• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
“Raja Bus” itu Pensiunan Kopral

“Raja Bus” itu Pensiunan Kopral

March 2, 2022
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 27, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

“Raja Bus” itu Pensiunan Kopral

by admin
March 2, 2022
in Feature
0
“Raja Bus” itu Pensiunan Kopral

Pemilik PO Haryanto, Kopral Kepala Purn H. Haryanto bersama Ketua Umum DPP PPAD, Letjen TNI Purn Doni Monardo, di garasi PO Haryanto, Kudus. (foto: ppad)

492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Inspirasi dari Garasi PO Haryanto Kudus

JAYAKARTA NEWS – Demi mengetahui kisah sukses seorang kopral, seketika Letjen Purn Doni Monardo minta untuk diagendakan bertemu saat berada di Kudus, Jawa Tengah.

“Akhirnya, agenda di Kudus yang semula hanya ke pabrik Djarum, ditambah satu agenda lagi ke sini,” ujar Sekjen DPP PPAD, Mayjen TNI Purn Komarudin Simanjuntak, di garasi PO Haryanto Jl. Lingkar Timur, Krasak, Ngembal Kulon, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Sabtu (19/2/2022).

Namanya Haryanto. Ia pensiunan kopral kepala (Kopka), pemilik bisnis otobus yang sukses. “Bisa dibilang yang terbesar di Kudus, bahkan mungkin di Indonesia,” kata Komarudin. Pendek kata, Kopral Haryanto sekarang bisa dibilang sebagai “Raja Bus”.

Sopir Batalyon

Pagi hari, suasana sibuk tampak di garasi PO Bus Haryanto. Sebuah backdrop terpasang menutup sebagian layar wayang kulit di panggung berukuran 8 x 12 meter. Poster berisi kalimat sambutan selamat datang kepada Ketua Umum PPAD, Doni Monardo. Ada foto Haryanto dengan seragam TNI-AD di kiri, dan foto Doni Monardo dalam balutan PDL Kopassus lengkap dengan baret merahnya.

Seperangkat gamelan (alat musik pentatonis) yang dipandu alat-alat musik diatonis seperti gitar dan organ, tersedia di panggung. Menurut salah seorang karyawan di situ, panggung dan alat-alat musik itu praktis tidak pernah dibongkar. Hampir setiap malam di panggung itu diadakan latihan, mulai dari latihan campursari, gamelan, pedalangan, dan lain-lain.

Kesenian campursari PO Haryanto menyambut kedatangan rombongan PPAD Pusat. (foto: PPAD)

Dari kejauhan tampak Haryanto mengenakan stelan safari coklat dan berkopiah. Ia mengatur langsung penataan meja-kursi, serta tata hidangan di meja-meja bundar yang tersedia. Sesekali tampak ia berkomunikasi dengan Brigjen TNI Purn Edison pengurus pusat PPAD yang berperan sebagai tim aju. Datang lebih awal, mendahului kedatangan rombongan Ketum PPAD.

Saat ditanya, bagaimana perasaan dia menyambut kunjungan Ketua Umum DPP PPAD Letjen TNI Doni Monardo dan rombongan, Haryanto spontan mengucap terima kasih. Selain mengaku sangat terhormat, Haryanto juga sangat senang bisa bertemu langsung dengan Letjen TNI Doni Monardo. “Beliau orang besar. Saya banyak mendengar tentang beliau,” ujarnya.

Ia pun bersedia diajak ngobrol sambil menunggu kedatangan rombongan pengurus PPAD pusat. “Saya anak orang kampung. Orang tua saya hanya buruh tani. Sesekali kerja sambilan di pasar Kudus. Saya anak keenam dari sebelas bersaudara,” ujarnya membuka kisah.

Orang tua mendidiknya dengan keras. Sejak kecil ia sudah menjadi penggembala sapi milik tetangga, mengarit rumput untuk dijual sebagai pakan ternak, atau berjualan es. Semua ia lakukan untuk menambah penghasilan keluarga.

Lulus SD lanjut ke SMP. Lulus SMP meneruskan ke STM. Nah, sampai di sini ia merasa tidak cocok. Belum ada bayangan masa depannya kelak. Bertekad mengubah nasib, ia tinggalkan sekolah, tinggalkan kota Kudus menuju Serpong, Kabupaten Tangerang (sekarang Kota Tangerang Selatan). Haryanto muda menumpang di rumah kerabat dan teman yang lebih dulu merantau.

Tak jauh dari tempat tinggalnya, terdapat Markas Batalyon Artileri Pertahanan Udara 1/Purwa Bajra Cakti (Yon Arhanud 1/Rajawali). Ia merupakan batalyon artileri pertahanan udara di bawah komando Divisi Infanteri 1/Kostrad. Seketika Haryanto terngiang cita-cita masa kecilnya untuk menjadi tentara dan mengenakan seragam loreng.

Singkat kalimat, Haryanto pun melamar masuk TNI-AD tahun 1979. “Alhamdulillah saya lolos, lalu memulai pendidikan Secata di Gombong, Kebumen,” ujarnya. Lima bulan mengikuti Secata (Sekolah Calon Taruna), Haryanto lulus dan berhak menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada). Selama lima bulan di Secata ia –bersama prajurit siswa lain– digembleng menjadi prajurit tangguh dan pantang menyerah.

Setelah lulus ditempat-tugaskan di Batalyon Artileri Pertahanan Udara I/Rajawali Serpong, tak jauh dari tempat rantaunya. Sebuah batalyon yang mengemban peran, fungsi, dan tugas pokok memberikan perlindungan udara terhadap objek vital maupun titik rawan. Di batalyon itu, Haryanto ditugaskan sebagai pengemudi. Ya, sopir batalyon.

“Saya dididik jadi pengemudi. Tugas saya mengangkut alat-alat berat, meriam, beras untuk logistik dan perminyakan,” kenang Haryanto. Ingin tahu berapa gaji seorang prajurit dua (Prada) tahun 1979? “Sekitar delapan-belas-ribu rupiah per bulan,” ujar Haryanto.

Sebagai pengemudi batalyon, sehari-hari bergulat dengan kendaraan bermotor. Ia pun belajar tentang teknik mesin di bengkel batalyon. Pengetahuannya tentang seluk-beluk kendaraan bermotor pun ia kuasai.

Memanfaatkan jam kosong di luar dinas, Haryanto mulai berpikir tentang mencari tambahan penghasilan. Satu-satunya pekerjaan yang kuasai dengan baik adalah mengemudi. Maka, ia pun bekerja sambilan sebagai sopir angkot.

Dengan gaji prajurit ditambah penghasilan tambahan sebagai sopir angkot, tahun 1982 Haryanto memberanikan diri membangun rumah tangga. Ia meminang wanita pujaan hati, Suheni (pasangan ini dikaruniai tiga putra dan tujuh cucu. Hj Suheni meninggal dunia 22 April 2014. Selang beberapa tahun kemudian Haryanto menikahi Nurhana, sinden dan penyanyi campursari kondang asal Semarang-red).

Nah, kembali ke kisah Haryanto muda. Usai menikah, lazim jika kebutuhan bertambah. Dengan gaji tentara serta tambahan sebagai sopir angkot, tak jarang ia harus gali lubang utang, sekadar bisa membayar sewa kontrakan yang berukuran 3×4 meter.

Himpitan ekonomi, justru melecut tekad Haryanto untuk bekerja lebih gigih. Tuhan menyukai hambanya yang bekerja keras, nyata adanya. “Saya mulai bisa menabung. Kadang sepuluh ribu per hari, kadang lebih, kadang kurang, tergantung rezeki yang saya dapat,” ujarnya.

Tahun 1984, tabungannya mendekati satu juta rupiah. Bulat hati ia mencicil satu unit mobil angkutan kota (angkot) warna biru muda berikut izin trayeknya. Trayek R-03-A melayani jalur Pasar Anyar – Serpong. Ia bahkan masih ingat betul jalur yang biasa ia lalui, mulai dari Pasar Anyar – Stasiun Tangerang – Jl TMP Veteran – Jl Mohammad Yamin – Cikokol – Jl MH Thamrin – Kebon Nanas –  Jl Serpong Raya Pakulonan – JL. Pahlawan Seribu – Jl.Kapten Soebianto Djodjohadikusumo – Cilenggang – Kramat Tajug – Asrama Polsek Serpong – Jl.Raya Serpong – Pasar Serpong dan berakhir di Stasiun Serpong.

“Tapi waktu itu jalannya belum sebagus sekarang,” katanya seraya menambahkan, “masih banyak kebun karet. Lubang jalan di sana-sini.”

Demi pundi-pundi rumah tangga, ia bahkan menambah jam kerja sebagai sopir. Suheni yang mengatur keuangan, termasuk tradisi menabung. Tak heran jika Haryanto bisa menambah jumlah angkot dari hasil tabungannya. “Penghasilan tambahan juga kami dapat dari mengageni tiket bus antarkota,” kata lelaki kelahiran Kudus, 17 Desember 1959 itu.

Ketekunan dan kerja kerasnya terbayar lunas dengan peningkatan penghasilan serta asset yang dimiliki. Jumlah angkot dari satu, tambah dua, tiga, empat, lima hingga tembus angka 150 unit! Hampir semua trayek ia punya. Bahkan, masih di sekitar tahun 90-an ia membuka showroom khusus angkot. “Cukup laris, tiap bulan bisa menjual 20 sampai 30 unit,” katanya senang.

Karier militer Suharyanto berjalan relatif mulus. Sejak masuk batalyon tahun 1979 dengan pangkat Prajurit Dua (Prada) hingga tahun 2002, Haryanto sudah berpangkat kopral kepala. Di militer, pangkat itu masuk kategori Tamtama Kepala. Lima kenaikan pangkat telah ia lalui, mulai dari Prajurit Dua (Prada), Prajurit Satu (Pratu), Prajurit Kepala (Praka), Kopral Dua (Kopda), Kopral Satu (Koptu), dan Kopral Kepala (Kopka).

Usia pengabdian Haryanto tercatat 23 tahun. Nah, merujuk pada UU No 2 tahun 1988 tentang Prajurit Angkatan Bersenjata RI, ia sudah bisa mengakhiri masa dinas keprajuritan, sesuai pasal 32 ayat (1) : Prajurit Angkatan Bersenjata Republik Indonesia yang telah mengabdikan diri dalam dinas keprajuritan selama 20 tahun dapat diberhentikan dengan hormat dari dinas keprajuritan untuk menjalani masa pensiun.

Haryanto pun memilih pensiun, meski masih ada kesempatan mengabdi sampai usia 48 tahun, sesuai UU yang berlaku waktu itu. “Karena pengabdian saya sudah melampaui batas 20 tahun, maka saya sudah bisa mengajukan pensiun. Uang pensiun saya waktu itu delapan ratus ribu per bulan,” ujarnya.

Haryanto tetap menghargai setiap rupiah yang ia terima dari pengabdiannya sebagai prajurit TNI. Sekalipun, sebagai pengusaha ratusan angkot, penghasilannya bisa mencapai ratusan juta rupiah per bulan.

Bersamaan tahun pensiun, Haryanto merambah bisnis angkutan bus. “Saya dapat kepercayaan kredit dari BRI sebesar tiga miliar. Uang itu saya pakai untuk membeli enam unit bus dengan nama PO Haryanto. Logonya Menara Kudus,” ujarnya.

Awalnya, ia hanya mengoperasikan bus non-AC alias kelas ekonomi. Rutenya pun relatif pendek, yakni Cimone (Tangerang) – Cikarang (Bekasi) menempuh jarak 89 km. “Di usaha bus, saya juga mengalami jatuh-bangun. Hingga saat ini trayek PO Haryanto melayani hampir semua kota besar di Jawa, Madura, dan beberapa kota di Sumatera. Armada kami sudah lebih 250 unit bus. Bisa dibilang, merajai,” ujar Haryanto.

Saking banyaknya armada, pool PO Haryanto tidak hanya di Tangerang dan Kudus, tetapi juga di sejumlah kota lain di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Haryanto bahkan sudah mengembangkan sayap bisnisnya ke usaha restoran dan SPBU.

Dari kiri: Eko Budi, Dandim Kudus Letkol Kav Indarto, Ketua Umum DPP PPAD Letjen TNI Purn Dr (HC) Doni Monardo, Kopka Purn H. Haryanto, dan Ketua Badan Pengawas/Waketum PPAD, Letjen TNI Purn Dodik Wijanarko. (foto: PPAD)

Kuasai Trans Sumatera

Seseorang setengah berlari mendekat ke arah Haryanto, mengabarkan rombongan Doni Monardo sudah hampir tiba. “Sudah dulu ya mas, nanti kita sambung lagi. Pak Doni sudah rawuh,” pamitnya, mengakhiri perbincangan yang “seru” itu.

