Rizal Mantovani Buat Film ‘Racun Sangga: Santet Pemisah Rumah Tangga’

JAYAKARTA NEWS— Rizal Mantovani lama bekerjasama dengan produser Sunil Soraya dari Soraya Intercine Films membuat sederet film populer yang cukup laku di pasaran.
Seperti ‘5 Cm’ (2012), ‘Supernova’ (2012) dan ‘Eiffel I’m in Love 2’ (2018) yang melekat di hati penonton.

Dalam kolaborasi terbarunya bertajuk ‘Racun Sangga : Santet Pemisah Rumah Tangga’, mereka berdua menghadirkan suguhan horor dari kisah nyata tentang korban pasangan suami isteri yang terkena santet racun sangga Kalimantan.

“Saya percaya film horor ini akan mengguncang penonton. Di sini, saya menghadirkan pengalaman horor mencekam dari sebuah santet yang membuat pasutri yang baru menikah tersiksa,” kata Rizal Mantovani dalam acara peluncuran trailer Racun Sangga di Jakarta, baru-baru ini.

Diangkat dari thread fenomenal di X/Twitter yang ditulis oleh @gustigina. “Film ini menghadirkan kekejian dan sisi gelap manusia yang rela melakukan hal keji seperti santet, demi cintanya. Bahkan, ke pasangan yang baru menikah,” urai Sunil Soraya.

Tanggal 12 Februari 2021 Maya (Frederika Cull) dan Andi (Fahad Haydra) menikah setelah melewati proses taaruf selama 1 bulan. Tepat setelah pindah rumah memulai hidup baru, mereka mulai merasakan keanehan.

Mulai menemukan hewan mati di rumah, suara benda jatuh di genteng dan hawa rumah terasa panas bagi Andi.

Fahad Haydra dan Frederika Cull yang jadi pemeran utama pasutri Andi dan Maya menjelaskan tantangan mereka bermain dalam film horor yang terornya terasa realistik.
“Untuk memerankan Maya, aku melakukan riset bertemu langsung dengan Maya asli.

Mendengarkan ceritanya dan menggali pengalaman batin yang dia alami. Tentu memberikan aku pemahaman apa yang Maya rasakan dan kengerian teror yang dihadapinya. Dan itu yang coba aku terjemahkan ke dalam aktingku di film ini,” ungkap Frederika Cull.

Santet racun sangga adalah santet pemisah. Jadi serangan dan efek santet tersebut tak akan hilang atau berhenti hingga pasutri tersebut benar-benar berpisah.

“Melalui cerita Andi dan Maya, saya ingin memperlihatkan kekejian balas dendam seorang yang cintanya tak terbalas lewat teror santet,” timpal Rizal Mantovani.

Film Racun Sangga akan tayang di bioskop pada 12-12-2024 ! (pik)

Santet Segoro Pitu: Peristiwa Mistis di Semarang

JAYAKARTA NEWS— Ilmu hitam santet konon masih dipercaya oleh sebagian masyarakat Indonesia. Tingkatannya tinggi dan santet terampuh tak ada tanding adalah santet segoro pitu. Ilmu yang satu ini konon memakai jin dari tujuh lautan seberang Pulau Jawa.

Sutradara Tommy Dewo memvisualkan kisah santet ini ke ranah film berjudul ‘Santet Segoro Pitu’.

Berlatar peristiwa nyata di Semarang 1983, keluarga Sucipto selalu diteror oleh kejadian teror misterius seperti suara aneh dan pengiriman paket berisi tengkorak. Ardi, anak Sucipto memiliki indra ke enam. Jika pergi ke pasar Pandanaran, pusat transaksi pembelian dan penjualan, ia selalu melihat ada makhluk astral di tempat keramaian itu.

Apa yang terjadi ?

Ardi, ibu dan adiknya terus diancam serangan iblis pencabut nyawa. Bahkan, Sucipto juga diserang makhluk aneh. Setiap makan, Sucipto selalu memuntahkan kembali makanannya berisi darah.

“Saya mengangkat kembali thread x yang viral berdasar kejadian nyata di Semarang tahun 1983,” ujar Tommy Dewo.

Sutradara dan pemeran ‘Santet Segoro Pitu’ (foto hitmaker)

“Apa yang terjadi dibalik teror yang mencekam ini, sila tonton di bioskop mulai 7 November 2024,” ajak Tommy Dewo.

Santet Segoro Pitu dibintangi sederet pemeran berpengalaman yaitu Ari Irham, Sandrina Michelle, Christian Sugiono, Sara Wijayanto dan banyak lagi cameo lain.
Diproduseri Rocky Soraya, dan diproduksi oleh Hitmaker, Legacy, Masih Belajar Pictures dan Role Entertainment. (pik)

Penampilan Spesial Icha pada Halloween Party di Pantai Indah Kapuk

JAYAKARTA NEWS – Acara Halloween Party di Pantai Indah Kapuk (PIK) kali ini terasa semakin spesial dengan penampilan Icha, seorang penyanyi yang sudah sering tampil di acara yang digelar White Rabbit.

Tema yang dibawakan “Halloween Cina,” Icha menyajikan sesuatu yang berbeda: seluruh lagu yang dibawakannya adalah lagu Mandarin, memberikan sentuhan unik dan otentik pada acara ini, Kamis (31/10/2024).

“Senang banget bisa tampil lagi di sini. Terima kasih banyak buat White Rabbit yang sudah berkali-kali mengundang Icha. Katanya, aku ini putri kecil mereka karena sering tampil di sini,” ujar Icha dengan penuh syukur.

Kemudian ia juga berterima kasih kepada penonton yang hadir untuk mendukungnya dan menyapa ramah para tamu yang baru pertama kali menyaksikannya.

Halloween
Penampilan Icha di Halloween Party. (Foto. Istimewa)

Berbeda dengan penampilan sebelumnya yang biasanya melibatkan full band, kali ini Icha tampil hanya dengan diiringi satu pemain keyboard. Hal ini disebabkan oleh renovasi tempat yang sedang berlangsung sehingga ruang panggung menjadi terbatas.

Meskipun begitu, Icha tetap memberikan penampilan yang terbaik dengan hanya satu pengiring. “Awalnya, kita mau pakai minus one atau tanpa pengiring, tapi akhirnya diputuskan untuk pakai keyboard aja,” tambahnya.

Tantangan pun muncul karena pemain keyboard yang mendampinginya ternyata belum terbiasa memainkan musik Mandarin.

Namun, Icha dengan sabar melatih pemain musik tersebut, mengajarinya sekitar 15 lagu Mandarin yang akan dibawakan. “Dia biasanya main dangdut, jadi perlu banyak latihan dan penyesuaian, tapi semoga bisa lancar di panggung,” jelasnya sambil tertawa.

Selain aspek musik, kostum Halloween Icha juga menjadi sorotan. Kali ini, ia tampil dengan kostum berkonsep “demon” atau iblis yang terinspirasi dari tema horor Korea. Dengan sayap yang besar, Icha tampil total untuk membawa atmosfer Halloween di atas panggung.

“Kostum kali ini ada sayapnya, jadi harus hati-hati di panggung. Kalau enggak nyaman, mungkin nanti sayapnya bisa aku lepas,” katanya.

Meski jadwal yang padat dengan berbagai job lain, Icha mengaku tetap senang dan segar menghadapi acara ini. Penampilan Halloween kali ini bukan yang pertama baginya bersama White Rabbit, namun ia selalu berusaha memberikan yang terbaik dan berbeda setiap kali tampil.

“Yang pasti, aku harap penampilan dan suara aku makin baik dan bisa menghibur penonton yang hadir malam ini,” tutup Icha dengan semangat. (agus)

Kak Seto Main Film Lagi!

JAYAKARTA NEWS— Apa kabar Kak Seto Mulyadi?

Setelah ‘Tangan Tangan Mungil’ (sebagai aktor) dan ‘Ayu Anak Titipan Surga’ (aktor) serta ‘Rumah Tanpa Jendela’ (produser), Kak Seto kini come back ke ranah film

“Aku rindu main film kembali,” lontar Kak Seto dalam acara selamatan film anak bertajuk ‘Sahabat Anak, Story of Kak Seto” di Jakarta, baru-baru ini.

Disutradarai Irham Acho Bahtiar dan tim skenario diketuai Yan Widjaya, film bergenre drama musikal ini dijadwalkan akan syuting awal Januari 2025 dan dirilis di bioskop pada Hari Anak Nasional (HAN), 27 Juli 2025.

Film ini diproduksi bersama Rumah Semut, Yayasan Demi Film Indonesia (YDFI) dan Heart Pictures yang diproduseri Herty Purba. “Kita sepakat MOU-nya diteken segera sebelum syuting,” kata Kak Seto yang bergelar Prof. DR. Seto Mulyadi, S.Psi, M.Si.

Guru Besar Universitas Indonesia dan Universitas Gunadarma ini mengungkapkan bahwa film ini akan memotivasi pemuda untuk aktif melindungi dan menjaga hak anak sebagai calon-calon pemuda masa depan di era Indonesia Emas 2045 mendatang.

“Kita butuh orang se-kampung buat melindungi 1 orang anak di Indonesia, ” timpalnya.

Ketua Gerakan Perlindungan Anak Indonesia dan pencipta karakter Si Komo ini berpendapat bahwa Film adalah media yang efektif untuk menembus hati anak. “Anak enggak dinilai dan anak bebas nilai. Tapi anak layak diapresiasi,” cetus Kak Seto.

Siapa yang tepat memerankan sosok dirinya semasa muda, Kak Seto menyerahkan pilihannya kepada sutradara Irham Acho Bahtiar. “Banyak aktor kita berbakat dan seni perannya juga bagus,” tegas Kak Seto yang juga akan tampil di film ini.

Kira-kira siapa ya?Ada Chicco Jerikho, Angga Yunanda, Refal Hady, Baskara Mahendra dan Muhammad Khan.

Mungkin pembaca dan netizen punya pilihan ? (pik)


‘Pengepungan di Bukit Duri’, Joko Anwar Ajak Morgan Oey

JAYAKARTA NEWS— Sutradara berbakat Joko Anwar mendadak sontak mengajak aktor Handi Morgan Winata alias Morgan Oey dalam film ‘Pengepungan di Bukit Duri’ (PdBD) produksi bersama Come and See Pictured dan Amazon MGM Studios.

“Selama 2017 saya terus membuat film horor. Ada ‘Perempuan Tanah Jahanam’ dan ‘Pengabdi Setan’. Ini kesempatan luar biasa. Kali ini, saya meninggalkan comfort zone yaitu membuat genre action thriller. Ini sesuatu yang beda,” kata Joko Anwar yang akrab dipanggil Jok An.
Vice President International Originals Amazon MGM Studios, James Farrrell mengakui kolaborasi ini menandai sejarah perfilman Indonesia.

“Kolaborasi yang menghasilkan rilisan film bioskop. Ini pertama pencapaian yang penting. Saya sangat antusias untuk menghidupkan visi unik Jok An ke layar lebar,” tutur James Farrell dalam peluncuran PdBD di XXI Epicentrum, Jakarta, baru-baru ini.Morgan Oey sebagai pemeran utama mengungkapkan kegembiraannya bisa disutradarai Jok An untuk pertama kalinya.

“Kisahnya mengambil latar tahun 2017 saat Indonesia sedang bergejolak. Film ini menggambarkan kondisi masyarakat diambang kehancuran karena dipicu oleh diskriminasi dan kebencian rasial,” urai Morgan Oey yang mantan vokalis boy band Sm#sh.
Morgan berperan sebagai guru pengganti SMA Duri bernama Edwin yang tiba-tiba bermasalah.

Timbullah pertarungan dimana sekolah mendadak berubah menjadi ajang hidup dan mati.
“Ceritanya menjadi perjalanan yang menggugah pikiran. Isunya sangat dekat dan relevan dengan kehidupan Indonesia kini. Ini lebih merenungkan kembali persepsi tentang keadilan dan empati,” imbuh Morgan.

Selain Morgan Oey, juga ikut main Hana Malasan, Fatih Unru, Omara Esteghlal, Endy Arfian, Satine Zaneta, Dewa Dayana, Fariz Fadjar, Florian Rutters, Farandika, Raihan Khan dan Sandy Pradana.

Film PdBD akan beredar dan tayang serentaj tahun 2025. (pik)

Antonio Blanco Jr: Laku di Sinetron dan Film

JAYAKARTA NEWS— Berdarah Hispanik (campuran Spanyol) aktor dan model asal Bali, Antonio Blanco Junior belakangan laku bermain sinetron dan film.

Berusia 25 tahun, tegap dan tinggi, berwajah tampan dan berkulit putih.
Ia anak ke tiga pasangan Mario Blanco dan I Gusti Agung Ayuwimas Hendrayani. Kakeknya perupa terkenal asal Spanyol, Antonio Blanco yang menikahi wanita Bali.

Gegara serial televisi berjudul ‘Buku Harian Seorang Isteri’, nama Antonio Blanco Jr langsung meroket. Bahkan, ia dikaitkan dengan lawan mainnya, Zoe Abbas Jackson. Empat tahun ia pacaran alias cinlok.

“‘Padahal, saya enggak ada apa-apa dengan Zoe. Hanya berteman baik,” kelit Antonio Blanco Jr yang alma mater Curtin Education Centre, Singapura.

Netizen makin ramai tatkala Antonio Blanco Jr ikut merayakan Idul Adha di Bali. Bahkan, ia ikut berkurban seekor sapi. Padahal, Antonio beragama Hindu. Sedangkan Zoe Abbas Jackson seorang penganut Islam yang taat.

“Agama mengajarkan kebaikan. Dan kita beragama berurusan sama Tuhan,” tutur Antonio mengingatkan ajakan toleransi.

Antonio Blanco Jr (nomor 2 duduk dari kanan). Foto sinemaku

Belakangan, Antonio sibuk main film layar lebar. Dalam film ‘Bolehkah Sekali Saja Kumenangis, Antonio sekali lagi menunjukkam bakat aktingnya bersama Prilly Latuconsina, Dikta Wicaksono, Widi Mulia dan Surya Saputra.

Hampir lima tahun Antonio berkecimpung di ranah televisi dan film. Setelah ‘Calon Bini’ sebagai cameo, puluhan serial televisi dirambahnya.

Berakit ke hulu, Berenang ke Hatimu’, ‘Katanya Dukung, ga Tahunya Nikung’, ‘Temen Makan Temen jadi Demen’, ‘Cowok Genit Shy Shy Cat” dan banyak lagi dibintanginya.

Beberapa prestasi dan penghargaan sempat digenggamnya, di antaranya Pemeran Utama Paling Terpuji di FF Bandung 2023 dan Aktor Utama Paling Ngetop SCTV Awards 2023.
Kehadiran Antonio Blanco Jr memang layak diperhitungkan ! (pik)

ArtChipelaGong: Pergelaran Tarian Nusantara Siap Catatkan Rekor MURI

JAYAKARTA NEWS— Komunitas Perempuan Menari (KPM) dengan bangga mempersembahkan ArtChipelaGong, sebuah pergelaran seni budaya yang menampilkan keindahan tari tradisional Nusantara dari Sabang hingga Merauke.

Acara ini akan diselenggarakan pada 26 Oktober 2024, di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dan menghadirkan tarian khas dari berbagai provinsi di Indonesia yang dikoreografi secara khusus untuk pergelaran ini.

Nama ArtChipelaGong merupakan gabungan dari kata “Art” (seni), “Archipelago” (kepulauan), dan “Gong” (instrumen musik khas Indonesia), melambangkan kesatuan kesenian dari seluruh provinsi Indonesia, dengan gong sebagai simbol penghubung setiap rangkaian tari. Sebanyak 38 provinsi akan diwakili melalui tarian tradisional yang menggambarkan keunikan budaya masing-masing wilayah. Zona budaya seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua akan disajikan melalui koreografi yang dirancang secara cermat untuk menjaga identitas setiap daerah agar tetap otentik.

“Kami ingin menghadirkan pergelaran yang berbeda. Tidak hanya menampilkan tarian dari 38 provinsi, tetapi juga mengombinasikan koreografi yang mampu menonjolkan ciri khas setiap daerah, sehingga tidak tampak seperti medley biasa,” ujar Supriadi Arsyad atau yang lebih akrab dipanggil Bang Ucuy, selaku koreografer utama dan sutradara pergelaran ArtChipelaGong.

Kolaborasi Spesial dengan Armonia Choir Indonesia

Dalam pergelaran ArtChipelaGong ini, KPM juga berkolaborasi dengan Armonia Choir Indonesia, yang akan membawakan lagu-lagu medley yang terdiri dari Enggo Lari, Sajojo, Sipatokaan, Jangkrik Genggong, dan Rambadia. Kolaborasi ini akan memperkaya pergelaran dengan perpaduan vokal indah, musik tradisional live, serta penggunaan sequencer modern, memberikan sentuhan spesial pada segmen-segmen tari tertentu.

Menuju Rekor MURI

Pergelaran ArtChipelaGong didaftarkan ke Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam kategori “Fragmen Tari Nusantara dengan Jumlah Provinsi Terbanyak”. Upaya ini merupakan langkah Komunitas Perempuan Menari (KPM) untuk tidak hanya mencetak prestasi nasional, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia dari Sabang hingga Merauke melalui seni tari.

Dukungan datang dari Jaya Suprana dan Aylawati Sarwono, pendiri MURI, yang telah lama mengikuti perjalanan KPM. Keduanya merasa bahwa KPM memiliki kapasitas untuk mencatatkan rekor MURI dan menantang KPM untuk menghadirkan pergelaran yang pantas mendapatkan pengakuan tersebut. Tantangan ini menjadi dorongan bagi KPM untuk membuktikan komitmennya dalam melestarikan budaya dan seni tari tradisional Indonesia.

Seiring dengan penambahan jumlah provinsi di Indonesia, ArtChipelaGong diharapkan menjadi momen bersejarah yang dapat menggambarkan keragaman budaya Nusantara sekaligus menampilkan kekayaan seni tari dan musik tradisional dari seluruh pelosok negeri.

“Kami berterima kasih kepada semua penonton yang telah membeli tiket dan berencana menyaksikan pergelaran kami. Harapan kami, penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga belajar tentang kekayaan budaya Indonesia yang sangat luas. Kami, perempuan berusia 10 hingga 60 tahun, tetap bersemangat mempertahankan tradisi seni tari Nusantara di tengah derasnya arus globalisasi,” ujar Listiany Kartawidjaya, Ketua Pergelaran ArtChipelaGong sekaligus Founder Komunitas Perempuan Menari.

Didukung oleh Sponsor

Pergelaran ini didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, BSI, Mustika Ratu, serta sponsor lainnya seperti Bosowa, Medco, Natur-e, ABC, Coca-Cola, dan lainnya.

Tentang Komunitas Perempuan Menari
Komunitas Perempuan Menari (KPM) didirikan pada 6 Januari 2018, dan beranggotakan sekitar 100 perempuan berusia 10-60 tahun dari berbagai profesi. Misi utama komunitas ini adalah melestarikan seni budaya, khususnya seni tari tradisional Indonesia. Sejak didirikan, KPM secara rutin menyelenggarakan pergelaran tahunan yang mengangkat nilai-nilai tradisi Nusantara. Beberapa pergelaran yang telah diselenggarakan oleh KPM antara lain:

  • Seloka Swarnadwipa (2018)
  • Pesona Timur (2019)
  • Genderang Swargabhumi (2020)
  • Dayana Dwipantara (2022)
  • Renggana (2023).***

Kemah Terlarang, Kesurupan Massal

JAYAKARTA NEWS— Wanita sutradara Ginanti Rona menggebrak lagi. Kali ini, dia merilis film bergenre horor bertajuk ‘Kemah Terlarang – Kesurupan Massal’.

Dibintangi sederet pemeran seperti Callista Arum, Derby Romero, Fatih Unru, Landung Simatupang, Nayla D Purnama, Zenia Zein, Azela Putri, Dimas Juju dll.

Berkisah tentang murid-murid SMA Jogjakarta yang berkemah di hutan Wana Alus. Ini kegiatan pramuka yang terjadi di tahun 2016. Sudah dilarang kuncen mbah Sonto, tapi murid-murid nekad.

Sutradara Ginanti Rona (foto ffi)

Mbah Sonto akhirnya mengizinkan, tapi mereka tak boleh merusak sajen.

Dalam pementasan drama di hutan, arwah Roro Puteri penunggu hutan merasuki tubuh Rina, siswi SMA.

Apa yang terjadi kemudian?

Film yang penuh adegan seru antara si baik lawan si jahat diseling adegan tubuh Derby Romero dilingkari seekor ular besar. Dijaga pawang, Derby tetap merasa ketakutan.

“Ular didirect untuk syuting dan bermain baik. Syukurlah aman dan nyaman,” timpal Derby.
Diangkat dari novel karya Wakhid Nurrokhan lalu ditulis kembali oleh Lele Laila, ‘Kemah Terlarang’ yang diproduksi Rapi Films, Sky Media, Rhaya Flicks dan Legacy Puctures ini akan tayang di bioskop mulai 10 Oktober 2024. (pik)

Jakarta Film Week: Dibuka ‘Sampai Jumpa’ dan Ditutup ‘Don’t Cry’

JAYAKARTA NEWS— Mengangkat tema ‘Resonance’, Jakarta Film Week’ (JFW) akan dihelat dari 23 s d 27 Oktober 2024. Ada tiga venue menjadi ajang festival film tahunan terbesar ini yaitu CGV Grand Indonesia, TIM dan Hotel Mercure, Cikini.

Diikuti 140 film dari 50 negar yang diakurasi dari hasil pendaftaran 1.132 film dari 85 negara.
FF yang didukung Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DK Jakarta dan Kemendikbud Ristek ini bertujuan mempromosikan film dan pariwisata Indonesia.

Kristo Immanuel (foto jfw)

“Di tahun 2022 dan 2023, lebih dari selusin film Indonesia berhasil menembus lebih 1 juta penonton pertahun dan hal ini memicu layar bioskop serta meningkatkan investasi,” kata Rina Damayanti selaku Direktur JFW.

“Di mancanegara, film nasional beroleh pendanaan dan tampil di FF bergengsi. Ini sebagai bukti bagaimana ekosistem film terus rerhubung dan berkembang,” papar Rina Damayanti lagi.

JFW 2024 akan dibuka film nasional ‘Sampai Jumpa, Selamat Tinggal’ karya sutradara Adriyanto Dewo dan ditutup film Vietnam berjudul ‘Don’t Cry Butterfly’ sutradara Duong Dieu Lihl.

Festival Ambassador JFW, Kristo Immanuel menambahkan JFW 2024 semakin berwarna dan beragam.

“Ada penayangan film, JFW Net, awards untuk sineas, dan sekolah khusus editing dari editor terkenal Hong Kong, Cheung Kai Fai,” tutur Kristo Immanuel yang juga aktor, sutradara dan konten kreator. Ia juga menimpali bahwa tiket opening dan closing film hampir mencapai titik sold out. (pik)

Pulau Hantu: Cintailah Orang Terdekat Selagi Ada Kesempatan

JAYAKARTA NEWS— ‘Pulau Hantu’ pernah difilmkan 17 tahun silam. Kini, Multi Vision Plus (MVP) mengangkat cerita Pulau Hantu dengan versi baru. “Ini kita teruskan warisan Pulau Hantu versi 2024. Ceritanya kali ini enggak ada kaitan dengan yang dulu yang tiga kali kita bikin,” ujar Co Producer MVP, Amrit Punjabi kepada penulis.

“Kita lahirkan kembali Pulau Hantu yang arahnya beda. Kini berfokus pada cerita, emosi dan teror. Dulu sangat terbuka. Kini vibesnya beda,” papar Amrit Punjabi.

Sutradara Pulau Hantu, Ferry Pei Irawan berpendapat production value dan set lokasi nya berbeda dengan Pulau Hantu yang dulu. “Sekarang ada unsur drama keluarga sebagai latar belakang. ‘Domestic violence’ nya kerap terjadi. Pribadi yang sakit sehingga tercipta masyarakat yang sakit. Di sini saya kisahkan Dara yang protagonis dan Mala yang antagonis,” urai Pei yang berambut panjang ini.

Ferry Pei Irawan

Unsur keluarga menjadi fokus kali ini. “Ayah menyiksa bayinya. Suami menyiksa isteri dan isteri menyiksa suami. Ini satu periode waktu dan 17 tahun mendatang,” timpal Pei lagi.

Apa pesan yang tersirat dari cerita yang mencekam ini? “Cintailah orang dekat dan keluarga Anda secara baik selagi masih ada kesempatan. Tanpa ada yang tersakiti. Cari jalan keluar. Ini pesan yang fresh dari Pulau Hantu versi terbaru ini,” imbuh Pei.

Sederet pemeran bermain apik yaitu Taskya Namya, Bukie B Mansyur, Samo Rafael, Cindy Nirmala, Hannah Hannin, Ferdi Solaiman, Izabel Jahya, Patty Sandya dan pendatang baru Amanda Green.

Pulau Hantu akan mengganas di bioskop 10 Oktober 2024. (pik)