Saya tertarik dengan corak batik Kromosom 21 dan akan saya pasarkan ke Belanda” ujar William yang fasih berbahasa Indonesia tersebut.

Penyandang down syndrome saat memamerkan batik kromoson 21(foto: istimewa)

Dalam sambutannya, Ketua BBGP Jawa Timur, Drs Abu Khaer, M.Pd memberikan apresiasi yang tinggi kepada Down Syndrome School dan Quali International Surabaya yang memberikan inspirasi kepada dunia tentang pendidikan bermutu untuk semua, yang tidak hanya terjadi di sekolah formal saja, namun juga di satuan sekolah-sekolah non formal seperti di Down Syndrome School.

Pendidikan bermutu tidak hanya didapatkan di sekolah, keluarga dan masyarakat namun juga di berbagai media sosial.

Sambil memeluk salah satu anak penyandang Down Syndrome yakni Risang Dwi Ananta, alumni Sekolah Luar Biasa (SLB) Karya Mulya Surabaya yang sudah bekerja selama 12 tahun di BBGP Jawa Timur, Abu Khaer memperkenalkan portal Rumah Pendidikan yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 21 Januari 2025 lalu.

Portal ini merupakan penyatuan berbagai layanan pendidikan yang sebelumnya tersebar di berbagai platform.

Dari beberapa referensi, Down Sindrom merupakan kelainan genetik atau bawaan lahir yang mengakibatkan penderitanya mempunyai kecerdasan yang rendah serta kelainan fisik yang khas. Mengacu pada data WHO, 3000 hingga 5000 bayi terlahir dengan kondisi Down Sindrom setiap tahunnya.

Namun, jika diberikan dukungan dan penanganan yang tepat serta perhatian yang maksimal, penderitanya dapat hidup dengan sehat dan mampu menjalani aktivitasnya secara mandiri.

Dihubungi terpisah Lili Musyafa’ah menceritakan anak keempatnya lahir dengan kondisi Down Sindrom. Sebagai orangtua, sembilan bulan pertama ia merasa sangat terpukul.

Namun setelah mengikuti Potads (Persatuan Orangtua dengan Anak Down Syndrom), ternyata perkembangan anaknya sangat cepat.

Usia tiga tahun sudah bisa mandiri. Ia mulai mencari tahu cara penanganan yang tepat bagi penyandang Down Syndrom.

Saat ia pergi ke Singapura. Disana ia melihat anak-anak penyandang Down Syndrom bisa dilepas di Mall dan melakukan aktifitas normal. Hal ini karena para orangtua mempunyai mindset yang lebih terbuka.

Hal ini berbeda dengan kebanyakan orangtua anak penyandang Down Syndrom di Indonesia.
Bahkan sering terjadi anak-anak Down Syndrom ini di bully.

Dari berbagai pengalaman itulah pada tahun 2018 ia mendirikan Sekolah khusus untuk Orangtua anak penyandang Down Syndrom.***poedji

Tags: jayakartanewskesehatan
Share196Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Migran Aman! 70 Siswa di Lombok Timur Dibekali Jurus Hindari Jebakan Kerja Ilegal ke Luar Negeri

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

October 8, 2026
Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

October 8, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2017 JNews.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2017 JNews.

Go to mobile version