Doni Monardo dan rombongan tiba. Haryanto menyambut, berdiri tegap sikap correct dan memberi hormat. Mengangkat lengan kanan membentuk sudut 90 derajat dan ditekuk 45 derajat, jari-jari dirapatkan dan ditempatkan di dekat pelipis mata kanan, telapak tangan menghadap ke bawah. Doni tersenyum dan membalasnya dengan salam namaste.

Keduanya, diiringi pengurus pusat PPAD menuju meja bundar paling depan. Selain Doni dan Haryanto, dua pengurus PPAD lain yang mendampingi mereka masing-masing Ketua Dewan Pengawas/Waketum II DPP PPAD, Letjen TNI Purn Dodik Wijanarko dan Kabid Ekonomi, Mayjen TNI Wiyarto. Tampak hadir Dandim 0722/Kudus Letkol Kav Indarto. Anggota lain tersebar di meja-meja bundar yang tersedia, dan telah ditata sedemikian rupa sesuai protokol kesehatan di era pandemi.

Saat memberi sambutan selamat datang, Haryanto mengisahkan secara singkat riwayat usaha yang ia rintis. Satu hal yang ia tambahkan adalah bagaimana ia menerapkan kewajiban sholat lima waktu bagi karyawannya dengan disiplin. Ia mengelola bisnisnya dengan manajemen langit. Artinya, mengamalkan perintah Tuhan dalam praktik manejemen.

Tidak hanya perintah sholat, serta kewajiban bus berhenti di jam-jam shalat, Haryanto juga memotong dan memisahkan langsung 2,5 persen dari setiap penjualan tiket yang diperuntukkan bagi kaum dhuafa.  Terakhir, ia mengucapkan terima kasih kepada pengurus pusat PPAD yang berkenan melakukan kunjungan ke garasinya. “Kami siap bekerja sama dan membantu PPAD,” ujar Kopka Purn H. Haryanto mantap, disusul tepuk tangan hadirin.

Sementara, Ketua Umum PPAD Doni Monardo memuji dan mengapresiasi kerja keras Haryanto hingga menjadi pengusaha sukses. Tak lupa Doni mengucapkan terima kasih serta rasa bangga dan salut dengan sikap terbuka Haryanto menerima para purnawirawan yang ingin bekerja di perusahaannya.

Untuk diketahui, kata Doni, yang disebut pahlawan hari ini dan yang akan datang adalah seorang yang bisa menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. “Jadi, di mata saya, pak Haryanto adalah seorang pahlawan,” kata Doni.

Doni juga meminta Kabid Ekonomi Mayjen TNI Purn Wiyarto menjajagi kerjasama antara PPAD dan perusahaan milik Haryanto. “Kalau perlu PPAD mengajukan hak kelola fasilitas rest area yang ada di tol Trans Sumatera, dan pengelolaannya kita kerjasamakan dengan pak Haryanto,” ujar Doni, disambut tepuk tangan antusias hadirin.

“Dengan berbagai peluang yang ada, saya berharap semakin banyak pak Haryanto bisa menyediakan lapangan kerja bagi para purnawirawan dan anak bangsa yang lain. Saya berdoa semoga pak Haryanto senantiasa diberi kesehatan dan umur panjang,” pungkas Doni.

Acara berakhir usai tuan rumah H. Haryanto dan Nurhana sang istri, menyanyikan satu tembang campursari, berjudul “Madiun-Ngawi”. Lagu karya Sonny Josz yang dipopulerkan kembali oleh Cak Nan dan Yeni Inka. Sebelum tarik suara, Haryanto mengatakan, “Lagu ini adalah lagu kenangan saat saya ketemu istri saya.” Nurhana tersenyum manja.

Lagu pun melenggang dalam irama campur sari yang membuat pendengar serasa ingin bergoyang. Tak lama setelah Nurhana melantunkan suara merdunya, Sekjen PPAD Mayjen TNI Komarudin Simanjutak bangkit dari kursi dan asyik berjoget. Beberapa pengurus PPAD lain pun tak kuasa menahan diri untuk ikut sekadar menggoyang pinggul.

“Benar-benar bhinneka tunggal ika,” kata Komar saat meninggalkan tempat acara. “Yang menyanyi orang Jawa. Yang disuguhi orang Minang,” sambil menunjuk ke arah Doni Monardo. “Dan yang joget, Batak… ha… ha… ha….” (egy/roso)

Tags: doni monardoH Haryantojayakartanewspengusaha bus haryantoPO HaryantoPPADppad-prosperity
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version