• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Advokasi Ekstremisme tidak Berhenti di Masa Pandemi

Advokasi Ekstremisme tidak Berhenti di Masa Pandemi

August 15, 2022
Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

October 23, 2026
Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

October 23, 2026
Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

October 22, 2026
Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

October 22, 2026
Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

October 22, 2026
Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

October 22, 2026
Empat Tahun Berperang Rusia Kehilangan 350.000 Tentaranya, Putin: ‘Kemenangan akan Selalu Milik Kita!

Jalan Perdamaian Terbuka? Presiden Putin Setuju Perundingan Damai dengan AS dan Ukraina

October 22, 2026
Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

October 22, 2026
Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

October 22, 2026
BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

October 22, 2026
Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

October 21, 2026
Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

October 21, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, October 23, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kabar

Advokasi Ekstremisme tidak Berhenti di Masa Pandemi

by admin
August 15, 2022
in Kabar, Manca Negara
0
Advokasi Ekstremisme tidak Berhenti di Masa Pandemi

Dubes RI untuk Mesir, Lutfi Rauf (kiri), dan Tuan Guru Bajang.

492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Bicara ekstremisme, kita bicara tentang alam pikiran orang. Ini suatu yang tidak kasat mata, menyangkut ideologi, gagasan, pemikian yang tercemar hal-hal ekstrem/radikal yang termanifestasi dalam tindakan atau terorisme. Hal ini menjadikan terorisme itu sulit dipetakan atau dideteksi secara akurat.

Hal itu dikemukakan Duta Besar Indonesia untuk Mesir Lutfi Rauf dalam webinar Kamis malam (11/8) yang diselenggarakan Institut Leimena bekerjasama dengan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Webinar dengan tema “Literasi Keagamaan Lintas Budaya untuk Mengatasi Ekstremisme Beragama” ini guna Menjawab Pesan Kairo, dimana sebelumnya  di sana pada bulan Juni berlangsung Konferensi Internasional di Kairo, Mesir bertema “Religious Extremism-The Intellectual Premises and Counter Strategies”.

Lutfi Rauf selanjutnya mengatakan, sebelum tahun 2020 isu terorisme selalu menjadi pembahasan di tingkat global, jadi fokus bahasan banyak negara. Akan tetapi, dua tahun terakhir seakan teralihkan oleh pandemi covid 19 yang meluluhlantakkan sendi-sendi kehidupan kita. Sementara kelompok yang mengadvokasi paham ektremisme tidak berhenti bekerja di masa pandemi. 

“Justru situasi pandemi malah mendukung perkembangan paham yang dimaksud, terutama memakaai platform digital sehingga mampu mengekploitasi dan mempenetrasi ke ruang-ruang privat atau ruang kamar pribadi individu-individu,“ tegas Dubes.

Di tahun 2022 ini bukti itu ditemukan bahwa pandemi covid 19 mendukung pembentukan narasi ekstrem. Situasi pandemi menyebabkan banyak individu lebih rentan terhadap radikalisasi dan rekruitmen paham ektrem karena terisolasi dari lingkungan sosialnya dan menghabiskan banyak waktu untuk menonton platform digital.

“Dan kaum muda merupakan kelompok yang banyak terekspos ancaman ekstremisme dan radikalisme karena didukung perkembangan teknologi yang sangat masif dan pesat. Hal ini mengakibatkan mereka mudah mengakses konten-konten ekstremisme melalui internet,“ kata Lutfi Rauf lagi.

Salah Memahami Agama

Sementara itu HM Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar [OIAA] Cabang Indonesia) dalam paparannya menekankan konsep beragama yang moderat seperti yang diterapkan Al Azhar sepanjang masa.

Sebagai ilustrasi dikemukakan pendapat Abdullah Ibnu Syirin yang lahir sekitar tahun 33 H. Pada masa awal perkembangan Islam, cendekiawan tersebut menyampaikan ungkapan bahwa ilmu adalah esensi agama. Karena itu dapatkan ilmu agama dari mereka yang kompeten.

Menurut mantan Gubernur NTB  ini, ada pula Abdullah Ibnu Mubarok, seorang ulama besar juga mengatakan hal senada. Bahwa keilmuan itu bagian dari agama. Kalau tidak ada rantai keilmuan yang valid maka semua orang akan bicara apa pun yang  diinginkan tentang agama.

Adanya sinyalemen seperti itu, kata TGB, karena mereka melihat bahwa kehancuran atau adanya  benih-benih destruktif di tengah masyarakat Islam waktu itu salah satu akarnya adalah ekstremisme di dalam beragama. Sebabnya salah paham tentang agama.

Muhammad Ibnu Syirin ketika kecil pernah mendengar tentang perang antara Syayidina Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah yang kemudian lahirlah kelompok Khawarij. Dan Khawarij merupakan embrio dari kelompok ekstrem dalam Islam. Mereka mengusung ungkapan yang tampak sangat mulia tetapi salah paham. Bahwa tidak ada hukum atau otoritas di dunia ini keuali kepada Allah. Maka semua peraturan apapun yang dilahirkan oleh upaya-upaya manusia, baik individual mapun kolektif dianggap bertentangan atau tidak valid, karena itu harus diperangi.

Dari realitas di atas diketahui, bahwa sejak awal ulama melihat adanya kesalahpahaman terhadap agama merupakan salah satu faktor yang sangat signifikan melahirkan sikap ekstrem dalam beragama. Dan itu berpengaruh terhadap seluruh susunan tatanan sosial yang ada, bahkan berujung pada perang saudara yang mengakibatkan kehancuran.

“Jadi kita tahu (memang) ada ekstremisme dalam beragama. Ekstremisme itu bermula dari pemahaman agama yang salah,“ tegas TGB.

Namun belakangan, lanjut TGB, ada pula yang mengatakan, ekstremisme, radikalisme itu jangan-jangan  mainan orang sekarang saja, ini “jualan barang”. “Maka saya katakan bahwa term ektremitas dan radikalitas adalah term yang otentik,“ ucapnya.

Dalam Al Quran misalnya, jangankan ekstrem, tatharuf (Arab) yakni ujung yang paling jauh, melampau batas, secara eksplisit sudah dilarang. Jadi, jangankan ekstrem, melampaui yang porposional saja tidak boleh. Di dalam hadis juga banyak dikatakan hal itu.

Maka kalau kita melawan ektremisme, radikalisme yang  melahirkan tindakan destruktif tersebut, menurut TGM, sesungguhnya kita tengah menjalankan amanat Allah dan Rosul. Ini norma agama. Tentu juga ada norma sosial dan lainnya yang mendukung hal itu.

Lantas bagaimana mencegah ekstremisme atau radikalisme ?

“Kita mesti intervensi dalam pendidikan. (Kita kaji) dalam materi-materi pendidikan kita itu apa saja yang dimasukkan. Materi-materi keislaman yang kita ajarkan di semua jenjang pendidikan harus kita sisir, “ harapnya

“Tidak ada artinya kita bernarasi di webinar, juga bicara di kalangan intelektual kalau ternyata ada benih-benih atau hal-hal yang sebaliknya yang kita tanamkan.“

Kalau ada materi-materi yang mengandung muatan ekstremisme atau radikalisme, maka 10 atau 20 tahun lagi mereka, anak-anak itu akan menjadi orang-orang yang ekstrem. Hal ini, saya kira memungkinkan kita untuk kerja bersama, baik Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, institusi negara serta BNPT.

Kita sisir semua materi pengajaran yang kita asupkan kepada anak didik kita dan pastikan tidak mengandung pengajaran tentang ekstremisme. Misalnya intoleransi. Pokoknya yang beda, bukan teman, jangan sampai ada yang seperti itu yang diajarkan kepada anak didik kita.

Ingat pula dalam ranah sosial Islam mengajarkan litaaruf, prinsip saling mengisi, prinsip kolaborasi, dan prinsip saling menghomati, bahkan menunjukkan yang terbaik.

Kedua, para guru yang mengajar agama harus memiliki kualifikasi pemahaman Islam yang moderat. Kalau di pesantren hal itu sudah otomatis. Mereka sudah khatam, dan mereka yang mengajar itu diketahui oleh kiainya. Bukan hanya pemahaman nomatifnya, tapi internalisasi nilai-nilai yang dicontohkan.

Ketiga, mengaitkan akidah dengan ahlak. Bahwa implementasi dari keberagamaan itu akan  tercermin dengan ahlak yang mulia.

Sebelumnya, Wakil Rektor UMI Prof Dr Hattah Fattah juga bicara masalah ekstremisme atau radikalisme. Menurut wakil Rektor UMI bidang kerjasamama dan promosi ini, ekstremisme dan radikalisme telah berkembang di semua agama dan di seluruh negara sehingga hal ini menjadi perhatian yang harus kita tanggulangi bersama. (isw)

Tags: hm zainul majdijayakartanewsKBRI Mesirlutfi raufprof dr hattah fattahtuan guru bajang
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

October 23, 2026
Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

October 23, 2026
Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

October 22, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version