Bagi-bagi dan Buang-buang Sayur di Malang

 Bagi-bagi dan Buang-buang Sayur di Malang

Pada pedang sayur membuang sayur dagangannya ke sungai. (ist)

Jayakarta News – Pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) memang berdampak besar. Dampak besar bagi virus corona agar tidak makin menjalar dan meluas penyebarannya. Sekaligus, berdampak besar bagi perekonomian di daerah itu. Ini terjadi di Malang Raya.

Menjelang pemberlakuan PSBB mulai hari Minggu (17/5/2020), beberapa hari terakhir sudah banyak dimulai simulasi dan pengarahan. Salah satu yang disasar adalah pasar-pasar tradisional yang selama ini dikenal sebagai pusat kerumuman massa.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melihat praktik pemberlakuan genap-ganjil di Pasar Klojen, Kota Malang, yang efektif berlaku sejak Jumat (15/5/2020). Kebijakan itu akan diteruskan ke pasar-pasar lain di wilayah Malang Raya, termasuk Pasar Sayur Kedungboto, yang terletak di Jl. Raya Kedungrejo, Kedungboto, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Para penjual sayur membagi-bagikan sayuran ke masyarakat secara gratis. (ist)

Kemarin (15/5/2020), para pedagang sayur di pusat sayur terbesar di Kabupaten Malang itu, menunjukkan reaksi mereka terhadap pemberlakuan PSBB dengan cara membagi-bagikan sayur mayur kepada siapa saja yang melintas. Para pedagang sayur yang umumnya naik sepeda motor dengan dua keranjang besar di kanan-kiri berisi sayur-sayuran, berhenti dan berderet di pinggir jalan.

Mereka lalu membagi-bagikan sayur seperti sawi, bayam, dan lain-lain kepada pengendara yang lewat. Ada yang diberikan-dan-diterima baik-baik oleh pelalu-lintas, ada yang diseselkan langsung di cekungan depan sepeda motor.

Bahkan, ada sejumlah penjual sayur yang memilih memarkir sepeda motor sayurnya di atas jembatan Sungai Bango. Mereka bahkan membuang ikatan-ikatan sayur itu ke dalam aliran sungai. “Gara-gara lockdown, sayur gak payu. Gak usah mbadog sayur. Sayure dibuang wae,” teriak seorang pedagang sayur sambil melempar ikatan bayam ke dalam sungai. (heri mulyono)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *