Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Dokter Puskesmas, Konsultan bagi Pelaku Kehidupan - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Kabar

Dokter Puskesmas, Konsultan bagi Pelaku Kehidupan

Published

on

JAYAKARTA NEWS—Masyarakat lebih mudah berhubungan dengan Puskesmas dibanding rumah sakit. Untuk itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian berharap agar dalam penanganan pandemi Covid-19 ini Puskesmas mengambil bagian yang signifikan, baik dalam aspek pencegahan maupun pengobatan.

“Karena daya jangkau (Puskesmas) dan daya jaringannya sangat sampai ke daerah-daerah terpencil. Saya sangat berharap banyak juga pelaksanaan protokol atau kepatuhan protokol Covid-19 yang kita paham sudah ada rumusan 3M: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Dan juga 3T: testing, tracing, dan treatment,” ujar Mendagri saat video conference dengan Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Puskesmas Indonesia (PDPKMI) dan Docquity pada kegiatan Launching organisasi PDPKMI dari Kantor Kemendagri pada Senin, (17/8/2020).

Menurut Mendagri, dalam sosialisasi 3M tersebut sektor-sektor seperti hotel, pariwisata, restoran sudah menerapkan protokol kesehatan. Namun, protokol kesehatan yang dibuat bisa jadi belum pas terhadap upaya pencegahan penyebaran Covid-19. “Oleh karena itu dokter Puskesmas menjadi konsultan bagi semua pelaku sektor kehidupan tersebut, bagaimana menerapkan protokol yang tepat. Misalnya cara memakai masker yang tepat, bagaimana mencuci tangan yang tepat,” kata Mendagri.

Dengan kekuatan lebih dari 10.000 Puskesmas merupakan modal yang luar biasa dalam mensosialisasikan protokol kesehatan. Untuk itu, Mendagri menyambut baik acara launching PDPKMI tersebut.

“Saya kira ini adalah ide yang sangat baik karena sekali lagi Puskesmas merupakan garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat, yang melayani 265 juta lebih rakyat Indonesia. Jadi organisasi yang sangat masif, organisasi yang sangat ekstensif yang berada di seluruh Indonesia. Peran dari pada Puskesmas menjadi sangat penting dalam sistem kesehatan Indonesia,” kata Mendagri.

Lebih lanjut, Mendagri berharap organisasi yang baru diluncurkan ini dapat membawa aspirasi, saran dan masukan dalam rangka peningkatan kemampuan Puskesmas sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, sekaligus memperjuangkan peningkatan kapasitas para tenaga medis, terutama dokter. “Oleh karena itu dengan adanya organisasi ini tentu kami sangat terbuka untuk menerima masukan di semua daerah,” tegas Mendagri.***

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement