Manfaatkan Pengering Listrik, Produksi UMKM Emping di Aceh Naik 100 Persen

 Manfaatkan Pengering Listrik, Produksi UMKM Emping di Aceh Naik 100 Persen

Penggunaan mesin pengering makanan listrik mempercepat waktu pengeringan sehingga produksi emping melonjak 100 persen (PLN)

JAYAKARTA NEWS – PT PLN (Persero) terus mendorong transisi energi bersih dengan salah satunya mengajak kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Namira di Sigli, Aceh, beralih ke mesin pengering listrik. PLN menyerahkan bantuan mesin pengering listrik sebagai sarana pengolahan emping di kelompok usaha tersebut.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Aceh, Parulian Noviandri menyatakan bahwa bantuan pengering listrik tersebut adalah bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN terhadap UMKM. Mesin pengering listrik diberikan pada kelompok usaha seperti Namira agar memudahkan proses produksi empingnya. Karena ia melihat mesin pengering listrik mampu menghemat biaya operasional sekaligus lebih ramah lingkungan.

“Bantuan food dehydrator atau alat pengering listrik ini semoga bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Sehingga aktivitas desa meningkat dan lingkungan tetap terjaga,” jelas Noviandri, dalam Siaran Pers Senin (18/7).

Dia juga menambahkan kalau bantuan ini adalah wujud nyata komitmen PLN dalam melakukan transisi energi bersih di Indonesia. Hal ini searah dengan program pemerintah untuk mencapai net zero emission 2060. Dengan langkah seperti ini, harapannya masyarakat bisa lebih teredukasi terkait penggunaan energi bersih karena merasakan sendiri dampaknya.

Ketua kelompok usaha Namira, Dewi, menyatakan proses pengeringan emping menjadi lebih cepat jika memakai pengering listrik. Ia mengisahkan alat pengering listrik mampu mendongkrak produksi emping hingga 100 persen. Biasanya produksi emping per hari hanya 5 kilogram (kg), dengan pengering listrik bisa mencapai lebih dari 10 kg .

“Sebelumnya untuk mengeringkan emping membutuhkan waktu sekitar 45 menit, sekarang cuma sekitar 20 menit,“ terang Dewi.

Untuk diketahui PLN juga tengah melakukan transisi pembangkit berbasis minyak ke pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT). Hal itu dilakukan dengan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di tiap-tiap daerah. Adapun berdasarkan RUPTL 2021-2030, PLN bakal mengembangkan pembangkit EBT sebesar 20,9 gigawatt.***/mel

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.