Bupati Cianjur Berkunjung ke Museum Negeri Sumatera Utara

 Bupati Cianjur Berkunjung ke Museum Negeri Sumatera Utara

Kadis Budpar Sumut, Zumri Sulthony saat hendak memberikan Tanjak kepada Bupati Cianjur Herman Suherman di Museum Negeri Sumatera Utara. (Monang Sitohang)

JAYAKARTA NEWS – Bupati Cianjur, Herman Suherman didampingi Ibu Bupati Ny. Hj. Anita Sinca Yani dan rombongan Kadis se-kabupaten Cianjur, Jawa Barat berkunjung ke Museum Negeri Sumatera Utara, Jl. HM. Joni No.51, Kec. Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (4/11).

Adapun kedatangan rombongan Bupati Cianjur yang berjumlah 31 orang itu hendak melakukan Studi Tiru atau Studi Banding ke Sumatera Utara selama tiga hari dua malam, 4 – 6 November.

Sekitar pukul 14.00 Bupati Cianjur beserta rombongan tiba di Museum Negeri Sumatera Utara dan disambut Kadisbudpar Sumut, Zumri Sulthony, Kepala UPT Museum Negeri Sumatera Utara, Rahmad Hadi Syahputra dan lainnya.

Setiba di Museum Negeri, rombongan Bupati Cianjur berkeliling melihat benda-benda sejarah, pra sejarah, artefak dan lainnya. Setelah itu memasuki ruang studio mini atau ruang audio-visual.

Kemudian, Kadisbudpar Sumut, Zumri Sulthony menyampaikan sambutan atas kunjungan Bupati Cianjur, Herman Suherman beserta rombongan ke Sumatera Utara, setelah itu dilanjut sesi pemberian cendramata Tanjak lengkap dengan Kain Sarungnya kepada Bupati Cianjur.

“Tanjak dan kain sarung ini merupakan bagian dari pakaian khas adat Melayu, Tanjak sebagai penutup atau hiasan kepala,”ujar Zumri. Kemudian Zumri mengenakan Tanjak dan Kain Sarung kepada Bupati Cianjur, Herman Suherman.

Foto di ruangan audio-visual Museum Negeri Sumatera Utara, Kadisbudpar Sumut bersama  Bupati Cianjur beserta rombongan 31 Kadis se-kabupaten Cianjur. (Monang Sitohang)

Setelah itu, Bupati Cianjur juga memberikan cendramata kepada Kadisbudpar Sumut yaitu miniatur kecapi yang merupakan khas kesenian Cianjur. Kemudian acara pun dilanjut dengan foto bersama.

Usai sesi foto bersama Herman Suherman mengatakan, “Pertama kunjungan studi tiru ini mengenai pariwisata di Provinsi Sumatera Utara, memang secara infrastrukturnya Sumatra Utara dengan Cianjur tidak jauh berbeda ada pegunungan, laut dan bukit-bukit.”

“Tentunya kami ingin dalam studi tiru ini apa-apa yang telah berhasil di Sumatera Utara mengenai pariwisata dan hal lainnya kami nanti ingin terapkan di Kabupaten Cianjur,”ujar Herman.

Kemudian ditambahkan Herman, setelah berkunjung ke Museum Negeri Sumatera Utara kami terinspirasi. Memang di Kabupaten Cianjur belum mempunyai museum. Tetapi kami tentunya punya sejarah-sejarah peradaban, pada saat peperangan pada zaman Belanda sampai sekarang.

Sesi foto bersama Kadisbudpar Sumut bersama rombongan Bupati Cianjur di depan pintu masuk Museum Negeri Sumatera Utara saat hendak beranjak ke Parapat. (Foto. Monang Sitohang)

Maka dari itu ingin sejarah-sejarah di Kabupaten Cianjur bisa nantinya dimuseumkan, sehingga generasi akan datang di Kabupaten Cianjur tahu tentang sejarah terjadi kabupaten Cianjur. “Dan saya terinspirasi oleh museum Negeri Sumatera Utara,”ungkap Herman.

Kabupaten Cianjur terkenal dengan Gunung Padang, merupakan sebuah situs lokasi bersejarah yang cukup terkenal di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dengan berbagai pesona uniknya.

“Selain itu Kabupaten Cianjur juga terkenal dengan penghasil beras pandan wangi. Berasnya putih dan aromanya wangi. Dan beras pandan wangi ini tidak semua dapat ditanam di sejumlah kecamatan di Kabupaten Cianjur. Ada 5 kecamatan  penghasil beras pandan wangi di Kabupaten Cianjur,” jelas Herman.

Di kesempatan yang sama Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Cianjur, Pratama Nugraha mengatakan usai kunjungan ke Museum Negeri Sumatera Utara ini kita akan menuju kawasan Danau Toba. (Monang Sitohang)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.