• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Masih Pandemi, akankah Bisnis Ritel Kembali Menggeliat di Tahun 2021?

Masih Pandemi, akankah Bisnis Ritel Kembali Menggeliat di Tahun 2021?

admin by admin
April 28, 2021
in Ekonomi & Bisnis
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS— Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara, tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan semata melainkan memicu resesi ekonomi. Berbagai sektor industri tidak dapat melakukan aktivitas secara normal.

Seperti halnya bisnis mal turut diterpa pandemi Covid-19. Sehingga perlu menemukan dan merumuskan solusi terbaik, melalui kebijakan, strategi dan seni untuk mengelola dinamika penyewa, pengunjung, kondisi karyawan, biaya operasional dan aspek lain.

Menjawab situasi ini, GMT Institute sebagai lembaga pelatihan professional property management, hari ini Rabu 28 April 2021, menyelenggarkan diskusi untuk mencari formulasi terbaik menghadapi situasi ini

Retail and Consumer Strategist Yongky Susilo menyatakan, badai virus corona yang menerjang sejumlah negara telah menimbulkan efek kejut luar biasa. Banyak sektor terdampak, salah satunya bisnis mal kian menurun.

“Selama pandemi kita mengalami penurunan ekonomi yang dashyat di setiap negara melakukan lockdown. Sehingga penjualan ritel dan hubungan mal semua turun,” kata Yongky Susilo dalam diskusi virtual GMT Institute Cost Turbulensi, yang dipandu Anchor Radio Show TV-One Raldy Doy Rabu (28/4).

Kondisi ini berdampak langsung terhadap pengunjung mal, mengingat bahaya virus corona dari segi penyebaran dan mutasi membuat mobilitas seseorang terbatas. Sehingga mengesampingkan sesuatu yang tidak mendesak.

“Saat ini bisa fokus ke hal-hal penting, bisa survive. Memang konsumen itu beralih, orang tidak berbelanja yang tidak perlu,” tutur Yongky.

Meski bencana non alam ini tidak dapat diprediksi kapan akan berlalu, namun diyakininya kondisi yang penuh ketidakpastian ini akan segera kembali normal. Seiring dengan perilaku disiplin mematuhi protokol kesehatan. “Kita percaya ini sementara, ini akan berangsur normal lagi,” imbuhnya.

Selain itu, mendukung upaya pemerintah terkait penanganan Covid-19. Menahan diri untuk tidak mudik lebaran tahun ini, misalnya. Dengan demikian penyeraban virus corona dapat dikendalikan.

“Kita dukung tindakan tidak mudik pemerintah, belanja tetap dong tapi barangnya diantar,” katanya. 

Selama setahun lebih pandemi Covid-19 melanda Tanah Air, bisnis mal dinilainya berangsur membaik. Terlebih adanya kebijakan tentang pembatasan kegiatan masyarakat, yang mengizinkan mal tetap beroperasi. “Ritel sudah mulai kembali naik lagi, tapi belum 100 persen. (sejak mal dibuka),” nilainya. 

Momentum menyambut hari raya Idul Fitri 2021, hal yang selalu dilakukan masyarakat ialah berburu busana baru. Apalagi tunjangan hari raya (THR) tahun ini dipastikan bakal turun. “THR turun minggu ini, minggu depan sudah pada belanja. Tolong prokesnya diketatkan jangan sampai Covid-19 tak meledak lagi,” ujar Yongky.

Sekjend Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Haryanto Pratantara menyadari kondisi di tengah pandemi corona membuat semua serba sulit. Ditambah biaya penyewaan tenant di mal melambung tinggi.

“Cost dari waktu ke waktu meningkat. Bagaimana mensiasati ketika melakukan efesiensi. Ini juga suatu tantangan tips dan trik masing-masing ritel,” kata Haryanto.

Untuk itu, setiap toko perlu melakukan inovasi agar memudahkan pelanggan setianya dapat terus kembali berbelanja atau meninggalkan sebuah kesan ketika bertransaksi. 

“Konsumen akan didominasi generasi Z. Konsumen nanti lebih menginginkan lebih praktis, mudah, simpel dan cepat. Memberikan banyak pilihan dan pengalaman menyenangkan,” jelaa Haryanto.

Praktisi Property Management-Member of GMT Asj’ari Bali menyatakan, pihaknya terus berupaya membuat pola yang tidak memberatkan pihak penyewa tenant. Dengan demikian performa pelayanan mal tetap prima.

“Sebagai pengelola mal, tentu harus menyesuaikan tagihan biaya operasional kepada tenant. Berkomunikasi dengan tenant, kita juga mencari formula terbaik,” cetus Asj’ari.

Pola penyesuaian bagian operasinal kepada tenant juga mempunyai konseksuensi. Jika pihaknya memberikan diskon besar, tentu tenant bisa menyesuaikan stuktur biaya yang ada di masa pandemi.
“Piutang tak terbentuk, jika memilih opsi satu tidak ada masalah,” katanya. 

Sementara ada pilihan lainnya, yakni jika diskon yang diberikan tidak besar maka risikonya tenant tidak bisa membayar penuh. “Ini yang tidak diharapkan pengelola. Tapi kita tetap punya batasan bahwa mal harus dioperasikan dengan harga yang cukup,” ujar Asj’ari.

“Perlu satu strategi, pengendalian, kepemimpinan terhadap struktur biaya ini. Sehingga bisa mencari solusi terbaik,” tambahnya.

Kepala Bagian Pangan dan Ekonomi daerah, Biro Perekonomian dan Keuangan Pemprov DKI Jakarta Achmad Chudhoiri menuturkan, Jakarta pada tahun 2020 mengalami resesi setelah berturut terjadi pertumbuhan ekonomi negatif. Di sisi lain, pihaknya menelurkan kebijakan pemulihan ekonomi.

“Kontribusi Jakarta terhadap perekonomian nasional sangat besar. Pada 2020, Jakarta berkontribusi sebesar 17,56 persen terhadap perekonomian nasional. Kita harus optimis. Kami sudah punya proyeksi pertumbuhan ekonomi sampai 2023,” tandasnya.

GMT Institute berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan diskusi untuk mendapatkan solusi- solusi terbaik dengan tema-tema yang sesuai, sebagai komitmen GMT Institute dalam berkontribusi terhadap pertumbuhan industri property, terutama dalam kompetensi sumber daya manusia property.***/ont

Tags: Bisnis Ritel 2021jayakartanews.compandemi covid 19
Previous Post

Pengetatan Mobilitas Mudik Lebaran akan Menjaga Tren Baik Penanganan Pandemi

Next Post

Bersabar Sejenak tidak Mudik, Upaya Lindungi Keluarga di Kampung Halaman

admin

admin

Next Post
Bersabar Sejenak tidak Mudik, Upaya Lindungi Keluarga di Kampung Halaman

Bersabar Sejenak tidak Mudik, Upaya Lindungi Keluarga di Kampung Halaman

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version