Cerita di Balik ‘Pretty Boys’

 Cerita di Balik ‘Pretty Boys’

tompi–foto instagram tompi

Teuku Adifitrian alias Tompi–foto instagram tompi

JAYAKARTA NEWS— Teuku  Adifitrian alias Tompi, 40 tahun dikenal sebagai seorang dokter bedah dan pemusik jazz. Mendadak sontak tahun ini, Tompi dipercaya menjadi sutradara dalam film perdananya bertajuk ‘Pretty Boys’ yang sedang main di bioskop di Indonesia.

“Memang, saya tidak punya latar belakang penyutradaraan film. Tapi selama ini, saya acap memotret dan membuat video klip untuk beberapa teman. Bahkan, terakhir saya menjadi fotografer untuk Para Games 2019 di Jakarta. Semasa muda dulu di Medan, saya sering main drama untuk sekolah,”  ujar Tompi kepada penulis.

Suatu hari, Tompi yang saat itu sedang di Rusia dikontak musikus dan pemain film Deddy Mahendra Desta. Desta memercayai dan menunjuk Tompi sebagai sutradara dalam proyek film perdananya..

“Lalu saya tanya, sudah ada skenarionya. Desta yang akan bertindak sebagai produser dan pemain utama menjawab belum. Dia janjikan dalam dua hari, semua sudah siap. Belum dua hari, Desta bel saya lagi, oke mas Tompi, skenario sudah jadi dan kita nanti tinggal rapat untuk persiapan film komedi ini,” cerita Tompi yang juga tergabung dalam Trio Lestari bersama Glenn Fredly dan Shandy Sondoro.

Ini debut Tompi di balik layar menjadi sutradara. Kenapa enggak ikut main ?

“Enggaklah. Nanti enggak fokus. Sudah banyak pemain cowoknya yang hampir semuanya jadi waria, hahaha…termasuk Desta dan Vincent Rompies serta Onadio Leonaro (vokalis band Killing Me Inside) yang semua bermain bagus,” papar Tompi.

Ada cerita unik waktu Onadio Leonardo casting di film ini. Semula, Tompi kewalahan belum ada pemain yang cocok berperan sebagai Madam Roni, host acara ‘Kembang Gula’. Hampir semua calon gagal memerankan Madam Roni, termasuk Onadio Leonardo. Namun, saat casting lagi, Onadio bilang ‘Biar saya gagal casting, saya akan tetap belajar menjadi pemain film yang baik,”. Duuhhh… terkesiap Tompi mendengar motivasi Onadio. Dan jadilah Onadio sebagai Madam Roni.

Selain Vincent Rompies, Desta dan Onadio, juga ikut menyemarakkan film ini adalah Roy Marten, Imam Darto (penulis skenario yang ikut main), Joe P Project, Danilla Riyadi, Ferry Maryadi, Tora Sudiro, Dwi Sasono,Najwa Shihab, David Saragih, Aurelie Moeremans, Glenn Fredly, Augie Fantinus, Roweina Umboh, Iyang Darmawan, Enzy Storia, Natasha Rizky dan seabreg pemain lain.

Danilla Riyadi didapuk sebagai penyanyi pengisi original sountrack (OST) untuk menyayikan lagu ‘Kembali Pulih Lagi;. Selain itu juga sederet mjusisi ikut mengisi musik, diantaranya Endah N Rhesa, Ardhito Pramono, White Shoes & The Couples Company, Naif, Gugun Blues Shelter, Daramuda, Filosofi Koplo, Pamungkas dan The Cash.

Ide dari film ini berawal dai keprihatinan Tompi terhadap tayangan-tayangan televisi yang mulai bergeser jauh dari pakemnya. “Banyak orang yang mengubah kepribadian mereka saat tampil di televisi hanya agar terkenal, saling membully, atau berdandan tidak sesuai kodrat,” keluh Tompi.

“Televisi yang menodai kita atau kita yang menodai televisi” jadi tema besar film ini.

Lalu, apa kelanjutannnya ? Tonton sendiri saja ya. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *