• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Realisme Oerip: O, Mama …

Realisme Oerip: O, Mama …

October 21, 2024
Menteri P2MI Salurkan Bantuan dan Pastikan PMI di Shelter Hong Kong Mendapat Pendampingan

Menteri P2MI Salurkan Bantuan dan Pastikan PMI di Shelter Hong Kong Mendapat Pendampingan

November 1, 2026
Penghayatan Sang Pengamen Jalanan Menggesekkan Senar Biola Memukau Pendengar

Penghayatan Sang Pengamen Jalanan Menggesekkan Senar Biola Memukau Pendengar

November 1, 2026
Film ‘Putri, Jangan Gentayangan Lagi’

Film ‘Putri, Jangan Gentayangan Lagi’

November 1, 2026
Kedubes Korea dan ISDS Ajak Mahasiswa Menulis Gagasan Strategis, Hadiah Puluhan Juta

Kedubes Korea dan ISDS Ajak Mahasiswa Menulis Gagasan Strategis, Hadiah Puluhan Juta

October 31, 2026
Mereka Dipersatukan oleh Perbedaan

Mereka Dipersatukan oleh Perbedaan

October 31, 2026
A.A. Maramis, Bapak Keuangan Indonesia

A.A. Maramis, Bapak Keuangan Indonesia

October 31, 2026
Runtuhnya Majapahit dan Cermin untuk Indonesia 2026

Runtuhnya Majapahit dan Cermin untuk Indonesia 2026

October 31, 2026
Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah Membuat Partai Lebih Sehat, Hapus Ambang Batas Parlemen

Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah Membuat Partai Lebih Sehat, Hapus Ambang Batas Parlemen

October 31, 2026
Bencana Naik Jadi 2.247 Kejadian, BNPB Imbau Warga Siaga Banjir, Angin Kencang dan Tanah Longsor

Bencana Naik Jadi 2.247 Kejadian, BNPB Imbau Warga Siaga Banjir, Angin Kencang dan Tanah Longsor

October 30, 2026
Sumpah Pemuda ke-98, KAJ Ajak OMK Belajar Kepemimpinan Empat Paus

Sumpah Pemuda ke-98, KAJ Ajak OMK Belajar Kepemimpinan Empat Paus

October 30, 2026
Conggo Meliala Dipilih Kembali Jadi Ketua Umum EMAKA BAN 2026-2031

Conggo Meliala Dipilih Kembali Jadi Ketua Umum EMAKA BAN 2026-2031

October 30, 2026
Conggo Meliala: Alumni Karo Bandung EMAKA BAN Siap Berkolaborasi Demi Kemajuan Karo

Conggo Meliala: Alumni Karo Bandung EMAKA BAN Siap Berkolaborasi Demi Kemajuan Karo

October 30, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sunday, November 1, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Science
    • World
    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel
    Babe Koko dan 70 Motor Tua: Merawat Sejarah, Merawat Investasi

    Babe Koko dan 70 Motor Tua: Merawat Sejarah, Merawat Investasi

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Sosial Budaya Buku & Sastra

Realisme Oerip: O, Mama …

by admin
October 21, 2024
in Buku & Sastra, Feature
0
Realisme Oerip: O, Mama …
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Seno Gumira Ajidarma

Di luar komik wayang, Oerip ternyata menggarap genre drama sosial, tempat konstruksi pembentukannya terlacak, sebagai jejak historis semasa. Genre komik yang berkontestasi dengan susastra realis Indonesia.

_____________________________________________________________

Tiga komik gubahan Oerip pada 1966: genre drama sosial yang belum pernah tercatat dalam perbincangan komik Indonesia.

Dalam genre drama, dunia komik Indonesia mengalami berkecambahnya subgenre komik roman, yang dapatlah dikatakan fenomenal pada paruh pertama tahun 1970-an, dengan para penggubah tenar pada masanya, seperti Jan Mintaraga (1942-1999), Sim Kim Tan (1943-2001), dan Zaldy Armendaris (1942-2000).

Popularitas subgenre komik roman ini, sebagai bagian dari bertumbuh pesatnya budaya urban di perkotaan, dapat dikatakan menutupi, jika bukan mengubur genre induknya, yakni genre komik drama itu sendiri. Tentu, komik roman menjadi dominan, karena integral dengan berkembangnya gaya hidup urban kaum muda pada masanya, dalam musik pop, mode busana, dan kemudian juga novel pop, serta film-film percintaan.

Pada gilirannya, budaya populer yang berubah-ubah dengan cepat itulah yang menyelesaikan riwayat komik roman, ketika alternatif media hiburan terus melaju di dunia film, sejak bioskop mendapat kontestasi pita video, keping VCD, DVD, Bluray, dan kini jejaring OTT.

Dengan kata lain, kuburan subgenre komik roman Indonesia bertumpuk-tumpuk di atas tulang-belulang genre komik drama, sehingga keberadaannya sungguh tak diketahui, bahkan oleh Arswendo Atmowiloto (1948-2019), pemerhati komik Indonesia yang menggali dan merumuskan berbagai macam genre dan subgenre di sana-sini sepagi akhir 1970-an.

Ibarat kata, genre komik drama, atau komik drama realis tepatnya, ditemukan secara kebetulan, dalam perburuan komik-komik lawas atawa djadoel secara menyeluruh, yang telah menjadi pasar—budaya—alternatif (niche-market) dalam sirkulasi perdagangan (nyaris) di bawah tanah.

***

Di antara temuan kebetulan itu, terdapatlah komik-komik drama realis gubahan Oerip (1923-….), yang semula lebih dikenal sebagai penggubah komik wayang. Beralihnya Oerip ke komik drama, sangat mungkin terdorong oleh gejala awal di pasar, ketika komik roman mulai tumbuh, dan kelak menenggelamkan berbagai genre komik lain, sebelum subgenre roman ini sendiri dilibas oleh genre komik silat.

Namun dalam posisi yang lebih senior, Oerip lebih menemukan tempatnya dalam komik drama sosial sebagai persoalan orang dewasa, daripada cinta remaja sentimental yang dominan pada komik roman.

Apa yang dimaksud dengan monster pada sampul komik drama realis ini?

Dalam O, Mama (1966), pembaca mungkin akan terkecoh oleh sampulnya, yang seolah akan berisi cerita misteri. Betapa tidak, jika sosok perempuan berkebaya itu, bagai ketakutan terancam makhluk yang tidak ada di dunia ini? Ternyata gambar sampul itu memang bisa salah mengarahkan (misleading), karena naratifnya memang suatu kritik sosial.

Adalah seorang lelaki yang seperti mengalami puber kedua, jika bukan midlife crisis, Pak Machmud namanya, yang begitu gamblang tergambar seperti berikut:

Kegamblangan krisis paruh-baya dalam pengadeganan realisme.

Namun psikologi bukanlah pasalnya, karena Pak Machmud mempunyai kelebihan harta, sebagai anggota perkumpulan yang biasa meminjamkan uang dengan persyaratan berat. Alkisah, drama komik ini dimulai ketika pada hari libur Pak Machmud menagih utang kepada Pak Umar dengan ancaman, bahwa jika lewat tanggal pembayaran, terpaksa akan dilaporkan polisi.

Lantas terlihat Ida, putri Pak Umar, keluar menyuguhkan minum, dan Pak Machmud yang terpikat langsung memasang jerat, yakni memberi Ida modal berdagang; sementara Pak Umar, disebut sebagai haji pula di situ, mendapat keringanan. Ternyata pada hari-hari selanjutnya, Ida yang membantu bibinya berjualan gado-gado, kemudian berkenalan dengan Edi, putra Pak Machmud yang menjadi pegawai negeri.

Di rumah, Edi selalu mendapat nasehat dari Pak Machmud, agar bekerja keras mengumpulkan uang, tahu menghargai waktu, dan tidak menjalin hubungan cinta dengan perempuan. Adapun yang terakhir ini sulit dituruti Edi setelah berhubungan dengan Ida. Bahkan, konflik yang sudah ditanam info-infonya sejak awal ini memasuki ketegangannya, ketika Edi bersama ibunya melamar Ida; padahal Pak Machmud menjadikan Ida sebagai ganti pembebasan utang Pak Umar.

Nama Machmud sebagai calon mempelai Ida, mengundang tanda tanya Edi dan ibunya. Pada tanggal yang direncanakan sebagai hari pernikahan, Edi dan ibunya muncul di rumah Pak Umar. Tentu saja Pak Machmud terkejut-kejut. Untuk menghindari keributan, pernikahan tetap dilangsungkan, tapi antara Edi dan Ida, yang menerimanya dengan senang hati.

***

Seperti komedi situasi, karena gagasan yang lucu tanpa slapstick : ayah dan anak, tanpa saling mengetahui, tertarik kepada perempuan yang sama. Sekaligus juga kritik sosial, bahwa pengumpulan modal lebih melahirkan lintah darat daripada penyejahteraan ekonomi rakyat; dan Oerip menghadirkannnya dengan berbagai cara—selain makna yang sudah jelas dari kelengkapan alurnya—seperti berikut:

Panil dari halaman 5 dan 6: penulisan kritik eksplisit
dan penggambaran “rakyat”.

Komik drama realis berbeda sudut pandang dalam memandang dunia dengan komik roman. Jika komik roman menggambarkan segala sesuatunya, dari sudut pandang utopianistis, seolah-olah pada tahap awal pertumbuhan budaya urban Jakarta itu ‘sudah’ kosmopolit dan serba modern, dalam gaya hidup yang berjuang mewujudkannya; maka komik drama realis membuang mimpi-mimpi itu. Oerip sungguh menggambarkan lingkungan urban, sesuai dengan apa yang bisa ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Edi, pegawai negeri, melihat ke arah
warung gado-gado, tempat Ida bekerja.
Hanya dengan tambahan kacamata, perempuan berkain kebaya yang jamak pada masanya—bukan eksotisme tradisi—sudah dianggap bergaya. Perhatikan terdapatnya pedagang kaki lima.
Keramaian kota yang apa adanya.

Realisme hadir dalam berbagai segi pengungkapan, apakah itu kemuraman Pak Umar yang berutang, wajah isteri Machmud yang penuh selidik, sambil membawa sangku nasi; ruang dan suasana di ruang tamu Pak Umar saat Edi dan ibunya melamar Ida, dengan gorden pintu, minuman di meja, lukisan, dan vas berair yang sengaja ditata bersahaja; sungguh memperlihatkan suatu kehendak, betapa segenap penggambaran tidak melebihi, melebih-lebihkan, maupun kurang dari kenyataannya.

Representasi realisme Oerip dalam penggambaran manusia tertekan utang.
Realisme Oerip dalam ekspresi wajah istri yang menangkap gejala, sambil memegang sangku nasi.
Ruang tamu terutang dalam lamaran bersituasi muram, yang setia kepada realitas faktual kelas sosialnya.
Pak Machmud dalam keterbatasan sarana untuk bergaya.
Realis: memilih pengadeganan seperti ini artinya melepaskan peluang menggambarkan spektakel.

Penggambaran Pak Machmud naik becak, walau berharta dan ingin bergaya, tidak menjadi aneh, karena saat komik ini terbit tahun 1966, mobil yang dijual pun belum ada. Sementara realisme yang orisinal tanpa perlu spektakel, dapat diujikan pada adegan sulit: Edi dan ibunya masuk ke pesta kawin lewat dapur di rumah sederhana—dan tampak ada yang sedang memasak. Ini memperlihatkan kematangan penggubah, ketika memilih adegan sehari-hari di rumah orang biasa, yang sulit tergambar mentereng.

Dengan kata lain, pencapaian Oerip adalah ia tidak mengindah-indahkan gambarnya, segenap gambarnya hadir dengan ketepatan proporsional, dan ini sudah lebih dari bagus.

***

Realisme, meskipun hanya salah satu pendekatan dalam mengalihkan realitas, adalah cara yang paling mudah dipahami, karena kemiripan penggambarannya dengan realitas faktual. Namun kemiripan saja belum lengkap tanpa kesepadanan dengan realitasnya, karena realisme sangat mungkin—dan sering dipergunakan—demi penggambaran realitas non-faktual, alias murni imajiner, yang dapat menjadi ‘seni’, tapi bisa juga demi pengibulan semesta alias manipulasi—dengan tujuan apapun, dari iklan sampai propaganda politik.

Dalam perbincangan komik genre drama O, Mama … gubahan Oerip, telah ditunjukkan perbedaan dengan subgenre komik roman, yang realismenya cenderung merupakan imajinasi suatu gaya hidup metropolitan; ketika realisme komik drama bersetia kepada realitas perkotaan seperti apa adanya, tempat tradisi mencoba bertahan dalam gerak modernitas yang serba mengubah.

Realisme sendiri adalah produk modernitas, tetapi ujiannya bukan kebermiripan, melainkan keberpadanannya dengan realitas sosial yang digambarkan. Dalam salah satu panil dapatlah dilihat, bahwa wacana ekonomi politik yang rupanya menjadi sumber tematik, menunjukkan situasi transisi dari masa pra-Orde Baru ke Orde Baru.

Dengan cerdik Oerip, bekas kondektur tanpa pendidikan seni rupa, menempatkan satirnya di tahun 1966 itu: bagaimana generasi lebih tua yang korup, sebaiknya tahu diri menghadapi semangat kejujuran kaum muda, seperti selalu dikhotbahkan mereka sendiri.

Posisi lintah darat dalam ekonomi politik pra-Orde Baru. Rupanya inilah yang digambarkan sebagai monster pada sampul O, Mama …

SENO GUMIRA AJIDARMA,
partikelir di Jakarta.
Gambar-gambar : © 1966 Oerip / U.P. Mekar – Jakarta

Tags: jayakartanewskomik oeripoo mamaoeripseno gumira ajidarma
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Menteri P2MI Salurkan Bantuan dan Pastikan PMI di Shelter Hong Kong Mendapat Pendampingan

Menteri P2MI Salurkan Bantuan dan Pastikan PMI di Shelter Hong Kong Mendapat Pendampingan

November 1, 2026
Penghayatan Sang Pengamen Jalanan Menggesekkan Senar Biola Memukau Pendengar

Penghayatan Sang Pengamen Jalanan Menggesekkan Senar Biola Memukau Pendengar

November 1, 2026
Film ‘Putri, Jangan Gentayangan Lagi’

Film ‘Putri, Jangan Gentayangan Lagi’

November 1, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version