Connect with us

Kabar

“Resonansi” Pameran Seni Rupa di Sancaya Art Space

Published

on

Sejumlah perupa menggelar karya di bulan Februari 2026. Tiga momentum hari besar menjadi “cantelan” sekaligus. Masing-masing: Valentine’s Day tanggal 14 Februari, Hari Raya Imlek 17 Februari, dan Ramadhan 1447 Hijriyah atau 2026 Masehi.

Pameran seni rupa bertajuk Resonansi, berlangsung di Sancaya Art Space, Mall Belevue, Jl. Merawan, Pangkalan Jati, Cinere, Kota Depok. Tak kurang 14 seniman berpartisipasi dalam pameran yang dibuka untuk umum 14 – 24 Februari 2026.

Berikut nama-nama pelukis yang terlibat: Ambar Pranasmara, Ary Kurniawan, Bambang Harnawa, Celena Aline Setioko, Erika Enda Ginting, Eivi Desiyanti, Hardanisa Kumaratri, Heri PE, Hery Sudiono, Ludvwina Riestanti, Sohieb Toyaroja, Vincent Prijadi Purwono, Yayas Syahdu, dan Yusup Dilogo.

Karya Ambar Pranaswara.
Karya Ary Kurniawan.

Di dunia yang kian terkotak-kotak secara digital dan terfragmentasi secara ideologis, kegiatan budaya seperti ini berupaya menemukan kembali benang-benang tak kasat mata yang menjalin kita. Pameran ini menghadirkan sekelompok perupa yang yang karya-karyanya berfungsi sebagai jembatan antara yang personal dan yang universal, antara yang fisik dan yang metafisik.

Menemukan “titik temu” sering kali dianggap sebagai sebuah kompromi-sebuah titik tengah yang dicapai melalui negosiasi. Namun, koleksi ini mengajukan definisi yang berbeda: bahwa titik temu adalah realitas mendasar yang sudah kita huni, namun sering kali gagal kita disadari.

la adalah cahaya yang sama yang menerpa trotoar, beban duka kolektif, geometri universal rumah, dan ritme alam semesta yang terus berulang.

Mungkin dalam pendekatan lain, adalah pencarian resonansi. Resonansi dimaknai sebagai gema, getaran yang tidak berhenti pada suatu sumber, tetapi menjalar, saling mempengaruhi dan menemukan ruangnya di dalam diri dan orang lain. Resonansi hadir sebagai cinta, perasaan yang lahir dari satu hati, lalu bergetar di hati yang lain. Cinta adalah pantulan emosi dan empati, perhatian dan keterhubungan yang terus hidup.

Karya Bambang Hernawa
Karya Celena Aline Setioko

Resonansi adalah harapan dan keberuntungan, energi baru yangbdibangkitkan melalui ritual, warna, symbol dan kebersamaan. Gema kolektif tentang pembaruan, doa dan optimisme diwariskan lintas generasi seperti semangat yang dibawa dalam menekuni Ramadhan bagi muslim dan hari baru dalam perayaan imlek, sebagai medium getar kesadaran kolektif, antara perasaan personal dan makna budaya. Antara cinta intim dan harapan yang komunal.

Pameran ini tidak memaksa makna tunggal, melainkan memberi ruang agar setiap pengunjung menangkap getaran yang berbeda. Sebuah resonansi rasa, ingatan dan harapan yang terus berlanjut di luar ruang pameran. (MAHMUD ELQADRIE)

Karya Erika Enda Ginting.
Karya Eivi Desiyanti.
Karya Hardanisa Kumaratri.
Karya Heri PE.
Karya Hery Sudiono.
Karya Lidwina Riestanti.
Karya Sohieb Toyaroja.
Karya Vincent Prijadi Purwono.
Karya Yayas Syahdu.
Karya Yusup Dilogo.
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement