• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Thursday, October 1, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Bapanas Siap Serap Gabah dan Beras Petani

Bapanas Siap Serap Gabah dan Beras Petani

admin by admin
January 16, 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengajak Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) bergotong royong membantu penyerapan produksi padi dalam negeri. Hal ini agar petani bisa terjaga spirit dan kesejahteraannya

“Hari ini saya sebenarnya mau mendengarkan, apa saja yang perlu dibantu oleh Badan Pangan Nasional? Per 15 Januari, cost structure yang baru sudah berlaku. HPP (Harga Pembelian Pemerintah) Bulog sudah bisa kita eksekusi,” kata Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi seperti dikutip Kamis (16/1/2025).

Bapanas, kata Arief, bersama-sama dengan Bulog melakukan penyerapan. Apalagi pada Maret-April, gabah yang akan dipanen bisa sekitar 13-14 juta ton.

“Jadi semua penggiling padi, mari sama-sama kita kawal penyerapan,” ujar Arief.

Target Bulog tahun ini sekitar 2,5 sampai 3 juta ton setara beras, baik bentuk GKP yang setara beras 600 ribu ton, GKG yang setara beras 900 ribu ton, dan 1,5 juta ton dalam bentuk beras di seluruh Indonesia.

“Tentu kita inginkan Bulog dan PERPADI bisa jadi pilar penyerapan hasil panen petani kita,” ucap Arief lagi.

Sebagaimana diketahui, melalui Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025 tanggal 12 Januari 2025, HPP gabah dan beras telah disesuaikan kembali menjadi lebih baik.

Salah satunya HPP beras di Gudang Bulog sebesar Rp 12.000 per kilogram (kg) dengan kualitas derajat sosoh minimal 100 persen, kadar air maksimal 14 persen, butir patah maksimal 25 persen, dan butir menir maksimal 2 persen.

Menurut Arief, salah satu kunci kesuksesan kita nanti saat panen raya adalah kesinambungan mulai dari on-farm, kemudian off-farm saat pascapanen.

“Jadi petani itu nandur bisa semangat, karena gabahnya dibeli dengan harga baik. Tentunya ada spesifikasi gabah bagi Bulog di Rp 6.500 per kilo dengan kondisi tertentu,” jelas Arief.

Lebih lanjut Arief mengatakan, spesifikasi HPP beras, derajat sosohnya dinaikkan menjadi 100 persen, karena pada saat penyaluran beras Bulog, ingin masyarakat menerima kualitas beras yang baik, putih, tidak kusam, dan juga tentu agar penggilingan padi naik kelas.

Sejak Bapanas mengatur penetapan kebijakan HPP gabah dan beras untuk Bulog mulai Maret 2023 berimplikasi pada perubahan positif Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP). Seterusnya indeks NTPP tidak pernah kurang dari NTPP Maret 2023 yang kala itu masih berada di angka 103,83.

Menurut Arief, kebijakan penetapan HPP dari pemerintah cukup efektif dalam memberi perlindungan petani agar semangat “nandur” dan meningkatkan produktivitas.

Terlebih di 2025 ini, perkiraan waktu panen raya padi akan mengalami kemajuan dan pemerintah sangat optimis dapat mewujudkan akselerasi produksi beras.

Sementara itu anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron turut mengamini bahwa ekosistem pangan nasional harus dibentuk secara solid mulai dari hulu sampai hilir.

“Kalau dibentuk tiga dari satu kesatuan, saya kira ini akan menjawab terhadap keresahan tadi, (yang) padinya tidak ada. Kalau ekosistemnya sudah terbangun, kan berarti petaninya juga ada,” ujar Herman.

Ketua Umum PERPADI Sutarto Alimoeso mengajak seluruh insan PERPADI untuk bersama-sama mengawal upaya pemerintah menuju swasembada pangan.

Hal ini, tambah Alimoeso, tentunya dikarenakan komitmen pemerintah yang akan mengutamakan produksi pangan dalam negeri mulai tahun 2025. (yr)

Previous Post

Kiprah Polisi di Sukoharjo; Aipda Wirawan, Sulap Mobil Pribadi Jadi Ambulans untuk Bantu Masyarakat

Next Post

Tingkatkan Edukasi Energi Bersih, PGN buat SMPN 34 Depok jadi Sekolah Energi Berdikari

admin

admin

Next Post
Tingkatkan Edukasi Energi Bersih, PGN buat SMPN 34 Depok jadi Sekolah Energi Berdikari

Tingkatkan Edukasi Energi Bersih, PGN buat SMPN 34 Depok jadi Sekolah Energi Berdikari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version