• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
“Menerjang Batas” Apresiasi untuk Pelukis Tunanetra

“Menerjang Batas” Apresiasi untuk Pelukis Tunanetra

November 19, 2020
Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

October 19, 2026
LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

October 19, 2026
Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

October 19, 2026
Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

October 18, 2026
Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

October 18, 2026
Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

October 18, 2026
Konflik Timteng Mirip ‘Permainan Biliar’, Pergerakan Bolanya Ditentukan Trump dan Netayanhu

Konflik Timteng Mirip ‘Permainan Biliar’, Pergerakan Bolanya Ditentukan Trump dan Netayanhu

October 18, 2026
Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

October 18, 2026
Doll Ghawiah: Mitos Boneka yang Meneror Keluarga di Bandung

Doll Ghawiah: Mitos Boneka yang Meneror Keluarga di Bandung

October 17, 2026
BPBD dan BPSDM Jatim Gelar Uji Kompetensi Kebencanaan

BPBD dan BPSDM Jatim Gelar Uji Kompetensi Kebencanaan

October 17, 2026
KPK Sisir Kantor BNPB hingga Ruang Kerja Mantan Kepala BNPB Suharyanto

KPK Sisir Kantor BNPB hingga Ruang Kerja Mantan Kepala BNPB Suharyanto

October 17, 2026
BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

October 17, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Monday, October 19, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

“Menerjang Batas” Apresiasi untuk Pelukis Tunanetra

by admin
November 19, 2020
in Feature
0
“Menerjang Batas” Apresiasi untuk Pelukis Tunanetra

Pameran lukisan dihelat di Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta. (foto: nina)

491
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Pekan lalu (8/11-14/11), sebuah pameran lukisan dihelat di Greenhost Boutique Hotel Yogyakarta.  Eksibisi ini tak biasa, sebab para pengkaryanya adalah penyandang tunanetra.  Bagi pelukis pada umumnya, syarat utama dan pertama untuk menghasilkan karya adalah indera penglihatan. Kendati tak memilikinya, para tunanetra dari MTsLB/A Yaketunis Yogyakarta itu berhasil memamerkan sejumlah karya yang dijuduli “Menerjang Batas”.

“Menerjang Batas” tak sekadar pameran yang mempertontonkan keindahan di atas kanvas.  Ia juga memberikan cerita mendalam perihal perjuangan anak manusia yang mampu meruntuhkan keterbatasan. “Ternyata teman-teman tunanetra itu bisa bikin karya, mereka mendobrak batasan-batasan atas ketidakmampuan baik raga maupun pikiran,” kata Tomi Firdaus sang kurator. 

Tomi menegaskan, pemberian judul “Menerjang Batas” itu tidak melulu tertuju untuk para artis penyandang tunanetra. Ia juga menyadarkan masyarakat luas yang acapkali memandang keterbatasan sebagai ketidakmampuan. “Siapa pun, termasuk para individu penyandang tunanetra bisa menerjang keterbatasan mereka,” tegas Tomi. Namun, menurutnya, semua kemampuan itu tergantung pada individu masing-masing.      

Tomi bercerita, biasanya para penyandang tunanetra diarahkan untuk menguasai seni musik atau  komputer. Ketika disodori kegiatan melukis, ada rasa gembira yang muncul dari wajah-wajah mereka. Namun, sekejapan mata kemudian mereka memperlihatkan kebingungan.  Rasa bingung itu bersumber dari keterbatasan penglihatan. Para difabel itu sadar bahwa mereka tidak memiliki kemampuan visual untuk memindahkan obyek tiga dimensi ke atas kertas.            

Workshop

Bulan Februari silam, Tomi menggelar Workshop melukis untuk 22 siswa MTsLB/A Yaketunis Yogya dari kelas 1 sampai 3. Tidak mudah membimbing para penyandang tunanetra belajar menggambar dalam tempo satu hari saja. Kerja itu membutuhkan ketelatenan sekaligus menuntut kesabaran. Para difabel itu tinggal di rumah tetapi mereka tidak tahu bentuk rumah, mobil atau benda-benda yang mereka gunakan sehari-hari. Padahal, pemahaman akan bangun ruang ini menjadi dasar untuk menciptakan bentuk-bentuk dalam sebuah karya lukis. 

Tahap 1, mengenal dan menggambar bentuk.
Tahap 2, meraba wajah teman.
Tahap 3, sesi menggambar bebas.

Tomi membagi Workshopnya ke dalam tiga tahap rekognisi sensorik yakni pengenalan konsep bangun ruang, menggambar wajah dan melukis bebas. Rekognisi sensorik merupakan pengenalan proses penciptaan karya seni rupa dua dimensional bagi penyandang tunanetra dengan memaksimalkan indera sensorik (peraba). “Metode ini sebatas untuk remaja, bukan untuk mereka yang telah dewasa,” kata Tomi.

Tahap pertama, mengenali bangun ruang dalam wujud tiga dimensi seperti segitiga, bola, tabung dll. “Ini penting untuk membangun secara bertahap konsep berpikir mereka tentang bentuk-bentuk,” tambahnya. Dengan cara meraba, para peserta berimajinasi mengenal bentuk-bentuk. Ternyata para tunanetra itu memiliki solusi sendiri ketika akan memindahkan bentuk itu dalam tampilan dua dimensi. “Mereka meletakkan benda itu di atas kertas, kemudian digambar mengikuti alur bentuk bangun itu,” papar Tomi.

Tahap kedua, meraba wajah teman. Fase ini seru. Kendati lama berteman, ternyata para siswa peserta Workshop itu belum pernah meraba wajah kawan mereka. “Ada yang emosi sampai menangis,” tutur Tomi. Namun, tidak semua peserta meraba dan menggambar wajah teman. Ada yang lebih tertarik menggambar wajahnya sendiri.

Tahap satu dan dua merupakan fase seleksi. Ketertarikan menjalani proses tahap satu dan dua serta kreatifitas menjadi tolok ukur penilaian. Siswa yang lolos akan berlanjut ke tahap tiga, menggambar bebas. “Ada lima orang yang berhasil masuk ke tahap tiga,” tutur Tomi.  Pada tahap ini peserta didampingi mentor yang telah memiliki pengalaman sebagai pendamping di tahap sebelumnya sebagai teman diskusi. Dari obrolan itu, mucul ide untuk menggambar gitar, bunga bahkan pemandangan. Setiap peserta mendapatkan kanvas dan cat warna dasar, merah, biru dan kuning. Mereka pun mulai menggambar.

Aktivitas melukis oleh para siswa penyandang tuna netra.

Terkesan

Ada seorang peserta yang membuat Tomi amat terkesan, Ristanto namanya. Siswa kelas 2 ini menggambar dengan media crayon di atas  kertas. Sambil memainkan crayon, ia bercerita bahwa dulu sewaktu masih bisa melihat, ia suka menggambar. Ristanto mengalami kebutaan sejak masa kanak-kanak, bukan dari lahir. Karena itu ia masih bisa mengingat warna-warna. “Mas, aku minta warna ini, aku minta warna itu,” kata Tomi menirukan permohonan Ristanto kepada mentornya untuk diambilkan warna tertentu.

Tak cuma warna, bentuk-bentuk pun masih bisa dikenali Ristanto, seperti aneka pemandangan alam dan juga wajahnya sendiri. Karena itu, ia berniat menggambar potret diri. “Ristanto menyederhanakan wajahnya sendiri,” tutur Tomi. Dan ia mengisahkan proses anak didiknya itu menyelesaikan gambar wajahnya. 

Awalnya, Ristanto menggoreskan bentuk bulat menyerupai wajah. Lalu ia meraba rambutnya dan saat itu ia menyadari bahwa rambut kapalanya berjenis lurus. “Akhirnya ia membuat garis-garis lurus warna hitam sebagai rambutnya,” tutur Tomi. Selanjutnya Ristanto menggambar alis yang ia bentuk mirip rambut. Yang paling unik menurut Tomi, ketika tiba saatnya Ristanto menggambar mata. Organ penglihatan itu ia gambar lengkap dengan pupilnya. Mata ia gambar berwarna putih dengan bulatan hitam di tengah-tengahnya. Jadilah lukisan Ristanto yang diberi judul “Wajah Saya”.

Akhirnya “Wajah Saya” dan sejumlah lukisan lainnya dipamerkan. Tomi bertindak sebagai kurator sekaligus penyelenggara. Lukisan para difabel yang dihargai dengan kisaran Rp 5 hingga Rp 10 juta itu belum berhasil menaklukkan dompet para kolektor. Namun demikian momen itu membuktikan bahwa seni lukis menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi penyandang tunanetra. Sayang, pandemi Covid 19 menghalangi para tokoh utama penerjang batas itu hadir pada acara pembukaan. Sejak pandemi lalu, para siswa MTsLB/A Yaketunis Yogyakarta dirumahkan.    

“Menerjang Batas”, pameran yang difasilitasi Art Week Yogya, Dinas Kebudayaan dan Artjog sepanjang pekan lalu itu menjadi saksi keberhasilan anak manusia dengan segala kekurangannya meruntuhkan batas-batas baik raga maupun pikiran. Dr Mike Susanto S Sn., MA, Ketua Jurusan Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta menyatakan bahwa Pameran Lukisan “Menerjang Batas” menjadi bagian dari perkembangan seni lukis anak difabel yang menarik dan dapat dikembangkan di mana pun. (Ernaningtyas)

Tags: jayakartanewsmenerjang bataspelukis tunanetraworkshop melukis
Share196Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

October 19, 2026
LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

October 19, 2026
Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

October 19, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version