Menko PMK Sambut Kemeriahan Blitar Ethnic National (BEN) Carnival

 Menko PMK Sambut Kemeriahan Blitar Ethnic National (BEN) Carnival

Menko PMK Muhadjir Effendy menghadiri Blitar Ethnic National (BEN) Carnival, di Blitar, Sabtu (27/8). (KemenkoPMK)

JAYAKARTA NEWS – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menghadiri Blitar Ethnic National (BEN) Carnival, di Blitar, demikian Keterangan Pers Minggu (28/8).

Menko mengatakan, Pemerintah Indonesia sangat mendukung upaya-upaya pelestarian budaya seperti ini karena sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia.

“Selaku Menko PMK, saya menyambut baik dan mengapresiasi penyelenggaraan BEN Carnival,” kata Menko PMK saat memberi sambutan pada BEN Carnival, Sabtu.

Rangkaian BEN Carnival dimulai dari Kantor DPRD Kota Blitar sampai Alun-alun Blitar. Dengan meriah menampilkan berbagai pakaian adat, tradisi dan budaya dari Sabang sampai Merauke.

Dengan bertemakan “Nasionalis dalam Kebhinekaan”, BEN Carnival juga menampilkan keragaman budaya nasional dan budaya internasional serta pakaian gala yang diikuti oleh 50 penampilan dari OPD dan Sekolah di Blitar.

Turut hadir dalam acara tersebut, Walikota Blitar Santoso, Wakil Walikota Blitar Cucu Sunaryo, Pimpinan DPRD Blitar beserta anggota, Bupati Blitar, Sekda Blitar dan anggota Forkopimda Blitar serta tamu undangan, dan ribuan warga yang menonton.

Lanjut Muhadjir, kegiatan ini juga selaras dengan Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2021 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017, yang menjelaskan bahwa proses pemajuan kebudayaan dilakukan melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, pembinaan, dan penghargaan.

“Ini adalah realisasi atau implementasi dari UU tadi” tuturnya.

Sementara itu Menko mengungkapkan, Kota Blitar memiliki kelebihan dibanding kota lain. Di antaranya karena kota ini dipilih oleh Sang Proklamator Bung Karno untuk menjadi tempat peristirahatan terakhirnya.

“Saya yakin Bung Karno tidak akan mewasiatkan itu seandainya Kota Blitar tidak memiliki keistimewaan. Pasti ada sesuatu hal yang spesial,” jelas Muhadjir.

Muhadjir lalu mengutip ajaran Trisakti Bung Karno. Yaitu berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. “Acara ini jelas merupakan implementasi dari ajaran ketiga,” kata mantan Mendikbud ini.

Keragaman budaya yang ada di Indonesia khususnya di Blitar, dinilai Muhadjir bisa menjadi modal untuk mengapitalisasi dan melestarikan budaya.

“Modal sudah punya, tinggal bagaimana modal itu dikapitalisasi menjadi bermanfaat, dalam arti pelestarian perlindungan dan pengembangan budaya tapi juga bisa memajukan aspek sosial dan ekonomi,” jelasnya.

Muhadjir menambahkan, BEN Carnival diharapkan dapat menjadi ikonik yang bukan hanya di Jawa Timur namun juga menjadi ikon internasional.

“Marilah kira gali semua nilai kearifan lokal. Kecerdasan lokal yang dimiliki oleh kota Blitar. Sebagai bentuk kita memenuhi apa yg menjadi keinginan bung karno. Sekali lg selamat atas BEN hari ini dalam rangka memperingati hut ri ke 77,” tutupnya.

Kegiatan BEN Carnival digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 77 yang bertujuan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat dan membangkitkan perekonomian di masyarakat setelah mengahadapi pandemi Covid-19 selama dua tahun yang lalu.***/uli

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.