Drama & Teater
Saat “Dialog Antigone” Purna, Jiwa-jiwa ini Bersuara
Pengantar Redaksi
Terlibat dalam satu pertunjukan teater, itu artinya bertambah satu jiwa dalam raga. Terlibat dalam banyak pertunjukan teater, itu artinya punya banyak jiwa dalam dirinya. Sebab, setiap lakon akan membekaskan jiwa. Karenanya, memberi ruang bicara bagi mereka yang baru saja memperkaya hidupnya dengan “jiwa” baru, menjadi niscaya. Tulisan ini berisi testimoni sedikit-dari-sekian-banyak pendukung pertunjukan teater intermedial “Dialog Antigone” di Auditorium WS Rendra, ISI Yogyakarta, 21 – 22 September 2025.
***

Saya merasa sangat bersyukur mendapat kesempatan terlibat sebagai Asisten Sutradara sekaligus membantu merancang koreografi kinestetik dalam pertunjukan Dialog Antigone produksi LTP MAS pada Festival Teater Perempuan. Proses panjang selama kurang lebih 6–7 bulan ini menjadi perjalanan yang berharga, penuh pembelajaran, dan kolaborasi lintas disiplin seni.
Terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu Prof. Yudiaiyani selaku sutradara yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk mendampingi proses ini. Saya senang bisa menjadi bagian dari tim yang solid, saling mendukung, dan sama-sama berkomitmen menghadirkan karya teater dengan konsep yang kuat dan baru yaitu Teater Intermedial.
Pengalaman ini bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperkaya cara pandang saya tentang teater sebagai ruang dialog dan pertemuan berbagai disiplin seni.
IKHSAN BASTIAN
Asisten Sutradara
***

Saya merasa bersyukur telah diajak dan bisa ikut berproses di Dialog Antigone. Proses yang panjang dan melelahkan memang. Tapi di sini, saya bisa belajar banyak dari teman-teman semua dan tentunya akan memegang ilmu-ilmu yang saya dapatkan untuk proses-proses ke depannya.
Saya ingin berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang terlibat dalam proses Dialog Antigone atas seluruh kerja kerasnya.
TIARA KIRANA
Pemain (urus konsumsi juga….)
***

Kisah klasik yang jadi asik! Garapan rampak dan pola dialog yang “dalam”, membuat irama permainan tidak membosankan. Musik pun menjangkau emosi penonton dengan tepat.
Ajudan hadir bak seorang Sengkuni menghakimi sesuka hati tanpa nalar yang tidak menghasilkan solusi. Diselingi penyesalan yang kadang masih ditutupi dengan kemunafikan.
Antigone perempuan muda yang nekat mampu hadir dengan kekuatan membangunkan beberapa air mata penonton dengan kisahnya.
Berkeringat, lelah dan gregetan dalam proses Dialog Antigone menyadarkan bentuk-bentuk pemanggungan massal memiliki kesempatan menambah kurangkan pendukung estetis panggung untuk bisa dinikmati tanpa bosan.
Dialog Antigone adalah proses garapan yang membuat kita berpikir tentang kebaruan di panggung.
NINIT UNGU
Pemeran Ajudan Creon
***

Menjelajahi pertunjukan teater bagi saya suatu pengalaman yang unik, karena latar belakang tari saya berbeda dengan seni teater terutama dalam menangani rias dan kostumnya.
Bila pada pertunjukan tari pemikiran penataannya lebih pada simbol-simbol dari latar belakang tema, sehingga penata busana bisa lebih bebas membuat desain busana. Berbeda dengan pertunjukan teater, yang lebih banyak pemikiran pada kostum realistis.
Dari beberapa pertunjukan teater yang saya tangani, Dialog Antigone adalah salah satunya saya mendapat pengalaman menata busana yang hampir sama dengan ketika menata busana pada pertunjukan tari dengan tipe dramatik.
Bagaimana mengkolaborasikan busana untuk peran yang berbeda-beda karakter dengan menambah atribut-atribut selain busana pokoknya. Tantangan bagi penata busana untuk menunjukkan peran yang dibawakan oleh pemain, dengan busana yang sama namun bisa menunjukkan peran yang dibawakan selain ditunjukkan pada dialognya.
Busana yang terdiri dari celana panjang dan kemeja warna hijau tentara dari bahan kain dipilih untuk menunjukkan kesan macho seperti yang digunakan oleh tentara. Desain kemeja yang berbeda-beda antar pemain dipikirkan dari bentuk tubuh pemain yang berbeda-beda, dan dari pemikiran estetisnya.
Penambahan selempang kain dengan motif etnik pada busana tersebut dimaksudkan agar ada sentuhan tradisi. Tujuan lain adalah agar kostum pokok yang berwarna hijau polos menjadi menarik dari segi warna dan motif.
Penutup kepala dan hiasan kepala pada tiap pemain membedakan masing-masing karakter yang dibawakan. Karakter yang bersifat macho juga ditunjukkan dengan tata rias keras.
Walaupun hampir sama dengan ketika menangani penataan busana tari dengan tipe tari dramatik, penataan busana Dialog Antigone cukup menantang dan membutuhkan pemikiran yang tepat.
EYIN PANCA
Penata Busana
