• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Menyatukan Kedisiplinan dan Jiwa Wirausaha: Menata Ulang Paradigma Pendidikan Indonesia

Menyatukan Kedisiplinan dan Jiwa Wirausaha: Menata Ulang Paradigma Pendidikan Indonesia

July 3, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Migran Aman! 70 Siswa di Lombok Timur Dibekali Jurus Hindari Jebakan Kerja Ilegal ke Luar Negeri

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

October 8, 2026
Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

October 8, 2026
Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

Pengawasan Data Pemilih Berbasis Artificial Intelligence

October 8, 2026
Tak Berhenti di Pemulangan, KP2MI Kawal Status Kewarganegaraan Lima Anak Baedah

Tak Berhenti di Pemulangan, KP2MI Kawal Status Kewarganegaraan Lima Anak Baedah

October 7, 2026
Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

October 7, 2026
Dunia yang Terbelah, Rupiah yang Diuji

Dunia yang Terbelah, Rupiah yang Diuji

October 7, 2026
MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

October 7, 2026
AWAL, Akhirnya Tiba

AWAL, Akhirnya Tiba

October 7, 2026
Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

Sepanjang Januari-Awal Oktober KJRI Johor Bahru Deportasi 4.56 WNI/Pekerja Migran Indonesia

October 6, 2026
Migran Aman! Disnaker Lumajang Ingatkan Calon PMI tak Gunakan Jalur Ilegal

Migran Aman! Disnaker Lumajang Ingatkan Calon PMI tak Gunakan Jalur Ilegal

October 8, 2026
Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

October 7, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, October 9, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    A beginner’s guide to the legendary Tim Tam biscuit, now available in America

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Oil spill off India’s southern coast leaves fisherman stranded, marine life impacted

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Rap group call out publication for using their image in place of ‘gang’

    Meet the woman who’s making consumer boycotts great again

    New campaign wants you to raise funds for abuse victims by ditching the razor

    Twitter tweaks video again, adding view counts for some users

    India is bringing free Wi-Fi to more than 1,000 villages this year

    Betterment moves beyond robo-advising with human financial planners

    People are handing out badges at Tube stations to tackle loneliness

    Trump’s H-1B Visa Bill spooks India’s IT companies

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Menyatukan Kedisiplinan dan Jiwa Wirausaha: Menata Ulang Paradigma Pendidikan Indonesia

by admin
July 3, 2026
in Kolom
0
Menyatukan Kedisiplinan dan Jiwa Wirausaha: Menata Ulang Paradigma Pendidikan Indonesia
491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Heri Mulyono

Disiplin militer dan jiwa wirausaha kerap dipertentangkan di Indonesia. Padahal, keduanya bisa berpadu. Dengan menengok praktik Singapura, Jerman, dan Finlandia, artikel ini menawarkan solusi keluar dari dikotomi menuju pendidikan karakter yang utuh.

Polemik Barak Militer di Purwakarta dan Kritik atas Pendekatan Koersif

Di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, puluhan siswa sekolah menengah pertama menjalani hari-hari mereka bukan di ruang kelas, melainkan di barak militer. Program yang digagas Bupati—kini Gubernur Jawa Barat—Dedi Mulyadi itu menyasar remaja yang dianggap bermasalah: pelaku tawuran, anggota geng motor, hingga siswa yang kerap membolos. Dinas Pendidikan setempat menyebut program ini bukan hukuman, melainkan pembinaan karakter. Tujuannya, kata Dedi, adalah menciptakan generasi muda yang tangguh, berdaya saing, dan siap memasuki dunia kerja.

Program semacam ini bukan barang baru dalam wacana pendidikan Indonesia. Setiap kali kenakalan remaja dianggap mencapai titik kritis, disiplin ala militer selalu muncul sebagai solusi instan. Barisan baris-berbaris, bangun subuh, hormat kepada senior, dan hukuman fisik ringan dipercaya mampu menanamkan ketaatan yang gagal dibentuk oleh sekolah reguler. Namun di balik dukungan publik yang menguat, muncul pula kekhawatiran dari kalangan psikolog dan pegiat hak anak.

Penelitian yang menganalisis wacana publik seputar program barak militer di Jawa Barat menemukan adanya polarisasi tajam. Dukungan masyarakat menguatkan legitimasi program sebagai jawaban atas krisis disiplin remaja, sementara kritik menyoroti risiko pelanggaran hak anak, potensi trauma psikologis, dan absennya pendekatan pedagogis yang humanis. Efektivitas kebijakan pendidikan karakter, menurut kajian tersebut, tidak semata ditentukan oleh implementasi formal, tetapi juga oleh cara ia dikomunikasikan dan diterima di ruang publik.

Kritik yang lebih tajam datang dari perspektif pedagogi kritis. Mengacu pada pemikiran Paulo Freire dalam Pedagogy of the Oppressed, sejumlah pengamat pendidikan menilai pendekatan barak militer berisiko melahirkan kepatuhan total tanpa kesadaran kritis. Freire mendambakan peserta didik yang berani mempertanyakan otoritas yang tidak adil, bukan generasi yang dilatih untuk tunduk pada komando sejak usia belia. Psikolog anak turut mengingatkan bahwa pendekatan otoriter semacam ini tidak ideal bagi perkembangan remaja, terlebih jika dijadikan bentuk pembinaan bagi siswa yang sesungguhnya membutuhkan pendampingan emosional, bukan tekanan fisik.

Geliat Pendidikan Kewirausahaan dan Fondasi Psikologisnya

Di sisi lain spektrum, pendidikan kewirausahaan berkembang dengan logika yang hampir berlawanan. Alih-alih menuntut ketaatan, pendidikan ini mendorong inisiatif, keberanian mengambil risiko, dan kemampuan bangkit dari kegagalan. Konsep yang paling sering dirujuk dalam kajian psikologi pendidikan kewirausahaan adalah growth mindset—istilah yang dipopulerkan psikolog Carol Dweck dari Stanford University—dan grit, ketekunan jangka panjang menuju tujuan yang digagas Angela Duckworth dari University of Pennsylvania.

Sejumlah studi terbaru memperlihatkan hubungan erat antara kedua konstruk ini. Sebuah tinjauan sistematis yang menelaah puluhan ribu partisipan pelajar menemukan korelasi yang konsisten antara growth mindset dan grit, terlepas dari latar belakang sosial-ekonomi maupun jenjang pendidikan. Semakin kuat keyakinan siswa bahwa kemampuan bisa dikembangkan lewat usaha, semakin besar pula ketekunan mereka menghadapi tantangan—termasuk tantangan merintis usaha sendiri.

Namun, riset juga menunjukkan bahwa hubungan ini tidak sesederhana kelihatannya. Kajian terhadap pendiri startup teknologi di Pakistan, misalnya, menemukan bahwa growth mindset justru dapat melemahkan pengaruh grit terhadap resiliensi wirausaha dalam kondisi tertentu. Temuan ini mengingatkan bahwa “lebih banyak selalu lebih baik” bukan prinsip yang otomatis berlaku dalam pembentukan karakter wirausaha—dibutuhkan keseimbangan, bukan akumulasi tanpa arah.

Jebakan Ekstrem: Ketika Hanya Satu Sisi yang Ditonjolkan

Pertanyaan sesungguhnya bukanlah disiplin atau kewirausahaan, melainkan: apa yang terjadi jika generasi muda hanya mendapat salah satunya?

Jika seorang remaja hanya dibentuk lewat disiplin ala militer tanpa ruang untuk berinisiatif, hasil yang muncul cenderung adalah kepatuhan mekanis. Ia mungkin datang tepat waktu dan tahan terhadap tekanan fisik, tetapi belum tentu memiliki kemampuan mengambil keputusan mandiri, apalagi keberanian mencoba hal baru. Dalam dunia kerja yang menuntut adaptasi cepat, kepatuhan semata berisiko menghasilkan angkatan kerja yang kompeten mengikuti instruksi tetapi lemah berinovasi.

Sebaliknya, jika seorang remaja hanya dibekali semangat kewirausahaan tanpa fondasi disiplin, ia berisiko menjadi individu yang penuh gagasan tetapi kesulitan mengeksekusinya secara konsisten. Riset tentang entrepreneurial mindset pada mahasiswa menunjukkan bahwa unsur ketekunan atau perseverance—yang sesungguhnya adalah bentuk lain dari disiplin diri—tetap menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan wirausaha. Tanpa disiplin, ide-ide besar mudah kandas di tengah jalan begitu menghadapi kegagalan pertama.

Belajar dari Negara Lain: Tiga Jalur Perpaduan yang Terbukti

Alih-alih terjebak dalam dikotomi, sejumlah negara justru berhasil memadukan kedisiplinan dan kewirausahaan dalam sistem pendidikan mereka. Berikut tiga model yang paling relevan untuk ditelaah Indonesia.

1. Singapura: Disiplin Kolektif sebagai Fondasi Awal

Singapura menerapkan wajib militer atau National Service (NS) selama dua tahun bagi setiap pemuda laki-laki sejak 1967. Program ini membangun ketahanan, disiplin, dan kerja sama tim. Penelitian menunjukkan bahwa NS tidak menghambat kemampuan kewirausahaan pemuda Singapura, melainkan justru mendukungnya. Pelatihan selama NS mengembangkan nilai-nilai dan pengalaman hidup yang dapat ditransfer ke praktik kewirausahaan, seperti kepemimpinan dan kemampuan bekerja di bawah tekanan. Setelah masa wajib militer usai, negara ini secara agresif membangun kurikulum kewirausahaan dan inovasi sejak tingkat sekolah menengah, didukung ekosistem inkubator startup yang disokong penuh oleh pemerintah lewat lembaga seperti Enterprise Singapore. Pola yang terlihat jelas adalah: disiplin struktural lebih dulu ditanamkan, baru kemudian ruang inovasi dibuka lebar.

2. Finlandia: Disiplin yang Tumbuh dari Dalam

Finlandia mengambil arah yang berbeda. Negara ini menempati peringkat pertama dalam pendidikan kewirausahaan dalam laporan Global Entrepreneurship Monitor (GEM). Kewirausahaan dimasukkan dalam pendidikan dasar sembilan tahun dan diperkuat di seluruh kurikulum pendidikan menengah atas. Namun Finlandia tidak mengandalkan disiplin militer. Negara ini menekankan otonomi belajar, kepercayaan pada siswa, dan pendidikan berbasis fenomena yang mendorong rasa ingin tahu. Disiplin di Finlandia tidak hilang—ia berpindah bentuk dari ketaatan pada komando menjadi tanggung jawab pribadi dan konsistensi belajar mandiri. Model ini menunjukkan bahwa disiplin tidak harus datang dari luar dalam bentuk perintah, melainkan bisa ditumbuhkan dari dalam lewat kepercayaan dan tanggung jawab.

3. Jerman: Disiplin Kerja Lewat Pendidikan Vokasi

Jerman menempuh jalur ketiga lewat sistem pendidikan vokasi ganda atau dual system. Lebih dari 50 persen orang Jerman memasuki program pelatihan vokasi dan pendidikan ganda sebagai jalur menuju pekerjaan. Pelatihan vokasi ganda berlangsung di perusahaan, dan peserta magang diwajibkan menghadiri sekolah kejuruan. Perusahaan bertanggung jawab atas pelatihan praktis, sementara sekolah kejuruan memberikan pelatihan teoretis. Sistem ini menanamkan disiplin kerja yang ketat—jam kerja, standar mutu, tanggung jawab profesional—sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk memahami logika bisnis dan inovasi dari dalam industri itu sendiri. Banyak wirausahawan Jerman justru lahir dari jalur vokasi ini, bukan dari jalur akademik murni.

4. Tiongkok: Integrasi Sistematis di Perguruan Tinggi

Sejak 2015, pemerintah Tiongkok terus memperkenalkan kebijakan untuk mendorong universitas memperkuat pelatihan kemampuan kewirausahaan. Kementerian Pendidikan menyatakan perlunya mempromosikan integrasi mendalam pendidikan teknik dengan kebutuhan industri. Pendekatan Innovation and Entrepreneurship Education (IEE) secara sengaja memadukan disiplin akademik ketat dengan pelatihan inovasi di seluruh jenjang perguruan tinggi. Kebijakan ini lahir dari kesadaran bahwa pendidikan kewirausahaan tidak boleh berhenti pada pelatihan keterampilan usaha semata, melainkan harus terintegrasi dengan pembentukan karakter psikologis yang kokoh, termasuk kualitas mental untuk bertahan menghadapi tekanan dan kegagalan berulang.

Mengurai Kegagapan Indonesia: Kesenjangan antara Pendidikan Dasar dan Tinggi

Perdebatan soal barak militer di Indonesia sesungguhnya mencerminkan kegagapan mencari jalan tengah antara dua kebutuhan yang sama pentingnya: generasi muda yang tertib dan generasi muda yang berani berinovasi. Sekolah-sekolah Indonesia, sebagaimana dikritik sejumlah pengamat pendidikan, kerap membebani kurikulum dengan terlalu banyak tuntutan sekaligus—moral, nasionalisme, kewirausahaan, disiplin—tanpa kerangka yang jelas bagaimana semua itu saling terhubung.

Di sisi hulu, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mendorong penguatan karakter bangsa melalui pengembangan jiwa kewirausahaan bagi siswa. “Wirausaha bukan hanya soal ekonomi, tapi pembentukan karakter generasi tangguh, inovatif, dan pantang menyerah,” ujar Warsito, Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK. Sementara di sisi hilir, geliat pendidikan startup dan inkubator bisnis kampus di kota-kota seperti Malang, Bandung, dan Yogyakarta terus tumbuh dalam satu dekade terakhir. Namun sebagian besar program ini masih berjalan terpisah dari pembinaan karakter dan kedisiplinan siswa di jenjang sebelumnya. Mahasiswa yang masuk program kewirausahaan kerap harus membangun sendiri fondasi ketekunan yang semestinya sudah ditanamkan sejak pendidikan dasar dan menengah. Keterputusan inilah yang membuat perdebatan disiplin versus kewirausahaan terasa seperti memilih salah satu, padahal keduanya semestinya berjalan berurutan dalam satu ekosistem pendidikan yang sama.

Saran dan Solusi Konkret bagi Indonesia

Dari rangkaian praktik di berbagai negara, benang merah yang muncul adalah: disiplin dan kewirausahaan bukan dua pilihan yang saling meniadakan, melainkan dua tahap yang saling menopang jika ditata dengan urutan yang tepat.

Pertama, Indonesia perlu mengadopsi model Finlandia yang menumbuhkan disiplin dari dalam melalui kepercayaan dan tanggung jawab pribadi pada jenjang pendidikan dasar. Ini berarti kurikulum perlu memberi ruang lebih besar bagi otonomi belajar, proyek kolaboratif, dan penilaian yang menghargai proses. Disiplin yang ditanamkan dengan cara ini akan bertahan lebih lama karena berasal dari kesadaran internal siswa.

Kedua, untuk jenjang pendidikan menengah dan vokasi, Indonesia dapat mencontoh sistem ganda Jerman yang memadukan pelatihan praktis di industri dengan pendidikan teori di sekolah. Saat ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menegaskan bahwa kewirausahaan menjadi bagian penting dalam kurikulum vokasi. Namun implementasinya perlu diperkuat dengan kemitraan yang lebih erat antara sekolah dan dunia usaha, serta standar pelatihan yang jelas dan diakui secara nasional.

Ketiga, pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi tidak boleh berdiri sendiri sebagai pelatihan teknis semata. Sebagaimana pengalaman Tiongkok, pendidikan inovasi perlu diintegrasikan dengan pembentukan karakter psikologis yang kokoh—termasuk kesehatan mental siswa. Kurikulum kewirausahaan harus mencakup pengembangan grit, ketahanan menghadapi kegagalan, dan kemampuan bekerja dalam tim, bukan sekadar keterampilan membuat rencana bisnis.

Keempat, untuk program pembinaan remaja bermasalah seperti di Purwakarta, pendekatan pedagogis yang humanis harus diutamakan. Pendampingan emosional, konseling, dan pengembangan keterampilan sosial harus menjadi bagian integral dari program, bukan sekadar pelengkap dari latihan fisik. Pendekatan holistik yang menggabungkan struktur dan kasih sayang dinilai lebih menjanjikan ketimbang model yang semata mengandalkan ketegasan komando.

Kelima, diperlukan jembatan yang menghubungkan pendidikan karakter di jenjang dasar dan menengah dengan program kewirausahaan di perguruan tinggi. Keterpaduan ini bisa diwujudkan melalui penguatan pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diintegrasikan dengan proyek penguatan profil pelajar Pancasila yang telah digagas Kementerian Pendidikan, khususnya dimensi “kreatif” dan “mandiri” yang selama ini sering diabaikan dalam praktiknya.

Generasi muda Indonesia tidak sedang membutuhkan barak militer atau pelatihan startup semata. Mereka membutuhkan ekosistem pendidikan yang mampu menautkan keduanya secara sadar—disiplin yang membangun ketahanan tanpa mematikan kesadaran kritis, dan kewirausahaan yang mendorong keberanian tanpa kehilangan pijakan. Sebagaimana pengalaman berbagai negara memperlihatkan, generasi yang tangguh sekaligus inovatif bukan lahir dari salah satu ekstrem, melainkan dari kemampuan pendidik dan pembuat kebijakan meramu keduanya menjadi satu kesatuan yang utuh. (*)

Tags: barak militerjiwa wirausahapolemik barak militer
Share196Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Migran Aman! 70 Siswa di Lombok Timur Dibekali Jurus Hindari Jebakan Kerja Ilegal ke Luar Negeri

October 9, 2026
Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

Cegah Jalur Nonprosedural, Wamen P2MI Dorong Layanan Pekerja Migran Makin Dekat ke Masyarakat

October 8, 2026
Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

Ade Supandi Hadiri Taklimat Presiden Prabowo Bersama 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

October 8, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2017 JNews.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2017 JNews.

Go to mobile version