ADA Band Masih Ada

 ADA Band Masih Ada

ADA Band–foto kapanlagi com

ADA Band–foto kapanlagi com

JAYAKARTA NEWS— Meski terakhir ditingggal vokalisnya, Donnie Sibarani yang kini beralih profesi melayani Tuhan, ADA Band ternyata masih ada. Mereka tinggal bertiga. Namun, tetap eksis.

Ketiga personel tersebut adalah Suriandika Satjadibrata (bas), Marshal Surya (gitar) dan Aditya Pratama (drum).

Lalu, siapakah pengganti Donnie Sibarani sebagai vokalis baru ? (Donnie cabut dari Ada Band tahun 2018) ?

“Enggak ada. Kita kini tetap bertahan dengan formasi trio, bertiga. Kalau pentas di panggung, kita bisa featuring vokalis dari band lain. Seperti nanti dalam ajang ‘Mandiri I, See Festival’ di GBK yang dihelat dari 27 September hingga 6 Oktober 2019, Ada Band menggaet Naga Lila. Kebetulan bandnya Lila lagi kosong, dan mau,” ujar Dika di  Ninety Nine Oakwood Cafe, Jakarta belum lama ini.

Cabutnya vokalis bagi band yang mengandalkan genre pop rock dan progresive rock ini merupakan peristiwa kedua. Yang pertama adalah ketika vokalis Ibrahim Imran menyatakan mundur dari Ada Band di tahun 1997. Ada Band digagas oleh Dika dan formasi awalnya adalah Dika, Elif Ritonga, Krishna Balagita, Ibrahim Imran dan Iso Eddy H.

Beberapa lama kemudian, selain Ibrahim Imran, personel lain juga ikut cabut dari Ada Band dan ingin mengembangkan karier sebagai solois, yaitu Krishna Balagita, Elif Ritonga dan Iso Eddy H.

Agak lama Ada Band baru mendapat vokalis pengganti yaitu Donnie Sibarani. Bersama Donnie Sibarani ini, nama Ada Band meroket dan bertambah harum di industri musik Indonesia.

Ada 8 lagu berlirik romantis dan berirama sentimental yang dibawakan Donnie Sibarani bersama Ada Band, yaitu ‘Manusia Bodoh’ (2004), ‘Haruskah Kumati’ (2006), ‘;Surga Cinta’ (2008), ‘Setengah Hati’, ‘Masih’, ‘Baiknya’, ‘Nyawa Hidupku’ dan ‘Karena Wanita Ingin Dimengerti’.

Dalam pergelaran di ‘Mandiri I See Festival’ di GBK, Ada Band membawakan lagu lama atau lagu baru ?

“Kita akan melantunkan lagu-lagu lama  yang diaransemen baru. Soal lagu dan album baru, kemungkinan besar baru tahun depan, kita akan masuk studio rekaman lagi,” jelas Dika.

Ihwal “I See Festival’, Dika menyatakan kekagumannya.

“Ini ajang gede banget. Ada Band senang bisa berreunian dan bertemu kembali dengan teman-teman musisi lama seperti hari ini ada Ferdi dari Rocker Kasarung dan Element, Barry dari Saint Loco, Bongky dari BIP (Bongky, Indra dan Pay, cabutan Slank), Masgufa dari Papua dan Faiz grup nasyid serta Komunitas Gitar dan musisi lain baik yang indie maupun yang sudah bangkotan,” papar Dika.

Selama 10 hari, hampir 100 band akan unjuk gigi di empat panggung sekeliling GBK. Beberapa band dan solois yang sudah oke tampil antara lain Andra and The Backbone, Atta Halilintar, Tony Q, Type X, PMR (Pengantar Minum Racun), The Groove, Gugun Blues Shelter, Cokelat, Padi Reborn, Diskopantera, Endah and Rhesa, Pinkan Mambo, Siti Badriah, BIP, Rocker Kasarung, Saint Loco dan sekeranjang band/solois lain. Dari beberapa daerah juga akan datang dan memainkan musik genre rock, pop, jazz, reggae dll beraliran indie seperti dari Papua, Bogor, Bandung, Sukabumi, Jogjakarta dll.

“Pokoknya, dari balita sampai kakek-nenek, akan hadir di gelaran ini. Temanya kali ini adalah “Kalau Politik Memisahkan, tapi Musik Mempersatukan’,” tandas Bryan, dari Republic Community.

Sebagai salah satu destinasi hiburan untuk keluarga, I See Festival adalah ajang yang lengkap dengan menempati lahan luar ruang GBK, yakni Plasa Sudirman, Plasa Timur, parkir Timur, Plasa Tenggara, parkir Selatan, patung Sukarno, area Hotel Atlet Century hingga Riang Road GBK.

Juga, Panitia dari Republic Community dan Deteksi Production sedang mempersiapkan acara musik bertajuk Tribute untuk Benny Likumahuwa (kini sedang terbaring sakit) oleh Barry Likumahuwaq. Selain itu, juga ada acara nan langka, mantan-mantan musikus dari Rollies, Mercys, Giant Step dll bersedia untuk unjuk diri di empat panggung. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *