Jayakarta News
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Pandeglang, Poros Maritim Banten

Pandeglang, Poros Maritim Banten

admin by admin
November 26, 2017
in Kabar
0

 

TAHUKAH Anda, 60 persen penduduk Indonesia tinggal di wilayah pesisir. Ketahuilah pula, bahwa luas perairan kita mencapai 5,8 juta km persegi. Itulah mengapa, negara kita disebut poros maritim dunia.

Sandingkan fakta di atas dengan data topografi daerah Kabupaten Pandeglang, Banten yang memiliki variasi ketinggian antara 0 – 1.778 m di atas permukaan laut (dpl). Sebagian besar adalah dataran rendah yang berada di Tengah dan Selatan, seluas 85,07% dari luas keseluruhan Kabupaten Pandeglang, 2.747 km2. Di area itu pula mayoritas populasi rakyat Pandeglang tinggal.

Menjadi sah jika kita menasbihkan Pandeglang sebagai poros maritim Provinsi Banten. Itu artinya, tidak berlebihan pula jika kita menyebut Kabupaten Pandeglang sebagai miniatur topografi Republik Indonesia. Karenanya, peran Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang menjadi sentral dalam menopang pembangunan daerah.

Dinas Perikanan diberi wewenang mengelola, memanfaatkan dan melestarikan sumber daya perikanan demi kesejahteraan masyarakat Pandeglang, khususnya masyarakat nelayan, pembudidaya, pengolah dan pemasar ikan, serta untuk meningkatkan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah. Sadar bahwa tantangan dunia perikanan juga sangat kompleks, maka Dinas Perikanan pun fokus pada pengelolaan sumber daya perikanan yang memadai, sereta didukung teknologi yang sesuai.

Potensi perikanan Kabupaten Pandeglang, tidak saja besar, tetapi sangat-sangat besar. Bayangkan, Pandeglang memiliki panjang pantai 230 km. Taman Nasional Ujung Kulon mencatatkan bentang pantai terpanjang, 90 km, diikuti Kecamatan Panimbang (32 km), Sumur (24 km), Cimanggu (20 km), Cikeusik (14 km), Cigeulis (12 km), Carita (11 km), Cibitung (10 km), Cibaliung (10 km), dan kecamatan-kecamatan lain yang memiliki panjang pantai kurang dari 10 km (Labuan, Pagelaran, dan Sukaresmi).

Seluruh Kecamatan dan Desa pantai tersebut berhadapan dengan laut. Masing-masing menghadap Samudera Indonesia (124 Km) dan menghadap Selat Sunda (106 Km). Untuk membuktikan besarnya potensi perikanan Kabupaten Pandeglang, masih ada fakta lain, yakni “kekayaan” berupa 33 pulau kecil yang ada di perairan Pandeglang (data Kemendagri Oktober 2008).

Tidak mengherankan, jika potensi perikanan laut berdasar jenisnya, sangat bervariasi. Hampir semua jenis ikan dan hasil laut, ada di laut Pandeglang. Dalam bahasa perikanan, potensi jenis ikan yang terdata melingkupi palagis besar, palagis kecil, demersal, ikan karang, rumput laut, udang, dan lainnya.

Sejumlah ikan kategori palagis besar, antara lain cakalang dan tuna. Jenis palagis kecil, misalnya tongkol, tenggiri, kembung, tembang, layang, lemuru, japuh, selar bentong, selar, tetengkek, kuwe/gerong, teri, terubuk, ikan terbang/torani, sunglir, belanak, golok-golok, julung-julung, daun bambu, bawal hitam, cumi, dan sotong.

Adapun jenis demersal, antara lain ikan pari, kuro, petek, kurisi, biji nangka/kuniran, swangi/rajagantang, beloso/jolod, gulamah/tigawaja, cucut, gerot-gerot, manyung, bawal putih, ikan lidah, ikan sebelah, dan nomei. Sedangkan yang masuk kategori lain-lain, misalnya gurita, kerang darah, remis, simping, tiram, penyu, tripang, ubur-ubur, rajungan, dan lain sebagainya.

Untuk memanfaatkan sumber daya kelautan tersebut, alat tangkap penangkapan harus memadai. Sejauh ini, data Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang mencatat jumlah penangkap ikan non perahu ada 77, jumlah perusahaan ikan dan rumah tangga pengelola ikan tercatat 148.

Untuk perahu tanpa motor, terbagi atas dua jenis: jukung dan perahu papan kecil. Jumlah nelayan pengguna jukung tercatat 233 unit, perahu papan kecil berjumlah 176 unit. Adapun perahu motor tempel berjumlah 336 unit. Sementara, kapal motor tonase (GT) keseluruhan berjumlah 3.873 unit. Dari jumlah itu, yang terbesar kapal motor berukuran antara 5 – 10 GT. Sedangkan untuk kapal motor ukuran tonase terbesar (50-100) total hanya 5 (lima) unit.

Tentu saja, jumlah itu kurang memadai. Untuk itu, perlu kiranya pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan maupun Pemerintah Provinsi Banten memberi perhatian lebih terhadap sector perikanan Kabupaten Pandeglang. Tidak saja pada dukungan teknologi untuk terbangunnya industri perikanan modern, tetapi juga pada ketersediaan sarana kapal penangkap ikan.

Dengan begitu, diharapkan sektor perikanan mampu memberi kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, sesuai misi Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang: “Terwujudnya usaha kecil dan menengah di bidang perikanan menuju industrialisasi perikanan yang tangguh dan mandiri”. Muaranya, tercapainya visi Pemkab Pandeglang: “Transformasi Harmoni Agrobisnis, Maritim Bisnis dan Wisata Bisnis Menuju Rumah Sehat dan Keluarga Sejahtera 2020”.

Demikian paparan ringkas peta dan potensi perikanan, seperti disampaikan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang, Ir. Wowon Dirman, MM. (Adv)

Tags: dinas perikanan kabupaten pandeglangdinas perikanan pandeglangir wowon dirman mmpandeglang poros maritim bantenporos maritim banten
Previous Post

GWK Bali Akan Jadi Ikon Baru Dunia

Next Post

KEYone, BlackBerry rasa Android

admin

admin

Next Post

Warning: Undefined array key "jnews-75x75" in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/Image.php on line 114

Warning: Trying to access array offset on value of type null in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageLazyLoad.php on line 105
KEYone, BlackBerry rasa  Android

KEYone, BlackBerry rasa Android

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 JayakartaNews

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version