Investor Mau Datang jika Ada Kepastian Hukum dan Kemudahan Berusaha

 Investor Mau Datang jika Ada Kepastian Hukum dan Kemudahan Berusaha

Sebuah pabrik perakitan kendaraan bermotor hasil joint venture antara perusahaan Indonesia PT Sokonindo Automobile dan manufaktur kendaraan China, DFSK, yang merupakan kemitraan antara Dongfeng Motor Group dan Chongqing Sokon Motor Group. Pabrik dibangun dengan investasi $150 juta di Tangerang, Banten, Indonesia.

JAYAKARTA NEWS— Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan, investor mau datang bukan hanya dari situasi keamanan, politik, adanya infrastruktur tapi ada juga kepastian hukum dan kemudahan untuk berusaha.

Hal tersebut disampaikan Mendagri Tito Mendagri saat memberi arahan kepada kepala daerah pada Rapat Koordinasi Gubernur dan Bupati/Wali Kota terkait Peran Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat dan Percepatan Penegasan Batas Daerah, di Gedung C Sasana Bhakti Praja Kantor Kemendagri, Jumat (30/4/2021).

Karenanya ia meminta agar kepala daerah melakukan inventarisasi peraturan daerah (Perda) yang dinilai sudah tidak relevan dalam rangka mendukung kemudahan berinvestasi di daerah. Menurutnya, kemudahan berusaha dan regulasi yang jelas akan mendorong masuknya investor.

Selain itu, lanjut Tito, reformasi birokrasi merupakan upaya untuk memudahkan investor dalam mengurus perizinan berusaha. Reformasi birokrasi dilakukan dengan menyederhanakan jabatan struktural, dan beralih ke jabatan fungsional. Dengan demikian, pemerintah berharap investor tidak lagi mengalami kesulitan dalam mengurus proses perizinan berusaha.

“Tujuannya apa? Supaya tidak banyak meja untuk melakukan perizinan. Perizinan kita bayangkan dari satu meja ke meja lain di daerah di kabupaten/kota, dari meja ke meja lagi di tingkat provinsi, setelah itu baru mau lagi ke tingkat pusat,” jelasnya.

Mendagri mengaku, Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri dan Biro Hukum Kemendagri bergerak bersama untuk menindaklanjuti upaya penyederhanaan struktur di tingkat daerah. Dengan demikian, ia berharap dapat memudahkan investor dalam negeri untuk berinvestasi.

“Makanya kita mau menarik investasi dalam negeri. Banyak orang kita yang mampu, tapi mereka membutuhkan kepastian hukum, kemudahan berinvestasi,” tandasnya.

Tak hanya itu, Mendagri juga mendukung penyelesaian tata ruang yang menjadi hambatan berusaha. Dengan adanya Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Ketidaksesuaian Tata Ruang, Kawasan Hutan, Izin dan/atau Hak Atas Tanah, Mendagri meminta kepala daerah untuk segera menyelesaikannya.***dian

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *