Kolom
Kuku Setan hingga Pertapa
Gde Mahesa
Dari kuku, bisa tersirat pribadi seseorang, bahkan status sosial juga terpancar. Apalagi untuk seorang wanita.
Ada kisah menarik dari negeri tirai bambu, konon entah dimulai dari kapan tidak jelas tepatnya orang Tionghoa memiliki kebiasaan memanjangkan kuku. Syahdan cerita tentang pentingnya kuku sejak periode zaman peperangan (475 – 221 Sebelum Masehi).
Dikutip dari National Geography, dalam satu kisah yang tercatat di Hanfeizi, sebuah teks politik dan hukum Dinasti Qin, penguasa negara Han, Zhao, menguji kejujuran bawahannya.
Sang penguasa mengeklaim bahwa ia kehilangan salah satu kukunya dan berusaha untuk dapat menemukan.
Melihat ekspresi kecemasan di wajah pemimpinnya, banyak bawahannya memotong kuku mereka dan menyerahkannya kepada penguasa. Semua mengatakan bahwa mereka telah menemukan kuku Zhao.
Hal ini membuktikan bahwa mereka akan menggunakan cara yang tidak jujur untuk mendapatkan bantuan politik, namun yang terjadi justru Zhao menghindari untuk memiliki bawahan seperti mereka di masa depan.
Terlepas dari cerita per-kuku-an negeri tirai bambu, ternyata ada hal menarik dari sebuah mitos adanya tanda putih dikuku.
Konon, tanda putih di kuku tangan kanan berbeda dengan tanda putih di kuku tangan kiri. Lantas makna apa tanda putih di kuku tersebut ?
Ada yang naksir dan merindukan, walaupun tanda putih di kuku sebenarnya bermacam-macam bentuknya seperti titik atau garis pendek. Tapi, juga ada yang agak melengkung mirip seperti bulan sabit. Akan tetapi, makna mitos tersebut hanya berlaku jika tanda putih muncul di kuku tangan kanan. Selain itu, juga diyakini sebagai tanda keberuntungan atau datangnya kabar baik.
Ada seseorang yang tidak suka, dimana tanda putih muncul di kuku tangan kiri. Nah hal ini perlu diwaspadai. Makna mitos ini kebalikan dari mitos tanda putih di kuku kanan. Maknanya kurang baik sehingga kadang bikin kepikiran.
Mitos memang kadang sering kali membuat bikin garuk-garuk kepala. Walaupun mitos ini sudah sejak lama diyakini banyak orang, namun tentunya tidak mempercayai juga ada baiknya, sebab kuku yg mempunyai tanda putih bisa dijelaskan secara medical.
Membahas per-kukuan tak akan lepas dari pemeliharaan alias
memotong kuku, selain menjaga kebersihan, juga merupakan amalan yang dianjurkan untuk menghindari segala bentuk kotoran yang mungkin menempel pada kuku.
Namun, beberapa pandangan masyarakat, ada yang menganggap kuku sebagai tempat berkumpulnya “setan”, jika tidak dirawat.
Maka tidaklah salah jika ada cerita mitos hewan Kunang-kunang, berasal dari kuku orang yang telah meninggal.
Sebagai hewan jenis serangga yang indah dengan sinar alami kerlap kerlip yang terdapat pada tubuhnya, tidak sedikit orang takjub dan kagum akan serangga satu ini.
Meskipun buntuknya terlihat jelas sebagai serangga, tidak sedikit masyarakat Indonesia masih mempercayainya.
Seiring berkembangnya zaman, keberadaan kunang-kunang semakin langka dan berkurang. Penyebab utamanya selain karena faktor geografis dan iklim yang tak karuan, telah menyumbang kelangkaan atau punahnya hewan mungil ini.
Dalam dunia supranatural dan kepercayaan tradisional, kuku manusia sering dianggap memiliki ikatan energi yang kuat dengan pemiliknya, menjadikannya benda yang rentan disalahgunakan dalam ilmu hitam atau ritual mistis.
Kuku juga dianggap sebagai sarang energi negatif jika dibiarkan panjang dan tidak terawat. Sehingga kuku (terutama potongan kuku) merupakan yang sering digunakan dalam praktik sihir, seperti santet, untuk mengirimkan energi negatif, penyakit, atau membuat target celaka.
Lain daripada itu kuku ( dicampur dengan rambut) digunakan dalam ritual ilmu hitam untuk memikat atau mengikat hati seseorang. Tujuannya agar target menjadi tunduk, jatuh cinta, atau bahkan untuk menguras harta pasangan. Tak hanya hal itu kuku juga digunakan dalam ritual perjanjian pesugihan untuk mendatangkan kekayaan.
Di sisi lain, membiarkan kuku tumbuh sangat panjang bagi sebagian pertapa (sadhu/yogi) melambangkan pelepasan dari keinginan duniawi dan dedikasi spiritual.
Dari bermacam jenis kuku yang paling populer adalah kuku yg dimiliki tokoh dalam pewayangan bernama ” Kuku Pancanaka “.
Ternyata Kuku Pancanaka bukan sekadar nama belaka. Ia memiliki arti yang begitu mendalam. ‘Kuku’ bermakna kukuh atau teguh pendirian. ‘Panca’ bermakna lima sedangkan ‘Naka’ bermakna emas atau tujuan. Dalam makna lain mengartikan bahwa kukuh dalam salat lima waktu dapat menjadikan kekuatan bagi seseorang.
Terlepas dari status dan kepribadian, fungsi kuku yg berhias ataupun tidak, akan bisa sama dengan semua orang jika bagian tubuh terasa gatal, secara reflek tangan yg berkuku akan menggaruknya. Hal kecil. Namun bisa menumbuhkan kepuasan.
Sruputtt kopi pahitnya…. bullll bullll klepussss ….
