Berlian Hutauruk Sukses Berkat ‘Suara Kuntilanak’

 Berlian Hutauruk Sukses  Berkat  ‘Suara Kuntilanak’

Berlian Hutauruk– foto instagram berlianhutauruk

Berlian Hutauruk–foto instagram berlian hutauruk

JAYAKARTA NEWS— Siapakah biduanita kita yang bersuara sopran dan masih aktif tarik suara ? Tak salah lagi. Dialah Berlian Hutauruk, 61 tahun, yang meroket namanya berkat lagu ‘Badai Pasti Berlalu’ dan mengisi sound track film ‘Badai Pasti Berlalu’ garapan Teguh Karya..

Ditempa sebagai penyanyi gereja, Berlian pertama kali tampil menyanyi dalam acara ‘Ayo Menyanyi’ di TVRI, saat Berlian berusia 11 tahun.

Karena vokalnya yang tinggi melengking, Berlian kemudian ditarik oleh musikus Eros Djarot untuk menyanyikan lagu tema dan beberapa lagu lainnya dalam film ‘Badai Pasti Berlalu’ yang diangkat dari novel karya dr Marga T.

“Semula mas Steve (Teguh Karya) menolak. Suara apa ini. Kayak ‘suara Kuntilanak’,” kenang Berlian tertawa kepada penulis dalam konperensi pers Golden Memories Asia yang dihelat oleh Indosiar.di Jakarta, belum lama ini.

Namun, Eros Djarot dan Yockie Soeryoprayogo sebagai penata musiknya tetap bersikukuh, bahwa Berlian lah yang paling pas dan tepat melantunkan lagu pop kreatif tersebut. Bahkan, Eros ‘mengancam’ akan menarik diri dari semua proyek ilustrasi musik dalam film garapan Teguh Karya tersebut, jika nama Berlian tidak dimasukkan.

Akhirnya, Teguh Karya melunak. Dan jadilah Berlian yang bersuara bak berlian itu mengisi ilustrasi musik dalam film ‘Badai Pasti Berlalu’. 

Benar, kemudian dari dunia film inilah dibuat album rekaman. Kaset ‘Badai Pasti Berlalu’ dengan cover Christine Hakim (pemain utamanya) berlari dan semuanya berwarna hijau ‘meledak’ di pasaran. Masyarakat, terutama kalangan muda, mencari dan membeli kaset ini. Benarlah apa yang diprediksi Eros Djarot.

Album ‘Badai Pasti Berlalu’ menjadi tonggak dalam musik pop Indonesia di dekade 70-an. Saat itu, lagu-lagu pop cengeng  dan mendayu-dayu tengah merebak dan laku. Maka, album Badai merupakan ‘magnum opus; dari Eros Djarot, Yockie Soeryoprayogo dan Berlian Hutauruk.

Berlian Hutauruk–foto istimewa

Para kritisi musik menyebutkan, album Badai diterbitkan ke pasaran musik sebagai antitesis lagu-lagu pop komersial. Maklum, ketika itu gejolak musik komersial dan pop cengeng sedang di atas angin. Dengan mencuatnya album Badai, konsep penyanyi yang tidak cantik tidak laku dijual, tumbang. 

Eros Djarot mengemukakan, album Badai termasuk album musik pop Indonesia berkelas. Dan ini  fenomena yang jarang terjadi dalam industrik musik pop kita.

Eros dan Yockie tolak pakem ‘album pop biasa’, justru pada album Badai disebut sebagai album musik pop Indonesia berkelas. Vokal Berlian sangat inspiratif dan bernuansa klasikal. Beberapa lagu di album Badai seperti ‘Semusim’, ‘Pelangi’, dan ditutup ‘Merpati Putih’ yang disenandungkan Berlian langsung melejit di industri musik Indonesia. Progesi akor tak bisa ditebak. Jujur, Berlian memiliki ‘ruh’ sendiri yang tak semua penyanyi bisa menirunya. 

Dalam acara ‘Gonden Memories Asia’ yang diikuti 6 negara (Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, dan Timor Leste), Berlian duduk sebagai juri. Bersama Dewi Yull dan Harvey Malaihollo, Berlian secara bergantian akan menilai sebanyak 24 peserta Golden Memories Asia yang akan ditayangkan di Indosiar, mulai 2 September 2019 pukul 18.30 WIB. 

Selama sebulan penuh, Berlian bersama juri-juri lain dari negara Asia lainnya, Berlian harus fair menilai dan memilih siapakah pemenang ajang pencarian bakat ini.

Dari tuan rumah tampil Joy Tobing (juara Indonesian Idol pertama) dan Lucky (finalis Indonesia Idol pertama), dari Singapura ada Inri Yusnita dan Lynn Kecik. Dan dari Timor Leste ada Tony Pareira dan Chico Pamelau.

Dari Filipina yang merupakan saingan kuat bagi Indonesia akan tampil penyanyi senior yang berusia 64 tahun, Charlie Fry dan RJ Buena. Selain itu, di acara ini, juga akan ditampilkan para komentator yang mumpuni dari 6 negara, antara lain Sheila Majid dan Amy Search dari Malaysia. 

Kira-kira saingan berat Indonesia ?

“Semua saingan berat. Indonesia pun harus membuktikan diri bahwa sebagai negara tuan rumah, kita lebih unggul di dunia musik. Jangan anggap enteng lawan,” timpal Berlian mengakhiri bincang-bincang ini. Oh ya, ajang Golden Memories Asia ini merebut hadiah sebesar Rp 200 juta, hadiah ke 2 Rp 150 juta dan hadiah ke 3 senilai Rp 100 juta. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *