Connect with us

Kolom

Fakta dan Mitos Pohon Tanjung

Published

on

Gde Mahesa

Pohon Tanjung sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Namun penulis yakin, generasi anak muda sekarang atau Gen Z banyak yang tidak mengetahui, atau mungkin pernah menjumpai namun tidak tahu bahwa itu adalah pohon tanjung.  

Asal usul pohon ini dari wilayah tropis, khususnya di Asia Tenggara, termasuk India, Sri Lanka, dan Indonesia. Pohon ini tumbuh subur di daerah dengan iklim hangat dan lembab. Di beberapa daerah, pohon ini dikenal dengan nama yang berbeda-beda seperti tanjong (Bugis, Makassar), tanju (Bima), tanjung (Jawa-Bali), keupula cange (Aceh), dan kahekis, karikis, kariskis, rekes (Sulawesi Utara).

Bunga tanjung dipercaya membawa keberuntungan dan kemakmuran. Konon bunganya yang harum melambangkan ketulusan, keramahan, serta penolak energi negatif, dan bau harum ini tidak disukai oleh ular sehingga menjadi alat pengusir binatang tersebut. Selain itu juga sering digunakan dalam upacara adat dan persembahan.

Oleh karena itu, pohon tanjung ini sering ditanam di pekarangan rumah, sebab dianggap sebagai simbol kesucian dan kemurnian, karena warna bunganya yang putih melambangkan kemurnian dan aroma harum yang dianggap sebagai representasi kesucian.

Sementara dalam beberapa budaya, bunga tanjung digunakan sebagai persembahan kepada dewa-dewa dalam upacara keagamaan. Hal ini dipercaya akan mendatangkan berkah dan perlindungan dari para dewa.

Namun tentunya juga mitos yang menyebutkan bahwa bunga tanjung bisa mengusir roh jahat dan melindungi rumah dari gangguan makhluk halus. Oleh karena itu, bunga ini sering ditempatkan di pintu masuk rumah.

Daun dan bunga tanjung sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi masalah kesehatan seperti sakit gigi atau diare. Selain itu, minyak dari bunga tanjung juga bisa digunakan sebagai bahan dalam pembuatan minyak wangi atau parfum, juga digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Manfaat lain dari pohon Tanjung adalah sebagai pohon pelindung dan penghijauan kawasan perkotaan. Daunnya yang hijau dan mahkota yang rindang memberikan penampilan yang indah dan menyegarkan di sekitar taman, atau jalan-jalan.

Sedangkan batangnya, memiliki kekuatan dan daya tahan yang baik, sehingga batang kayu ini dapat digunakan untuk pembuatan jendela, pintu, serta konstruksi bangunan.

Pohon tanjung tingginya bisa mencapai ketinggian sekitar 10-20 meter, memiliki nilai budaya yang tinggi dalam masyarakat di Asia Tenggara dan sering dihubungkan dengan mitos serta cerita rakyat, juga memiliki banyak manfaat terutama untuk lingkungan.

Faktanya, pohon ini mampu menyerap unsur pencemar timbal meskipun dalam kadar yang relatif rendah, juga dapat menjadi peredam suara dan debu yang cukup baik, serta tidak mudah rusak akibat kontaminasi udara yang terjadi.

Dalam budaya Jawa, pohon ini sering ditanam di area kerajaan atau keraton karena aromanya yang dianggap agung dan memberikan energi positif, yang kemudian diserap dalam kepercayaan klenik masyarakat umum sebagai pohon pembawa hoki yang teduh dan sakral.  

Maka tak heran jika masyarakat pada jaman dahulu percaya bahwa pohon ini tidak hanya cantik dan harum, tetapi juga memiliki kekuatan gaib. Banyak orang yang merasa tubuhnya merinding ketika berdiri diantara pohon tanjung. Bagi masyarakat kala itu, pohon tanjung dipercaya menjadi tempat bersemayamnya roh leluhur, penjaga keseimbangan antara alam manusia dan alam gaib.

Bullll….. bullll…. klepussss……..

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement