Pemprov DKI Targetkan Bangun 21 RTH pada 2025

JAYAKARTA NEWS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan pembangunan 21 Ruang Terbuka Hijau (RTH) baru dan penataan 73 lokasi yang tersebar di seluruh Jakarta.

Kepala Bidang Pertamanan Dinas Pertamanan dan Hutan (Distamhut) Kota DKI Jakarta, Reina Camelia mengatakan, pembangunan RTH ini tidak hanya berfokus pada taman, tetapi juga mencakup jalur hijau, hutan kota dan makam.

“Pada 2024, kami telah membangun 14 RTH baru dari lahan hasil pengadaan lahan serta menata 24 lokasi, termasuk taman, jalur hijau, hutan kota dan makam. Selain itu, ada juga penataan di Taman Margasatwa Ragunan sebanyak empat titik,” ujar Reina, Selasa (11/2/2025).

Sedangkan untuk 2025, kata Riena, pihaknya akan membangun 21 RTH dengan rincian 15 taman baru, tiga hutan kota, satu RTH makam, satu RTH jalur hijau dan satu RTH Kebun Bibit.

Selain itu, lanjut Riena, pihaknya juga akan ada penataan RTH di 73 lokasi lainnya, terdiri dari 24 taman, delapan jalur hijau, 20 makam, tujuh hutan kota, empat kebun bibit dan 10 lokasi di Taman Margasatwa Ragunan (TMR).

Reina menjelaskan, pada 2024, anggaran pembangunan 14 RTH baru mencapai Rp 25 miliar. Sedangkan untuk 2025, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran Rp 87,6 miliar guna membangun 21 RTH baru dan menata 73 lokasi lainnya.

“Anggaran ini disiapkan agar pembangunan bisa lebih luas dan berkualitas, mengingat kebutuhan ruang terbuka hijau di Jakarta masih sangat besar,” ujar Riena.

Riena berharap, seluruh proyek ini dapat rampung pada akhir 2025, sehingga masyarakat bisa segera menikmati manfaat dari peningkatan ruang hijau di ibu kota.

Dalam pembangunan RTH, tambah Reina, Distamhut Kota DKI Jakarta menerapkan pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan.

“Saat perencanaan, kami mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan warga sekitar untuk memahami kebutuhan mereka. Dari FGD ini, kami buat desain perencanaan dan mengajukan nama taman yang diusulkan warga,” terang Reina.

Selain itu, desain RTH juga mempertimbangkan karakteristik lingkungan setempat. Beberapa taman dibuat dengan konsep hijau-biru, yaitu menggabungkan elemen hijau dengan elemen biru seperti kolam resapan atau sistem drainase alami untuk membantu mengatasi banjir.

“Kami menyesuaikan desain dengan kondisi lahan, apakah berkontur atau datar. Konsep hijau-biru juga kami terapkan untuk menghadirkan ruang hijau yang sekaligus membantu mengatasi banjir,” tuturnya.

Reina berharap dengan meningkatnya jumlah RTH, Pemprov DKI berharap Jakarta bisa semakin hijau dan nyaman bagi warganya.

Menurut Riena, RTH berperan sebagai paru-paru kota yang membantu menurunkan suhu panas dan meningkatkan kualitas lingkungan. (yr)

Berikut 21 RTH yang akan dibangun Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta pada 2025

1. RTH Tanah Kusir, Jakarta Selatan seluas 971 m2

2. RTH Kahfi, Jakarta Selatan seluas 7.964 m2

3. RTH Penggilingan RW 05, Jakarta Timur seluas 6.578 m2

4. RTH Antariksa, Jakarta Selatan seluas 3.647 m2

5. RTH Kecapi, Jakarta Selatan seluas 4.600 m2

6. RTH Jambore, Jakarta Timur seluas 4.792 m2

7. RTH Manunggal Bawah, Jakarta Timur seluas 30.725 m2

8. RTH Wika seluas 10.000 m2

9. RTH RC Veteran seluas 7.251 m2

10. Taman Joglo seluas 1.395 m2

11. Taman Ratu Kamboja Kebon jeruk seluas 2.955 m2

12. Taman Sensori seluas 1.692 m2

13. RTH Pratama, Jl Pratama, Duren Sawit seluas 739 m2

14. RTH Gg Masjid Pulogebang, Cakung seluas 501 m2

15. RTH Rorotan, Jl Kaliabang Rorotan seluas 3.100 m2

16. RTH Kebun Bibit (Jl Sirsak Ujung) seluas 1.807 m2

17. RTH Makam di TPU Srengseng Sawah seluas 5.072 m2

18 RTH Jalur Hijau berlokasi di Median (Jl Yos Sudarso, Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara) seluas 2.100 m2

19. RTH Hutan Bambu Wulung, Jakarta Timur seluas 10.824 m2

20. RTH Hutan Palem, Jakarta Selatan seluas 9.042 m2

21. RTH Hutan Pinang Kalijati, Jakarta Selatan seluas 3.000 m2.

Pemkot Surabaya Perkuat Sister City Bersama Tiongkok

JAYAKARTA NEWS – Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mengajak Pemerintah Kota Surabaya memperkuat  sister city berupa menjalin kerja sama bidang investasi dan teknologi.

Demikian diungkapkan Wali Kota Surabaya Jawa Timur Eri Cahyadi menyambut kunjungan Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya, Xu Yong, Selasa (11/2/2025).

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sendiri, kata Eri, telah menjalin sister city dengan Tiongkok, yaitu Kota Xiamen dan Kota Guangzhou dalam bidang pendidikan, kebudayaan, hingga teknologi.

“Beliau ingin lebih ada kegiatan yang bermanfaat. Saya sampaikan, saya memiliki banyak hal terkait pariwisata, pembangunan gedung, dan transportasi,” kata Eri.

Sister City atau kota kembar adalah hubungan formal atau bermitra antara kota-kota di berbagai negara. Hubungan ini dibentuk dengan berbagai alasan, antara lain untuk mempromosikan kepentingan budaya, ekonomi, dan pendidikan.

Karena itu, Konjen Tiongkok berencana mengundang Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beserta jajaran Pemkot Surabaya ke RRT terkait tindak lanjut pembahasan kerjasama.

“Di sana akan diundang semua kota, mencari kota yang mirip dengan Surabaya dan akan bekerja sama. Saya sampaikan siap untuk itu,” jelas Eri.

Eri mengungkapkan, terdapat dua fokus utama yang akan disampaikan yang pertama adalah tentang kolaborasi dengan investor Tiongkok terhadap pengembangan lahan yang di Kota Surabaya.

Salah satunya Eks THR-TRS atau yang kini dikenal sebagai Surabaya Expo Center (SBEC) menjadi area multifungsi dengan konsep Meetings, Incentives, Conventions and Exhibitions (MICE).

“Kita berbicara tentang pengembangan lahan, karena Surabaya memiliki banyak lahan. Mungkin bisa investasi dalam penambahan wahana permainan,” ujar Eri.

Fokus kedua, Eri ingin memperkuat nuansa pacinan di kawasan Kya-Kya Kembang Jepun. Karena Konjen Tiongkok mengaku bahwa banyak warga negaranya yang berkunjung ke Kota Pahlawan dan mengunjungi Kya-Kya Kembang Jepun.

“Maka ada satu ikon yang bisa di pasang di Kya-Kya, apakah itu Pagoda, atau Patung Panda sehingga Kya-Kya nanti menjadi Chinatown,” ujar Eri. (yr/ant)

Ini Dia Puskesmas di Wilayah DKI yang Layani Cek Kesehatan Gratis

JAYAKARTA NEWS – Sebanyak 44 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah DKI Jakarta telah melaksanakan program cek kesehatan gratis mulai Senin (10/2/2025). Ini daftar Puskesmas yang siap melayani warga untuk CKG.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menyatakan seluruh fasilitas kesehatan di bawah naungan Pemprov DKI telah dipersiapkan, termasuk kesiapan tenaga kesehatan dan sarana pendukung lainnya.

Program cek kesehatan gratis ditujukan untuk untuk bayi baru lahir, balita, dewasa, maupun lansia. Warga dapat mendatangi Puskesmas yang sudah ditunjuk menyelenggarakan CKG dengan berbagai jenis skrining untuk memeriksa kesehatan masyarakat.

Untuk anak-anak usia sekolah, program cek kesehatan gratis ini juga berlaku. Mulai dari usia 7 hingga 17 tahun, termasuk anak-anak SD, SMP, dan SMA, akan memperoleh kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan disetiap tahun ajaran baru di sekolah.

Program cek kesehatan gratis ini dilaksanakan di fasilitas kesehatan primer seperti Puskesmas dan klinik, dengan prioritas utama di Puskesmas. Klinik akan dilibatkan secara bertahap ke depannya.

Pada tahap awal, layanan CKG di wilayah Jakarta tersedia di 44 Puskesmas di Jakarta. Selanjutnya, layanan ini akan diperluas hingga 292 Puskesmas Pembantu sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan.

Untuk tahap pertama, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, membatasi layanan untuk 30 orang per hari sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Kesehatan guna menghindari antrean membludak. (yr)

Untuk mendapat layanan CKG berikut langkah-langkahnya:

1.⁠ ⁠Melalui aplikasi Satu Sehat Mobile – Masyarakat dapat mengetahui jadwal dan lokasi Puskesmas untuk cek kesehatan gratis.

2.⁠ ⁠Melalui chatbot WhatsApp di nomor 081110500567 – Chatbot ini akan memandu masyarakat dalam proses pendaftaran dengan cara yang mudah dan praktis.

3.⁠ ⁠Datang langsung ke Puskesmas terdekat – Bagi masyarakat di daerah pedesaan yang tidak memiliki akses internet, cukup membawa KTP atau KK, dan petugas Puskesmas akan membantu proses pendaftaran.

Berikut 44 Puskesmas yang siap melayani warga untuk CKG;

Jakarta Pusat

1. Puskesmas Cempaka Putih

2. Puskesmas Gambir

3. Puskesmas Johar Baru

4. Puskesmas Kemayoran

5. Puskesmas Menteng

6. Puskesmas Sawah Besar

7. Puskesmas Senen

8. Puskesmas Tanah Abang

Jakarta Utara

1. Puskesmas Cilincing

2. Puskesmas Kelapa Gading

3. Puskesmas Koja

4. Puskesmas Pademangan

5. Puskesmas Penjaringan

6. Puskesmas Tanjung Priok

Jakarta Barat

1. Puskesmas Cengkareng

2. Puskesmas Grogol Petamburan

3. Puskesmas Kalideres

4. Puskesmas Kebon Jeruk

5. Puskesmas Kembangan

6. Puskesmas Palmerah

7. Puskesmas Tamansari

8. Puskesmas Tambora

Jakarta Selatan

1. Puskesmas Cilandak

2. Puskesmas Jagakarsa

3. Puskesmas Kebayoran Baru

4. Puskesmas Kebayoran Lama

5. Puskesmas Mampang Prapatan

6. Puskesmas Pancoran

7. Puskesmas Pasar Minggu

8. Puskesmas Pesanggrahan

9. Puskesmas Setiabudi

10. Puskesmas Tebet

Jakarta Timur

1. Puskesmas Cakung

2. Puskesmas Cipayung

3. Puskesmas Ciracas

4. Puskesmas Duren Sawit

5. Puskesmas Jatinegara

6. Puskesmas Kramat Jati

7. Puskesmas Makasar

8. Puskesmas Matraman

9. Puskesmas Pasar Rebo

10. Puskesmas Pulogadung

Kepulauan Seribu

1. Puskesmas Kepulauan Seribu Selatan

2. Puskesmas Kepulauan Seribu Utara

Pj Gubernur DKI Sebut Jakarta Bersiap Menunju Kota Global

JAYAKARTA NEWS – Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi menyatakan, Jakarta terus bersiap dalam transformasi menuju kota global.

Pembangunan Jakarta akan diarahkan sebagai simbol utama jaringan ekonomi dunia yang berdampak nyata bagi sosial ekonomi global dan semakin memperkuat posisinya sebagai ‘center of growth’ Indonesia.

”Kita ketahui, capaian dari berbagai indikator pembangunan yang ada di Jakarta menunjukkan tren yang sangat baik. Dari sisi pertumbuhan ekonomi, walaupun sedikit di bawah capaian Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) nasional, kita berada di angka 4,9 persen,” jelas Teguh.

Pj. Gubernur Teguh juga mengungkapkan, dalam menghadapi tantangan menuju kota global, pihaknya juga mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.

Untuk itu, kata Teguh, para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) harus terus mengupgrade kemampuan untuk mengawal transformasi Jakarta ke depan.

Selain itu, lanjut Teguh, sinergi dengan berbagai pihak juga akan terus ditingkatkan. Hubungan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kepolisian Daerah (Polda), Komando Daerah Militer (Kodam), Kejaksaan Tinggi (Kejati), sinerginya relatif sangat baik.

“Tantangan itu harus dihadapi dan justru di situ banyak peluang-peluang yang harus kita perhatikan untuk lebih bisa membangun Jakarta setelah diterbitkan UU Nomor 2 Tahun 2024,” ujar Teguh.

Jika menilik sejarah, menurut Teguh, Kota Jakarta sudah dipersiapkan menjadi kota global. Untuk itu, persiapan yang matang dan strategis perlu dilakukan untuk mengawal transformasi Jakarta setelah tidak lagi menjadi ibu kota negara.

”Jakarta masih menjadi ibu kota negara sampai dengan terbit Perpres (Peraturan Presiden) dari Jakarta ke IKN (Ibu Kota Negara). Ini mau tidak mau, suka tidak suka harus disiapkan sebaik-baiknya,” jelas Teguh.

Walaupun Batavia, Jayakarta, pun ketika dibentuk sudah disiapkan menjadi kota global. Bisa dilihat dari Kota Tua. “Artinya sudah diarahkan ke sana dan sekarang, mari kita wujudkan top 20 global city, paling tidak menyambut Indonesia Emas 2045,” pungkas Teguh. (yr)

Modifikasi Cuaca Kurangi Curah Hujan di Jakarta Hingga 64 Persen

JAYAKARTA NEWS – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) berhasil mengurangi intensitas hujan di wilayah Jakarta pada 1-6 Februari 2025. Berdasarkan data BMKG, hasil akumulasi kegiatan OMC 2025 kali ini menurunkan curah hujan mencapai 56 -64 persen.

“Kami mengapresiasi kolaborasi kegiatan OMC 2025 yang berhasil mengurangi curah hujan hingga 56 – 64 persen. Sehingga OMC ini dapat dikatakan cukup efektif dalam memitigasi potensi bencana hidrometeorologi ekstrem selama puncak musim hujan,” ujar Pj. Gubernur Teguh, Senin (10/2/2024).

Teguh mengatakan, OMC merupakan salah satu langkah mitigasi yang dilakukan secara kolaboratif guna mengurangi dampak bencana hidrometeorologi ekstrem selama puncak musim hujan.

Teguh menyebutkan, selama enam hari OMC 2025 dilakukan, ada delapan sorti penerbangan dengan total durasi penerbangan 19 jam 31 menit, dengan bahan baku NaCl (berukuran 30-40 mikron) yang digunakan untuk disemai sebanyak 6,4 ton.

OMC dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, bersama TNI Angkatan Udara (TNI AU), serta PT Rekayasa Atmosphere Indonesia (RAI).

Juru Bicara OMC 2025 sekaligus Ketua Sub Kelompok Logistik dan Peralatan BPBD DKI Jakarta Michael Sitanggang menambahkan, rute penerbangan selama enam hari OMC dilakukan ini menyasar wilayah barat, barat daya, hingga barat laut.

“Rute penyemaian pada OMC 2025 ini berdasar hasil analisis dan supervisi tim BMKG, di mana hasilnya menunjukkan wilayah barat, barat daya hingga barat laut berpotensi memiliki pertumbuhan awan hujan,” jelasnya.

Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dan koordinasi dengan seluruh instansi terkait guna memastikan langkah mitigasi bencana berjalan optimal. Sehingga masyarakat Jakarta dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman tanpa khawatir akan dampak cuaca ekstrem. (yr)

Pemprov DKI Sediakan 30 Kuota Cek Kesehatan Gratis di Setiap Puskesmas

JAYAKARTA NEWS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyediakan kuota pelayanan sebanyak 30 orang untuk program cek kesehatan gratis (CKG) di setiap puskesmas. Sosialiasi secara masif pun terus dilakukan.

Demikian diungkapkan Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi saat meninjau pelaksanaan proses CKG di Puskesmas Pulo Gadung dan Puskesmas Pembantu Jati Dua, Jakarta Timur, Senin (10/2/2025).

Teguh mengatakan, CKG merupakan salah satu program strategis pemerintah pusat untuk mendeteksi lebih awal berbagai penyakit. Program ini memberikan layanan konsultasi gratis terhadap hasil pemeriksaan yang diberikan.

Menurut Teguh, seluruh puskesmas di Jakarta telah terintegrasi dengan layanan Satu Sehat Mobile (SSM). Untuk tahap awal terdapat 44 puskesmas Jakarta yang melayanai CKG.

“Kami memiliki 292 puskesmas pembantu yang siap menyukseskan pelaksanaan PKG ini. Nantinya, bisa kita integrasikan dengan layanan Satu Sehat dan BPJS,” ujar Pj. Gubernur Teguh.

Teguh menginstruksikan jajarannya untuk terus mengawal kegiatan dan meninjau setiap titik Puskesmas yang melayani PKG, serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat.

“Dari yang kita cek di Puskesmas Pulo Gadung Alhamdulillah lancar dan berjalan dengan baik,” ujar Teguh.

Selain itu, lanjut Teguh, petugas di Puskesmas juga siap membantu pendampingan alur PKG ini. Seperti untuk pendaftaran dan mendapatkan nomor antrian. “Ini nanti akan kami buatkan standarisasinya,” tukasnya.

Teguh melihat respon baik dari masyarakat terhadap pelayanan CKG. Karena itu sosialisasi yang masif kepada masyarakat perlu terus dilakukan agar semakin sadar pentingnya CKG.

“Kami akan menguatkan koordinasi bersama seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah agar masyarakat tahu terkait program ini,” ujar Teguh.

Teguh berharapan, masyarakat dapat lebih peduli terhadap kesehatan dan terdeteksi dini jika ada masalah atau penyakit. Adapun setelah itu bisa dilanjutkan pengobatan dan perawatan kesehatannya.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menambahkan, program CKG memiliki kategori peserta sesuai usianya. Ada kelompok bayi baru lahir (usia 2 hari), balita dan anak prasekolah (usia 1-6 tahun), dewasa (usia 18-59 tahun), serta lanjut usia (di atas 60 tahun).

Ani menyebut, masing-masing kelompok usia memiliki jenis pemeriksaan yang berbeda-beda. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan berat dan tinggi badan, lalu lingkar perut untuk dewasa, pemeriksaan gula darah, hemoglobin, kemudian pemeriksaan kesehatan gigi.

“Kalau ada risiko, kita akan melanjutkan dengan cek hasil laboratorium dan urium gratinin dan HIV,” ujar Ani.

Selain itu, tambah Ani, ada pemeriksaan IKG apabila ada risiko, serta deteksi dini untuk kanker payudara menggunakan pemeriksaan sadanis, kanker paru dan kanker serviks menggunakan IVA test. (yr)

Jakarta Utara Bakal Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Perkotaan di Indonesia

JAYAKARTA NEWS – Kota Jakarta Utara tengah bersiap menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sampah perkotaan di Indonesia. Hal ini terkait ditunjuknya Jakarta untuk menjalankan rencana strategis ini oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menggandeng berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan sistem ini berjalan efektif dan berkelanjutan.

Staf Ahli Menteri Bidang Kelestarian Sumber Daya Keanekaragaman Hayati dan Sosial Budaya, Kementerian Lingkungan Hidup, Noer Adi Wardojo mengatakan, setiap wilayah harus memiliki peta jalan pengelolaan sampah yang jelas dan diterapkan secara optimal.

“Jakarta Utara akan menjadi percontohan. Fokus kita adalah agenda yang bisa dirasakan oleh semua pihak. KLH memberikan dorongan agar program ini berjalan dengan baik,” ujarnya, Minggu (9/2/2025).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto menyampaikan, kesiapan Jakarta Utara sebagai percontohan ditunjukkan dengan berbagai program yang telah disusun untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, hingga ke level Rukun Warga (RW).

“Kami ingin mengajak masyarakat agar berperan aktif dalam pengelolaan sampah,” ujar Asep.

Dengan adanya KuPiLah atau Kurangi-Pilah-Olah, kata Asep, setiap RW bisa memiliki sistem pengelolaan sampah mandiri yang berkontribusi dalam mengurangi sampah rumah tangga sebelum sampai ke TPS.

Selain itu, tambah Asep, optimalisasi bank sampah juga menjadi bagian dari strategi kami dalam memperkuat konsep ekonomi sirkular.

Asep menyebut RDF Plant Jakarta yang berlokasi di Rorotan, Jakarta Utara, telah siap beroperasi, dan akan diresmikan oleh Gubernur Terpilih dalam waktu dekat.

Nantinya, fasilitas ini akan menjadi solusi hilir dalam pengelolaan sampah dengan mengolah limbah menjadi bahan bakar alternatif.

“Ini adalah salah satu solusi untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di TPA. Dengan adanya RDF Plant Jakarta yang menjadi terbesar di dunia, kita bisa mengurangi kiriman sampah ke Bantargebang,” ungkap Asep.

Asep mengatakan, program percontohan juga akan diterapkan di sektor Hotel, Restoran dan Kafe (Horeka). Dengan skema business-to-business, pengelolaan sampah di sektor ini akan menjadi rujukan bagi daerah lain di Indonesia.

“Program ini menekankan kewajiban pemilahan sampah dan retribusi bagi pelaku usaha agar pengelolaan limbah lebih terkontrol,” ujar Asep.

Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta juga mengembangkan program Pengelolaan Sampah Organik Terintegrasi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Utara dalam upaya menciptakan sistem ekonomi sirkular berbasis lingkungan dan ketahanan pangan.

Asep menyampaikan, program ini akan menghubungkan pengolahan sampah organik dengan pemanfaatan hasilnya untuk kebutuhan pangan, seperti budidaya maggot yang hasilnya dapat dijadikan pakan ternak dan ikan.

Ia menegaskan, program ini tidak hanya bertumpu pada satu sektor, melainkan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan dunia usaha.

“Kami menerapkan pendekatan hulu, tengah, dan hilir melalui kerja sama lintas sektor agar efektivitas pengelolaan sampah semakin meningkat,” jelas Asep.

Pemprov DKI Jakarta juga telah menyiapkan peta jalan pengelolaan sampah yang lebih komprehensif. Peta jalan ini akan berlaku mulai tahun ini dan dirancang untuk menciptakan sistem pengurangan serta penanganan sampah yang lebih efisien dan kolaboratif.

“Melalui strategi ini, Jakarta Utara diharapkan mampu menjadi model bagi daerah lain dalam menangani permasalahan sampah secara lebih sistematis dan inovatif,” tandas Asep. (yr)

Pemprov DKI Pastikan Kesiapan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di 44 Puskesmas

JAYAKARTA NEWS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dipastikan kesiapannya dalam menyukseskan program pemeriksaan kesehatan gratis di 44 Puskesman yang dimulai Senin, 10 Oktober 2025.

“Insya Allah Jakarta siap dengan 44 puskesmas yang ada di tiap kecamatan,” ujar Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi saat meninjau Puskesmas Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan Puskesmas Tebet, Jakarta Selatan. Minggu (9/2/2025).

Meski, kata Teguh, pihaknya juga nanti pastikan harus siap untuk puskesmas pembantu sebanyak 292. Demikian juga dengan sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana.

“Kami ingin memastikan bagaimana juga Jakarta adalah barometer akan dilihat. Dan kita harapkan juga bisa menjadi role model karena puskesmas kita sudah integrasi juga dengan layanan primer,” jelas Teguh.

Teguh mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta untuk memaksimalkan potensi yang ada untuk mendukung program PKG. Pemprov DKI Jakarta juga telah mendapatkan pendampingan dari pemerintah pusat (Kementerian Kesehatan RI), sehingga persiapan program PKG bisa dimulai dengan baik.

“Dan ini sudah dilaporkan sebenarnya oleh Bu Kadis, juga oleh perangkat wilayah setempat, Insya Allah kita siap,” ujar Teguh.

Teguh ingin memastikan kesiapannya mulai dari penduduk atau masyarakat yang datang ke puskesmas, halaman parkirnya, petugas registrasi. “Kemudian masuk ke kunjungan mandiri untuk mendapatkan tanda, diberi nomor antrean, dan seterusnya,” katanya.

Dalam pelaksanaan program ini, lanjut Teguh, pihaknya memprioritaskan kenyamanan warga. Dengan memastikan kondisi alur pendaftaran mulai dari pemeriksaan loket, proses pemeriksaan, hingga tindak lanjut usai hasil pemeriksaan keluar melalui edukasi langsung kepada warga.

“Kita berharap dari pemeriksaan di Puskemas ini akan ada deteksi dini, mungkin terhadap penyakit-penyakit yang diderita oleh masyarakat. Kemudian kita ada juga deteksi dini terkait bagaimana pengobatannya. Dan selanjutnya juga kita pastinya memastikan bagaimana (masyarakat) bisa menjaga kesehatannya sendiri,” jelas Teguh.

Pj. Gubernur Teguh juga mengimbau masyarakat agar men-download aplikasi Satu Sehat Mobile untuk memudahkan pemeriksaan kesehatan. Dengan melakukan screening mandiri di aplikasi dan mengisi pertanyaan terkait kesehatan masyarakat, dapat membantu petugas puskesmas agar lebih cepat melakukan pelayanan. (yr)

Pemprov DKI Siapkan 44 Puskesmas untuk Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis

JAYAKARTA NEWS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan 44 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk melayani program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG). warga Jakarta diminta untuk memanfaatkan layanan ini yang dimulai secara nasional pada 10 Februari 2025.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan program ini sebaik mungkin,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati di Jakarta, Jumat (7/2/2025).

Menurut Ani, program PKG merupakan sebuah kesempatan yang baik untuk membantu warga agar dapat menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas kesehatan mereka.

Untuk ini, kata Ani, pihaknya menyiapkan sebanyak 44 Puskesmas untuk melayani PKG pada tahap awal. Selanjutnya akan ada sebanyak 292 puskesmas pembantu yang berpartisipasi dalam program PKG.

“Di tahap berikutnya akan kami siapkan sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan pada 292 puskesmas pembantu yang ada di wilayah DKI Jakarta,” kata dia.

Bagi warga Jakarta yang akan melakukan PKG dapat melakukan registrasi secara daring (online), khususnya warga yang berulang tahun.

Sehingga, warga bisa mendapatkan tiket layanan sebelum mengakses puskesmas yang menjadi tujuan cek kesehatan gratis.

Sebelum mendapatkan tiket, masyarakat yang ingin mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) Hari Ulang Tahun dapat mengunduh aplikasi “Satu Sehat Mobile”.

Langkah selanjutnya mengisi data profil secara lengkap, dan memilih tempat pemeriksaan seperti di puskesmas atau klinik yang terdaftar di “Satu Sehat Mobile”.

Tahap berikutnya memilih tanggal pemeriksaan yang dapat dipilih saat hari H ulang tahun sampai dengan 30 hari setelah hari ulang tahun (H+30).

Masyarakat wajib mengisi skrining mandiri setelah mendapatkan notifikasi di aplikasi “Satu Sehat Mobile” pada H-7.

Selanjutnya, masyarakat datang ke puskesmas atau klinik sesuai tempat dan tanggal yang telah dipilih di aplikasi itu.

Pemprov DKI menargetkan jumlah warga yang diperiksa melalui PKG sesuai dengan pendaftaran Satu Sehat Mobile (SSM) dan yang mendaftar secara daring melalui JakSehat yakni 522.000 pengguna aktif.

PKG merupakan langkah untuk mengurangi risiko, mendeteksi dini berbagai penyakit dan mencegah kematian yang tidak perlu dan dapat dicegah.

Menurut data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2023, penyebab kematian tertinggi di Indonesia adalah penyakit tidak menular. Di Indonesia, angka kematian akibat penyakit jantung atau kardiovaskular mencapai lebih dari 600 ribu jiwa per tahun.

PKG sendiri terbagi tiga jenis yakni PKG ulang tahun yang diberikan di puskesmas dan klinik bagi usia 0-6 tahun dan 18 tahun ke atas dan dimulai pada 10 Februari 2025, kemudian PKG sekolah yang diadakan di tahun ajaran baru bagi usia 7-17 tahun mulai Juli 2025, serta PKG Khusus bagi ibu hamil serta bayi baru lahir. (yr)

Warga Pesisir Jakarta Harap Waspada Ada Rob Seminggu ke Depan

JAYAKARTA NEWS – Warga Jakarta yang bermukim di wilayah pesisir harap waspada terhadap banjir pesisir atau rob pada semiggu ke depan. Peringatan dini ini disampakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, berdasarkan informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok tentang Peringatan Dini Banjir Pesisir (rob) terjadi mulai 7 hingga 13 Februari 2025.

“Fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fase bulan purnama berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta,” jelas Isnawa di Jakarta, Jumat (7/2/2025).

Isnawa mengatakan, puncak pasang maksimum terjadi pada pukul 05.00 sampai 11.00 WIB. Warga yang berada di pesisir pantai harap waspada.

Lebih lanut Isnawa menyampaikan, wilayah pesisir yang akan terdampak banjir rob meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok dan Kepulauan Seribu.

“Kami himbau warga agar dapat mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut yang berpotensi terjadinya banjir pesisir atau rob,” tukas Isnawa.

Isnawa juga meminta agar masyarakat dapat terus memantau informasi terkini mengenai gelombang air laut pada laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut.

“Apabila menemukan keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan, segera hubungi call center Jakarta Siaga 112,” tandas Isnawa. (yr)