• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Sam Altman: Ambisi, Inovasi, dan Kontroversi di Balik Revolusi Kecerdasan Buatan

Sam Altman: Ambisi, Inovasi, dan Kontroversi di Balik Revolusi Kecerdasan Buatan

December 26, 2025
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

October 23, 2026
Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

October 23, 2026
Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

October 23, 2026
Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

October 22, 2026
Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

October 22, 2026
Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

October 22, 2026
Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

October 22, 2026
Empat Tahun Berperang Rusia Kehilangan 350.000 Tentaranya, Putin: ‘Kemenangan akan Selalu Milik Kita!

Jalan Perdamaian Terbuka? Presiden Putin Setuju Perundingan Damai dengan AS dan Ukraina

October 22, 2026
Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

October 22, 2026
Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

October 22, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, October 23, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Sam Altman: Ambisi, Inovasi, dan Kontroversi di Balik Revolusi Kecerdasan Buatan

by admin
December 26, 2025
in Kolom
0
Sam Altman: Ambisi, Inovasi, dan Kontroversi di Balik Revolusi Kecerdasan Buatan
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Heri Mulyono

Pendahuluan: Dari Anak Muda Silicon Valley ke Arsitek Era AI

Sam Altman bukan sekadar CEO sebuah perusahaan teknologi. Ia adalah salah satu arsitek utama yang membentuk percakapan global tentang masa depan kecerdasan buatan. Namun perjalanannya penuh dengan paradoks—seorang visioner yang dipuja sekaligus dikritik, pemimpin yang membangun konsensus namun juga memicu perpecahan, idealis yang berbicara tentang kebaikan umat manusia sambil membangun imperium bernilai miliaran dolar.

Untuk memahami fenomena Sam Altman, kita perlu menelusuri perjalanan hidupnya dengan jujur—merayakan pencapaiannya tanpa mengabaikan kekurangannya, mengapresiasi visinya sambil mempertanyakan metodenya.

Akar Kesuksesan: Fondasi Seorang Pembangun

Pemikiran Produktif Sejak Dini

Lahir pada 22 April 1985 di Chicago, Sam Altman menunjukkan kecenderungan entrepreneurial sejak remaja. Di usia delapan tahun, ia sudah belajar coding. Yang membedakan Altman dari banyak programmer muda lainnya adalah ketertarikannya pada sistem—bukan hanya menulis kode, tetapi memahami bagaimana teknologi mengubah perilaku manusia dan struktur sosial.

Di Universitas Stanford, ia belajar ilmu komputer selama dua tahun sebelum mengambil keputusan berani: dropout untuk membangun Loopt, aplikasi berbagi lokasi berbasis mobile, pada 2005. Meskipun Loopt akhirnya diakuisisi dengan harga yang tidak spektakuler ($43 juta pada 2012), pengalaman ini memberinya pelajaran berharga tentang membangun produk, mengelola tim, dan menavigasi ekosistem startup.

Akselerasi di Y Combinator

Momentum karier Altman melejit ketika ia bergabung dengan Y Combinator (YC), akselerator startup paling berpengaruh di dunia. Dimulai sebagai partner paruh waktu pada 2011, ia menjadi presiden YC pada 2014 di usia 28 tahun—menggantikan Paul Graham, salah satu pendiri YC.

Di bawah kepemimpinannya, YC bertransformasi dari akselerator kecil yang memfokuskan pada startup early-stage menjadi institusi yang mendanai ratusan perusahaan per tahun. Beberapa “unicorn” seperti Airbnb, Dropbox, Stripe, dan Reddit adalah alumni YC. Altman tidak hanya mengelola program, tetapi aktif membentuk filosofi investasi dan memberikan mentorat langsung.

Faktor kunci kesuksesannya di YC:

– Keberanian memilih ide non-konvensional: Altman terkenal mendukung ide-ide yang tampak gila pada awalnya. Ia percaya bahwa startup terbaik sering kali terlihat buruk di awal.

– Jaringan dan akses modal: Ia membangun hubungan dengan investor terkemuka dan membuka akses pendanaan untuk founder muda.

– Kemampuan melihat pola: Dari ratusan startup yang ia dampingi, Altman mengembangkan intuisi tajam tentang apa yang membuat founder dan ide berhasil.

– Komunikasi dan personal branding: Melalui blog dan Twitter, ia membangun reputasi sebagai pemikir yang artikulatif tentang masa depan teknologi.

OpenAI: Dari Misi Nonprofit ke Kontroversi Korporat

Kelahiran Visi Altruistik

Pada Desember 2015, Sam Altman bersama Elon Musk, Greg Brockman, Ilya Sutskever, dan investor lainnya mendirikan OpenAI dengan misi mulia: memastikan kecerdasan buatan umum (AGI) menguntungkan seluruh umat manusia. OpenAI didirikan sebagai organisasi nonprofit dengan komitmen transparansi dan keamanan AI.

Altman tidak langsung menjadi CEO—ia memulai sebagai co-chair sambil tetap memimpin YC. Namun pengaruhnya terhadap arah strategis OpenAI sangat besar.

Transformasi Kontroversial: Dari Nonprofit ke “Capped-Profit”

Pada 2019, OpenAI mengumumkan struktur hybrid yang mengejutkan: OpenAI LP, entitas “capped-profit” di bawah payung nonprofit OpenAI Inc. Investor bisa mendapat return maksimal 100x lipat, dengan keuntungan di atas itu mengalir ke misi nonprofit.

Perubahan ini memicu kritik tajam. Elon Musk, salah satu pendiri, keluar dari board dan kemudian menjadi kritikus vokal, menuduh OpenAI menyimpang dari misi awalnya. Altman membela keputusan ini dengan argumen pragmatis: mengembangkan AGI membutuhkan dana sangat besar—miliaran dolar untuk komputasi, talenta, dan riset. Tanpa struktur profit, OpenAI tidak akan bisa bersaing dengan raksasa teknologi.

Keputusan ini menunjukkan karakteristik Altman:

– Pragmatisme di atas ideologi: Ia tidak ragu mengubah struktur organisasi ketika realitas menuntutnya.

– Kemampuan persuasi: Ia berhasil meyakinkan investor, peneliti, dan publik bahwa struktur hybrid bisa menyeimbangkan misi sosial dan kebutuhan komersial.

– Keberanian mengambil risiko reputasi: Ia tahu keputusan ini akan kontroversial, tetapi tetap melakukannya.

Revolusi ChatGPT dan Dominasi Global

Peluncuran ChatGPT pada November 2022 adalah momen yang mendefinisikan karier Altman. Dalam dua bulan, aplikasi ini mencapai 100 juta pengguna—pertumbuhan tercepat dalam sejarah aplikasi konsumen. ChatGPT tidak hanya produk teknologi, tetapi fenomena budaya yang mengubah percakapan publik tentang AI.

Kesuksesan ini mengangkat Altman menjadi salah satu CEO paling berpengaruh di dunia. Ia bertemu pemimpin negara, berbicara di forum internasional, dan menjadi wajah publik revolusi AI.

Strategi yang membuat OpenAI dominan:

– Product-led growth: Membuat produk yang sangat mudah diakses dan berguna, lalu membiarkan pengguna menyebarkannya secara organik.

– Timing sempurna: Meluncurkan ChatGPT ketika teknologi sudah matang tetapi sebelum kompetitor siap.

– Kemitraan strategis dengan Microsoft: Investasi $10 miliar dari Microsoft memberikan OpenAI akses ke infrastruktur komputasi masif dan jalur distribusi enterprise.

– Narrative control: Altman sangat efektif membingkai OpenAI sebagai organisasi yang menyeimbangkan inovasi dan keamanan, berbeda dari kompetitor yang dipersepsikan hanya mengejar profit.

Nilai-Nilai Kepemimpinan dan Pola Pikir

1. Berpikir Jangka Panjang dengan Eksekusi Jangka Pendek

Altman terkenal dengan kemampuannya menyeimbangkan visi jangka panjang (AGI yang aman dan menguntungkan umat manusia) dengan eksekusi jangka pendek yang pragmatis (membangun produk yang menghasilkan revenue dan mempertahankan talenta terbaik).

2. Optimisme Teknologi yang Kritis

Ia adalah techno-optimist—percaya teknologi bisa memecahkan masalah besar umat manusia. Namun optimismenya tidak naif; ia sering berbicara tentang risiko eksistensial AI dan kebutuhan regulasi.

3. Keterbukaan pada Ide Kontroversial

Dari investasi di energi nuklir, riset perpanjangan umur manusia (longevity), hingga Universal Basic Income (UBI), Altman tidak takut mengeksplorasi ide yang kontroversial atau belum terbukti.

4. Kemampuan Membangun dan Memelihara Talenta

Salah satu kekuatan terbesarnya adalah menarik dan mempertahankan orang-orang terbaik. Ia dipandang sebagai pemimpin yang memberikan otonomi, mendukung ambisi besar, dan melindungi timnya.

5. Komunikasi Publik yang Efektif

Altman mahir berkomunikasi dengan berbagai audiens—investor, regulator, media, dan publik umum. Ia bisa menjelaskan konsep teknis kompleks dengan bahasa sederhana tanpa kehilangan nuansa.

Kelemahan, Kontroversi, dan Kritik

1. Drama Pemecatan dan Pemulihan yang Membingungkan

November 2023 menjadi salah satu episode paling dramatis dalam sejarah Silicon Valley. Board OpenAI tiba-tiba memecat Altman dengan alasan “tidak selalu jujur dalam komunikasinya dengan board.” Dalam 96 jam yang kacau, hampir seluruh karyawan OpenAI (lebih dari 700 orang) mengancam resign, investor menekan board, dan Microsoft menawarkan Altman posisi memimpin divisi AI baru.

Akhirnya, Altman dikembalikan sebagai CEO dengan board yang sepenuhnya baru. Namun episode ini mengungkap beberapa kelemahan:

– Kepemimpinan yang polarisasi: Sebagian board merasa Altman terlalu agresif mengkomersialkan teknologi dan kurang transparan tentang risiko keamanan.

– Kurangnya governance yang matang: Struktur organisasi yang kompleks (nonprofit yang mengontrol entitas profit) menciptakan konflik kepentingan.

– Kultus personalitas: Loyalitas ekstrem karyawan terhadap Altman, meskipun positif, juga menunjukkan organisasi yang terlalu bergantung pada satu individu.

2. Ketidakkonsistenan antara Kata dan Tindakan

Altman sering berbicara tentang transparansi dan keamanan AI, tetapi OpenAI telah menjadi lebih tertutup seiring waktu. Model GPT-4 tidak mempublikasikan detail teknis lengkap—sebuah keputusan yang dikritik komunitas riset AI yang mengadvokasi open science.

3. Konsentrasi Kekuasaan dan Dampak Monopolistik

OpenAI, terutama melalui kemitraan dengan Microsoft, mengkonsolidasikan kekuasaan besar dalam ekosistem AI. Ini menimbulkan kekhawatiran tentang:

– Ketergantungan banyak startup dan developer pada satu platform

– Potensi pricing power yang eksploitatif

– Risiko bias dan nilai-nilai yang dikodekan dalam sistem AI yang sangat berpengaruh

4. Kurangnya Keragaman Perspektif dalam Pembentukan Kebijakan AI

Kritikus menunjukkan bahwa narasi dominan tentang AI sangat didominasi oleh sekelompok kecil laki-laki kulit putih di Silicon Valley, termasuk Altman. Ini berisiko mengabaikan dampak AI terhadap komunitas marginal, negara berkembang, dan isu-isu seperti bias algoritmik dan displacement pekerja.

5. Ambiguitas Etis dalam Proyek Sampingan

Altman terlibat dalam berbagai venture di luar OpenAI—termasuk Worldcoin (proyek identitas digital berbasis blockchain dan biometrik) yang kontroversial karena mengumpulkan data biometrik jutaan orang di negara berkembang, sering dengan informed consent yang dipertanyakan.

6. Retorika Apokaliptik yang Menguntungkan Secara Strategis

Beberapa kritikus menuduh Altman dan pemimpin AI lainnya menggunakan narasi “risiko eksistensial AI” secara strategis—untuk mendorong regulasi yang akan mempersulit kompetitor kecil masuk pasar, sekaligus memposisikan diri sebagai steward yang bertanggung jawab.

Pelajaran untuk Generasi Muda: Apa yang Bisa Ditiru

1. Berani Keluar dari Zona Nyaman

Altman dropout dari Stanford, meninggalkan YC di puncak kesuksesannya untuk fokus pada OpenAI, dan berulang kali mengambil risiko besar. Pelajaran: pertumbuhan sejati sering membutuhkan keberanian meninggalkan kenyamanan.

2. Bangun Jaringan dengan Tulus

Kesuksesan Altman tidak bisa dipisahkan dari jaringan yang ia bangun—investor, founder, peneliti. Namun ia tidak sekadar mengkoleksi kontak; ia membantu orang lain terlebih dahulu, memberi nasihat, dan membangun hubungan jangka panjang.

3. Pikir Besar, Mulai dari yang Konkret

Altman bermimpi tentang AGI dan transformasi peradaban, tetapi ia memulai dengan produk konkret yang bisa digunakan hari ini. Visi besar tanpa eksekusi adalah fantasi; eksekusi tanpa visi adalah sibuk tanpa arah.

4. Pelajari Banyak Domain

Altman tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga bisnis, politik, psikologi, dan ekonomi. Kemampuan berpikir lintas disiplin memberinya keunggulan dalam melihat koneksi yang tidak terlihat orang lain.

5. Komunikasi adalah Superpowers

Kemampuan mengartikulasikan ide kompleks dengan jelas, persuasif, dan inspiratif adalah salah satu aset terbesar Altman. Investasi dalam kemampuan menulis dan berbicara akan memberikan return sepanjang karier.

6. Belajar dari Kegagalan dengan Cepat

Loopt tidak sukses besar, tetapi Altman mengekstrak pelajaran maksimal dari pengalaman itu. Kegagalan hanya sia-sia jika kita tidak belajar darinya.

Kesalahan yang Sebaiknya Tidak Diulang

1. Jangan Korbankan Integritas untuk Pertumbuhan

Ketidakkonsistenan antara retorika OpenAI tentang transparansi dan praktik yang semakin tertutup adalah pelajaran penting. Dalam jangka panjang, reputasi adalah aset yang tidak bisa dibeli kembali.

2. Hindari Kultus Personalitas

Organisasi yang terlalu bergantung pada satu individu rapuh. Bangun sistem dan tim yang kuat, bukan sekadar pengikut karisma satu pemimpin.

3. Waspada terhadap Rasionalisasi Etis

Mudah sekali merasionalisasi keputusan yang menguntungkan diri sendiri dengan narasi “untuk kebaikan yang lebih besar.” Selalu pertanyakan: siapa yang diuntungkan, siapa yang dirugikan, dan apakah ada bias konflik kepentingan?

4. Jangan Abaikan Stakeholder yang Tidak Punya Suara

Keputusan tentang AI mempengaruhi miliaran orang yang tidak duduk di meja pengambilan keputusan. Generasi muda harus lebih inklusif dalam mempertimbangkan dampak teknologi.

5. Pertanyakan Narasi Dominan

Altman sangat efektif membingkai narasi tentang AI, tetapi narasi adalah alat kekuasaan. Jadilah kritis terhadap cerita yang diceritakan oleh orang-orang berkuasa, termasuk diri sendiri.

Refleksi Penutup: Manusia di Balik Mesin

Sam Altman adalah studi kasus tentang ambisi, visi, dan kompleksitas kepemimpinan di era teknologi yang transformatif. Ia bukan pahlawan tanpa cela, tetapi juga bukan penjahat yang digambarkan beberapa kritikus. Ia adalah manusia dengan talenta luar biasa, keberanian signifikan, dan kelemahan yang nyata.

Yang membuat kisahnya relevan bagi generasi muda adalah bukan kesempurnaannya, tetapi kerelaannya mengambil risiko besar untuk visi yang ia yakini—sambil menavigasi tekanan komersial, ekspektasi investor, dan tanggung jawab terhadap masa depan kemanusiaan.

Pertanyaan yang harus kita bawa pulang bukan “Apakah Sam Altman orang baik atau buruk?” tetapi “Bagaimana kita bisa mengambil yang terbaik dari pendekatannya sambil menghindari jebakan yang sama?”

Di era di mana teknologi mengubah dunia dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, kita membutuhkan pemimpin yang visioner sekaligus bertanggung jawab, ambisius sekaligus reflektif, optimis sekaligus kritis. Sam Altman menunjukkan kepada kita—melalui kesuksesan dan kegagalannya—bahwa kepemimpinan di abad ke-21 adalah tentang menyeimbangkan paradoks-paradoks ini dengan integritas dan kerendahan hati.

Masa depan tidak akan dibentuk oleh mereka yang tidak pernah gagal, tetapi oleh mereka yang berani mencoba, cepat belajar, dan tetap bertanggung jawab pada nilai-nilai yang lebih besar dari ambisi pribadi. (*)

Tags: sam altman dan inovasi AIsam altman dan kecerdasan buatan
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

October 23, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version