‘Dia Angkasa’ Pertemukan Yesaya Abraham dan Shenina Cinnamon

JAYAKARTA NEWS— Serial drama dua episode bertajuk ‘Dia Angkasa’ tayang di Maxstream dan My Telkomsel mulai 29 Juli 2024.

Diadaptasi dari novel karya Nurwina Sari dan disutradarai Adhe Dharmastrya, film produksi Unlimited Production ini berkisah ihwal Angkasa Naufal Merapi (Yesaya Abraham), siswa di SMA Andromeda yang Ketua geng motor Satrova.

Ia berkenalan dengan anak baru bernama Aurora (Shenina Cinnamon) yang pindahan dari sekolah lain.

Mula-mula benci, lama kelamaan benih-benih cinta mulai tumbuh. Padahal Angkasa sudah punya pacar di Milan bernama Analisa, program pertukaran pelajar.

Namun, pemeranan keduanya menuai protes dari para netizen. Karakter Aurora aslinya di novel pendiam dan berkulit putih pucat. Juga, sifat Angkasa ‘bad boy’ dan bermata elang.
Di serial, semuanya berbeda.

“Semua orang punya visinya masing-masing. Aku sudah melakukan yang terbaik,” kelit Yesaya Abraham yang selalu mengikat dasi seragam sekolahnya di kepala.

Ditemui kala galprem di Epicentrum, Jakarta, Shenina Cinnamon membela seni perannya yang sudah direstui penulis novelnya, Nurwina Sari. “Aku fokus bagaimana cara terbaik berakting versi aku. Aku percaya sutradara dan penulis novel menjadi media yang berbeda dengan yang di serial,” ujar Shenina.

“Hopefully aku bisa memberikan yang terbaik. Sebelum syuting, kita ngobrol bareng mbak Wina (Nurwina Sari) apa sarannya. Sama apa yang dia inginkan,” imbuh Shenina.

Masa pengambilan gambar di Bogor, produser Oswin Bonifanz mengaku puas atas hasil serial ini.

“Dia Angkasa juga akan tayang di luar negeri via aplikasi Viu,” tutur Oswin Bonifanz.
Selain Yesaya Abraham dan Shenina Cinnamon, serial ini juga dimeriahkan pemeran-pemeran lain, diantaranya Jeff Smith, Freya Jkt 48, Indra Birowo, Alif Rivelino dan banyak lagi sebagai cameo. (pik)

GIGI Gelar Konser 30 Tahun Berkarya

JAYAKARTA NEWS— Merayakan ultahnya ke 30, band Gigi bakal menggelar konser spektakuler ‘Giginfinity’ di Istora Senayan, 24 Agustus 2024.

“Konser Giginfinity satu bukti kita masih punya spirit tanpa batas. Kami masih ada keinginan berbuat sesuatu seperti perform dan tetap berkarya, merekam lagu baru,” jelas vokalis Gigi, Armand Maulana kepada penulis, baru-baru ini.

“Angka tiga puluh itu bukan waktu yang sebentar bagi Gigi bertahan sampai kini. Enggak semudah diucapkan, banyak rintangan yang kita lalui. Alhamdullilah semua yang kita alami, suka dan sulitnya sudah kita lewati, hingga di usia 30 tahun ini kami masih bersama,” lanjut Armand.

Gusty Hendy, Dewa Budjana dan KD (foto fransiskus)

Sesuai dengan angka tahun perjalanan, Gigi akan menggelar konser selama 3 jam, 30 judul lagu dan melibatkan 30 musisi serta masih banyak bintang tamu dari beragam generasi.
“Nantinya akan dibagi dalam beberapa segmen. Setiap segmennya memberikan nuansa-nuansa yang berbeda,” ujar Gusty Hendy, drumer.

30 musisi diantaranya Fanny Soegi, Mahalini, Hivi!, Perunggu, Afgan, Ariel dan Krisdayanti (KD) dipastikan akan unjuk diri dalam konser ini.

“Alasannya Gigi ingjn bekerjasama merayakan bersama dengan musisi di era kiwari hingga seangkatan dengan kami. Tampilan mereka nanti jadi bahan masukan kami ketika lagu Gigi dilantunkan oleh masing-masing musisi,” sambung Thomas Ramdhan, basis.

“Harapannya semoga industri musik Indonesia semakin sehat dan semua sistem mekanikal atau performing berjalan dengan transparansi yang baik. Kami berharap juga untuk Gigi tetap bisa berkarya tanpa batas,” kata Dewa Budjana, gitaris.

Bekerja dan berkarya adalah proses yang terus berjalan. “Di tengah jalan kita bisa dapat ide. Mencipta materi dan buat satu album. Kita mengalir saja,” pungkas Dewa Budjana.

Pihak promotor ditangani MHT Live dan sponsor utama Pertamina. Bagi Gigikita (fans Gigi) dan penyandang disabilitas, pihak panitia menjanjikan tiket akan dijual dengan harga khusus. (pik)

‘Heartbreak Motel’: Perjalanan Cinta Segitiga Penuh Gejolak

JAYAKARTA NEWS— Karya-karya novelis Ika Natassa lagi laris difilmkan. Terbaru, novel ‘Heartbreak Motel” diangkat ke film oleh sutradara Angga Dwimas Sasongko. Ceo Visinema ini membawa penonton dalam sebuah perjalanan cinta segitiga yang penuh gejolak, patah hati dan penemuan diri.

“Juga, ada toxic relationship yang emosional. Saya membaca novelnya dan ini paling sinematik,” lontar Angga dalam acara gala premier ‘Heartbreak Motel’ di Jakarta, baru-baru ini.

Dikatakannya, Angga sudah membayangkan seperti apa visualisasinya sejak awal. “Sampai akhirnya saya menggunakan pendekatan tiga jenis kamera yang berbeda dan akan memberikan pengalaman sinematik yang baru bagi penonton,” kata Angga.

Bagi Ika Natassa, dengan penulisan naskah yang brilian oleh Alim Sudio dan penyutradaraan Angga, membuat film ini karya adaptasi yang ‘out of the box’.

Para pemeran (Reza Rahadian, Laura Basuki dan Chicco Jerikho) yang menghidupkan karakter tiga tokoh dalam novel sangat pas.

Ava (Laura Basuki), aktris terkenal yang merindukan cinta sejati di balik gemerlapnya dunia selebriti. Kehadiran Malik (Reza Rahadian) sebagai aktor pujaan dan Raga (Chicco Jerikho), seorang pria yang tak tahu tentang dunia selebriti semakin memperumit kisah cintanya.

Ava harus memilih antara cinta yang glamour dan familiar, atau cinta yang sederhana namun tulus.

Pertemuan Ava dengan Malik dan Raga membawanya pada sebuah cinta segitiga yang penuh keraguan dan pertanyaan. Di tengah kebingungannya, Ava juga berusaha untuk memahami diri dan mengalahkan traumanya sendiri demi menemukan kebahagiaannya yang sebenarnya.

“Film ini bukan hanya tentang cinta segitiga, tetapi juga tentang penemuan diri. Inti dari novel ini mengajak penonton merenungkan apa yang sebenarnya mereka inginkan dalam hidup dan bagaimana mereka dapat menyintai diri mereka sendiri apa adanya,” sambung Angga.

“Cerita-cerita yang ditulis Ika Natassa genrenya romansa. Dan orang-orang Indonesia menyukai cerita romansa. Setiap peran punya kedalaman. Konflik-konflik yang muncul juga menarik,” ungkap Laura Basuki.

Chicco Jerikho menilai cara kerja Ika Natassa adalah sosok yang sangat sistematis.
“Juga memiliki pendekatan karakter yang mendetail,” jelas Chicco Jerikho.

Pesan utama di novel berhasil dipindahkan oleh Angga Dwimas Sasongko ke film tanpa menggurui. Tanpa diubah atau ditambahkan dialog dan cerita lain.

Pendekatan visual dan storytelling mengena. Kamera digital dan dua kamera seluloid 16 milimeter dan 35 milimeter berhasil menghasilkan perpaduan gambar yang elok dan indah dipandang mata.

‘Heartbreak Motel’ akan hadir di bioskop 1 Agustus 2024. (pik)

‘Kaka Boss: Diisi Orang-orang dari Indonesia Timur

JAYAKARTA NEWS— Orang dari Indonesia Timur pasti jago kelahi, suka bikin ribut dan onar serta kerap marah. Padahal, tidak semuanya demikian. “Banyak orang dari Indonesia Timur itu kaya, intelek, ramah dan punya nilai persaudaraan yang kuat,” kata komika Arie Kriting ketika merilis trailer perdananya bertajuk ‘Kaka Boss’.

Di film produksi Imajinari ini, Arie Kriting ingin menujukkan kepada penonton soal prinsip, cara dan nilai-nilai persaudaraan yang hangat antara sesama orang Indonesia Timur.

Bergenrekomedi drama yang lucu, seru sekaligus ‘heartwarming’ karena mengangkat tema ‘father-daughter’ yang universal yang dibalut dengan persahabatan yang hangat dan intim.

Film ini dibintangi oleh cast yang mayoritas diisi orang-orang dari Indonesia Timur seperti Godfred Orindeod, Glory Hillary, Mamat Alkatiri, Abdur Arsyad, Putri Nere, Nowela Mikhelia, Ge Pamungkas hingga Ernest Prakasa.

Ernest juga bertindak sebagai produser bersama Dipa Andika. Mengisahkan kehidupan Ferdinand ‘Kaka Boss’ Omakare, seorang preman sekaligus debt collector asal Indonesia Timur yang ditakuti di Jakarta yang sedang berada di penjara.

Selepas keluar dari penjara, Kaka Boss mendadak memutuskan untuk beralih profesi menjadi seorang penyanyi demi membuat anak wanitanya merasa bangga. “Orang Indonesia Timur itu meski bermuka Rambo tapi berhati Rinto. Biar tampak sangar dan bengis tapi hatinya lembut dan hangat,” imbuh Arie Kriting ngakak.

Terkait dengan pemilihan jajaran cast yang mayoritas diisi oleh orang-orang dari Indonesia Timur, Ernest Prakasa menjelaskan bahwa hal itu dilakukan untuk menjaga autentisitas dari film ini yang bicara soal keluarga dari Indonesia Timur.

“Kami belajar dari film ‘Ngeri Ngeri Sedap’ bahwa autentisitas itu penting jika ingin bercerita mengenao budaya tertentu,” jelas Ernest Prakasa. Bedanya, disini Arie Kriting tak ingin menonjolkan etnis atau suku tertentu saja, melainkan ingin lebih menonjolkan rasa persaudaraan Indonesia Timur yang lebih kental.

‘Kaka Boss’ siap tayang di bioskop 29 Agustus 2024. (pik)

SIPA 2024 Kembali Hadir di Pura Mangkunegaraan

SURAKARTA, JAYAKARTA NEWS— Solo International Performing Arts (SIPA) 2024 dengan bangga mengumumkan pengenalan maskot terbarunya dengan menggandeng Gusti Sura dalam sebuah acara press conference yang digelar di Pamedan Pura Mangkunegaran pada hari Senin (29/07/2024).

Acara ini merupakan upaya pihak penyelenggara agar lebih dekat dengan masyarakat dan seluruh elemen yang akan berkolaborasi selama event berlangsung.

Gusti Sura terpilih sebagai maskot SIPA pada tahun ini, karena putri dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara IX tersebut merupakan sosok generasi muda masa kini, namun memiliki konsistensi dalam melestarikan budaya jawa, terkhusus budaya Mangkunegaran.

“SIPA menjadi salah satu media penting untuk generasi muda melestarikan kebudayaan. Karena kalau tidak relevan, minat dari anak muda rendah dan hanya dinikmati sama yang sepuh-sepuh. Pesan saya semoga kita tidak lupa akar masing-masing dan tetap mencintai kebudayaan kita,’’ ujar Gusti Sura.

SIPA merupakan kegiatan yang mencerminkan tradisi dan masa kini. Segala pertunjukan yang ditampilkan dalam SIPA merupakan perpaduan seni tradisional dan kontemporer. Hal ini berarti kebudayaan tradisional tetap digandeng dengan tren masa kini. Karena kebudayaan harus dapat mengikuti kebudayaan zaman sekarang agar tetap relevan dan seimbang. “Hal ini sangatlah perlu dicontoh. Bahwa kita boleh mengikuti zaman dan pergaulan, tapi tidak dengan meninggalkan sesuatu yang berharga bagi diri kita,” tambah Irawati Kusumosari, Direktur SIPA.

Acara press conference SIPA dihadiri oleh berbagai media yang bekerjasama dengan SIPA 2024. Pada tahun ini, merupakan kegiatan SIPA yang ke-16 yang akan diselenggarakan pada tanggal 29 hingga 31 Agustus 2024 di Pamedan Pura Mangkunegaran mendatang.

Berbeda lokasi dari tahun sebelumnya, tujuan diadakannya SIPA di Pamedan Pura Mangkunegaran yakni sebagai salah satu upaya Mangkunegaran melakukan pengenalan kebudayaan ke mancanegara melalui kegiatan SIPA 2024.

Mengusung tema Performing Royal Genesis, SIPA juga telah bekerjasama dengan berbagai pihak seperti Semarak Candrakirana Art Center, Pura Mangkunegaran, serta Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

SIPA juga telah mendapat dukungan dari berbagai elemen pemerintahan mulai dari Pemerintah Kota Surakarta, Kementerian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Karena bekerjasama dengan ISI Surakarta, selain terdapat pagelaran kesenian, SIPA 2024 akan mengadakan international conference yang akan diselenggarakan di ISI Surakarta pada tanggal 29 Agustus 2024 mendatang.

Selain itu, juga akan terdapat pementasan kesenian dari berbagai delegasi pada tanggal 30 Agustus 2024 mendatang, sehingga terdapat dua panggung pertunjukan SIPA, yakni di Pamedan Pura Mangkunegaran dan di ISI Surakarta.

Penyelenggaraan SIPA 2024 juga menggandeng pelaku UMKM melalui sebuah kemasan kegiatan art market bertajuk SIPA Urban Market. Program SIPA Urban Market merupakan terobosan baru dari tahun sebelumnya untuk memberikan ruang bagi pelaku UMKM di Kota Solo.

Berbagai produk berupa makanan-minuman, fashion, kerajinan dan lain-lain yang berbasis budaya masyarakat Solo akan dihadirkan dalam pasar kreatif ini.

Dalam kesempatan ini, Satmoko, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, menyampaikan, “Kita bisa melihat bagaimana SIPA tidak hanya terkait pertunjukan, tapi ada jejaring, diskusi terkait dengan bisnis pertunjukannya. Ini sungguh menjadi harapan bagi kita semua yang bisa ditiru oleh generasi muda.’’***

Membidik Musik Jazz dari Sudut Pandang Fotografer

JAYAKARTA NEWS— Memotret pergelaran musik – apalagi musik jazz – perlu konsentrasi penuh. Di zaman dulu kala, kameranya sangat canggih. Filmnya merek Kodak, Fuyi atau Agfa. Filmnya pakai ASA 100, 200 dan 400 (bisa dipush 1 stop). Ada ukuran speed (kecepatan) dan diafragma.

Di zaman kiwari, semua orang bisa jadi fotografer. Pakai Hand Phone, jepret jepret jadi.
Fotografer zaman dulu kala, pakai teori. Ada film negatif, dan film colour. Juga ada slide colour (diapositif). Tentu, hasilnya sungguh elok dan artistik.

“Memotret musik jazz perlu wawasan, hati-hati dan teliti,” ujar Gideon Momongan, fotografer senior dalam acara diskusi bertopik ‘Membidik Musik Jazz” di Galeri Indonesia Kaya (GIK), Grand Indonesia, Jakarta, baru-baru ini.

Sembari memamerkan karya-karya fotonya di layar, Gideon mengisahkan pengalamannya selama menjadi ‘Mat Kodak’ di setiap pergelaran musik jazz baik di dalam maupun di luar negeri.

Jak Jazz, Java Jazz, Jazz Gunung, Solo City Jazz, Samosir Jazz, Prambanan Jazz Festival, North Sumatera Jazz Festival sampai North Sea Jazz Festival di Congresgrbouw, Den Haag, Belanda, menjadi sasaran tembak kameranya.

Selain itu, Gideon yang pernah bekerja di News Musik ini juga memotret tokoh-tokoh musik jazz saat sedang bermain di panggung.

Ada Jack Lesmana, Ireng dan Kiboud Maulana, Indra Lesmana, Bubby Chen, Margie Segers, Idang Rasjidi, Benny Mustafa, Rien Jamain, Andien, Fariz RM, Christ Kayhatu, Cici Sumiati, Djaduk Ferianto, Glenn Fredly, Ermy Kullit, sampai Donny Suhendra dan band Krakatau tak luput dijepretnya.

“Ada beberapa jazzer yang sudah wafat dan saya pun sempat mewawancarainya,” tutur Gideon yang rajin mengoleksi dan memilih – serta memilah – foto-fotonya.

“Terkadang saya naik ke panggung mencari posisi yang enak buat memotret. Bila perlu, saya kerap berdesakan dengan penonton agar bisa memotret secara leluasa dan dari segala sudut pun oke,” imbuh Gideon yang ramah dan termasuk pendiri Forum Festival Jazz.

Segendang sepenarian dengan rekan sejawatnya, Indrawan Ibonk yang juga fotografer senior di beberapa media cetak dan media on line.Kalau ada konser musik jazz, saya siap dengan wide dan zoom. Ekpresi dan gesture jazzer juga perlu saya abadikan dan memindahkan momen apik kedalam kameranya.”

Yang penting berkarya dan banyak foto karya Ibonk sangat ciamik dipamerkan. Tokoh-tokoh musik jazz yang sudah sepuh pun kerap dijepret ibonk. Di antaranya Benny Likumahuwa, Benny Mustafa, Jack Lesmana, Bubby Chen, Dewa Budjana, Fariz RM, Dwiki Dharmawan dan Gilang Ramadhan pun berulang kali sudah menjadi jepretan kamera Ibonk.

“Andien dan Iga Mawarni juga saya foto. Mereka lihai tarik suara dan berimprovisasi. Juga band-band beraliran jazz seperti Krakatau dan Casiopea kerika menggebrak Java Jazz,” urai Ibonk yang tidak mengharamkan memotret ulah tingkah musikus dan band-band rock seperti God Bless dan Gigi.

Musik jazz memang dinamis. Jazz adalah bentuk yang sempurna dari sebuah musik.
Didalam jazz ada ritme, harmoni, melodi yang berirama ditambah improvisasi.
Ada yang bilang musik jazz sulit dimengerti, membosankan dan dianggap musik kuno.

Seiring berjalannya waktu, musik jazz mulai dapat dipasarkan dan berinteraksi serta berkombinasi dengan berbagai jenis musik lain. Ciri-ciri musik jazz ada improvisasi, penggunaan instrumen, ada sinkopasi, blue note dan swing.

Kini, musik jazz diterima semua kalangan. Anak-anak muda mulai menggemari jazz.
Dan jangan lupa, peranan, sepak terjang dan hasil liputan (tulisan dan foto) dari para jurnalis dan stage fotografer juga patut digarisbawahi.

Tanpa jurnalis dan fotografer, musik jazz tak akan dikenal! (pik)

Bamsoet, Jenderal Dudung dan Agus Gumiwang Main Film ‘Anak Kolong’

JAYAKARTA NEWS— Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menuturkan keluarga besar FKPPI bekerjasama dengan PIM Pictures dan Garasi Film tengah menyelesaikan pembuatan film berjudul ‘Anak Kolong’. Anak kolong merupakan sebutan dalam bahasa sehari-hari untuk anak tentara atau anak yang besar di tangsi tentara. Istilah ini telah dipakai sejak masa penjajahan Belanda di Indonesia.

“Asal usul istilah anak kolong berasal dari keadaan tangsi anggota KNIL yang sangat memprihatinkan. Tentara yang berkeluarga ditempatkan pada asrama dengan ukuran kecil dan berhimpitan.”

“Karena kecilnya ruangan, seringkali tidak cukup untuk ditempati lebih dari satu tempat tidur. Akibatnya anak anak terpaksa tidur di bagian bawah dipan atau kolong. Dari sinilah muncul istilah anak kolong,” ujar Bamsoet usai mengikuti syuting film ‘Anak Kolong’ di Bogor, Sabtu (27/7/24).

Bamsoet menjelaskan, film ‘Anak Kolong’ bercerita mengenai persahabatan empat remaja laki-laki dan satu remaja perempuan dengan latar belakang status sebagai putra dan putri dari orang tua yang berprofesi sebagai anggota TNI dan Polri.

Cerita berkembang seputar bagaimana kelima remaja tersebut bersahabat dan berjuang untuk menggapai cita-cita di tengah berbagai problematika khas remaja. Mulai dari konflik, cinta, romantis, penghianatan, ketulusan, dramatik rasa haru sedih dan keberhasilan.

“Arya yang diperankan Junior Robert merupakan anak seorang anggota TNI Angkatan Darat berpangkat sersan, Salim yang dimainkan oleh Antonio Blanco adalah anak seorang jenderal polisi, Ucok anak seorang sersan anggota TNI Angkatan Laut  diperankan oleh Bonny Putra, Wempi anak seorang anggota TNI Angkatan Udara berpangkat perwira diperankan Suheir Bisyir serta ⁠Aisyah Aqelah berperan sebagai Amira anak seorang perwira TNI Angkatan Darat,” kata Bamsoet.

Ia memaparkan, cerita film ‘Anak Kolong’ mengambil setting tahun 90-an dengan kehidupan keluarga TNI-Polri didalam asrama yang khas. Melalui latar belakang persahabatan yang berbeda karakter, beda pangkat orang tua dari pangkat sersan hingga jendral, perbedaan agama serta perbedaan ekonomi, mereka berjuang untuk menggapai cita-cita yang diinginkan.

“Dalam film ‘Anak Kolong’ saya berperan sebagai seorang polisi berpangkat bintang satu yang merupakan ayah dari Salim. Selain itu, turut bermain Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo sebagai guru SMA, mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai pelatih di akademi militer serta Menteri Perindustrian sekaligus Wakil Ketua Umum FKPPI Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai perwira TNI dari orang tua Arya. Rencananya film ‘Anak Kolong’ akan tayang di layar lebar pada bulan November 2024 mendatang,” pungkas Bamsoet.***

Menparekraf Sandiaga Uno Main Film ‘Uang Panai 2’

JAYAKARTA NEWS-— Baru sekali ini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno bermain film.

Dalam kunjungannya ke pantai Bira di Kabupaten Bulukumba (lima jam dari Makassar melalui jalan darat), Sandiaga menyempatkan diri dan bersedia ‘take camera’ dalam film yang berjudul ‘Uang Panai 2’.

“Ini pengalaman pertama. Itupun hanya satu scene. Tapi syutingnya satu jam,” ujar Sandiaga Uno saat menyaksikan preview film ‘Uang Panai 2’ di Jakarta Theatre, Jakarta,

“Gimana bagus enggak akting saya, hehe….,” sapa Sandiaga tersenyum kepada beberapa wartawan yang memotret dan mewawancarInya.

Ia menjadi cameo dan tampil di film guna memicu semangat para pekerja film nasional yang terdampak pandemi.

“Ini saatnya kita bangkit menggairahkan kembali industri film yang tengah menggeliat. Total penonton film nasional di tahun 2024 mencapai 55 juta orang dan ‘market share’ penonton kita bergerak ke 61% mengungguli penonton film impor yang hanya 39%. Capaian ini harus kita pertahankan bersama,” tutur Sandiaga.

Ditambahkan, industri film memerlukan ribuan lapangan kerja dan ini jelas menggerakkan sektor pariwisata kita.

Lihatlah saat syuting film ‘Laskar Pelangi’ di Belitung Timur (kepulauan Bangka Belitung) dan ketika filmnya diputar di bioskop di seluruh Indonesia, film tersebut menjadi box office dan penonton membludak. Ini luar biasa,” papar Sandiaga.

“Dalam catatan kami, lokasi Belitung Timur menjadi destinasi wisata terkenal dan kunjungan turis meningkat. Kunjungan turis ke negara kita terdongkrak naik mencapai 37% dan sebanyak 24% terbang ke Belitung,” imbuhnya.

Sandiaga berharap film Indonesia akan menjadi medium diplomasi kultural yang berdaya guna di masa mendatang. “Tentu, sektor pariwisata ini jelas harus didukung Pemerintah yang mencakup tiga elemen yaitu anggaran, kebijakan dan kehadiran,” timpal Sandiaga.

‘Uang Panai 2’ diproduksi Finisia Pictures dan disutradarai Ihdar Nur, sineas terkemuka asal Makassar.

Uang panai (panaik) adalah uang mahar dan merupakan tradisi dan budaya masyarakat Bugis dari keluarga calon mempelai wanita kepada keluarga calon mempelai pria yang melamar. Dan ini diterapkan untuk kebutuhan pesta pernikahan. Semakin tinggi kedudukan dan profesi mempelai pria, uang panai semakin tinggi nilainya. Bisa mencapai Rp 50 juta sampai Rp 200 juta.

Film drama komedi ini diceritakan keberadaan biro konsultasi Pattumbu yang digawangi sepasang pelawak Makassar bernama Abu dan Tumming.

Penuh adegan humor yang menggiring penonton tergelak dan terpingkal. Endingnya, si pelaku ‘Uang Panai 2’ berakhir bahagia (happy end). “Uang Panai meraih 675.000 penonton. Semoga target Uang Panai 2 sebesar 2 juta penonton bisa tercapai,” urai produser Nicky R optimis yang menambahkan sudah bersiap melanjutkan sekuel Uang Panai 3.

“Fenomena film daerah ini hasilnya sungguh mengejutkan,” tegas Nicky. Melalui film, kuliner, adat istiadat dan budaya daerah bisa dipromosikan. Dan jujur, ‘Uang Panai 2’ bisa memikat dan memukau turis lokal dan mancanegara mengunjungi Makassar khususnya dan Sulawesi Selatan umumnya.

Dan slogan ‘aktor tangguh, industri tumbuh’ yang dikaitkan dengan industri pariwisata nasional cepat terwujud.

Ewako ! (pik)

‘Romeo Ingkar Janji’: Dipertemukan dan Dipisahkan oleh Takdir

JAYAKARTA NEWS— Lama tak berkreasi, sutradara Emil Heradi tahun ini merilis film romansa berjudul ‘Romeo Ingkar Janji’.

Produksi Adhya Pictures dan Creative Power Management yang akan beredar 25 Juli 2024 ini bercerita ihwal kisah cinta Romeo (Morgan Oey) dan Agatha (Valerie Thomas) yang multi kompleks dan mengatasi rintangan yang menghadang.

“Karakter Romeo yang puitis dipertemukan dan dipisahkan oleh takdir kemudian dipersatukan kembali diluar nalar,” ucap Emil Heradi yang karya filmnya ‘Night Bus’ menjadi film terbaik di FFI 2017.

“Dan dunia yang meleburkan drama dan magis di film ini semoga menjadi oase dalam perfilman kita,” harap Emil Heradi.

Romeo, seniman tato yang sedang menggambar pemandangan di tepi danau bertemu dengan Agatha. Mereka berdua berkenalan dan bercinta. Dan terjadilah konflik karena perbedaan pendapat tentang hakekat cinta.

Konflik dan keretakan juga terjadi antara Agatha dan orangtuanya. “Ini memperkaya narasi film dan mencuatkan emosi diantara para tokoh di film ini,” imbuh Emil Heradi.

Agatha menilai cinta adalah kesialan sedangkan Romeo berpaham sebaliknya.

Filosofi kehidupan di film ini digagas dari tema besar kisah cinta pasangan Jeremy Thomas dan Ina Thomas yang berkutat pada sahabat dan keluarga.

Skenario dirangkai manis oleh Titien Wattimena yang pernah menyabet Citra untuk kategori penulis skenario adaptasi terbaik di FFI 2018.

‘Romeo Ingkar Janji’ yang diproduseri Sherly Kosasih, Leni Lolang, Jeremy Thomas dan Ricky Wijaya dan diakurasi untuk 13 tahun ke atas ini tayang perdana di Vancouver International Film Festival 2023 dan Kanada FF di Calgary 2023.

Selain Morgan Oey dan Valerie Thomas, film ini juga diperkuat penampilan Zulfa Maharani, Widyawati Sophiaan, Unique Priscilla, Donny Damara, Tatyana Akman dan Fajar Nugra. (pik)

Solo Keroncong Festival 2024 Sukses Membawa Musik Keroncong Lebih Dekat dengan Masyarakat

JAYAKARTA NEWS— Riuh meriah mewarnai Pamedan Mangkunegaran, Surakarta, Jawa Tengah, dalam gelaran Solo Keroncong Festival 2024 yang bertajuk “Becik Ketitik Keroncong Ketara”. Festival yang berlangsung selama dua hari, 19-20 Juli 2024 ini, menghadirkan berbagai pertunjukan musik keroncong yang memukau dari para maestro, musisi, dan seniman ternama tanah air.

Opening Ceremony yang Meriah

Acara diawali dengan Opening Ceremony yang dimeriahkan dengan penyerahan piagam kepada para bintang tamu dan grup peserta. Penampilan Tari Rajamala yang memukau membuka suasana, dilanjutkan dengan kolaborasi memukau antara SMK N 8 Surakarta dengan penyanyi kondang Peni Candrarini berkolaborasi dengan pertunjukan Fashion Show Belle Ame by Dinna Owastera. 

Solo Keroncong Festival 2024/Foto: dok panitia

Penampilan Istimewa dari Berbagai Bintang Tamu

Para pecinta musik keroncong dimanjakan dengan berbagai penampilan istimewa dari para bintang tamu. Olah Gubang dari Kutai Kartanegara membawa nuansa budaya Kalimantan, Ok. Gambir Merdeka dari DKI Jakarta memukau dengan suaranya yang merdu, dan legenda musik keroncong Ibu Waldjinah memberikan penampilan yang tak terlupakan kemudian dilanjutkan dengan Awarding Pengabdian Keroncong kepada Ibu Waldjinah menjadi momen spesial untuk mengapresiasi para tokoh yang telah berjasa dalam melestarikan musik keroncong.

Penghargaan dan Penampilan Spesial

Penampilan dari Singapura Nobat Kota Singa, Keroncongisasi feat Sruti Respati bersama Mlenuk Voice, Panji Sakti dan Indro Hardjodikoro, Orkes Puspa Jelita pimpinan Lilik Shaggy Dog bersama Heruwa, Keroncong side of X-Trenggalek, menjadi pertunjukan yang memukau dan berkesan.

Solo Keroncong Festival 2024/Foto: dok panitia

Penutupan yang Istimewa

Festival ditutup dengan penampilan spesial dari Bambang Heri n friends dan ditutup pantun oleh Ketua tim event Jawa Tengah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Joko Sudarbowo, S.Sn. dan dilanjutkan penyerahan alat musik ukulele oleh Drs. Aryo Windyandoko, MH (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) kepada GRAj Sura. 

Para penonton memadati area pertunjukan main stage dan supporting stage untuk menikmati alunan musik keroncong yang indah. Supporting stage dari Keroncong SMA N 3 Yogyakarta, Jagad Keroncong Nusantara, Keroncong Omkara. Bestie Keroncong juga terlihat memadati area Keplek Ilat, dan berbagai penampilan di area Activity semakin memeriahkan festival ini.

Solo Keroncong Festival 2024: Sukses Membawa Musik Keroncong Lebih Dekat dengan Masyarakat

Solo Keroncong Festival 2024 “Becik Ketitik Keroncong Ketara” telah sukses membawa musik keroncong lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda. Festival ini menjadi bukti bahwa musik keroncong masih relevan dan digemari oleh berbagai kalangan. 

“Keroncong adalah genre musik yang jenius, karena saya penikmat musik keroncong sejak bapak saya Allmarhum beliau sering mendengarkan musik keroncong, saya besar dengan langgam-langgam dan tentunya musik keroncong jadi saya seneng bgt bisa di Solo Keroncong Festival.”

“Saya tidak terlalu percaya diri dan terus berlatih setiap hari tapi allhamdullillah temen-temen Keroncongisasi memberi energi yang lebih untuk saya percaya diri, karena yang mengundang saya mbak Sruti Respati yang kita tahu semua elaktibilitas beliau pada musik keroncong. Luar biasa malam ini” ujar Panji Sakti. ***PR