Menko PMK Ajak Perguruan Tinggi Aksi Nyata Revolusi Mental

 Menko PMK Ajak Perguruan Tinggi Aksi Nyata Revolusi Mental

Di depan para Rektor dalam penandatangan Kerja Sama GNRM (Kemenko PMK)

JAYAKARTA NEWS – Dalam mewujudkan generasi Indonesia Emas 2045, peran perguruan tinggi menjadi salah satu unsur penting penguatan SDM pada kerangka nation and character building.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dikutip dari Laman Kemenko PMK, Jumat (22/7).

Ia menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan sekaligus memberikan arahan pada Penandatanganan Kontrak dan Bimtek Swakelola Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) di The Grove Suite Kuningan Jakarta, Kamis.

Adapun program GNRM merupakan kolaborasi Kemenko PMK dengan Forum Rektor Indonesia (FRI).  Sebanyak 35 (tiga puluh lima) Perguruan Tinggi seluruh Indonesia dinyatakan lolos seleksi sebagai penerima Dana Swakelola Program Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) 2022 yang dianggarkan oleh Kemenko PMK. Sebelumnya, seleksi dilakukan oleh Tim seleksi FRI selama tiga hari dengan melakukan reviu proposal.

“Kegiatan yang diselenggarakan oleh FRI ini diharapkan mampu memperkuat peran dan fungsi perguruan tinggi dalam rangka menciptakan SDM unggul, berakhlak mulia, berkualitas, inovatif, berdaya saing, dan berjiwa Pancasila dalam menjawab tantangan masa depan dalam memasuki Era Revolusi Industri 4.0,” katanya.

Dalam konteks ini, dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswa juga diharapkan mampu tampil sebagai garda terdepan dalam memberikan kontribusi terbaik dalam pengembangan pendidikan di perguruan tinggi berlandaskan nilai-nilai Revolusi Mental, yaitu etos kerja, gotong-royong, dan integritas. 

“Saya ucapkan terimakasih atas ketersediaan FRI untuk membantu program yang ada di KPMK. Sebetulnya banyak paket program yang bisa diikuti jika perguruan tinggi ingin terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam penanganan sumber daya manusia,” kata Menko PMK.

Namun demikian, ungkap Muhadjir, aksi nyata yang dilaksanakan oleh 35 Perguruan Tinggi yang lolos seleksi ini harus terlihat output-nya. Bahkan, nanti harus bisa diukur dampaknya bagi masyarakat, minimal pemanfaat dari aksi nyata tersebut.

Terkait dengan aksi nyata tersebut, saat ini Pemerintah mendorong pada tiga hal, yakni “Penanaman Sepuluh Juta Pohon untuk mengurangi dampak bencana dan meningkatkan kemandirian pangan melalui tanaman produktif, Gerakan Ayo Berkoperasi untuk menjadikan kembali koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional, dan Gerakan Positif Bermedia Sosial untuk meningkatkan keadaban digital,” tutur Didik Suhardi, Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK. 

Melalui berbagai aksi nyata yang dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat, “Dengan begitu, kita bisa melaporkan kepada Bapak Presiden bahwa Gerakan Nasional Revolusi Mental ini bisa berjalan dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Muhadjir.

Sementara itu, Ketua FRI Prof. Ir. Panut Mulyono mengatakan, FRI akan mengawal seluruh kegiatan termasuk kegiatan yang dilakukan Kemenko PMK dalam rangka GNRM.

“FRI dengan sumber daya yang melimpah bisa diterjunkan ke masyarakat dan tentu punya peran strategis. Kita punya kelompok kerja (Pokja), misal Pokja pembinaan karakter bangsa yang sudah pasti akan mengawal program GNRM,” katanya.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia, Prof. Dr. Masykuri Bakri, Tim Sekretariat Forum Rektor Indonesia, Para Rektor 35 Perguruan Tinggi yang telah dinyatakan lolos seleksi Program GNRM Tahun 2022, Ketua Tim Ahli Gugus Tugas Nasional Revolusi Mental, Prof. Dr. Ravik Karsidi, dan Para Narasumber serta Peserta Kegiatan.***/uli

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.