Jayakarta News
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Melihat gerhana matahari untuk pahami sistem energi Bumi

Melihat gerhana matahari untuk pahami sistem energi Bumi

admin by admin
July 22, 2017
in Feature, TELKO
0

 

DALAM  upaya untuk mempelajari lebih lanjut tentang sistem energi Bumi, para ilmuwan di NASA berencana untuk mengeksplorasi gerhana matahari, demikian pernyataan  badan antariksa tersebut. Dengan bantuan model komputer transfer radiasi 3 dimensi yang canggih, para ilmuwan sedang bekerja untuk mensimulasikan gerhana yang akan terjadi pada 21 Agustus 2017 dan melewati seluruh Amerika. Ini akan membantu mereka memahami bagaimana energi disebarkan di Bumi.

Tim ilmuwan NASA yang dipimpin oleh Guoyong Wen dari Morgan State University di Baltimore, akan ditempatkan di Casper, Wyoming, dan Columbia, Missouri untuk mengumpulkan informasi mengenai jumlah energi yang akan dikirim ke dan dari Bumi sebelum, selama dan tepat setelah Gerhana.

Sistem energi Bumi terus-menerus “menari” untuk menjaga keseimbangan antara radiasi yang masuk dari matahari dan radiasi yang keluar dari Bumi ke angkasa, yang oleh para ilmuwan disebut sebagai anggaran energi Bumi. Peran awan, baik tebal maupun tipis, penting dalam pengaruhnya terhadap keseimbangan energi.

Seperti awan raksasa, bulan selama gerhana matahari total pada bulan Agustus 2017, akan menghasilkan bayangan besar di atas wilayah  Amerika Serikat. Para ilmuwan akan menggunakan instrumen tanah dan ruang untuk mempelajari bagaimana bayangan besar ini mempengaruhi jumlah sinar matahari yang mencapai permukaan bumi, terutama di sekitar tepi bayangan.

“Ini adalah pertama kalinya kami dapat menggunakan pengukuran dari tanah dan dari luar angkasa untuk mensimulasikan bayangan bulan yang melintas di muka Bumi di Amerika dan menghitung energi yang sampai ke Bumi,” kata Wen. Apabila berhasil, para ilmuwan akan semakin mengembangkan perhitungan baru yang bisa memperbaiki perkiraan jumlah energi matahari yang sampai ke tanah.

Hal ini juga akan memperluas pemahaman mereka tentang awan —salah satu pemain kunci dalam mengatur sistem energi Bumi. Wen mengantisipasi bahwa percobaan ini akan membantu memperbaiki perhitungan model saat ini dan pengetahuan tentang awan,  terutama awan tebal dan rendah yang mencakup sekitar 30 persen dari planet ini pada waktu tertentu.***

Previous Post

Ini yang bikin generasi milenial susah punya rumah

Next Post

Begini generasi milenial Asia ‘booking’  untuk petualangan mereka

admin

admin

Next Post

Warning: Undefined array key "jnews-75x75" in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/Image.php on line 114

Warning: Trying to access array offset on value of type null in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageLazyLoad.php on line 105
Begini generasi milenial Asia ‘booking’  untuk petualangan mereka

Begini generasi milenial Asia 'booking'  untuk petualangan mereka

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© 2018 JayakartaNews

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version