• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Anjloknya Partisipasi Pemilih di Pilgub DKI 2024

Anjloknya Partisipasi Pemilih di Pilgub DKI 2024

December 19, 2024
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

October 25, 2026
“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

“Gue Ini Presiden, Ted”:  Bukan Sekadar Political Joke

October 25, 2026
Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

Operasi Senyap Membuahkan Hasil! Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut Terbongkar

October 25, 2026
Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

Menyusuri Jejak Api dari Udara, Kepala BNPB Pantau Karhutla Way Kambas

October 25, 2026
Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

Kelas Bahasa dan Budaya Mandarin di Migrant Service Center Unhas Perkuat Kesiapan CPMI

October 24, 2026
Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

Jenderal Maruli, Mendekatkan yang Terpencil

October 24, 2026
Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

October 24, 2026
243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

243 Tersangka Karhutla Ditetapkan,13 Korporasi Ikut Dijerat

October 23, 2026
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 27, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Anjloknya Partisipasi Pemilih di Pilgub DKI 2024

by admin
December 19, 2024
in Kolom
0
Anjloknya Partisipasi Pemilih di Pilgub DKI 2024

Achmad Fachrudin Ketua Program Studi Komunikasi Universitas PTIQ/Foto: istimewa

492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Achmad Fachrudin

Ketua Program Studi Komunikasi  Universitas PTIQ

Isu atau narasi besar menurunnya partisipasi pemilih di Pilkada Serentak 2024, khususnya di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) DKI 2024, sudah diprediksi jauh sebelum gelaran Pilgub DKI. Meski demikian, penurunannya tidak seanjlog sebagaimana hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei maupun real count KPU DKI yang bercokol di sekitar 57 persen lebih. Anjloknya partisipasi pemilih ini sangat ironis. Karena  sejak tiga Pilgub DKI sebelumnya (2007, 2012 dan 2019),  tingat partisipasinya selalu angkanya diatas 60 persen.

Berdasarkan pencermatan,  cukup banyak faktor yang menyebabkan anjloknya partisipasi pemilih di Pilgub  DKI yang jatuh pada Rabu, 27 November 2024. Di antaranya karena cawe-cawe atau political  endorse mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI No. Urut 01 Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO). Political ensdorse Jokowi tersebut mungkin memberi benefit electoral bagi Paslon RIDO, namun juga memicu banyak warga enggan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Senafas dengan diatas, terjadi politik kartel/oligarki partai politik (Parpol) yang memborong tiket Cagub dan Cawawub  DKI hingga hanya terdapat dua Pasangan Cagub dan Cawagub dan satu Pasangan Calon Perseorangan. Padahal Putusan MK No.60/PUU-XXII/2024 membuka peluang terjadinya lebih dari tiga Pasangan Calon (Paslon) Cagub dan Cawagub. Tapi itu tidak dimanfaatkan oleh Parpol Peserta Pilgub DKI 2024. Politik kartel ini melahirkan protes sebagian pemilih dalam wujud menolak memberikan suaranya di Pilgub DKI 2024.

Dari Kandidasi Hingga Jenuh

Berbagai faktor lainnya yang menyebabkan turun drastis partisipasi pemilih di Pilgub DKI 2024 diantaranya karena proses kandidasi Cagub dan Cawagub  DKI  sangat sentralistis dan elitis di tangan pengurus Parpol. Bahkan lebih mengerucut lagi di tangan Ketua Umum Partai. Nyaris tanpa konsultasi memadai dengan pengurus Parpol lainnya, kelompok-kelompok strategis, masyarakat luas, termasuk konstituennya. Padahal biasanya elit politik selalu menjargonkan pemilih berdaulat mempengaruhi proses kengambilan keputusan politik yang sangat penting.

Realitas politik tersebut mengakibatkan Cagub dan Cawagub DKI yang diusung Parpol tidak sepenuhnya simetris dengan aspirasi publik. Hal ini berdampak publik merasa diposisikan sebagai objek dan bukan subyek politik.  Sementara itu, minimnya atau kurang masifnya  pengenalan Cagub dan Cawagub DKI kepada publik oleh Parpol dan tim kampanye, baik melalui media konvensional maupun non konvensional ikut mempertebal berkontribusi terhadap minimnya partisipasi  pemilih.

Selain itu, tiga Paslon Cagub dan Cawagub yang bertandang di Pilgub DKI 2024 dianggap kurang memiliki magnitude dan daya pikat bagi pemilih. Serta dianggap kurang memiliki comparative advantage dari sisi kualitas personalitas, popularitas, terutama elektabilitas dibandingkan Anis Rasyid Baswedan, atau Basuki Tjahaja Purnama. Setidaknya hal tersebut berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga survei. Hal ini berdampak terhadap psiko politik terhadap pemilih untuk tidak tertarik menyalurkan hak pilihnya pada Pilgub DKI kali ini.

Faktor kampanye yang mengalami defisit kontestasi atau miskinnya pertarungan gagasan dari visi, misi dan program  atraktif dari para Cagub dan Cawagub DKI di Pilgub DKI kali ini. Sebaliknya, yang menonjol justeru terjadinya kampanye dengan jebakan isu populisme. Hal ini juga menjadi sebab lain yang menurunkan animo dan partisipasi pemilih untuk menyalurkan hak pilihnya ke TPS pada Pilgub 2024. Faktor cuaca yang mendung dan sebagian kecil diterpa hujan jelang pemungutan suara membuat pemilih, kurang memotivasi pemilih untuk datang ke TPS.

Secara umum, pada Pilgub DKI 2024, publik merasa jengah atau letih karena baru saja mengikuti Pemilu Serentak 2024. Hal ini berdampak menyeruaknya apatisme dan permisif publik luar biasa terhadap proses Pemilihan. Ditambah lagi, kondisi umum ekonomi yang tidak baik-baik saja, menjadikan partisipasi politik bukan utama. Diatas itu semua, terdapatnya perasaan umum umum publik bahwa Pilkada tidak berdampak signifikan terhadap perbaikan nasib rakyat kebanyakan, mengakibatkan Pilgub DKI 2024 kurang menarik minat partisipasi pemilih.

Dari Desain Hingga Krisis

Jika ditelusuri lebih jauh, masih banyak faktor lain yang ditengarai berkontribusi terhadap anjloknya partisipasi pemilih. Antara lain karena desain Penyelenggaraan Pilkada berdekatan waktunya dengan Pemilu Nasional (Pemilu Presiden dan Wakil Presiden maupun Pemilu Legislatif Februari 2024). Serta singkatnya durasi kampanye Pilkada Serentak 2024 (25 September-23 November 2024). Sehingga membuat para kandidat, tim lampanye  dan partai pengusung dan pendukung kurang leluasa melakukan lampanye secara maksimal.

Terdapatnya sekitar 194 ribu ribu pemilih yang bere-KTP DKI namun tidak berdomisili di Jakarta. Pemilih kategori ini sebenarnya mempunyai hak pilih. Namun berpotensi  tidak memberikan hak suaranya di Pilgub DKI 2024 dengan berbagai alasan. Seperti geografis, administratif, teknis, politis, psikologis, cuaca, dan lain sebagainya. Yang agak menonjol adalah dipicu karena absennya Anies menjadi Cagub di Pilgub DKI 2024. Padahal Anies mempunyai pasar politik signifikan. Hal ini berdampak pemilih yang berdomisili di seputar Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) enggan ke Jakarta untuk menyalurkan hak pilihnya.

Faktor lainnya adalah banyaknya surat pemberitahuan memilih (Form-C6/Pemberitahuan-KWK) tidak sampai ke pemilih, karena pemilih tidak lagi berdomisili sesuai dengan e-KTP, tidak sedang berada di rumah, meninggal dunia, dan sebagainya. Selain itu, sosialisasi yang dilaksanakan oleh Penyelenggara Pilgub DKI ditengarai kurang menyasar langsung dan efektif menyasar pemilih kritis, apatis, permisif serta pemilih milenial pada Pilgub DKI 2024. Padahal pemilih milenial untuk kategori generasi Z (berumur bersisar 17-39 persen) mencapai lebih 50 persen

Dampak Anjloknya Partisipasi Pemilih

Anjloknya partisipasi pemilih di Pilgub DKI 2024, sedikit banyak mencoreng keberhasilan Pilgub DKI 2024 yang sudah berlangsung relatif Luber, Jurdil, Aman, Damai dan Kondusif. Lebih jauh lagi, defisit partisipasi pemilih  berpotensi mencedrai dan akan menjadi catatan sejarah kelam pada gelaran demokrasi elektoral, khususnya Pilgub DKI  2024 dan dampak psiko politiknya bisa berkepanjangan.

Pada satu sisi, rendahnya partisipasi pemilih di Pilgub DKI 2024 berdampak pada menurunnya citra (branding) serta tingkat kepercayaan publik terhadap Penyelenggara Pilgub, Parpol Politik Peserta Pilgub DKI 2024 maupun pada Pemilu/Pemilihan ke depan. Serta berdampak terhadap legitimasi proses Pilgub DKI, dan legitimasi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih periode 2024-2029. Bagaimanapun Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih, mempunyai beban politik tersendiri karena terpilih dengan tingkat partisipasi rendah.

Pada sisi lain, anjloknya partisipasi pemilih sempat menimbulkan reaksi keras dari Paslon Cagub dan Cawagub DKI yang kalah suara dalam perhitungan suara. Bahkan sempat ‘mengancam’  akan melakukan gugatan hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK). Beruntung urung direalisasikan karena menurut Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham, adanya instruksi dari Presiden/Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Langkah RIDO yang urung menggugat ke MK tersebut sekaligus melempangkan tradisi Pilgub DKI sebelumnya dimana tidak terdapat Cagub dan Cawagub DKI yang kalah lalu menggugat ke MK.

Bagi Cagub dan Cawagub DKI terpilih, rendahnya partispasi pemilih akan menjadi beban psikologi politik tersendiri saat menjalankan roda kepemimpinannya. Meskipun secara faktual atau praktikal, tingkat partisipasi pemilih di Pilkada, pada dasarnya tidak secara otomatis atau berkolerasi positif dengan kinerja atau prestasi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, terpilh.

Sebab bisa saja, suatu Pilkada dengan tingkat partisipasi pemilihnya tinggi, tetapi kinerja Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilihnya, tidak memuskan publik. Bahkan tidak sedikit yang buruk karena terjerambab dalam praktik penyalahgunaan kekuasaan atau korupsi. Sebaliknya, bisa saja tingkat partisipasi pemilihnya  sedang atau malah rendah. Namun kinerja Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilihnya, cukup memuaskan publik atau masyarakatnya.

Evaluasi, Riset dan Rebranding

Dalam perspektif teori mandat dan peraturan perundangan, khususnya UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu dan UU No. 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota, penyelenggaraan Pilkada atau Pilgub DKI menjadi tanggungjawab KPU dan Bawaslu DKI.  Pemberian mandat dan amanat dari UU tersebut diperkuat dengan dana hibah dana/anggaran dari Pemprov DKI mencapai sekitar satu triliun untuk KPU DKI dan Bawaslu DKI Jakarta.

Meskipun demikian, tidak rasional dan tidak proporsional jika anjloknya partisipasi pemilih, sepenuhnya dialamatkan kepada KPU DKI dan Bawaslu DKI. Sebab, kedua institusi demokrasi ini sudah melakukan tugasnya cukup maksimal, khususnya terkait sosialisasi pemilih dengan melibatkan banyak pihak, terutama kalangan penggiat demokrasi. Selain itu, jika dicermati dari sisi peraturan perundangan, tanggungjawab Penyelenggara Pilkada sesungguhnya lebih kepada program sosialisasi Pilkada. Bukan pada tinggi, sedang ataupun rendahnya partisipasi pemilih.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kompleksitas tersebut, diperlukan evaluasi komprehensif dan riset  dengan metodologi ilmiah atas anjloknya partisipasi pemilih di Pilgub DKI. Evaluasi dan riset tersebut bisa dilakukan oleh Penyelenggara Pilgub DKI ataupun kalangan kampus atau universitas maupun kolaborasi  antara Penyelenggara Pilgub DKI dengan kalangan kampus atau universitas.  Hal ini harus dilakukan, untuk merumuskan kebijakan atau program berkaitan dengan pemulihan partisipasi pemilih pada Pemilu atau Pemilihan ke depan, khususnya pada Pilgub DKI 2024. Selain bentuk akuntabilitas Penyelenggara Pilgub DKI terhadap publik serta dana besar yang sudah digelontorkan kepadanya.

Saat bersamaan, sebagai dampak dari rendahnya tingkat partisipasi pemilih di Pilgub DKI 2024, terdapat kebutuhan  jangka pendek untuk memperbaiki citra berbagai institusi demokrasi, khususnya KPU DKI dan Bawaslu DKI. Dengan cara melakukan kerja-kerja profesional terkait kepemiluan atau kepilkadaan paska Pilgub DKI 2024, khususnya  pemulihan kembali citra (rebranding),  baik melalui media konvensional maupun dan terutama media digital. Jika tidak segera melakukan rebranding,  maka isu isu atau narasi seputar anjloknya partisipasi pemilih akan menjadi bola liar yang berpotensi mendeskreditkan dan mendelegitimasi banyak pihak, khususnya Penyelenggara Pilgub DKI.***

Tags: Cawe-cawe JokowiPartisipasi Pilkada 2024 AnjlogPilkada Jakarta 2024
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Korlantas: Kedepankan Pendekatan Humanis dan Edukatif

October 26, 2026
Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

Fahri Minta Masyarakat Berpikir Rasional dan tak Emosional, Utamakan Dialog Ketika Menyampaikan Kritik

October 26, 2026
Bapanas Akui Beras Premium Sempat Kosong di Sebagian Ritel

Gerakan Pangan Murah Disambut Antusias Warga Tuban: Disediakan 1 Ton Beras SPHP Harga Terjangkau

October 26, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version