JTTS, Konektivitas Darat Andalan Pulau Sumatera

 JTTS, Konektivitas Darat Andalan Pulau Sumatera

Salah satu ruas Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). (foto: hutama karya)

Jayakarta News – Tahun 2024 pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) selesai. Jadwal itu maju enam tahun dari rencana semula 2030. Percepatan itu penting sebab, jalan tol ini menjadi andalan konektivitas darat dari Aceh di pucuk utara hingga Lampung di ujung selatan Pulau Andalas.

Kelancaran mobilitas darat itu menjamin pemekaran ekonomi di pulau berpenduduk 55 juta jiwa itu. Untuk itulah, sekalipun saat ini, dalam kondisi pandemi Covid-19, PT Hutama Karya terus bekerja keras merampungkan mega proyek ini.

Target yang dikejar adalah menghubungkan Lampung hingga Aceh dengan membangun jalan tol sepanjang 2.765 km. Dengan kata lain, tahun 2024, JTTS siap menjadi penggerak ekonomi di tanah Sumatera.

Sebagaimana ditulis dalam situs resmi Hutama Karya, bahwa di negara kepulauan yang memiliki 17.508 pulau, sistem jaringan jalan merupakan kebutuhan mendasar untuk menghubungkan masyarakat dan perniagaan dengan pekerjaan, layanan, pasar, mengurangi biaya logistik, dan merangsang pertumbuhan industri di Indonesia.

Menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah menempatkan konektivitas tinggi sebagai salah satu prioritas utama. Melalui Peraturan Presiden No. 100 Tahun 2014 yang kemudian diubah dengan Peraturan Presiden No. 117 Tahun 2015, Pemerintah memberi amanat kepada Hutama Karya untuk membangun dan mengembangkan Jalan Tol Trans-Sumatera.

Jalan tol ini akan menghubungkan Lampung dan Aceh melalui 24 ruas jalan berbeda yang panjang keseluruhannya mencapai 2.765 km dan akan beroperasi penuh pada 2024. Target tahun 2024 ini ditentukan untuk memenuhi arahan Presiden RI, Joko Widodo.

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang fokus pada pembangunan infrastruktur di Indoensiea, Hutama Karya berupaya menjalankan amanah yang telah diberikan pemerintah untuk membangun konektivitas di Sumatera ini. JTTS ini akan memberikan dampak positif dalam mendukung aksesibilitas pengembangan wilayah sekitar dan mendongkrak perekonomian di Sumatera.

Pembangunan JTTS dimulai pada 2014. Sampai saat ini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang sekitar 588 km dengan 368 km ruas tol yang telah beroperasi secara penuh. Ruas tol tersebut yakni ruas Medan – Binjai seksi 2 & 3 (17 km), ruas Palembang – Indralaya (22 km), ruas Bakauheni – Terbanggi Besar (140 km), ruas Terbangi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (189 km). Hutama Karya terus memberikan upaya terbaiknya dalam membangun Jalan Tol Trans Sumatera, sehingga ruas-ruas yang masih dalam tahap konstruksi dapat rampung sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh perusahaan.

Direktur Utama Hutama Karya, Bintang Perbowo

Menurut Direktur Utama Hutama Karya, Bintang Perbowo, akhir Maret 2020 di Jakarta, dengan tersambungnya ruas tol trans Sumatera dapat meningkatkan konektivitas ke berbagai kawasan produktif, dapat mendukung dan merangsang pertumbuhan ekonomi, mengurangi biaya logistik, dan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di Sumatera. JTTS juga membawa dampak positif terutama terhadap mobilitas masyarakat di wilayah Pulau Sumatera serta memperlancar alur distribusi dengan waktu tempuh yang singkat dan biaya terjangkau.

Jalan Tol memiliki peranan penting. Sebagaimana ditayangkan dalam video yang diunggah dalam Kanal Presiden RI, bahwa seperti jalan-jalan tol yang telah dibangun, maka pada masa pandemi ini JTTS menjadi jalur cepat untuk menyuplai kebutuhan masyarakat dan logistik kesehatan. Selain itu, jika dulu, perjalanan truk angkutan hasil bumi di jalur ini memakan waktu berhari-hari. Sekarang, baru sebagian Trans-Sumatera yang selesai, tapi waktu tempuh perjalanan membelah Pulau Sumatra sudah terpangkas jauh. Jalan Tol Trans Sumatera, jalan yang menghubungkan dari Lampung hingga Aceh pada 2024 nanti adalah Jalan Kemajuan bagi Indonesia.

Jalan Tol Trans Sumatra yang akan tersambung pada 2024:

I. Jalur Utama

1. Lampung

Bakauheni -Terbanggi Besar, 141 km

Terbanggi Besar-Pematang Panggang, 112 km

2. Perbatasan Lampung-Sumatera Selatan

Pematang Panggang-Kayu Agung, 77 km

3. Sumatera Selatan

Kayu Agung-Palembang Betung, 111 km

4. Perbatasan Sumatera Selatan – Jambi

Betung-Jambi, 191 km

5. Perbatasan Jambi-Riau

Jambi-Rengat, 190 km

6. Riau

Rengat – Pekanbaru, 175 km

Pekanbaru – Dumai, 131 km

7. Kepulauan Riau

Batu Ampar –Bandara Hang Nadim, 25 km

8. Perbatasan Riau – Sumatera Utara

Dumai – Rantau Prapat, 175 km

9. Sumatera Utara

Rantau Prapat – Kisaran, 100 km

Kisaran – Tebing Tinggi, 68,95 km

Tebing Tinggi – Kualanamu – Medan, 61,7 km

Medan – Binjai 16,72 km

10. Sumatera Utara – Aceh

Binjai – Langsa, 110 km

11. Aceh

Langsa – Lhokseumawe, 135 km

Lhokseumawe – Sigli, 135 km

Sigli – Banda Aceh, 75 km

Sirip Tol Trans Sumatera.

II. Jalur Sirip

1. Sumatera Selatan

Palembang – Tanjung Api-api, 70 km

Palembang – Indralaya, 22 km

Indralaya-Muara Enim, 119 km

Muara Enim – Lahat – Lubuk Linggau, 114,5 km

2. Sumatera Selatan-Bengkulu

Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu, 95,8 km

3. Perbatasan Riau – Sumatera Barat

Padang-Pekanbaru, 254 km

4. Sumatera Utara

Belawan – medan – Tanjung Morawa, 34 km

Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat, 143,5 km

Parapat – Tarutung – Sibolga, 102 km

(melva tobing)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *